Web Analytics

November 22, 2021

Miris, Anak SAD Hanya Tinggal 7 Orang, Ini Penjelasan Pengasuh

MURATARA, MA - Program memanusiakan manusia ternyata tidak berjalan seperti tahun lalu, faktanya anak anak yang tinggal di Mes SAD kini tinggal tujuh siswa yang masi bertahan.Senin (22/11/21).

Diketahui jumlah awal  Siswa siswi yang berada di Mes Suku Anak Dalam (SAD) yang terletak di Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  ada sekitar ratusan anak, namun kini tinggal tuju siswa dan siswi.

Berdasarkan keterangan cik Inah selaku pengasuh dari anak anak yang berada di Mes SAD,sudah dari Oktober tahun lalu (red), anak asuhnya pulang ke tempat masing-masing namun belum juga kembali sampai saat ini.

"Terhitung sejak bulan Oktober 2020 sampai saat ini kami hanya mengasuh sekitar tujuh anak yang masi bertahan disini, untuk alasan anak anak itu pulang karena Corona ,makanya mereka pulang dan tidak kembali lagi kesini," ucap cik Inah.

Kemudian dirinya juga mengatakan, 
Jika mereka pulang tidak tahu betul alasannya sebab sejak mereka ke tempat masing masing sampai saat ini tidak perna kembali lagi.

Lanjut, saat di tanyakan terkait masalah konsumsi yang disinyalir tidak lagi berjalan setiap harinya, cik Inah mengatakan ,jika sebelum Corona Masi ada uang makan , namun sejak itu juga konsumsi tidak berjalan lagi seperti biasnya. 

"Dulu Ado untuk makan anak anak yang tinggal di siko , bahkan tigo kali sehari , tapi sejak bulan Desember 2020 sampai saat ini katek lagi jatah makan , itula mungken membuat anak anak itu balek ke tempatnyo Maseng Maseng  dan dak galak lagi balek ke sini," tuturnya dengan bahasa daerah.

Diketahui bahwa anak anak yang masi bertahan, dua laki laki lima perempuan, untuk laki laki satu SMP satu SD, kemudian untuk perempuan ada lima siswi  tiga SMA dan dua SMP

Kemudian hal yang sama juga disampaikan Wanto penjaga sekolah dirinya membenarkan jika kepulangan dari anak anak yang berada di Mes SAD dari Oktober tahun lalu sampai saat ini belum kembali.

"Dengan alasan sekolah menutup aktivitas makanya anak anak itu pulang ke tempat masing masing, namun sampai saat ini kami tidak tahu apakah masi mau kesini atau tidak lagi, yang jelas sudah hampir satu tahun," ungkapnya.

Dirinya juga membernarkan jika jatah makan anak anak yang berada di Mes tidak ada lagi, buktinya sampai hari ini jatah makan tersebut hilang dan tidak lagi di antar seperti biasanya.

"Kira kira sejak Desember lalu ,jatah makan anak dan pengasuh tidak ada lagi, dan untuk yang masi bertahan disini kami masak sendiri untuk konsumsi sehari-hari, tidak ada lagi sistem katering," bebernya. (AkaZzz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp






Dukung Kami di Youtube

LAPOR PAK

LAPOR PAK
Buat Laporan Anda disini, pasang Aplikasi Kami.

Media Advokasi Edisi Cetak