Web Analytics

Showing posts with label Asian Games. Show all posts
Showing posts with label Asian Games. Show all posts

September 02, 2018

Sepak Takraw, Indonesia Kembali mendapatkan Medali Emas

Gubernur Sumatera Selatan H. Alex Noerdin bersama Perebut Medali Emas pada Cabor Sepak Takraw Asian Games 2018

Palembang, Media Advokasi - Tuan rumah Indonesia kembali mendapatkan medali emas. Sejarah tercipta di cabor sepak takraw saat Indonesia meraih medali emas pertama di Asian Games.  Cabor sepak takraw ini berlangsung di Stadion Jakabaring Sport Center Palembang.

Asian Games 2018 akan segera berakhir, namun kontingen tuan rumah Indonesia masih mampu menambah perolehan medali emas pada Sabtu (01/09/18).

Medali emas berhasil didapatkan dari cabor sepak takraw.  Bertanding di final nomor Men's Quadrant, Indonesia berhadapan dengan Jepang. Indonesia sebenarnya tertinggal 0-1 di set pertama. Namun Saiful Rijal dkk berhasil bangkit dan menang 21-14 di set kedua untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. 

Di set penentuan, Indonesia sempat unggul 3-0 sebelum Jepang menyamai perolehan poin menjadi 3-3. Tapi semangat Husni Uba dan para koleganya yang didukung ribuan penonton membuat Indonesia memimpin hingga 12-5. 

Jepang sempat membuat penonton deg-degan saat mengejar ke poin 20-16. Namun akhirnya Indonesia berhasil mengunci kemenangan sekaligus medali emas saat skor 21-16. 

Kemenangan 2-1 atas Jepang membuat Indonesia meraih medali emas ke-31 di Asian Games 2018. Sekaligus emas pertama dari cabor sepak takraw dalam sejarah Indonesia di Asian Games. (Andi)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

August 31, 2018

Asian Games Berkah Bagi Pedagang Kecil

Foto Mingga : Pedagang Kecil Seputaran Jakabaring

Palembang, Media Advokasi - Menjelang berakhirnya Sea Games Berkah bagi Pedagang kecil. Hari ini Jum'at (31/08/18) H-2 akan berakhirnya perhelatan multi even olah raga terbesar di Asia, sebagian para atlit dan official telah  pulang ke tanah air mereka dari Palembang Jaka Baring Sport City (ujar direktur sport Jaka baring Bpk. Bambang. S), di perkirakan 14000 orang sisanya 5000 orang masih berada di jakabaring yg masih menyisakan beberapa pertandingan sisa dari 5 cabang olah raga yg tersisa.

Beragam tanggapan positif dari para atlit dan official terhadap sea games di Jakabaring sports city    baik mengenai lokasi yg tidak jauh dari tempat pertandingan, makanan dan berbagai tempat hiburan yg ada di Sekitar jakabaring sport city. Pemerintah Sum-Sel dlm hal ini dishub Provinsi dan Kota menyediakan 5 unit kapal laut kecil untuk mengantarkan tempat hiburan sungai yaitu melalui benteng kuto besar ke pulau kemarau Dan menyisiri sungai Musi semuanya diperuntukkan secara gratis bagi seluruh kontingen sea games Palembang - Jakarta.

Selama berlangsungnya sea games masyarakat dlm hal ini pedangang kecil meraup berkah, hal tersebut tentunya disambut baik bagi pedagang sendiri, berbagai macam dagangan selama perhelatan akbar ini dari souvenir, baju kaos dan jaket yg dapat diperjual belikan.

Harapan masyarakat  dlm hal ini pedagang2 kecil, acara2 seperti ini dapat terus berlangsung di karnakan mendapatkan nilai tambah secara ekonomis bagi masyarakat khususnya di kota Palembang. (Mingga)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

August 24, 2018

Pengecekan Pengamanan Asian Games, Kapolri Kunjungi Venue Asian Games di Jakabaring

Kapolri saat tiba di Bandara SMB II

Palembang, Media Advokasi - Rabu,22 Agustus 2018 sekitar jam 11.25 Wib KAPOLRI Jenderal Polisi Drs.M.Tito Karnavian MA.Ph.D.
beserta Istri dan rombongan dengan menggunakan pesawat Beechcraft, jenis H25B / P-4301 Milik Polri dari Jakarta tiba di Palembang.

Rombongan Kapolri 


Kunjungan Kapolri dalam rangka Pengecekan Pengamanan Venue Asian Games di Jakabaring Sport City (JSC).

Kapolri yang hadir beserta istri disambut Pejabat teras diantaranya Pangdam ll Sriwijaya Mayjen TNI Irwan S.l.P, M.Hum, Kapolda Sumsel Irjen Pol.Zulkarnain Adinegara dan Wakapolda Sumsel Brigjen Pol.Bimo.

Hadir pula menyambut Kapolri diantaranya Danlanud SMH Palembang Kol.Pnb.Heri Sutrisno, Kapolresta Palembang KBP Wahyu Bintono Hari Bawono, Kapendam lI Sriwijaya Letkol.inf.Djohan, Dandim 0418/PLG
Lekol.inf.Honi Havana M,Mds , Danramil 418-07/Sukarami Mayor.inf.Heribertus, Dansat POM-AU Mayor.POM.Yurdiansyah,
Kapolsek Sukarami Kompol Rivanda beserta isteri, Ka BPBD  Prov.Sumsel Bpk.Iriansyah dan Bpk.H.Umar.

Selanjutnya 11.40 Wib Kapolri beserta rombongan berangkat dari Bandara SMB ll Palembang menuju kediaman Bpk.H.Halim Jln.M.Isa Palembang pada jam 11.40 Wib.(Yl)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

August 15, 2018

Silaturahmi Kapolda Sumsel dengan para Jurnalistik untuk mendukung dan mensukseskan Asian Games 2018


Kapolda Sumsel saat Memberikan arahan pada saat Silaturahmi dengan para Jurnalistik untuk mendukung dan mensukseskan Asian Games 2018 Bertempat di Bukit golf resto dan Resort Cafe Jl.AKBP Cek Agus no 34 Palembang

Palembang, Media Advokasi - Silaturahmi Kapolda Sumsel dengan para Jurnalistik untuk mendukung dan mensukseskan Asian Games 2018, Bertempat di Bukit golf resto dan Resort Cafe Jl.AKBP Cek Agus No 34 Palembang bersama seluruh Pimpinan Redaksi, Wartawan, Jurnalistik media cetak elektronik online dan radio dalam rangka mendukung dan mensukseskan Asian Games 2018.

Adapun undangan yang hadir diantaranya Kapolda Sumsel beserta perwakilan jajaran, Ketua PWI Sumsel, Ketua aliansi independen ketua aliansi jurnalis Sumsel , Ketua kepala perwakilan dan Kabiro dari berbagai media cetak, ketua media online Sumsel , ketua elektronik televisi dan radio.

Adapun Silaturahmi Kapolda Sumsel dengan para awak Media di Sumatera Selatan sebagai kerjasama untuk mendukung dan mensukseskan perhelatan Akbar Asian Games 2018 di Palembang.
Sambutan yang di sampaikan Kapolda Sumsel, Irjen pol Drs.Zulkarnain Dalam kesempatannya dihadapan puluhan Awak media mengajak seluruh Media di Sumatera selatan untuk berperan aktif mensukseskan Asian Games dengan pemberitaan yang positif.

Kapolda juga menyampaikan bahwa ” Media sebagai salah satu saksi perhelatan akbar ke 2 (dua) setelah Olimpiade di dunia yang beberapa hari kedepan akan di selenggarakan di Palembang “.
Himbauan Kapolda Sumsel kepada awak media menyatakan “ saya minta untuk dapat bersama-sama menjaga dan mensukseskan Asian Games 2018 dengan menyajikan pemberitaan yang positif dan dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa dan negara di mata bangsa-bangsa lain,” ujarnya.

Kapolda juga Menjelaskan pula “banyak wartawan asing yang akan meliput perhelatan Asian games 2018 ini ,yang lebih senang meliput Asian games di Palembang dari pada di Jakarta karena di anggap lebih aman”.


Foto Bersama dan Coffee Break Kapolda Sumsel pada Silaturahmi para Jurnalistik untuk mendukung dan mensukseskan Asian Games 2018 Bertempat di Bukit golf resto dan Resort Cafe Jl.AKBP Cek Agus no 34 Palembang
Disampaikannya pula "Ada Sekitar 7.547 Personel gabungan yang terdiri dari anggota TNI dan Polisi yang telah siap mengamankan Asian Games di Palembang, bahkan saya mendapatkan informasi banyak wartawan asing yang lebih senang meliput di Palembang dari pada di jakarta karena faktor keamanan dan tidak macet salah satunya,” pungkasnya.

Tampak hadir dalam acara ini Rianto Budi Raharjo kepala stasiun TVRI  Sumatera Selatan yang mewakili Pimpinan media dalam acara ini mengatakan sanggat mengapresiasi dengan apa yang di lakukan Polda Sumsel dengan mengajak semua pimpinan media bersilaturahmi menjelang Asian Games dan media siap dalam upaya ikut mensukseskan perhelatan Asian Games 2018. Namun saat ini sebagiannya masih memiliki kendala di antaranya untuk mendapat ID Card peliputan resmi.

Seperti diungkapkan Rianto Budi Raharjo "Sebenarnya semua jurnalis di Sumsel siap mendukung, namun hingga saat ini masih banyak media di Sumsel masih terkendala ID Card dari panitia yang terkesan terbatas. Akibatnya sangat di sayangkan sebagian wartawan di Sumsel terancam tidak bisa meliput langsung dan hanya sebagai penonton saja pada Asian Games ini, Untuk itu semoga kedepan Kapolda Sumsel dapat membantu mengatasi permasalahan ini,” ujarnya. (Yuli/Berto)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

August 12, 2018

Semangat Asian Games : Indonesia Juarai AFF U-16 2018 Kado Bagi Indonesia

foto : Garda Muda Indonesia saat Mencetak Gol (nt)
Sport, Media Advokasi - Final piala AFF U-16 antara Indonesia VS Thailand di Stadion Gelora Delta Sidoarjo berkahir dengan Adu Pinalti dengan kemenangan bagi Indonesia dengan skor 4-3.

Walau demikian, Indonesia Bangga atas keberhasilan Timnas Garuda Muda Indonesia, hal ini juga terlihat dari twitternya Anies Baswedan yang sangat bangga dan menerutnya ini merupakan suntikan semangat bagi Indonesia dalam Asian Games 2018 yang akan dilaksanakan pada 18 Agustus mendatang.

"Selamat! Terima kasih Garuda Muda, kado indah menjelang Hari Ulang Tahun Kemerdekaan sekaligus suntikan semangat bagi Indonesia untuk Asian Games 2018," tweet @aniesbaswedan pada twiternya.

Hal serupa juga terlihat dari Twitternya Sandiaga Salahudin Uno yang sebelumnya resmi dideklarasi sebagai Pasangan Cawapres Prabowo dalam Pilpres 2019.

"Selamat untuk Garuda Muda, Timnas Indonesia U-16 yang berhasil menjuarai Piala AFF U-16 melawan Thailand pada malam hari melalui adu pinalti. Ini Merupakan modal bagus bagi Timnas Indonesia untuk Asian Games Mendatang". tweet @Sandiuno.

Semoga ini menjadi semangat bagi Indonesia dalam laga besar Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang mendatang. (ans)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

August 09, 2018

Buat Rekor Muri, Pempek 18.818 Porsi

foto : palembang.go.id
Palembang, Media Advokasi Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Rabu (8/8/2018) sore menjadi saksi tempat penyajian berbagai varian pempek yang disajikan yang langsung disaksikan masyarakat Kota Palembang.
Berjumlah 18.818 porsi pempek ikan ber SNI yang disajikan ini sesuai dengan jadwal perhelatan olahraga akbar Asian Games (18-8-2018) menjadi rekor Museum Record Indonesia (MURI) tahun 2018, yang langsung disaksikan Menteri Pariwisata RI Arief Yahya dida Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Rabu (8/8/2018) sore menjadi saksi tempat penyajian berbagai varian pempek yang disajikan yang langsung disaksikan masyarakat Kota Palembang.
Berjumlah 18.818 porsi pempek ikan ber SNI yang disajikan ini sesuai dengan jadwal perhelatan olahraga akbar Asian Games (18-8-2018) menjadi rekor Museum Record Indonesia (MURI) tahun 2018, yang langsung disaksikan Menteri Pariwisata RI Arief Yahya didampingi Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Penjabat (Pj) Walikota Palembang Akhmad Najib, dan Deputi Bidang Informasi BSN Dr Zakiah.
Menteri Pariwisata RI Arief Yahya, mengatakan, pempek sudah menjadi trending topik nasional. Dirinya berharap, Pemecahan Rekor Penyajian Pempek Terbanyak tersebut juga jadi trending topik.
“Paket pempek 7 ton perhari keluar Palembang itu adalah luar biasa. Saat ini top 5 kuliner Indonesia yang mendunia adalah rendang, soto, nasi goreng, gado-gado, dan tempe semoga pempek bisa jadi nomer 6 kuliner Indonesia yang mendunia,” pungkasnya.
Ditambahkannya, Palembang memiliki dua potensi yang dapat mendunia yaitu pempek dan songket. Keduanya bisa menjadi potensi yang mampu mendorong Palembang makin dikenal dunia dan wisatawan tertarik mengunjungi Bumi Sriwijaya ini.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Walikota Palembang Akhmad Najib mengatakan, penyelenggaraan rekor muri ini diharapkan mampu mendorong penyediaan pangan yang berkualitas.
Penyelenggaraan ini juga bertujuan untuk memotivasi pengusaha pempek untuk menyediakan pempek ber-SNI.
“Pemerintah Kota Palembang berharap Rekor Muri ini membuat orang-orang makin tertarik untuk berkunjung ke Kota Palembang. Melalui kegiatan ini kita harapkan pelaku ekonomi khususnya pempek mampu meningkatkan kualitas, khususnya pempek,” pungkasnya.
Lebih lanjut dijelaskannya, Pemecahan Rekor Muri ini juga identik dengan pelaksanaan Asian Games. Dirinya berharap, penyelenggaraan Asian Games di Palembang dapat berlangsung sukses dan lancar. (source palembang.go.id)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

August 08, 2018

Bentar Lagi Asian Games nih, Yuk Kenal Lebih Jauh Kota Palembang

Hasil gambar untuk JEMBATAN AMPERA
Jembatan Ampera (nt)

Palembang, Media Advokasi - Kota Palembang adalah ibu kota provinsi Sumatera Selatan. Palembang adalah kota terbesar kedua di Sumatera setelah Medan. Kota Palembang memiliki luas wilayah 358,55 km² yang dihuni 1,8 juta orang dengan kepadatan penduduk 4.800 per km². Diprediksikan pada tahun 2030 mendatang kota ini akan dihuni 2,5 Juta orang. Pembangunan LRT (kereta api layang), dan rencana pembangunan sirkuit motor GP di kawasan Jakabaring dan sirkuit F1 di kawasan Tanjung Api-Api, merupakan proyek pengembangan Kota Palembang terkini.
Kota ini dianggap sebagai salah satu pusat dari kerajaan Sriwijaya, Serangan Rajendra Chola dari Kerajaan Chola pada tahun 1025, menyebabkan kota ini hanya menjadi pelabuhan sederhana yang tidak berarti lagi bagi para pedagang asing.
Selanjutnya berdasarkan kronik Tiongkok nama Pa-lin-fong yang terdapat pada buku Chu-fan-chi yang ditulis pada tahun 1178 oleh Chou-Ju-Kua dirujuk kepada Palembang.
Berdasarkan kisah Kidung Pamacangah dan Babad Arya Tabanan disebutkan seorang tokoh dari Kediri yang bernama Arya Damarsebagai bupati Palembang turut serta menaklukan Bali bersama dengan Gajah Mada Mahapatih Majapahit pada tahun 1343.
Pada awal abad ke-15, kota Palembang diduduki perompak Chen Zuyi yang berasal dari Tiongkok. Armada bajak laut Chen Zuyi kemudian ditumpas oleh Laksamana Cheng Ho pada tahun 1407.
Kemudian sekitar tahun 1513, Tomé Pires seorang apoteker Portugis menyebutkan Palembang, telah dipimpin oleh seorang patih yang ditunjuk dari Jawa yang kemudian dirujuk kepada kesultanan Demak serta turut serta menyerang Malaka yang waktu itu telah dikuasai oleh Portugis.
Palembang muncul sebagai kesultanan pada tahun 1659 dengan Sri Susuhunan Abdurrahman sebagai raja pertamanya. Namun pada tahun 1823 kesultanan Palembang dihapus oleh pemerintah Hindia Belanda. Setelah itu Palembang dibagi menjadi dua keresidenan besar dan permukiman di Palembang dibagi menjadi daerah Ilir dan Ulu.

Nih Objek wisata yang wajib diketahui di Palembang 


Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

Sorot laser Gedung Kantor Wali kota di latar belakang Benteng Kuto Besak.

Air mancur di Kambang Iwak.

Industri pupuk nasional Pupuk Sriwijaya.
  • Sungai Musi, sungai sepanjang sekitar 750 km yang membelah Kota Palembang menjadi dua bagian yaitu Seberang Ulu dan seberang Ilir ini merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatera. 

  • Jembatan Ampera, wah siapa gak kenal ya dengan jembatan yang satu ini sebuah jembatan megah sepanjang 1.177 meter yang melintas di atas Sungai Musi yang menghubungkan daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir ini merupakan ikon Kota Palembang. Jembatan ini dibangun pada tahun 1962 dan dibangun dengan menggunakan harta rampasan Jepang serta tenaga ahli dari Jepang, sedangkan Ampera itu diambil dari kata-kata Amanat Penderitaan Rakyat.

  • Nih Masjid yang musti dikunjungi ya, masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Palembang, terletak di pusat Kota Palembang, masjid ini merupakan masjid terbesar di Sumatera Selatan dengan kapasitas 15.000 jemaah.

  • Benteng Kuto Besak, terletak di tepian Sungai Musi dan berdekatan dengan Jembatan Ampera, Benteng ini merupakan salah satu bangunan peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam. 

  • Gedung Kantor Wali kota, terletak di pusat kota, pada awalnya bangunan ini berfungsi sebagai menara air karena berfungsi untuk mengalirkan air keseluruh kota sehingga juga dikenal juga sebagai Kantor Ledeng. Saat ini gedung ini berfungsi sebagai Kantor Wali kota Palembang dan terdapat lampu sorot di puncak gedung yang mempercantik wajah kota di malam hari.

  • Kambang Iwak Family Park, sebuah danau wisata yang terletak di tengah kota, dekat dengan tempat tinggal wali kota Palembang. Di tepian danau ini terdapat banyak arena rekreasi keluarga dan ramai dikunjungi pada hari libur. Selain itu di tengah danau ini terdapat air mancur yang tampak cantik di waktu malam.

  • Hutan Wisata Punti Kayu, sebuah hutan wisata kota yang terletak sekitar 7 km dari pusat kota dengan luas 50 ha dan sejak tahun 1998 ditetapkan sebagai hutan lindung. Di dalam hutan ini terdapat area rekreasi keluarga dan menjadi tempat hunian sekelompok monyet lokal.

  • Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya, sebuah site peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang terletak di tepian Sungai Musi. Terdapat sebuah prasasti batu peninggalan Kerajaan di area ini.

  • Taman Purbakala Bukit Siguntang, terletak di perbukitan sebelah barat Kota Palembang. Di tempat ini terdapat banyak peninggalan dan makam-makam kuno Kerajaan Sriwijaya.

  • Monumen Perjuangan Rakyat, terletak di tengah kota, berdekatan dengan Masjid Agung dan Jembatan Ampera. Sesuai dengan namanya di dalam bangunan ini terdapat benda-benda peninggalan sejarah pada masa penjajahan.

  • Museum Negeri Balaputradewa, sebuah museum yang menyimpan banyak benda - benda peninggalan Kerajaan Sriwijaya.

  • Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, terletak di dekat Jembatan Ampera dan Benteng Kuto Besak dan dulunya merupakan salah satu peninggalan Keraton Palembang Darussalam. Di dalamnya terdapat banyak benda - benda bersejarah Kota Palembang.

  • Museum Tekstil, terletak di Jl. Merdeka museum ini menyimpan benda - benda tekstil dari seluruh kawasan di Provinsi Sumatera Selatan.

  • Kawah Tengkurep
  • Masjid Cheng Ho Palembang
  • Klenteng Soei Goeat Kiong (Klenteng tertua di Palembang)
  • Kampung Kapitan
  • Kampung Arab Al Munawwar 13 Ulu
  • Fantasy Island
  • Bagus Kuning
  • Pusat Kerajinan Songket
  • Pulau Kemaro
  • Kilang Minyak Pertamina
  • Pabrik Pupuk Pusri
  • Sungai Gerong
  • Jakabaring Sport City (JSC)
  • Waterboom OPI Jakabaring
  • The Amanzi Waterpark CitraGrand City
  • Rumah Mak Bani Montok
  • Lorong Asia
  • Dan ini nih yang paling baru dan wajib dikunjungi Kebun Raya Sriwijaya, Kebun ini mempunyai luas sekitar 100 ha terletak pada lahan Agro Techno Park II (ATP II).  Lahan untuk di jadikan Kebun Raya Sumatera Selatan didukung juga oleh Keputusan Menteri Kehutanan RI No: SK.485/Menhut- II/2012 tentang Penetapan Kawasan Hutan Dengan tujuan Khusus Untuk Hutan Penelitian Dan Pengembangan Serta Pendidikan Lingkungan Dalam Bentuk Kebun Raya Sumatera Selatan Pada Kawasan Hutan Produksi yang Dapat Di Konversi di Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan seluas ± 100 (seratus) Ha. 

Ayo Siapa yang kenal Pempek dan Makanan khas


Pempek merupakan makanan khas Palembang.
Kota ini memiliki komunitas Tionghoa cukup besar. Makanan seperti pempek atau tekwan yang terbuat dari ikan mengesankan "Chinese taste" yang kental pada masyarakat Palembang.
  • Pempek, makanan khas Palembang yang telah terkenal di seluruh Indonesia. Dengan menggunakan bahan dasar utama daging ikan dan sagu, masyarakat Palembang telah berhasil mengembangkan bahan dasar tersebut menjadi beragam jenis pempek dengan memvariasikan isian maupun bahan tambahan lain seperti telur ayam, kulit ikan, maupun tahu pada bahan dasar tersebut. Ragam jenis pempek yang terdapat di Palembang antara lain pempek kapal selam, pempek lenjer, pempek keriting, pempek adaan, pempek kulit, pempek tahu, pempek pistel, pempek udang, pempek lenggang, pempek panggang, pempek belah dan pempek otak - otak. Sebagai pelengkap menyantap pempek, masyarakat Palembang biasa menambahkan saus kental berwarna kehitaman yang terbuat dari rebusan gula merah, cabe dan udang kering yang oleh masyarakat setempat disebut saus cuka (cuko).

  • Tekwan, makanan khas Palembang dengan tampilan mirip sup ikan berbahan dasar daging ikan dan sagu yang dibentuk kecil - kecil mirip bakso ikan yang kemudian ditambahkan kaldu udang sebagai kuah, serta soun dan jamur kuping sebagai pelengkap.


Model, salah satu olahan pempek.

Pindang ikan patin khas Palembang, rasanya pedas, asam, dan gurih.
  • Model, mirip tekwan tetapi bahan dasar daging ikan dan sagu dibentuk menyerupai pempek tahu kemudian dipotong kecil kecil dan ditambah kaldu udang sebagai kuah serta soun sebagai pelengkap. Ada 2 jenis model, yakni Model Ikan (Model Iwak) dan Model Gandum (Model Gendum).

  • Laksan, berbahan dasar pempek lenjer tebal, dipotong melintang dan kemudian disiram kuah santan pedas.

  • Celimpungan, mirip laksan, hanya saja adonan pempek dibentuk mirip tekwan yang lebih besar dan disiram kuah santan.

  • Mie Celor, berbahan dasar mie kuning dengan ukuran agak besar mirip mie soba dari Jepang, disiram dengan kuah kental kaldu udang dan daging udang.

  • Burgo, berbahan dasar tepung beras dan tepung sagu yang dibentuk mirip dadar gulung yang kemudian diiris, dinikmati dengan kuah santan.

  • Lakso, berbahan dasar tepung beras, mirip Burgo, namun bertekstur mie.

  • Martabak HAR,adalah makanan Khas dari India yang di bawah oleh Haji Abdul Razak. Berbahan dasar tepung terigu, yang diberi telur bebek dan telur ayam,kuahnya berbahan kari kambing yang dicampur kentang.

  • Pindang Patin, salah satu makanan khas Palembang yang berbahan dasar daging ikan patin yang direbus dengan bumbu pedas dan biasanya ditambahkan irisan buah nanas untuk memberikan rasa segar. Nikmat disantap dengan nasi putih hangat, rasanya gurih, pedas dan segar.

  • Pindang Tulang, berbahan dasar tulang sapi dengan sedikit daging yang masih menempel dan sumsum di dalam tulang, direbus dengan bumbu pedas, sama halnya dengan pindang patin, makanan ini nikmat disantap sebagai lauk dengan nasi putih hangat.

  • Malbi, mirip rendang, hanya rasanya agak manis, berkuah dan gurih.

  • Tempoyak, makanan khas Palembang yang berbahan dasar daging durian yang ditumis beserta irisan cabai dan bawang, bentuknya seperti saus dan biasa disantap sebagai pelengkap makanan, rasanya unik dan gurih.

  • Otak-otak, varian pempek yang telah tersebar di seluruh Indonesia, berbahan dasar mirip pempek yang dicocol dengan kuah santan dan kemudian dibungkus daun pisang, dimasak dengan cara dipanggang di atas bara api dan biasa disantap dengan saus cabai / kacang.

  • Kemplang, berbahan dasar pempek lenjer, diiris tipis dan kemudian dijemur hingga kering. Setelah kering kemplang dapat dimasak dengan cara digoreng atau dipanggang hingga mengembang.

  • Kerupuk, mirip kemplang, hanya saja adonan dibentuk melingkar, dijemur, kemudian digoreng.

  • Kue Maksubah, kue khas Palembang yang berbahan dasar utama telur bebek dan susu kental manis. Dalam pembuatannya telur yang dibutuhkan dapat mencapai sekitar 28 butir. Adonan kemudian diolah mirip adonan kue lapis. Rasanya enak, manis dan legit. Kue ini dipercaya sebagai salah satu sajian istana Kesultanan Palembang yang seringkali disajikan sebagai sajian untuk tamu kehormatan. Namun saat ini kue maksubah dapat ditemukan di seluruh Palembang dan sering disajikan saat hari raya.

  • Kue Delapan Jam dengan adonan mirip kue maksubah, kue ini sesuai dengan namanya karena dalam proses pembuatannya membutuhkan waktu delapan jam. Kue khas Palembang ini juga sering disajikan sebagai sajian untuk tamu kehormatan dan sering disajikan di hari raya.

  • Kue Srikayo berbahan dasar utama telur dan daun pandan, berbentuk mirip puding. Kue berwarna hijau ini biasanya disantap dengan ketan dan memiliki rasa manis dan legit.

(dikutip dari id.wikipedia.org)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp






Dukung Kami di Youtube

LAPOR PAK

LAPOR PAK
Buat Laporan Anda disini, pasang Aplikasi Kami.

Media Advokasi Edisi Cetak