Web Analytics

Showing posts with label Bali. Show all posts
Showing posts with label Bali. Show all posts

December 04, 2021

Apel Kasatwil, Kapolri Minta Capaian Positif Penanganan Covid Dipertahankan

BALI, MA- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan beberapa hal penting dalam Apel Kasatwil Polri. Dihadapan personel, Ia meminta agar capaian pengendalian pandemi Covid-19 yang sudah sangat baik terus dipertahankan. Atas hal ini, Kapolri mengapresiasi seluruh kerja keras personel Polri dalam penganganan Covid-19 selama ini. 

“Dalam kesempatan ini saya selaku Kapolri mengucapkan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya pada seluruh personel Polri baik di Mabes, Polda, maupun di pulau terjauh, terpencil yang telah melaksanakan seluruh kerja kerasnya. Keberhasilan penanganan Covid-19 tidak lepas dari kerja keras rekan-rekan semua. Saya ucapkan makasih dan apresiasi setinggi tingginya,” kata Kapolri saat memberikan pengarahan Apel Kasatwil, Jumat (3/12) malam. 

Mantan Kapolda Banten ini menilai, kerja keras yang dilakukan seluruh personel Polri dalam menangani pandemi Covid-19 membuahkan optimisme bangkitnya negara untuk bisa keluar dari hantaman Pandemi. 

Disamping itu, lanjutnya, dengan laju Covid-19 yang dapat dikendalikan dengan baik maka Indonesia berhasil dan sukses menyelenggarakan sejumlah event nasional seperti PON di Papua, maupun internasional World Superbike di Mandalika, NTB serta Indonesia Badminton Festival (IBF) di Bali yang sedang berlangsung. 

Bahkan, berkat kerja keras bahu membahu tangani Covid-19, Kapolri menekankan, Indonesia dipercaya untuk menyelenggarakan Presidensi G20 dan event MotoGP di Sirkuit Mandalika. 

“Karena itu tentunya dalam kesempatan ini saya dorong rekan-rekan terus pertahankan posisi yang diraih berbagai pencapaian dan ucapan apresiasi ke seluruh rekan-rekan ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus pertahankan,” ujar Kapolri. 

Masih dalam sambutannya, Kapolri menyinggung transformasi menuju Polri Presisi. Terkait hal itu mantan Kabareskrim ini menekankan bahwa hal itu bisa menjadi upaya untuk menjawab tantangan masyarakat yang mengharapkan Polri lebih baik. Disamping itu, transformasi perubahan adalah sebuah keharusan sebagai organisasi modern. 

Dari evaluasi pencapaian transisi menuju Polri Presisi, Kapolri melihat kuantitas capaian sudah cukup bagus. Dimana rata-rata di atas 95 persen. Meski secara kuantitas positif, Ia mengharapkan agar kualitas dari program-program yang dibuat serta inovasi yang dilakukan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. 

“Karena jargon salam Presisi tidak hanya berhenti sampai disitu. Tapi gimana kemudian salam Presisi betul-betul dirasakan di hati masyarakat,” ucap Sigit. 

Oleh sebab itu, dalam kerangka ini Kapolri meminta agar seluruh jajarannya menghindari tindakan-tindakan kontraproduktif yang berdampak kepada organisasi. Untuk itu, lanjut Kapolri, oknum-oknum yang manfaatkan situasi sehingga mencemari dan menciderai, ia mengingatkan agar mereka menghormati komitmen personel lain yang sudah bekerja dengan baik. 

“Artinya secara kuantitas turun, namun hanya beberapa peristiwa pelanggaran yang kemudian diviralkan maka kepercayaan publik ke kita langsung turun,” kata Kapolri. 

Kapolri mengingatkan sekali lagi, bahwa transformasi perubahan mutlak harus dilakukan dan menjadi arus pikir bersama seluruh personel. Pasalnya, kata dia, Polri sebagai organisasi besar harus menyesuaikan dengan kondisi dan keadaan ditengah perkembangan zaman. 

Lantas Kapolri mengurai, setiap personel Polri wajib memiliki tiga kompetensi didalamnya, yakni kompetensi teknis, hal ini terkait dengan profesionalisme. Kompetensi leadership yang mumpuni saat memimpin dari satuan terkecil hingga terbesar dan kompetensi etika. 

Kapolri tak cukup khawatir dengan dua kompetensi yang ia anggap telah dimiliki seluruh personel. Namun ia menitik beratkan kompetensi etika, yakni bagaimana mengubah kultur budaya organisasi dalam benaknya. 

“Yang paling sulit kompetensi etika inilah yang tentunya akan mereka kultur dan budaya organisasi gimana kita tanamkan nilai baik untuk dibiasakan sehingga itu menjadi perilaku keseharian itu menjadi suatu modal keutamaan tanpa kita sadar kalau ini bisa kita lakukan maka risiko untuk lakukan pelanggaran akan berkurang,” papar Kapolri.

Kapolri sangat yakin, jika dapat mengubah kultur budaya organisasi maka bisa dipastikan Polri akan sangat betul-betul dicintai dan sangat dekat dengan masyarakat. 

“Ini adalah hal yang mungkin paling sulit karena memang gimana kita harus mampu mengubah dari zona nyaman namun disisi lain ini harus kita lakukan. Apabila kita ingin organisasi kita jadi baik, apabila kita ingin anggota kita baik, tanamkan budaya untuk berbuat baik. Ini harus dilakukan berulang-ulang,” ujar Kapolri.

Selanjutnya, manajemen metode yang dimana transformasi Polri Presisi untuk mengedepankan pola Pemolisian Prediktif guna mencegah dan menyelesaikan segala permasalahan sosial dan kejahatan di masyarakat. Hal itu juga mengatur soal tugas dengan melakukan pendekatan Pre-emtif, Preventif dan Represif. 

"Kedepan tentunya kita juga menginginkan Polri dapat memanfaatkan teknologi informasi yang dapat terkoneksi dengan satu kesatuan big data, contohnya yang dimiliki Kemenkes untuk aplikasi PeduliLindungi. Ini tentunya menjadi sangat baik apabila kita dapat mengelola semua data menjadi satu antara kementerian/lembaga. Sehingga peristiwa di suatu tempat dapat kita baca dan kita lakukan upaya Pre-emtif dan Preventif sebelum kejahatan terjadi. Ini merupakan cita-cita dan harapan kedepan," kata Kapolri.

Selanjutnya soal manajemen sarana dan prasarana. Dalam hal ini, jajaran Polri diminta untuk terus menyesuaikan lingkungan strategis yang akan dihadapi kedepannya. Dalam hal ini, tentunya harus dipastikan seluruh kebutuhan pelaksanaan tugas disiapkan guna menghadapi tantangan tugas kedepannya. 

Dan keempat adalah manajemen anggaran. Untuk hal ini, Kapolri meminta untuk terus mempertahankan tren positif yang ada dengan cara terus melaksanakan tugas dengan baik dan mempertanggungjawabkan kepercayaan yang telah diberikan oleh negara terhadap Polri. 

Masih dalam pengarahannya, Kapolri juga menyinggung soal jiwa kepemimpinan yang harus bisa menjadi teladan bagi seluruh anggotanya. Sehingga, transformasi pengawasan harus terus dilaksanakan kedepannya. Karena itu para Kasatwil, kata Kapolri, harus mau turun ke bawah untuk mengetahui permasalahan dan kesulitan apa yang dihadapi oleh jajarannya. 

"Sehingga pada saat kita ambil keputusan atau memberikan perintah, akhirnya perintah tersebut benar. Jadi sangat penting bagaimana saat situasi sulit kita turun ke lapangan. Kemudian kita ambil langkah untuk ambil alih terhadap permasalahan yang ada. Ini menjadi penting," ujar Kapolri. 

Tak hanya itu, menurut Kapolri, pemimpin harus mampu memberikan pemahaman terhadap anggota untuk membiasakan berbuat baik mulai dari hal terkecil. Dengan membiasakan berperilaku positif, hal tersebut akan selalu tertanam dalam mindset sehari-hari. Tentunya itu memiliki dampak untuk perseorangan maupun organisasi. 

"Kita tentunya harus kita biasakan lakukan hal-hal yang sifatnya berbuat baik. Mulai dari hal kecil saja, seperti misalnya kegiatan menyeberangkan anak-anak kecil, orng tua, dorong mobil. Hal kecil seperti itu," tutup Kapolri. (Ril)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Apel Kasatwil Polri Mantapkan Pengendalian Covid-19

Bali, MA - Mabes Polri menggelar Apel seluruh Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) mulai dari Kapolda hingga Kapolres. Agenda tersebut membahas sejumlah pemantapan hal, mulai dari persiapan agenda kenegaraan hingga penanganan dan pengendalian Covid-19. 

"Polri menggelar apel Kasatwil, ini memang dalam rangka untuk menyatukan persepsi. Kemudian juga mempersiapkan agenda-agenda penting yang harus dilakukan Polri, baik diakhir tahun 2021 ini maupun diawal 2022," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Bali, Jumat (3/12).

Dengan suksesnya event nasional dan internasional yang akan digelar di Indonesia, maka hal itu juga akan berpengaruh pada pertumbuhan perekonomian masyarakat. 

Dedi mengungkapkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam pengarahannya juga meminta kepada seluruh Kasatwil untuk terus berada di garda terdepan dalam rangka penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19. 

Presiden, kata Dedi, juga menekankan persiapan penanganan dan pengendalian yang dilakukan untuk mencegah dan bentuk antisipasi masuknya varian baru Covid-19, Omicron. 

"Kegiatan ini antara lain tadi diharapkan oleh Bapak Presiden, mengingatkan yang pertama tentang penanganan Covid-19. Kita harus berhati-hati menghadapi varian terbaru untuk Covid-19 yaitu Omicron," ujar Dedi.

Dedi menekankan, kepolisian diminta untuk tetap tidak lengah dan abai dengan kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia, meskipun sudah mengalami penurunan saat ini. Ia menyebut, bersama dengan TNI, Polri akan terus melakukan akselerasi vaksinasi, penguatan 3M, dan 3T serta penerapan kedisiplinan protokol kesehatan (prokes). 

"Kita tidak boleh lengah, kita tidak boleh abai, meskipun saat ini Indonesia diposisi bisa dikatakan cukup baik dalam hal penanganan Covid-19. Kalau kita termasuk salah negara yang sudah menduduki level 1," tutur Dedi.

Guna mengantisipasi lonjakan pertumbuhan Covid-19 di saat Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dedi mengatakan, sebagaiman arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Polri bakal memperkuat pengawasan melalui Posko PPKM Mikro. 

"Untuk Nataru kita merujuk pada Inmendagri. Bahwa, semuanya diterapkan regulasi level 3. Polri sudah persiapkan itu, dengan menggelar pos, serta melaksanakan optimalisasi posko PPKM Mikro yangada di tingkat RT/desa itu akan diperketat. Termasuk di lokasi atah daerah yang menjadi tujuan para pemudik. Posko PPKM akan lebih dimaksimalkan," kata Dedi.

Tak hanya itu, Dedi juga menyampaikan bahwa Presiden Jokowi memberikan apresiasi kepada Polri lantaran  menggelar lomba mural dan orasi. Yang dimana, hal itu memberikan ruang soal kemerdekaan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi atau pendapat. 

"Kemudian beliau juga memberikan apresiasi juga, ya khususnya terkait masalah kemerdekaan menyampaikan pendapat. Polri sudah membuka diri, dengan langsung mensosialisasikan, menggelar mural. Dan Polri juga sudah menyiapkan juga kegiatan-kegiatan kemerdekaan menyampaikan pendapat dimuka publik. Antara lain dengan berencana kita menggelar lomba orasi unjuk rasa, ini yang beliau tekankan," papar Dedi.

Kegiatan Apel Kasatwil tersebut digelar secara Offline dan Online. Adapun peserta yang hadir secara langsung sebanyak 27 PJU Mabes Polri dan 102 personel jajaran Kapolda, Karo Ops dan Dir Intelkam Polda. Sedangkan, yang secara daring, 1.513 jajaran. (Ril) 
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

August 30, 2021

Luar Biasa, Jumlah Isoter Bali Tertinggi di Indonesia

BALI, MA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi kepada warga dan Forkopimda Bali karena jumlah pasien terpapar Covid-19, yang dirawat di tempat Isolasi Terpusat (Isoter) paling tinggi untuk skala nasional atau se-Indonesia. 

"Jumlah yang diisoter jauh lebih banyak daripada isoman, jadi yang di Isoter hampir 60 persen yang isoman 25 persen jadi ini angka isoter terbaik se-Indonesia," kata Sigit dalam jumpa pers usai meninjau langsung lokasi Isoter di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur Bali, Minggu (29/8/2021).

Dengan begitu, Sigit berharap, laju pertumbuhan virus corona akan semakin dapat ditekan. Sehingga, aktivitas perekonomian masyarakat di Pulau Dewata akan kembali pulih, setelah terpukul saat Pandemi Covid-19. 

Meski begitu, mantan Kapolda Banten ini mengakui ada beberapa hal yang harus diperbaiki kedepannya. Terutama soal sinkronisasi data antara daerah dengan pusat. 

"Jadi mudah-mudahan dengan langkah-langkah ini pertumbuhan covid betul-betul bisa dijaga. Kemudian yang sedang diperbaiki terkait masalah tracing, ada proses sinkronisasi data antara pusat dengan daerah, sehingga kegiatan tracing, testingnya pun bisa dilaksanakan maksimal," ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Lebih lanjut, Sigit juga memberikan apresiasi kepada Forkopimda Bali yang telah bekerja keras menekan laju pertumbuhan virus corona. Pasalnya, saat ini penyebaran Covid-19 di Bali, telah mengalami penurunan. 

Sementara itu, Sigit meminta agar Forkopimda Bali mempertahankan tren positif yang sudah ada terkait dengan akselerasi program vaksinasi massal.

"Terima kasih vaksinasi sudah berjalan optimal tinggal sisanya bisa diselesaikan di akhir September. Sehingga dosis dua bisa 100 persen. Sehingga terjadi kelonggaran dan aktivitas ekonomi akan semakin meningkat dan ekonomi Bali kembali semakin baik dan seperti yang diharapkan masyarakat Bali," ucap Sigit. 

Dalam tinjauannya, Sigit bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga menyempatkan diri untuk menyapa secara langsung pasien Covid-19 yang dirawat di tempat Isoter.

"Terima kasih hari ini saya bisa bertemu teman-teman semuanya dalam kondisi gembira, dan tentunya dengan gembira ini pasti akan mempercepat kesembuhan.  Saya tanyakan, tenaga kesehatannya bagus ya?" tanya Kapolri ke pasien yang dirawat di Isoter.

"Bagus," jawab pasien dengan serentak.

Karena mendapat jawaban fasilitas dan pengawasan tenaga kesehatan yang bagus, Sigit meminta kepada warga untuk mau membantu mengajak keluarga serta kerabatnya yang terpapar Covid-19, untuk mau di rawat di lokasi Isoter.

"Kalau lebih enak dari isoman sampaikan ke saudara-saudara kita yang masih di isoman diajak ke Isoter semua, biar cepet sembuh," ajak Sigit.

Tak lupa, Sigit menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya untuk Forkopimda, personel TNI-Polri dan tenaga kesehatan yang terus berjuang untuk menekan laju pertumbuhan virus corona.

"Terima kasih pak Gubernur, Wali Kota, Bupati yang telah kerja keras bersama TNI, Polri seluruh nakes dalam kendalikan laju pertumbuhan Covid-19 di Bali," tutup Sigit. (Ril)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

June 19, 2021

Bupati Muba Resmi Dilantik Jadi Ketua Bidang Energi dan SDM APKASI

BALI, MA- Kepiawaian Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA dalam mengelola serta melakukan inovasi di sektor energi dan Sumber Daya Mineral (SDM) membuat dirinya mendapat amanah untuk menjabat Ketua Bidang Energi Dan Sumber Daya Mineral (SDM) di kepengurusan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Masa Bakti 2021-2026, Sabtu (19/6/2021) di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua Badung Bali. 

Di bidang energi, Dodi Reza yang juga Wakil Ketua Bidang Hubal dan Pengelolaan Migas Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan
(ADPMET) telah berhasil melakukan terobosan dalam pengolahan kelapa sawit menjadi bahan bakar atau bensin. 

Pengukuhan Dewan Pengurus APKASI Masa Bakti 2021-2026 yang diisi 114 orang dilakukan oleh Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan selaku Ketua Umum APKASI pada acara pengukuhan sekaligus Rapat Kerja Nasional XIII APKASI.

Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Muhammad Tito Karnavian yang juga sekaligus membuka secara resmi Rakernas XIII APKASI.

Disela-sela acara yang bertema 'Tantangan dan Harapan Membangun Ekonomi Daerah di Masa Pandemi Covid-19 ini, Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin berharap dapat mengemban amanah tersebut dengan baik dan dapat bersinergi dalam meningkatkan perekonomian di tengah pandemi COVID-19.

"Alhamdulillah kita dipercaya sebagai Ketua Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral, semoga melalui wadah APKASI ini, kita dapat berkontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Mendagri Muhammad Tito Karnavian dalam arahannya sangat mengapresiasi sekali tema serta penunjukan Bali sebagai tempat kegiatan pengukuhan pengurus dan Rakernas APKASI, karena Provinsi Bali yang sektor pendapatannya sangat tergantung disektor pariwisata merupakan daerah yang paling terdampak akibat Pandemi COVID-19.

"APKASi merupakan organisasi kepala daerah terbesar se Indonesia, yang mana keanggotaannya berjumlah 416. Kami apresiasi atas penunjukan tempat ini, sebagai tempat pengukuhan sekaligus Rakernas XIII APKASI," kata Mendagri.

Terutama Kabupaten Badung, dikatakannya sebelum Pandemi, APBD Badung adalah yang tertinggi seluruh kabupaten di Indonesia yakni mencapai 6,7 triliun, setelah pandemi hanya 2,6 triliun.

"Itu dampaknya sangat terasa, maka kehadiran kita ke Bali ini, kita ingin lihat real langsung, menjadi saksi di depan mata bagaimana beratnya masalah akibat Pandemi COVID-19, kemudian mendukung working from Bali," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama Gubernur Bali Wayan Koster selaku tuan rumah sangat berimakasih telah memilih Provinsi Bali sebagai tempat rangkaian acara APKASI, sehingga telah menghadirkan lebih dari 700 orang.

Ia menuturkan sejak Pandemi COVID-19 terjadi Bali adalah provinsi yang satunya terkena dampak paling berat, karena perekonomiannya tergantung dari pariwisata.

"Dampaknya pertumbuhan ekonomi tahun lalu -9,3%, tahun ini Triwulan pertama-9,8%. Itulah sebabnya Bapak Presiden memberikan perhatian khusus supaya pertumbuhan ekonomi kita berangsur membaik," katanya.

Wayan menjelaskan saat ini pihaknya  tengah bekerja keras dalam penanganan COVID-19.

"Kita juga mendapatkan prioritas vaksinasi, sampai saat ini yang didrop ke Bali sudah 3 juta dan sudah di suntikan 1,8 juta vaksin. Kabupaten Badung ini kami prioritaskan karena pariwisata paling banyak disini," tuturnya.

Sementara Ketum Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan dilaksakannya prosesi pengukuhan dan Rakernas di Bali sesuai arahan Presiden untuk gotong royong mendukung penguatan ekonomi di Pulau Bali.

"Penyusunan dewan pengurus sudah disusun sesuai kebutuhan organisasi, yang terdiri diantaranya ketua umum, wakil ketua umum, 30 Bidang, perwakilan wilayah, dan secara keseluruhan total perosil sebanyak 114," tandasnya.

Acara dilanjutkan dengan Rakernas yang menghadirkan narasumber Menko Perekonomian, Menko Kemaritiman dan Investasi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menteri Keuangan dan Menteri Koperasi dan UKM. (Red/Ril)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

August 22, 2019

Emi : Selesaikan Konflik Tanpa Kekerasan

BALI, MA — Ketua PSNU Pagar Nusa Sumsel, Emi Sumitra, SE berharap kepolisian menangani konflik yang terjadi di Papua secara bijak tanpa kekerasan.

Emi Sumirta menuturkan, peristiwa tersebut harus disikapi dengan tenang dan dewasa.

“Saya berharap kepada aparat kepolisian, agar segera menentramkan suasana dng bijak dan arif tak menggunakan kekerasan,” jelas Emi usai menghadiri Musyawarah Nasional Alim Ulama, Muktamar PKB, di Nusa Dua, Bali, Rabu (21/8/2019).

Menurut dia, peristiwa tersebut merupakan suatu gesekan-gesekan yang tidak perlu terjadi jika disikapi dengan tenang.

“Dengan sikap kepala dingin, hati yang besar, toleran, saling menghormati dan menghargai,” tuturnya.

Insidenkesalahpahaman antara mahasiswa Papua dan masyarakat di Surabaya dan Malang, Emi berharap aparat keamanan segera mengusut tuntas.

Dirinyajuga meminta semua pihak bisa menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya kasus ini pada aparat penegak hukum.

“Saya mengajak agar semua pihak menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya pada penegak hukum. Yang salah diproses sehingga tidak terjadi lagi insiden seperti ini,” ujarnya. (Ril)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

July 23, 2019

Pemkot Bogor-Inggris Kerjasama Investasi Rp. 630 M Pengolahan Sampah Plastik Jadi Biodiesel

Inggris,MA-Wali Kota Bogor, Bima Arya dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dengan CEO Plastic Energy Inggris, Carlos Monreal telah menyepakati pembangunan pengolahan sampah plastik menjadi biodiesel di Bogor pada awal tahun 2020 dengan nilai investasi sebesar 45 juta dollar Amerika atau Rp. 630 Miliar diatas lahan 10 hektar di kawasan TPA Galuga.

Nantinya, sebanyak 100 ton plastik akan dipilah dari 1.000 ton sampah per hari di Galuga tanpa adanya biaya timbang sampah atau tipping fee bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

"Pembangunan ini akan sangat membantu program pelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, serta diharapkan dapat membantu menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga lokal di sekitar TPA Galuga," kata Wali Kota Bogor, Bima Arya, Selasa (22/07/2019).

Program ini merupakan yang pertama di Asia Tenggara yang telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo menurut Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Pemkot Bogor berkewajiban untuk menyiapkan segala perizinannya, termasuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai upaya pemilahan sampah rumah tangga.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut Gubernur Jawa Barat meminta agar Wali Kota Bogor Bima Arya berkoordinasi dengan Bupati Bogor Ade Munawaroh untuk persiapan dan pelaksanaan pembangunan pengolahan sampah plastik menjadi biodiesel. (yon/humpro)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

October 20, 2018

DIRJEN PPMD, TAUFIK MADJID BERTEKAD TUNTASKAN MANDAT UU DESA


Bali, Media Advokasi - Semangat untuk melakukan akselerasi kemandirian Desa dan  kesejahteraan masyarakat desa sebagaimana dimandatkan oleh Undang-Undang Nomor 06 Tahun 2014 terus digelorakan oleh Kementerian Desa PDTT dengan berbagai langkah strategis dan taktis program pembangunan dan Pemberdayaan masyarakat Desa.

Tekad Kementerian Desa PDTT melalui Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, antara lain adalah dengan cara  mendorong para pengampu kepentingan Desa dalam  meningkatkan pelayanan publik di Desa,  mengupayakan penurunan angka kemiskinan di Desa, meningkat kualitas hidup masyarakat desa dengan mengurangi angka disparitas atau angka kesenjangan sosial dan memaksimalkan peran  masyarakat desa sebagai  subjek pembangunan.

Demikian tali simpul rilis kegiatan Lokakarya dan Rakornis PPMD yang dikirim ke Media, Sabtu (20/10 /2018).

Menurut Dirjen PPMD, Taufik Madjid, atas nama Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sandjojo, di hadapan 400 peserta mengatakan, program PPMD ke Depan lebih fokus pada upaya orientasi peningkatan kualitas hidup masyarakat desa dgn memenuhi kebutuhan pelayanan sosial dasar, pendidikan, kesehatan dan ekonomi Desa dengan sentuhan teknologi sesuai dengan kebutuhan Desa.

Dirjen PPMD, Taufik Madjid di tengah acara Lokakarya dan Rakornis Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Bali, (20/10/2018)
"Kita ingin wujudkan tekad ini dengan menggandeng para pihak, baik Pemerintah Daerah, Dinas PMD, Pendamping Desa, Kepala  Desa dan masyarakat penggiat Desa", tegasnya yang disambut tepuk tangan meriah peserta di Ballroom, Hotel Ungasan, Bali.

Oleh karena itu, Taufik yang didampingi para Direktur di lingkungan Direktorat Jenderal PPMD, berharap agar Desa-desa ke Depan menjadi Desa yang telah dirancang sedemikian rupa menjadi Desa yang khas, seperti Desa Adat, Desa Teknologi, Desa Sehat, dan Desa Cerdas, Desa Wisata, dan lainnya. Caranya? Lanjut Taufik, dengan  meningkatkan sarana prasarana Desa, mendorong produk unggulan desa, meningkatan SDM  masyarakat desa dan penguatan nilai berskala  lokal Desa.

" Itu semua akan terwujud,- seperti kata Presiden Jokowi, - manakala Desa mampu memanfaatkan teknologi informasi dan media informasi digital, mulai dari pengembangan aplikasi, pengelolaan hingga promosi produk desa yg dikelola oleh BUMDes", imbuhnya.

Sementara itu, Direktur SDA dan TTG, Leroy Samo Uguy, mengatakan, tujuan kegiatan Lokakarya dan Rakornis PPMD tersebut antara lain untuk menumbuhkembangkan gagasan baru dari stakeholder yang nantinya dirumuskan dalam regulasi yang dapat mempercepat upaya mewujudkan cita-cita Desa melalui program pembangunan dan Pemberdayaan masyarakat Desa.

Selain itu, Leroy juga berharap agar muncul kesamaan pemahaman dan persepsi bersama sehingga terbangun komitmen bersama dalam rangka pengentasan kemiskinan di  Desa melalui sentuhan Teknologi Tepat Guna yang berkelanjutan dan tepat guna.

Dalam kesempatan tersebut juga diberikan hadiah bagi para juara lomba TTG dan Inovasi Desa, baik juara  harapan 1, 2 dan 3 dan juara 1, 2 dan 3.

Untuk lomba TTG, juara 3 diraih oleh Posyantek "Karya Berseri", dari Provinsi Sumatera Utara, juara 2 diraih oleh Posyantek "Nata Raharja" dari Provinsi Jawa Tengah, dan juara 1 diraih oleh Posyantek "Alihlas"  dari Provinsi Banten.

Sedangkan untuk lomba Inovasi Desa, juara 3 berupa temuan inovasi alat penyamak kulit ikan diraih oleh Provinsi Bali, juara 2 temuan inovasi pompa air grafitasi diraih oleh Provinsi Kalimantan Utara dan juara 1 berupa temuan inovasi kursi roda diraih Provinsi Jawa Barat. (ar/sky/yl)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

October 19, 2018

Gelar TTG Nasional XX Di Bali: "INSPIRASI NILAI TAMBAH EKONOMI MASYARAKAT"

Dirjen PPMD, Taufik Madjid, Direktur PMD, M. Fachri dan peserta Gelar TTG di Bali, (19/10/2018)
Bali, Media Advokasi - Forum Gelar TTG (Teknologi Tepat Guna) Nasional XX di Pulau Dewata, Bali, yang dibuka secara resmi oleh Presiden Jokowi, pada Jumat, (19/10/2018) ini  diharapkan dapat menjadi ajang motivasi dan inspirasi bagi semua pihak, terutama Pemerintah dan Masyarakat Desa dalam memanfaatkan berbagai potensi ekonomi Desa demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebab, dengan sentuhan teknologi yang tepat dan berdaya guna itulah,  potensi  Sumber Daya Alam dan Ekonomi yang dimiliki oleh  Desa dapat meningkatkan nilai tambah secara ekonomi yang pada gilirannya Desa-desa di Tanah Air semakin maju dan mandiri.

Demikian tali simpul Rilis pelaksanaan kegiatan Gelar TTG ke-20 di Bali yang dikirim ke Media, Jumat, (19/10/2018).

Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Taufik Madjid, atas nama Menteri Desa PDTT, Eko P. Sandjojo, merasa optimis forum Gelar TTG tersebut dapat menjadi salah satu upaya percepatan penyebarluasan informasi berbagai teknologi secara tepat-guna yang nantinya memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat Desa.

Selain itu, Taufik juga berharap forum tersebut dapat mendorong munculnya berbagai gagasan kreatif dan inovatif dalam rangka penyusunan kebijakan penerapan dan pengembangan TTG yang efektif dan efisien di waktu mendatang, yang sekaligus mampu  mendorong gerakan pemberdayaan masyarakat Desa.

"Kita berharap semua stakeholder dan Pendamping Desa khususnya dapat  saling sinergi dan bahu-membahu dalam  pemanfaatan potensi Desa melalui sentuhan Teknologi Tepat Guna untuk peningkatan kesejahteraan  masyarakat Desa", ujarnya.

Terkait peran pendamping desa, Taufik berharap agar mereka dapat menfasilitasi semua pihak, terutama Pemerintah Desa dan masyarakat, dengan menumbuhkan berbagai gagasan baru dan inovatif  sehingga menjadikan Desa sebagai "Melek Teknologi" dan Mandiri.

Sebagaimana diketahui, forum Temu Karya dan Gelar TTG Nasional XX serta Pekan Inovasi dan Perkembangan Desa-Kelurahan Tahun 2018 yang diselenggarakan di Garuda Wisnu Kencana, Bali ini merupakan kelanjutan dari forum sebelumnya, yakni Gelar TTG di Palu, Sulawesi Tengah Tahun 2017 dan Di Mataram, NTB Tahun 2016.

Kegiatan rutin tersebut secara garis besar menampilkan tiga kegiatan utama, yakni Forum Temu Karya dari masing-masing Provinsi, Gelar Teknologi Tepat Guna dari hasil kreasi dan inovasi Desa-desa di masing-masing Provinsi dan Pekan Inovasi dan Perkembangan Desa-Kelurahan pada Tahun 2018. (Ar/yl)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

October 12, 2018

Pertemuan IMF-WBG Bagi Seniman Gender GWK

Kadek Arta Sutawan
Bali, Media Advokasi - Kadek Arta Sutawan, atau biasa dipanggil Dekwan, seorang siswa Kelas VII SMPN 2 Kuta Selatan mungkin tidak paham hiruk pikuk para pejabat negeri ini ketika mempersiapkan sebuah perhelatan ekonomi level dunia di daerahnya. Di benak anak berusia 13 tahun ini, masalah investasi, utang negara, atau panasnya suhu ekonomi dunia sebagai impak dari perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok adalah urusan tingkat tinggi.

Namun, ketika ditanya, tahukah dia bahwa Indonesia khususnya Bali sebagai tempat kelahirannya sedang jadi tuan rumah sebuah pertemuan  ekonomi mahabesar, seniman gender ini mengaku sudah tahu. “Hmm..iya, saya tahu kalau sekarang sedang ada pertemuan IMF,” ujar Dekwan yang biasa tampil di GWK itu sambal tersenyum malu-malu.Kamis(11/10/2018)

Hal mencolok yang dia lihat dari pertemuan ini adalah makin banyaknya pengunjung ke taman budaya yang memiliki patung tertinggi nomer dua di dunia itu. Hal lain adalah bertambahnya frekuensi tampil remaja murah senyum ini di lokasi GWK. “Biasanya hanya Hari Minggu saya tampil disini, tapi sekarang saya tampil dari tanggal 8-14 Oktober 2018,” tuturnya.

Bertambahnya frekuensi tampil di GWK ini berbanding lurus dengan pundi-pundi rupiah yang bisa dia bawa pulang. Kali ini, dengan tampil dari pukul 12 siang hingga pukul 5 sore, Dekwan memperoleh ‘uang saku’ sebanyak seratus ribu rupiah. “Saya bersyukur bisa nambah uang saku yang akan saya gunakan untuk keperluan sekolah, mumpung sekarang sekolah sedang diliburkan selama seminggu,” katanya.

Namun, tidak hanya dari sisi ekonomi saja, yang membuat remaja berambut lurus ini senang dengan dipilihnya Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan tahunan IMF-WBG 2018. “Saya senang memainkan musik tradisional Bali, ini supaya tidak punah karena sekarang sudah jarang anak seusia saya mau belajar main musik tradisional,” tuturnya. Tak hanya itu, diapun bangga saat ada turis asing yang mau mendengarkan dan mengapresiasi permainan musiknya bersama seorang saudaranya di GWK.

Dekwan, hanyalah satu dari banyak seniman Bali yang berkesempatan untuk merasakan dampak positif dari pertemuan IMF-WBG. Pemerintah, sebagai tuan rumah pertemuan ekonomi akbar itu juga akan menampilkan beragam seni lukis, seni kriya dan seni tari. Para seniman ini akan tampil pada sebuah acara bertajuk ART•BALI yang berlangsung dari tanggal 9 Oktober hingga 9 November 2018 di Bali Collection, Nusa Dua. (yon/Kemenkominfo)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

October 10, 2018

Gubernur Jabar Berkomitmen Berikan Akses Penuh Kepada Masyarakat Lemah Ekonomi

Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Bali, Media Advokasi - Pemda Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wagub, Ridwan Kamil, Uu Ruzhanul Ulum, berkomiten untuk memberikan akses penuh kepada masyarakat ekonomi lemah.

Untuk itu, Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil mengatakan bahwa pihaknya memiliki program sebagai langkah untuk mengurangi kemiskinan dan kesenjangan masyarakat.

Hal itu diungkapkan Emil saat menghadiri International Conference on Inclusive Economic Growth: Reducing Poverty and Inequality di Anvaya Beach Hotel and Resort Bali, Jl. Kartika, Kuta, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Rabu (10/10/2018). Konferensi ini merupakan rangkaian agenda Annual IMF-World Bank Group Meetings 2018.

"Komitmen kami di Jawa Barat selama lima tahun akan memberikan dukungan akses penuh, pertolongan ke kelompok masyarakat yang paling lemah," kata Emil.

Lebih lanjut, Emil menjelaskan, Jawa Barat akan mempunyai program Kredit Mesra (Masjid Sejahtera) yang akan dilaunching bulan depan. Kredit ini akan memanfaatkan masjid sebagai tempat pemberi kredit yang akan diberikan tanpa bunga dan agunan.

"Sehingga kalau ada yang butuh bantuan keuangan cukup ke masjid tanpa bunga tanpa agunan," jelasnya.

Selain itu, ada juga program Satu Desa Satu Perusahaan. Program ini akan membantu meningkatkan pendapatan masyarakat desa tanpa harus merantau ke kota.

"Kita kerjasama dengan universitas, jadi program Satu Desa Satu Perusahaan itu nanti CEO-nya adalah alumni-alumni universitas yang baru lulus dua sampai tiga tahun. Setelah itu dia bisa tinggal di desa atau mengalihkan perusahaannya ke yang lain," paparnya.

Menurut Emil, program ini merupakan upaya Pemda Provinsi Jawa Barat untuk mengurangi kesenjangan yang ada di masyarakat saat ini.

"Strategi-strategi inilah yang akan memastikan Jawa Barat maju bersama-sama. Orang kaya silahkan makin kaya tapi orang miskin kebawa-bawa," tutur Emil.

"Karena yang terjadi sekarang adalah ada gap, orang menengah-atas punya akses makin makmur, orang-menengah bawah kebingungan tidak ada akses tidak ada pertolongan, sehingga dia jalan di tempat," sambungnya.

Lebih lanjut Emil memaparkan lima strategi pembanguan ekonomi di Jawa Barat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi inklusi, yaitu pembangunan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, meningkatkan kerjasama antarkota/kab di Jawa Barat, revitalisasi desa (termasuk di dalamnya program Satu Desa Satu Produk, Satu Desa Satu Perusahaan) dan pembangunan sentra pertumbuhan ekonomi baru dengan pemanfaatan sumber daya lokal.

“Dalam lima tahun ke depan, saya membayangkan Jawa barat menjadi daerah yang berkembang dari pariwisata ekonomi selfie, ibu-ibu yang kemampuannya sudah meningkat melalui sekolah perempuan, dan agrikultur," katanya. (yon/bb/jabarprov)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

October 07, 2018

Menko Luhut Dan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde Minta Masyarakat Internasional Berinvestasi Untuk Selamatkan Ekosistem

Menkokemaritiman
Nusa Dua, Bali, Media Advokasi- Menko Maritim Luhut Pandjaitan dan Direktur Pelaksana International Monetary Fund Christine Lagarde berpartisipasi pada acara pemulihan dan penanaman kembali terumbu karang.

Dalam rangka melindungi wilayah laut dan isinya,  Menko Luhut juga mengajak para hadirin untuk melirik investasi laut, bukan saja di wilayah berbasis lahan.

"Yang ramai dibicarakan saat ini bagaimana pemerintah dan masyarakat dapat mengalihkan risiko kepada pihak ketiga untuk melindungi lingkungan laut. Yang artinya,  mengasuransikan wilayah laut kita. 95% lautan dunia belum dieksplorasi," ajaknya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani yang juga hadir di acara tersebut mengatakan bahwa kegiatan ini memberi ide baru baginya untuk memberi asuransi untuk ekosistem kita sebagai salah satu aset dunia. "Seperti diketahui populasi terumbu karang kita adalah yang terbesar di dunia dan aktivitas kita bisa merusak terumbu karang tersebut.


Kegiatan ini membuat saya berpikir bagaimana kalau kita membuat asuransi terhadap terumbu karang-terumbu karang ini. Kita akan diskusikan ini sebagai asuransi terhadap aset dunia karena terumbu karang ini bukan saja milik Indonesia.

Kita juga harus mulai memikirkan untuk merubah perilaku dan gaya hidup untuk tidak memperburuk keadaan terumbu karang tersebut," kata Menteri Keuangan.

Ms. Lagarde setuju bahwa ada hubungan antara perilaku manusia terhadap alam dengan bencana alam terutama pada masa perubahan iklim saat ini. (Yon/rls Kemenko Kemaritiman)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

August 10, 2018

David Beckham Liburan ke Bali



Beckham saat di Bali (sumber:Instagram)
Denpasar Media Advokasi, -  David Beckham diketahui sedang liburan ke Bali. Melalui akun Instagramnya Kamis (09/08/18) Beckham mengupload pertualangannya di pulau Bali.

Tampak Beckham dan anak-anaknya berpoto di salah satu air terjun Bali. Selain itu Beckham juga belajar memasak di Bali

Begitu juga dengan sang istri. Victoria Beckham juga mengupload poto-potonya di Bali. Beberapa poto memperlihatkan anak-anaknya sedang menyaksikan tarian Bali.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Anak Agung Gede Yuniartha Putra menyambut positif kedatangan Beckham ke Bali. Menurutnya hal ini dapat mempromosikan Indonesia khususnya keindahan Bali sebagai tujuan wisata mancanegara

"Mudah-mudahan kedatangan Beckham dapat meningkatkan citra Bali di dunia internasional," kata Agung Gede. (chr)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp






Dukung Kami di Youtube

LAPOR PAK

LAPOR PAK
Buat Laporan Anda disini, pasang Aplikasi Kami.

Media Advokasi Edisi Cetak