Web Analytics

September 11, 2021

Penetapan Tersangka Korupsi Penjualan Gas Negara Jambi-Merang Bukti Sumsel Lumbung Maling

Sumsel, MA - Pemprov Sumsel mendapat jatah membeli gas dengan harga HPP (Harga Pokok Penjualan) dari BP MiGas pada tahun 2009. Jatah membeli Gas bagian negara di KKS (Kontrak Kerja Sama) Jambi- Merang Sumatera Selatan.

Jatah membeli gas bagian negara ini berdasarkan undang - undang dalam kerangka meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah). Program bagi hasil ini disebut dengan istilah Partichipacing Of Interest (PI).

PI membeli gas bagian negara ini sebesar 15.000 BTU per hari harusnya menjadikan PDPDE BUMD Prov Sumsel menjadi perusahaan tingkat Nasional. Namun, diduga menjadi alat para maling uang mengeruk keuntungan mencuri uang negara.

"Saya pernah bicara dengan manager Perusahaan Minyak Dubai dan dia berkata bahwa ada pengusaha minyak Sumsel nginap di hotel bintang lima di kawasan Baverly Hills dan menyewa limousin bersama keluarganya", terang Feri Kurniawan pegiat anti korupsi Sumsel.

"Manager itu geleng - geleng kepala dengan sewa hotel per malam Rp. 60 juta dan sewa limousin berserta sopir yang melangit dan sedemikian hebatnya bisnis pengusaha itu", papar Feri kembali. "Dan setelah membaca berita on line, manager perusahaan minyak terkemuka itu bilang, "besar sekali malingnya", kata Feri.

"Hitungan kasar keuntungan menjual gas bagian negara Jambi Merang dengan keuntungan bersih (netto income) US$ 2 per MMBTU maka keuntungan harian pada kisaran Rp. 300 juta atau Rp. 9 milyar per bulan", terang Feri.

"Silahkan kalian hitung uang negara yg di curi para maling selama 10 tahun atau 120 bulan di kalikan Rp. 9 milyar, cukup lumayan untuk membangun hotel berbintang, membuka tambang batu bara dan membuat kebun ribuan hektar", ucap Feri.

"Bos BPH Migas Raden Priyono merugikan negara Rp. 36 trilyun dan pemberian hak membeli gas bagian negara Jambi - Merang atas persetujuan Raden Priyono dan pada tahun 2012 berdasarkan audit independent melibatkan menantu Ketua Parpol penguasa", imbuh Feri Kurniawan. 

"Semoga fihak aparat hukum tetap eksis dan tidak melanggar kodrat dalam penuntasan dugaan mega korupsi ini", ucapnya.

Penulis: Penggiat Anti Korupsi Sumsel, Feri Kurniawan.

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp






Dukung Kami di Youtube

LAPOR PAK

LAPOR PAK
Buat Laporan Anda disini, pasang Aplikasi Kami.

Media Advokasi Edisi Cetak