Web Analytics

June 22, 2021

Masyarakat Karang Dapo Tutup Paksa Akses Jalan Menuju Perkebunan PT PPA

Masyarakat Karang Dapo pasang portal, tutup akses jalan menuju perusahaan perkebunan milik PT PPA.

Muratara, MA - Diduga merasa terzolimi selama bertahun-tahun oleh pihak perusahaan, kini masyarakat Karang Dapo tutup paksa akses jalan menuju perkebunan PT PPA, Selasa (22/06/21)

Aksi penutupan oleh masyarakat Karang Dapo disebuah perkebunan milik Perusahaan Terbatas Pratama Palm Abadi (PT.PPA) yang berlokasi di Biaro Estate Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) lebih tepatnya di Devisi 111 wilayah Kelurahan Karang Dapo pada, Senin (21/06/21) lalu.

Dimana dalam aksi tersebut menuntut hak milik masyarakat Karang Dapo yang telah dikuasai oleh perusahaan selama bertahun-tahun tanpa kejelasan.

Seperti yang disampaikan Sek PIK, sala seorang pendemo dirinya menyampaikan apa gunanya sebuah perusahaan masuk ke suatu wilaya kalau hanya menyengsarakan masyarakat yang terdampak.

“Bukankah tujuan sebuah perusahaan masuk ke suatu wilaya ikut mensukseskan program pemerintah daerah dalam hal mensejahterakan masyarakat? Ini malah terbalik. Kami tidak terima dengan perlakuan perusahaan ini terhadap warga kami, sebab bukan hanya setahun dua wilaya kami dikuasai tanpa kejelasan,” terangnya.

Kemudian dirinya juga menyampaikan, jika kalian merasa aman dengan adanya dana stimulus yang dibayar oleh perusahaan sebesar seratus ribu per hektar yang dibayar dinilai tidak tepat. Lantaran biaya tidak cukup untuk biaya hidup masyarakat terutama anak-anak yang sedang menempuh jenjang pendidikan.

"Kami tidak butuh uang stimulus yang katanya uang talangan sebesar itu, seratus ribu apakah cukup untuk membiayai anak kami bersekolah,” tanya pendemo.

Kemudian dirinya juga mengatakan, tidak akan di buka portal ini sebelum turun langsung bupati untuk membenahi permasalahan ini.

"Kami tidak akan membuka portal ini sebelum Bupati langsung turun ke lapangan untuk membereskan masalah ini, yang sudah bertahun-tahun tidak selesai-selesai,” tegasnya.

Dilokasi yang sama juga disampaikan Saipul juga menuntut haknya yang dikuasai perusahaan. "kami ini sudah bisa di permaikan oleh pihak perusahaan , janji janji yang di berikan perusahan tanpa ada kejelasan,” terangnya.

DIa membenarkan jika pihak perusahaan menguasai lahan milik masyarakat karang Dapo sejak tahun 2013 sampai saat ini belum ada kejelasan.

"Benar etikat baik dari perusahaan untuk mensejahterakan masyarakat itu semua bohong besar, terbukti sejak 2013 dibukanya lahan PT. PPA sampai saat ini Hak milik kami belum di kembalikan,” terangnya.

Sambungnya, masyarakat sudah bosan dibohong, dijanjikan sudah beberapa kali diakan mediasi namun tidak ada etikat baik dari perusahaan untuk menyelesaikan prihal tersebut.

“Kami sudah bosan dengan janji pihak perusahaan, kini kami meminta kepada pemangku kebijakan untuk menyelesaikan hal ko, kalu dak nak mohon maaf kami dak pacak nak buka portal ini,” terangnya. (AkaZzz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Dukung Kami di Youtube

LAPOR PAK

LAPOR PAK
Buat Laporan Anda disini, pasang Aplikasi Kami.

Media Advokasi Edisi Cetak