Web Analytics

September 27, 2020

Perusahan Travel Umrah Berharap Pemerintah Arab Bisa Membuka Dan Menerima Jamaah Umrah Indonesia

Karawang, MA-Animo masyarakat Indonesia dengan ibadah Umrah dan Haji sangat besar dapat dikategorikan nomor dua setelah Negara Pakistan.Sebelum adanya Pandemi Covid-19 melanda Indonesia,masyarakat Indonesia akan berangkat ibadah Umrah bisa mencapai 4000 orang perhari.Ibadah Umrah dilaksanakan sebulan setelah Iedul Adha sampai seminggu setelah Iedul Fitri.MA menemui Perwakilan Umrah dan Haji PT Multazam Utama Tour di Perumahan Sukaseuri Desa Sarimulya Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang (27/9).Renoyori dan Heru Priyono selaku pimpinan Perwakilan mengatakan sebelum Pandemi Covid-19 bisa memberangkat jamaah 400 orang perbulan.kata Reno.Terakhir memberangkatkan jamaah pada tanggal 23/2/2020 sebanyak 343 jamaah yang merupakan Umrah Akbar, dan tanggal 27 Pebruari 2020 keluarlah maklumat dari Pemerintah Arab Saudi menyetop seluruh kegiatan Ibadah Umrah dan Haji semua Negara.Ibadah Haji tahun 2020 hanya dibolehkan untuk warga Arab Saudi dan Ekspatriet yang ada di Arab Saudi saja pada tanggal 4 Oktober 2020. Bulan Nopember 2020 baru untuk Negara luar diperbolehkan itupun berbagai persyaratan tertentu.Yang boleh masuk Ka'bahpun dibatasi sekitar 6000 orang dalam waktu 3 setengah jam terus bergantian dengan jamaah yang menunggu diluar Ka'bah.Sedangkan untuk jamaah Indonesia saat ini belum ada tanda-tanda untuk diizinkan bisa berumrah.keluh Reno.Dan Reno pun berharap masyarakat Indonesia diberikan kesempatan beribadah Umrah dan itupun jika Covid-19 sudah melandai.pungkasnya (Fauzi) 
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Pondok Bali Subang Kini Sudah Mulai Banyak di Kunjungi Wisatawan Lokal Jawa Barat

Subang, MA-Wisata serba ada, ungkapan yang tepat sepertinya untuk menggambarkan pariwisata Kabupaten Subang. 
Letak geografis yang lengkap mulai dari dataran tinggi wilayah Subang selatan dengan hamparan gunung serta bukit perkebunan teh dan sawit, wilayah tengah oleh pusat pemerintahan dan ekonomi, serta batas utara dengan pantainya.
Seperti pantauan akhir pekan oleh Galih wartawan Mediaadvokasi.com Subang Jabar akhir pekan ini ke wilayah ujung utara subang tepatnya pantai mayangan.
Setelah pemberitaan MA beberapa bulan lalu area pantai Pondok Bali Mayangan dilanda banjir rob, kini wilayah pantai ini mulai berbenah. Diantaranya perbaikan akses jalan dan area parkir yang sebelumnya terendam setiap datang banjir rob. Namun wisatawan diharapkan berhati-hati karena kondisi lebar jalan yang hanya cukup dilalui 2 kendaraan kecil yang berpapasan.
Banyaknya pengunjung akhir pekan ini menunjukan geliat ekonomi yang mulai tumbuh kembali dimasa New Normal.
Warung-warung makan khas pantai buka dan ramai, tak kalah dengan pedagang kaki lima begitu juga para pedagang asongan.
Terlihat deretan kendaraan wisatawan penuh yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat. 
Wisatawan yang datang ke mayangan, dapat menikmati pemandangan pantai utara dengan hembusan angin yang lembut. Kondisi terik matahari tidak mengurangi kemeriahan wisatawan yang asik main ombak yang aman dan hamparan pasir lembut.
Selain itu, wisatawan juga dapat menaiki perahu yang siap kapan saja untuk di sewa berkeliling sepanjang pantai Pondok Bali, juga siap mengantar para pecinta pancing jika ingin menikmati sensasi tarikan ikan di tengah laut utara.
Jika hendak berkunjung ke pantai Pondok Bali Mayangan Subang, wisatawan dapat datang kapan saja, namun di masa New Normal ini tetap wajib menerapkan protokol kesehatan.(Galih) 
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Tak Tersentuh Dana Desa, Jenal Abidin Bacalon Kepala Desa Mekarsari Bangun Jembatan Tani

Karawang, MA– Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah telah menyalurkan dana yang begitu besar untuk pembangunan desa, dengan harapan menunjang perekonomian masyarakat. Akan tetapi, masih ada warga yang pada praktiknya membangun dengan secara memakai uang pribadi yaitu Jenal Abidin Ketua Karang Taruna Desa Mekarsari yang juga bakal Calon Kepala Desa. 

Pembangunan secara swadaya pribadi, seperti pembuatan jembatan Tani yang dilakukan Jenal Abidin ini berlokasi RT 01/ RW 06 Dusun Babakan Ngantay Desa Mekarsari Kecamatan Jatisari Kabupaten Karawang Jawa Barat. 
Dari informasi yang didapat bermula dari warga yang menyebutkan kondisi jembatan Tani yang dikeluhkan, dimana akses jalan tersebut penting untuk mengeluarkan hasil pertanian dan perkebunan, yang saat ini sangat sulit dilalui. 
Maka dari itu wargamempertanyakan kemana dana desa (DD), dan mana yang menjadi skala prioritas pembangunan.Selaku Ketua Karang Taruna Jenal Abidin merasa prihatin karena pembangunan desa tidak melihat kebutuhan warga yang mendesak. Kalaupun ada pembangunan yang dilaksanakan, manfaatnya dirasakan masih kurang.

Saat dikonfirmasi Jenal mengakui memang benar bahwa jembatan Tani Babakan Ngantay tersebut dibangun oleh biaya secara pribadi. 
“Jembatan Tani yang berlokasi di RT 01/06 Dusun Babakan Ngantay dikerjakan secara bergotong royong bersama warga dengan dana Pribadi saya.Kalau menunggu anggaran DD entah kapan,” ungkapnya

Selanjutnya dikatakan Jenal bahwa jembatan tani merupakan akses jalan menuju lahan pertanian dan sering dipakai akses membawa hasil panen warga. 

“Kita perlu melihat dan mengingat bahwa jembatan tani ini merupakan akses warga desa menuju lahan pesawahan, warga sangat membutuhkan akses jalan tersebut menjadi lintasan warga petani kalau musim panen tiba untuk mengangkut hasil panen,"katanya. Ditambahkan Jenal bahwa dengan membangun jembatan tani ini dirinya secara pribadi ingin membantu warga dan semoga jembatan ini bisa bermanfaat untuk kelangsungan kelancaran aktifitas para warga khususnya yang bertani.Pungkasnya.(yon)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 26, 2020

DLHP Muratara: Air Sumber Kehidupan Manusia Jangan Dirusak

Kabid P4LH Indra Yani, saat Croscek di hulu sungai



MURATARA, MA- Pentingnya menjaga sumber air sungai, Dinas Lingkungan Hidup dan Penataan (DLHP) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus mensosialisasikan pentingnya menjaga lingkungan terutama daerah aliran sungai supaya tidak tercemar, Sabtu (26/9/20).

Kepala DLHP Muratara melalui Kepala Bidang (Kabid P4LH) Indra Yani Mengatakan, pentingnya menjaga ekosistem alam supaya tetap alami.

"Kita selaku dinas yang terkait terus berupaya meningkatkan kinerja sesuai dengan tupoksi yang telah diamatkan oleh pemerintah dan Undang-undang," ujarnya.

Setelah banyaknya pemberitaan tentang pencemaran lingkungan terutama di daerah aliran sungai,  yang di duga akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab, pihaknya langsung croscek kelapangan daerah aliran sungai di kabupaten Muratara.

"Karena pada dasarnya air adalah sumber kehidupan yang sangat di butuhkan oleh manusia ataupun mahluk hidup lainnya. Jika sungai kita sudah rusak tentunya akan sangat berpengaruh pada kehidupan manusia, apalagi seperti yang kita ketahui bahwa 70 persen dari tubuh manusia itu memerlukan air," jelasnya.

Lanjut Kabid, jika ada oknum yang ingin merusak sungai hanya untuk mencari keuntungan dengan cara melakukan pencemaran lingkungan, itu satu kewajiban bagi kita semua untuk menegurnya atau segera laporkan.

"Kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Muratara, silahkan laporkan kepada kami jika ada temuan terkait pencemaran, khusunya di daerah aliran sungai Rawas dan sungai-sungai lainnya," pintanya.

"Mari kita jaga alam kita dengan cara tidak merusaknya, dengan kita menyayangi alam, maka alam juga akan menyayangi kita, itu filosofi hukum alam," tandasnya. (AkazZz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Antisipasi Musim Kemarau, Pemkab Muratara Realisasikan 78 Jaringan Pamsimas


MURATARA, MA- Pemeritah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) realisasikan pembangunan 78 Jaringan Penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas), guna mengantisipasi krisisnya air bersih saat musim kemarau yang melanda 82 desa di bilangan Muratara.

Berdasarkan teritorial wilayah Kabupaten Muratara merupakan dataran perbukitan dan lahan gambut yang menjadi salah satu ciri khusus daerah yang sering mengalami kekeringan. 

Namun dalam lima tahun terakhir, Pemkab Muratara berusaha mengatasi masalah air bersih itu dengan pembangunan 78 Pamsimas mulai tahun 2016-2020 dan ditambah 25 Pamsimas induk.
        
Menurut Rinto selaku Koordinator Lapangan pembangunan Pamsimas Murata mengatakan, Kabupaten Muratara dulunya memang termasuk zona yang rawan kerisis air bersih, selain banyak di dapati areal gambut, wilayah ini juga banyak lahan padat bebatuan.
          
Menyikapi hal tersebut, dua program yang telah diterapkan untuk mengatasi krisis air bersih, seperti pompanisasi menggunakan sumur bor dan penyulingan air sungai. 

"Rata-rata kita pakai sistem bor, hanya beberapa desa saja yang pakai penyulingan air sungai. Sistem bor memang mendominasi, karena banyak warga mengajukan dengan alasan aliran sungai di wilayah Muratara sudah banyak tercemar dan tidak bagus untuk di jadikan air konsumsi," ungkapnya. 
      
Bupati Muratara H Syarif Hidayat, menegaskan sudah sejak awal mereka menjabat selaku penjabat negara di Muratara. Kabupaten ini masih banyak membutuhkan perhatian, baik berupa infrastruktur dasar, jalan, jembatan, air bersih, pendidikan, kesehatan dan listrik.
      
Kemudian, secara tegas Pemerintah di bawah kepemimpinan H Syarif Hidayat, mengambil kebijakan mendahulukan pembangunan infrastruktur dasar.
          
"Ada yang bertanya kenapa Bupati belum membangun kantor di Muratara. Itu memang belum saya lakukan, saya sengaja memprioritaskan pembangunan untuk masyarakat terlebih dulu. Kalau saya membangun kantor di tahun pertama menjabat, nanti masyarakatnya berkata bupati bagus sekali duduk di kantor ber AC, sementara jalan masyarakat masih jelek, sarana air bersih tidak ada, PLN belum ada, jembatan rusak," bebernya.
       
Manfaat pembangunan Pamsimas kini mulai dirasakan, seperti yang diungkapkan Kosim, warga Karang Dapo, saat ini Pamsimas di desa sudah bisa dimanfaatkan. Sebelumnya warga di desa selalu kesulitan untuk mendapatkan air bersih, terlebih lagi saat musim kemarau. 

"Sekarang Pamsimasnya sudah bisa di manfaatkan warga, airnya bagus dan jernih. Tidak lagi mengambil dari air Sungai Rawas, airnya sering keruh," ujarnya.
        
Lanjutnya, Pamsimas merupakan program yang cukup tepat dilaksankan Pemerintah di wilayah Kabupaten Muratara, pasalnya tidak setiap desa di wilayah Muratara di lintasi aliran sungai."Sangat tepat, tidak setiap desa itu dekat dengan aliran sungai. Kadang ada desa yang jauh dari sungai," jelasnya.
          
Pencapaian program pembangunan dasar di wilayah Kabupaten Muratara ini, sempat mendapat respon positif dari Gubernur Sumsel H Herman Deru saat melakukan lawatan kerja ke Kabupaten Muratara.
           
Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengomentari, meskipun kabupaten Muratara sebagi kabupaten baru di wilayah Sumsel. Namun sudah banyak peningkatan pembangunan di setiap sisi. 
         
"Saya selalu menilai kinerja tiap bupati walikota di wilayah Sumsel, di sini ada pak Syarif. Saya akui pak Syarif ini orangnya energik dan semangatnya luar biasa untuk membangun daerah. Meski Muratara ini baru lima tahun, tapi sudah banyak pembangunan di mana mana," ungkapnya.
        
Informasi di himpun, di tahun 2016 Pemerintah Daerah telah membangun Pamsimas di beberapa desa, tahun 2017 16 Pamsimas, 2018 kembali membangun 15, 2019 20 titik dan terakhir 2020 14 titik. (AkaZz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Dukung Kami di Youtube

LAPOR PAK

LAPOR PAK
Buat Laporan Anda disini, pasang Aplikasi Kami.

Media Advokasi Edisi Cetak