Web Analytics

October 19, 2021

Kapolsek Karang Baru Melakukan Monitoring Vaksin Di Lapas Kelas IIB

Aceh Tamiang-mediaadvokasi.com,
Kapolsek Karang Baru Iptu Suripto, melakukan monitoring kegiatan Vaksinasi yang di laksana Puskesmas Karang Baru, kepada Narapidana dan keluarga besar Lapas kelas IIB Kuala Simpang, di Desa Dalam, Kecamatan Karang Baru, pada Selasa (19/10/2021)

Informasi yang diterima awak media dari Humas Polres Aceh Tamiang, jenis vaksin yang diberikan kepada Narapidana dan keluarga besar Lapas Kelas IIB, jenis vaksin Sinovac dan Moderna kepada 100 peserta. 
Pada kesempatan tersebut Kapolsek Karang Baru Iptu Suripto, mengatakan," adapun maksud dan tujuan kegiatan monitoring ini, untuk melakukan silaturahmi dengan para Nakes beserta vaksinator dan para peserta vaksinasi," ungkap Suripto.

Hal itu sebagai pengawasan kegiatan vaksinasi terhadap para Narapidana dan keluarga besar Lapas kelas IIB." Alhamdulillah kegiatan vaksin tersebut berjalan lancar tampa ada kendala apapun.
Iptu Suripto menambahkan," kegiatan Vaksinasi kepada  Narapidana dan keluarga besar Lapas Kelas IIB Kuala Simpang, sesuai dengan STR Kapolda Aceh Nomor : STR/185/VI/PAM.3.2./2021 Tanggal 02 Juni 2021. Guna membangun Herd Imunnity daya tahan tubuh, sehingga terhindar dari tertular nya virus covid-19," terang Iptu Suripto.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kanit Intel polsek Karang Baru bripka .R. Tarigan, bripka Yusrizal Babinkamtibmas, Kepala Puskesmas Karang Baru NS. Apal Azmi s.kep, Kalapas Kelas IIB Kualasimpang Atma wijaya dan para peserta pelaksanaan vaksin. (Eri Efandi)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Di Duga Oknum Nakal Operator SPBU Selaeurih Jatiluhur Kabupaten Purwakarta Jual Solar Subsidi Ke Pengusaha Untuk Kepentingan Industri

Purwakarta,MA ; Diduga oknum nakal operator SPBU Selaeurih Jatiluhur Purwakarta menjual Bahan Bakar Minyak(BBM) jenis solar kepengusaha untuk industri,dengan menggunakan jerigen yang diduga tidak memiliki izin ataupun rekomendasi,(Kamis 14/10/2021).

Berawal ketika salah seorang media mau membeli BBM untuk mengisi mobilnya di SPBU tersebut.Melihat satu motor bolak balik kearah tosel solar dengan membawa jerigen dan akhirnya dividiokan kegiatan mereka,ternyata benar membeli solar menggunakan jerigen dan dibawa kesalah satu mobil bak yang terparkir dekat SPBU,untuk menyimpan sekitar kurang lebih 10 jerigen.

Sudah jelas melanggar UU Migas nomor 22 tahun 2001 pasal 53 dan pasal 23.Ancaman pidana paling lama 5 tahun denda paling tinggi 50 milyar rupiah.
Ketika awak media mengkonfirmasi kepada Dian selaku pengawas SPBU mengatakan bahwa dirinya mengakui kesalahan yang dilakukan operatornya dan membenarkan bahwa hal tersebut adalah melanggar dan menejemen sudah melarangnya.

Seolah-olah Dian sebagai pengawas SPBU tidak mengetahui apa yang dilakukan operatornya dilapangan,sedangkam dirinya adalah pengawas.Semoga pihak Pertamina dapat menindak SPBU yang melanggar tersebut.(Fauzi) 
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Untuk Menjalankan Program Pemerintah, Polsek Simpangan Kiri Melaksanakan Monitoring Vaksin

Aceh Tamiang-mediaadvokasi.com,
Untuk menjalankan program pemerintah, Ipda Asril, SH Kapolsek Simpang Kiri, di wakili Bripka Yusri selaku Kanit Intel Polsek Simpang Kiri melaksanakan monitoring, pelaksanaan vaksin covid-19, dikantor Datok Penghulu Kampung Tenggulun, yang di laksana oleh UPTD Puskesmas Simpang Kiri, kepada masyarakat Desa Tenggulun, Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang, Pada Selasa (19/10/2021)

Pada kesempatan tersebut Bripka Yusri mengatakan," kegiatan monitoring ini untuk memeriksa tempat dan kesiapan tim Vaksinator dalam melaksanakan giat vaksin kepada masyarakat Kampung Tenggulun," ungkap Bripka Yusri.
Kegiatan Vaksinasi kepada warga  Kampung Tenggulun sesuai dengan STR Kapolda Aceh Nomor : STR/185/VI/PAM.3.2./2021 Tanggal 02 Juni 2021. Guna membangun Herd Imunnity sehingga terhindar dari tertular nya virus covid-19.

Bripka Yusri menambahkan," sebelum pelaksanaan vaksin peserta harus melakukan beberapa tahap dengan, Registrasi/pendaftaran, Screaning, Vaksinasi/penyuntikan, Pencatatan dan observasi kepada peserta.


Peserta yang tidak dapat melakukan vaksin seperti memiliki penyakit, Hipertensi, Diabetes Melitus, Pernah Covid 19, Lanjut Usia dan penyakit penyerta lainya dan harus melalui tahapan pemeriksaan dokter," jelasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ipda Asril, SH Kapolsek Simpang Kiri yang di wakili Bripka Yusri Kanit Intel Polsek Simpang Kiri, Pelda Wahidin yang di wakili  Serma Harun Anggota Posramil Tenggulun, Brpka M. Nisa Bhabinkamtibmas Kampung Tenggulun, Kopda Musliadi Babinsa Kampung Selamat, Tim Vaksinator Polres Aceh Tamiang, Tim vaksinator Nakes Uptd Puskesmas Simpang Kiri, Masyarakat Kampung Tenggulun yang melaksanakan vaksin. (Eri Efandi)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Syuibun: Dishub Dan BPKD Sudah Melakukan Survei, Sampai Hari Ini Belum Ada Pemaparan Dari Hasil Kegiatan tersebut

Aceh Tamiang-mediaadvokasi.com,
Terkait Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) yang berencana menetapkan setoran parkir sebesar Rp. 400.000.000, untuk hal itu para Wartawan menemui Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) diruang kerjanya pada Selasa, (19/10/2021).

Dalam kesempatan tersebut Kadishub Kabupaten Aceh Tamiang Drs, Syuibun Anwar mengatakan," silahkan saja Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) membuat rencana penetapan setoran parkir. Ini artinya target boleh saja dan itu bisa terpenuhi ataupun tidak, kita lihat nanti," terangnya.

"Dishub dan BPKD sudah melakukan survei bersama, namun kami hanya mendampingi dan sampai hari ini belum ada Pemaparan dari hasil kegiatan tersebut. 

"Fakta dilapangan yang menentukan besarnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan nilai Rp. 260.000.000 merupakan hal yang wajar, karena tidak ada penambahan lahan parkir. 

Syuibun menambahkan," dengan nilai setoran PAD yang sekarang, memang dapat terpenuhi, walaupun harus menghadapi segala kendala yang ada," jelas Syuibun.(Eri Efandi)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Babinsa Sarah Mane Dampingi Warganya Vaksinasi Booster

Pidie Jaya-mediaadvokasi.com,
Dalam rangka upaya percepatan vaksinasi di Pidie Jaya, Babinsa Gampong Sarah Mane dampingi warganya lakukan vaksin tahap ke 3 (Booster) di Posko Vaksinasi Gedung Serba Guna Tgk Chik Pante Geulima, Senin,18/10/2021.

Gencar vaksin yang dilakukan babinsa Sarah Mane, Kopda Zufrika, merupakan langkah-langkah positif bersama Sekretariat Gampong utuk percepatan vaksin bagi warga, dengan cara memberi edukasi dan pemahaman kegunaan vaksin.
"Masyarakat tidak perlu takut untuk divaksin, sebab vaksin itu untuk menjaga imun tubuh disaat pandemi. Lagi pula sudah dijamin halal oleh MUI dan Ulama Aceh," ucap babinsa kepada warga.

Lebih lanjut babinsa juga menerangkan, meskipun warga tinggal di gampong terpencil, tapi vaksin itu perlu untuk kesehatan.

Bagi warga yang datang divaksin, pihak babinsa dan sekretariat desa yang tergabung dalam Posko PPKM juga membantu tranport dan minum. Mengingat warga desa yang rata-rata bertani. mungkin sedang tidak ada uang.

Beberapa warga, didampingi warga untuk vaksinasi tahap ke tiga (Boosterl) ke posko vaksinasi.

Bahkan kapolres Pidie Jaya, Musbagh Niam, mengatakan, dalam waktu dekat vaksinasi dor to dor akan segera di lakukan, untuk mencapai angka 30 persen. 

"Kita akan gelar vaksinasi dor to dor antar rumah, untuk percepatan vaksinasi," ucap Kapolres.

Sementara, Juru Bicara Covid 19 Pidie Jaya, Eddy Azwar menjelaskan, angka vaksinasi sampai saat ini sudah mencapai 28 persen.

"Saat ini, secara keseluruhan vaksinasi di Pidie Jaya sudah 28 persen. Dan kita berharap masyarakat lebih antusias lagi lakukan vaksinasi," ujar Edy.( Ismed )
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Diduga Kecanduan Film Porno, Pemuda Asal Muratara Tega Perkosa Adik Kandung

MURATARA, MA - Dilandasi terlalu sering menonton film porno di internet, adik menjadi korban pelampiasan nafsu bejad kaka kadung.

Diketahui Korban berinisial (DE) Adik dari saudara Unziro Satria (15) Bin M.Jemi warga Desa Kertasari Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Muratara Provinsi Sumsel. 

Berdasarkan laporan dari warga setempat yang jika di Desanya telah terjadi kasus pencabulan anak dibawa umur yang melibatkan Kaka kandung yang di lakukan kepada adik kandungnya sendiri.

Kapolres AKBP Eko Sumaryanto melalui Kasat Reskrim Polres Muratara AKP Dedi Rahmad Hidayat beserta anggota melakukan penangkapan terhadap tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur.

 Dijelaskannya untuk kronologi kejadian itu sendiri bahwa pada hari minggu tgl 03 Oktober 2021 sekira jam 10:00 telah terjadi tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur yang dilakukan oleh saudara Unziro Saputra terhadap adik kandungnya sendiri.

"Pelaku mengajak korban ke kamar mandi dan melakukan persetubuhan dengan memasukkan kemaluan pelaku ke vagina korban dengan paksa yang mengakibatkan luka dibagian kemaluan korban, dan penyebab terjadinya perbuatan pencabulan tersebut dilandasi akibat seringnya menonton film porno yang ada di internet," ungkap kasat.

Tambah kasat, sebagaimana dalam pasal 81 ayat 1 dan 82 ayat 1 UU RI NO 35 TAHUN 2014 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK. 

Anggota Reskrim langsung melakukan penjemputan pelaku yang diamankan didesa kerta sari guna untuk dibawa ke mako polres muratara untuk proses penyidikan. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Baru Tiga Bulan Dibangun, Tembok SMA Karang Dapo Muratara Roboh

MURATARA, MA - Tembok Sekolah SMAN Karang Dapo Kabupaten Muratara Provinsi Sumatera Selatan roboh Kepsek dan ketua komite sepakat salahkan akibat genangan air yang terlalu tinggi penyebabnya.

Diketahui dana untuk  pembangunan tembok sepanjang 100 meter itu bersumber dari pungutan dari wali murid dengan besaran ber- pareasi mulai dari Rp100 ribu per siswa sampai dengan Rp. 250 Ribu per siswa tahun anggaran 2021.

Hal tersebut di sampaikan langsung ketua Komite SMA N karang Dapo, Suhairi bangunan itu di bangun sekitar tiga bulan lalu memang uang kumpulan dari wali murid dari kelas satu sampai kelas tiga.

Kemudian untuk permasalahan tembok itu roboh , dirinya menyampaikan itu karena genangan air yang cukup tinggi yang mencapai 80 persen membuat tembok menjadi roboh karena tidak kuat menahan beban.

"itu karena genangan air terlalu tinggi mencapai 80 persen itulah sebabnya tembok itu roboh karena tidak kuat menahan beban , sedangkan lobang tempat air keluar tidak ada itu kekhilafan kami sebenarnya", jelas ketua komite saat di temui awak media pada Selasa (19/10/21).

Dilokasi yang sama kepala sekolah SMA N karang Dapo , Zainal abidin mencekal keras kalau robohnya tembok sekolah tersebut akibat kelalaian teknis pembangunan. Dirinya beralibih jika robohnya tembok itu murni gara gara bencana alam bukan kelalaian dari pihak pemborong.

"Tembok yang roboh itukan jelas gara gara bencana alam bukan kesalahan dari pihak yang mengerjakannya, pasalnya air hujan yang terlalu banyak menumpuk disana membuat tembok sekolah tersebut roboh  dan tidak kuat menahan beban", jelas Kepsek.

Ditanyai dana tersebut bersumber dari mana, ? Kepsek menjawab itu dari dana wali murid yang di kumpulkan dari kelas satu sampai kelas tiga dengan besaran mulai dari 100 ribu rupiah hingga 250 ribu rupiah per siswa," terang kepsek. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Pangdam II/Sriwijaya Ikuti Rakor Penangnan Illegal Drilling

Palembang, MA – Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka menindaklanjuti penanganan aktivitas pengeboran liar sumur minyak bumi oleh masyarakat di Provinsi Sumsel dan Jambi, bertempat di Ballroom Hotel Novotel Palembang Jalan R. Sukamto Palembang, Selasa (19/10/2021).

Gubenur Sumsel H Herman Deru dalam sambutannya menyampaikan, bahwa ada pendelegasian yang jelas dari pusat terkait pengolahan minyak Illegal Drilling dan adanya solusi yang terbaik dari semua pihak.

Selanjutnya, Pangdam II/Swj Mayjen TNI Agus Suhardi menyampaikan bahwa, untuk jajaran Kodam II/Swj siap mendukung dan membantu mengamankan kebijakan pemerintah Provinsi Sumsel dan Kabupaten Muba terkait kebijakan pengolahan sumur minyak Illegal Driling.

Untuk memutuskan kegiatan Illegal Driling harus dimulai/dipotong pada bagian hilirnya,” tegas Pangdam.

Selanjutnya, Dirjen Migas Kementrian Migas RI Prof Ir Tutuka Ariadji mengatakan, tim akan bekerja secara multisektoral.

Yaitu, terkait pemberitaan, penegakan hukum dan evaluasi, serta kerangka rancangan revisi Permen ESDM No.1/2008 tentang pengolahan sumur tua,” ujarnya.

Selanjutnya, Kajati Sumsel Drs M Rum menegaskan, hukum akan digunakan sebagai jalan terakhir dan untuk menginventarisir permasalahan secara Obyektif, dibuat regulasi yang baik yang membuat masyarakat bisa hidup.

Negara dan pemerintah tidak terbebani dan semuanya tidak lepas tangan terhadap permasalahan ini,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto menjelaskan, tahun 2021 Polda Sumsel berhasil menutup sebanyak 1.701 sumur. Banyak aspek yang berpengaruh, seperti aspek sosial, budaya, ekonomi, keamanan, geografi dan lingkungan.

Belum ada data yang jelas terhadap identifikasi baik lokasi dan kepemilikan pengolahan sumur minyak yang berada di Wilayah Sumsel (KUD/Masyarakat), serta belum ada identifikasi data sumur yang dikelola oleh KUD untuk diperjual belikan,” ungkapnya.

Masyarakat harus sejahtera, namun hukum harus tetap ditegakkan dan harus dibuat regulasi yang jelas untuk menghindari pelanggaran hukum dan hukum pun bisa ditegakkan. Negara harus hadir terkait permasalah pengolahan sumur Illegal Driling di masyarakat,” tandasnya. (ad)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp






Dukung Kami di Youtube

LAPOR PAK

LAPOR PAK
Buat Laporan Anda disini, pasang Aplikasi Kami.

Media Advokasi Edisi Cetak