Web Analytics

Showing posts with label Banda Aceh. Show all posts
Showing posts with label Banda Aceh. Show all posts

October 06, 2019

Tukang Becak Pergoki Istri bersama PIL dalam Mobil

Ilustrasi
Aceh,  MA – Niat hati ingin mencari rezeki yang halal agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari anak dan istri di rumah, namun balasan yang ia dapat malah tak sesuai dengan yang diharapkan.
Seorang pria yang bekerja sebagai tukang becak ini merasa emosi dan marah tatkala memergoki sang istri pergi bersama laki-laki lain.
Pria ini tak kuasa menahan amarahnya ketika melihat sang istri sedang pergi naik mobil pria lain. Saat tukang becak ini pergoki istri selingkuh terekam oleh seseorang yang berada tak jauh dari lokasi tersebut.
Terlihat dalam video berdurasi singkat yang diunggah oleh akun Instagram @yuni_rusmini, tukang becak yang mengenakan jaket itu memergoki istrinya yang sedang jalan bareng bersama pria lain naik mobil.
Dengan emosi dan nafas tersengal menahan sakit hati tukang becak itu nampak berusaha untuk meluapkan amarah pada pria berbaju putih yang diduga sebagai selingkuhan sang istri.
Tukang becak itu tampak didorong oleh pria yang diduga selingkuhan sang istri itu agar bisa meloloskan diri dari amukannya.
Kemudian sang istri berusaha menghentikan tukang becak tersebut agar tidak melakukan kekerasan pada pria tersebut. Sang istri pun lantas masuk ke dalam mobil dan lebih memilih pergi dengan pria selingkuhannya itu.
Menilik dari keterangan unggahan, kejadian tukang becak pergoki istri selingkuh dengan pria lain ini terjadi di daerah Ulee Lheu, Banda Aceh.
Sontak saja unggahan ini menuai beragam reaksi dari warganet yang merasa prihatin dengan kejadian tukang becak pergoki sang istri selingkuh.
“Seorang abang Becak memergoki istrinya , pergi dgn mobil bersama laki2 laen.”, tulis akun @yuni_rusmini dalam keterangan unggahannya.

yourcakees_, “Dia kerja keras ngayuh becak supaya bisa kasi makan anak istri. Aku perih💔”
arztom, “cinta tidak pernah salah, tapi sanggup membutakan. Padahal cuma mobil pinjaman…”

myname.ekoyulianto, “Orang mah ajak kerumah kalo ada tamu dudukin kasih makan kasih minum .. abis itu suruh pulang tu laki beres pulangin sekalian istri kerumah orang tua nya .. percuma juga mau ngamuk mending cari lagi” (dikutip dari RANCAH POST) 

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

May 20, 2019

MPU Aceh Tolak People Power 22 Mei

H. Faisal Ali wakil ketua MPU Aceh.

Banda Aceh, MA - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengajak masyarakat untuk tidak termakan isu People Power yang lagi viral di berbagai media, baik media sosial maupun media massa. Hal itu ditegaskan oleh wakil ketua MPU Aceh, H. Faisal Ali di ruang kerjanya di Banda Aceh, Selasa 14/05/2019.

H.Faisal Ali menghimbau agar masyarakat yang baru saja selesai mengikuti pesta demokrasi, semoga bisa bersabar menunggu hasil keputusan rekapitulasi pihak KPU.

Apabila didalam perjalanan pemilihan sampai pada rekapitulasi KPU ada kesalahan, kesilapan dan pelanggaran, maka itu manusiawi. Solusinya adalah melapor semua pelanggaran kepada Bawaslu atau MK, sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Bukan mengerahkan massa yang akibatnya bisa memecah-belahkan persatuan dan kesatuan ummat.

"Di dalam agama Islam juga dilarang melakukan hal-hal yang bisa merusak kesatuan ummat, apalagi cuma untuk kepentingan segelincir kelompok atau perorangan. Islam itu indah, sejuk dan damai," ucap H. Faisal.

Dikatakan H. Faisal, bahwa negara Indonesia adalah negara hukum, ada penegak hukum, ada penegak keamanan dan pemutus hukum (hakim), maka tempuhlah jalur hukum jika ada yang merasa dirugikan pada pesta demokrasi 2019 ini, tanpa harus melakukan hal-hal yang tidak sedap dipandang mata, seperti people power.

Sebagai masyarakat Aceh yang islami dan berilmu pendidikan, tentu kita tidak akan mudah terprovokasi isu people power yang tidak ada manfaat sama sekali untuk Aceh khususnya dan ummat islam umumnya. Maka, dengan ini saya himbau kepada masyarakat Aceh, berfikirlah dengan jernih, sehat dan penuh tawakal. Berserah diri kepada Allah agar kita semua selamat iman dunia dan akhirat, serta dijauhkan dari hal-hal yang bisa merusak persatuan dan kesatuan ummat.

Sekali lagi saya himbau kepada masyarakat Aceh, mari menolak people power karena bakal merusak persatuan dan kesatuan ummat. Dengan kata lain, sebagai bangsa yang beriman dan beradab, kita tidak akan mudah termakan isu-isu yang mengacu kepada pecah belah. Negara ini negara hukum, maka selesaikan semua persoalan secara hukum, bukan dengan cara pengerahan massa, pungkas wakil MPU Aceh. (Ismail Alfatah)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

May 14, 2019

CENTRAL PAS Aceh KECAM HASTO



Banda Aceh, MA - Central PAS Aceh mengecam pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto terkait adanya money politik di Aceh. Itulah salah satu faktor yang dinilai Hasto menjadi penyebab paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin kalah telak di Aceh.

Dikatakan Hasto, satu keluarga di perkebunan karet di Aceh menerima uang Rp 1 juta dari lawan politik 01.

Kami dari relawan Central Pas Aceh menanggapi pernyataan Hasto. menegaskan bahwa apa yang dikatakan Hasto adalah fitnah (hoax)

“Hasto menebar fitnah kepada paslon Prabowo-Sandi, serta rakyat Aceh”.

Apa yang dikatakan itu fitnah atau hoax, sangat menyakiti hati rakyat Aceh, sebab yang kami tau sebagai Relawan Prabowo sandi Aceh tiada praktek money politik yang di lakukan oleh team pemenangan Prabowo-sandi Aceh .

“Hoax yang dia tebar butuh penanganan hukum agar fitnah/hoax yang dia tebarkan bisa di buktikan dan di pertanggung jawabkan di depan hukum jika memang ada money politik yang dilakukan oleh teamses Prabowo-sandi Aceh atau relawan-relawan Prabowo-sandi Aceh. Jangan karena kekalahan mutlak Jokowi Ma'aruf Amin di Aceh lantas membuat fitnah terhadap rakyat Aceh yang sangat keji. kami rakyat Aceh menuntut sekjen PDIP untuk di proses hukum membuktikan ucapannya itu, ujar Saiful Abdullah DPP Central PAS Aceh. (Teuku Saifuddin Alba)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

April 10, 2019

BPBA Adakan Bimbingan Teknis Peralatan dan Logistik Tahun 2019



Banda Aceh, MA - Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) adakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peralatan dan Logistik bertempat di Hotel Ayani, Selasa, 09/04/2019.

Bimtek yang berlangsung selama 3 (tiga)  hari ini dimulai dari tanggal 9-11 April dan diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari staf BPBA dan perwakilan dari BPBD kab/ kota se-Aceh.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBA, H. T. Ahmad Dadek, SH yang membuka acara secara resmi dalam sambutannya menjelaskan bahwa tujuan dari Bimtek ini adalah pengenalan aplikasi sispal untuk mendukung inventarisasi peralatan penanggulangan bencana yang bermaksud untuk memperoleh data dan informasi tentang jenis, jumlah, kondisi dan sebaran peralatan penanggulangan bencana dan untuk menyusun rencana pelaksanaan penanggulangan bencana serta sebagai analisis kebutuhan peralatan penanggulangan bencana.

Teuku Dadek menjelaskan bahwa kegiatan invetarisasi peralatan ini sangat penting untuk dilakukan demi komitmen bersama menyusun kebutuhan logistik, agar penyediaan kebutuhan logistik sesuai dengan yang dibutuhkan oleh masyarakat.

"Logistik mempunyai dua peran yaitu peran penguatan dan kedaruratan.Penguatan artinya menyediakan ketersediaan logistik di seluruh provinsi Aceh dan kedaruratan artinya menyediakan kebutuhan logistik saat masa tanggap darurat bencana. Pentingnya peran logistik dalam penanggulangan bencana karena sektor logistik sangat mempengaruhi keberhasilan dalam penggulangan bencana, oleh sebab itu ketersediaan logistik dan peralatan harus selalu siap, baik itu di provinsi/kabupaten/kota harus selalu siap untuk digunakan," jelas Dadek.

“Melalui Bimtek ini kami harapkan peserta dapat memberikan informasi tentang data peralatan yang dimiliki dan kondisi terakhir peralatan di semua BPBD kab/kota serta kebutuhan peralatan yang dipandang perlu," harap Dadek lagi.

Kabid Darurat dan Logistik BPBA, Ir. M. Syahril, MM menambahkan bahwa Bimtek ini diisi oleh narasumber dari BNPB, Agus Riyanto, SP,MM yang mengenalkan aplikasi sispal dan membahas mengenai cara membuat format proposal (e-proposal) pengajuan ketersediaan dan pelaporan penggunaan logistik. Materi selanjutnya diberikan oleh Kalak BPBA membahas kebijakan Pemerintah Aceh dalam pemenuhan peralatan penanggulangan bencana.

Di dalam Bimtek ini juga dibahas mengenai Pengelolalaan barang milik negara dan barang milik daerah yang diisi oleh narasumber Yudiza Irvan Setawan, S.STP, M.Eng. Dev dari Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA) serta materi tambahan dari Kasi Logistik, Iskandar, STP yang membahas mengenai peran pergudangan. (Dahrina/Ismed)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

April 09, 2019

Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Aceh



Banda Aceh, MA - Seratusan lebih mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Banda Aceh melakukan aksi unjuk rasa di kantor Gubernur Aceh, Selasa, 09/04/2019.

Mahasiswa yang mengatasnamakan Barisan Pemuda Banda Aceh menolak pemberian izin tambang PT. Emas Mineral Murni (EMM) di kawasan Beutong, Nagan Raya.

Dalam aksi itu, sempat terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat kepolisian yang melakukan pengawalan.

Dalam orasinya, pendemo mendesak Pemerintah Aceh membatalkan pemberian izin tambang, mahasiswa menilai, beroperasinya perusahaan tersebut dinilai bisa merusak lingkungan hidup.

"Kami meminta Plt Gubernur membatalkan perizinan tambang oleh perusahaan PT. EMM, jika ini diberikan akan menimbulkan kerusakan lingkungan di sekitarnya," teriak pendemo.

Aksi yang dilakukan bukan pertama kali, aksi serupa juga pernah dilakukan oleh mahasiswa beberapa hari lalu, Kali ini, jumlah massa lebih banyak.

Hingga berita ini diturunkan, seratusan lebih mahasiswa masih bertahan di kantor gubernur dan menunggu Plt Gubernur Aceh untuk menemui pendemo. (sumber AJNN NET)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

March 25, 2019

Lakpesdam Pwnu Aceh Gelar Pelatihan Public Speaking Dan Leadeship



Banda Aceh, MA -Lakpesdam PWNU Aceh melaluli Program Peduli, melaksanakan kegiatan Pelatihan Publik Speaking dan Leadership di Aula Serbaguna Guna , Kampung Laksana, Banda Aceh, Pada hari Sabtu (23/03/2019).


Kegiatan ini mrupakan bagian dari kegiatan penguatan kapasitas lembaga Adat Gampong dalam rangka menuju dan menciptakan gampong yang inklusi dalam bingkai keberagaman adat dan budaya serta kehidupan masyarakat dari berbagai latar belakang yang selama ini mendiami di gampong laksana, gampong Mulia dan Gampong peunayong, Kata Manager Program Lakpesdam PWNU Aceh Azwar A. Gani.


"Seharusnya para Perempuan pasca aceh damai harus lebih tampil dengan berbagai kapasitas yang dimiliki bukan hanya sekedar memenuhi Quota caleg 30% melainkan gagasan para kaum perempuan terkadang jauh melampaui kemapuan laki laki hanya saja karena keterbatasan berkomunikasi dan manajerial skilnya sehingga mgakibat kan lemah nya partisipasi perempuan di ranah publik politik," Ungkap Azwar Saat memberikan arahan kepada peserta kegiatan tersebut.


Acara yang di ikuti oleh perwakilan Ibu-ibu PKK dan Perempuan-perempuan dari kampung Laksana, Kampus Mulia , kampung Peunayong Serta Dari Komunitas HAKKA di buka Oleh Kepala Desa Kampung Laksana, Rahmad.


Rahmad berharap dalam kegiatan ini, para peserta bisa mengambil Ilmu Publik Speaking, Dan Leadership ini, serta kedepannya harusnya perempuan bisa mengambil peran penting dalam setiap Kegiatan baik di desa maupun di masyarakat.

" Kita berharap peserta yang mengikuti acara ini dapat menjadi tokoh-tokoh perempuan dari kalangannya yang bisa menyampaikan ide-ide, serta  agasannya kepada kita, karena.sekarang banyak ide dan gagasan bagus yang bisa di lahirkan dari perempuan, namun karena kekurangan kemampuan komunikasi dan Leadership yang baik sehingga ide-ide tersusun hanya terpendam di dalam pikirannya" Ungkap Gechik Rahmad dalam sambutan pembukaan Acara.

Ia Juga mengucapkan terimakasih kepada Lapkesdam PWNU Aceh dan Program peduli  yang telah melaksanakan kegiatan yang sangat bermanfaat ini. (Fh)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

March 16, 2019

Rsud Meuraxa Pertama Dapat Sertifikasi Rumah Sakit Syariah


Dr. Fujiati, Direktur RSUD Meraxa Banda Aceh.

Banda Aceh, MA - Tim Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) pusat, Dr.Wasista Budiwaluyo MHA menetapkan Akreditasi ll RSUD Meraxa, Banda Aceh di aula lantai lll  RSUD Meuraxa Banda Aceh, Jum'at 15/03/2019.

Tim KARS pusat di RSUD Meuraxa.
 Penetapan Akreditasi tersebut untuk kedua kalinya merupakan hasil Verifikasi oleh KARS pusat (Jakarta) kepada RSUD tersebut karena dinilai layak dan pantas mendapatkannya. Bahkan Ketua Tim verifikasi akreditasi pusat sangat mengapresiasikan kepada RSUD Meuraxa tersebut karena RSU tersebut merupakan RSU pertama peraih akreditasi syariah.

"Kami dari tim verifikasi sangat apresiasi kepada RSUD ini, terutama tentang semangat dan komitmen dalam  manajemen RS. Maka tim memastikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa telah dapat memenuhi semua standar-standar yang ditetapkan oleh KARS. Ini terlihat dari kesiapan dan kelengkapan bentuk dan jenis dokumen yang telah di susun dan siap untuk di nilai," kata Dr.Wasita dalam sambutanya.

Sementar DirekturRSUD, dr. Fujiati sangat berterimakasih kepada tIm KARS yang telah memberikan akredtasi berbasis syariah terhadap rumah sakait yang ia kelola.

"Terimakasih kepada tim KARS yang telah menaruh kepercayaaan kepada rumah sakit kami. Hal ini terjadi tidak lepas dari kenerja para pegawai rumah sakit ini, baik kabid, kasi dan staf serta seluruh para dokter yang siap melayani masyarakat dengan baik," ucap dr. Fujiati.

"RSUD Meraxa ini adalah RSU yang pertama di Indonesia yang berakreditasi syariah dan pelayanan yang berbasis syariah islam. Artinya rumah sakit kita telah mempunyai fasilitas kecukupan SDM dan hal-hal lainnya yang sudah memenuhi standar",ujar direktur.

"Kepada masyarakat kota Banda Aceh maupun Aceh Besar bahwa kami siap melayani sepenuh hati untuk mendukung Aceh yang GEMILANG," kata dr. Fujiati. (Ismail Alfatah)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

March 06, 2019

Masyarakat Aceh Cukup Antusias Sambut Milenial Road Safety Festival

Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Hendro Wahyuddin, S.I.K.

Banda Aceh, MA - Millennial Road Safety Festival (MRSF) yang akan digelar pada tanggal 10 Maret 2019 di Kota Banda Aceh, kelihatannya masyarakat Banda Aceh dan sekitarnya cukup antusias untuk mengikuti kegiatan tersebut. Hal itu disampaikan Dirlantas Polda Aceh pada media ini, Rabu 06/03/2019.

Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Hendro Wahyudin, S.I.K yang intim disapa Hendro, didampingi Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Ery Apriyono, S.I.K, M.Si, mengatakan bahwa antusiasnya masyarakat dalam mengikuti ajang tersebut terbukti dengan banyaknya peserta pendaftaran yang terus meningkat, bahkan sampai hari ini pesertanya sudah lebih 1000 pendaftar.

"Sampai hari ini peserta yang mendaftar sudah diatas 1000 peserta. Sedangkan acara dimulai tanggal 8-10 Maret 2019 dengan puncak acaranya tanggal 10/03 di lapangan Blang Padang, Banda Aceh," jelas Hendro.

Dirlantas juga merincikan jenis-jenis kegiatan pada MRSF tersebut, diantaranya, Atraksi Penerjun, Senam Kolosal Milenial, Jalan Sehat Milenial, Safety Riding dan Driving Deklarasi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas, serta Milenial Entrepreneur Expo.

"Untuk seluruh kawula muda generasi millenial Kota Banda Aceh dan sekitarnya, ayo kita ramaikan Millennial Road Safety Festival di Blang Padang Kota Banda Aceh 8 sampai dengan 10 Maret 2019, jadilah kalian sebagai generasi millennial yang optimis cinta Lalu Lintas, Aceh Hebat dan Indonesia Gemilang," pesan Hendro.

Dikatakan Hendro, selanjutnya akan ada banyak doorprize yang akan dibagikan pasa hari puncaknya pada 10 Maret 2019 sekaligus akan dihibur oleh artis ibu kota, RAN, sebut Dirlantas Polda Aceh. (Tika FL/Ismail Alfatah)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

March 03, 2019

Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Gelar Raker dan Pelantikan Pengurus


Banda Aceh-Pengukuhan pengurus HUDA Malam Tadi.

Banda Aceh, MA - Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) menggelar rapat kerja (Raker) dan pelantikan pengurus masa periode 2019-2024. Kegiatan yang berlangsung dari Jum’at malam sampai Minggu di Hotel Mekkah ini diikuti ratusan pimpinan  dayah dan pengurus harian HUDA serta unsur dari badan otonom.


Selain Raker dan Pelantikan, juga diselenggarakan seminar Ilmu Pengetahuan dan Sains yang membahas Alamtologi dengan menghadirkan Santis dari Malaysia, yaitu Prof. Masa Bayu, penggagas Alamtologi yang sudah berkeliling ke berbagai negara untuk memaparkan ilmu Alamtologi yang digagasnya.


Sekjend HUDA, Tgk Hasbi Albayuni mengatakan, dalam pelaksanaan Raker, para peserta dibagi dalam berbagai komisi untuk membahas AD-ART dan program kerja dalam rangka memperkuat organisasi HUDA.

“Di antara gagasan-gagasan yang mengemuka dalam Raker yaitu pendirian badan-badan otonom HUDA, seperti Badan Ziswaf HUDA, penguatan Badan Litbang, Ikatan Cendekiawan HUDA dan sebagainya,“ ujat Tgk Hasbi Albayuni yang merupakan pimpinan Dayah Thalibul HUDA ini di Banda Aceh, Sabtu, (2 Maret 2019).

Sementara itu, pada Sabtu malam, akan berlangsung pelantikan pengurus Harian (Majelis Tanfidziyah) Pengurus Besar HUDA yang dipimpin oleh Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab atau akrab disapa Tu Sop Jeunieb. Pelantikan pengurus HUDA sendiri akan dilakukan oleh Tgk. H. Hasanul Basri atau Abu Mudi selaku Rais Am Syura Pengurus Besar HUDA dan berlangsung di kantor Sekretariat Pengurus Besar HUDA.

Sebelumnya, pembukaan Raker HUDA secara resmi dilakukan oleh Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El Madny. Sementara Tgk. Rusli Daud yang mewakili ketua panitia saat menyampaikan sambutan di acara pembukaan mengatakan bahwa acara ini terselenggara sepenuhnya atas biaya dari Dinas Pendidikan Dayah Aceh. []
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

March 02, 2019

Siswa SPUM Ditemukan Tewas di Belakang Sekolah



Banda Aceh, MA - Seorang siswa SPUM Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar ditemukan tewas mengenaskan di sebuah bukit, dibelakang Komplek SUPM Ladong, Jum'at (01/03/2019).

Menurut informasi yang diterima, berdasarkan KTP yang ditemukan dilokasi, korban berinisial Reihan Alsuahri (RA) 16, Siswa asrama SUPM Ladong, asal Sumatera Utara.

Kapolresta Banda Aceh melalui Kapolsek Krueng Raya, saat dikonfirmasi oleh media ini membenarkan kejadian itu.

"Jasad korban awalnya ditemukan oleh Abdul Munir, Warga Gampong Ruyung, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, saat itu Abdul Munir hendak mengembala domba dibukit tersebut, lalu ia melihat orang tergeletak di tanah. Karena penasaran saksi menghampiri korban, saksi kaget setelah mengetahui korban sudah tidak bernyawa lagi. Seketika itu ia memberitahu warga sekitar dan langsung warga memberitahukan kepada pihak kepolisian tentang penemuan sesosok mayat di bukit belakang SPUM Ladong," terangnya.

Setelah mendapatkan laporan warga, personil Polisi Sektor (Polsek) Krueng Raya dibantu oleh Satreskrim Polresta Banda Aceh langsung mendatangi TKP. Di lokasi polisi langsung memasang garis polisi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengumpulkan barang bukti.

Berdasarkan hasil olah TKP polisi mendapatkan kartu indetitas korban berupa KTP dan botol air mineral, Saat ini jasad korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA) guna diotopsi.

Menurut informasi sebelumnya, pada hari Senin (25/02/19) korban sempat terlihat mengikuti upacara di sekolah, namun disaat jam makan siang korban tidak terlihat lagi.

Korban merupakan siswa SUPM Ladong Kelas Satu (I), diduga adalah korban pembunuhan karena di tubuh korban terdapat sejumlah luka memar, dan dibagian dahi serta kepala bagian belakang.

Saat ditemukan korban menggunakan baju kaos warna biru dengan menggunakan celana sekolah biru, tali pinggang siswa, sendal jepit warna hitam, dan jam tangan merek swiss army. (Ismail Alfatah)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

February 26, 2019

Mantan Kombatan GAM Linge Polisikan Sandiaga Uno




Banda Aceh - Para eks GAM dari Bener Meriah atau Wilayah Linge melaporkan calon wakil presiden nomor 02, Sandiaga Uno ke Polda Aceh, Senin, 25/02/2018.

Sandiago Uno bersama TA.Khaled dan Muzzakir Manaf.
Hari ini, sebanyak 12 GAM yang dikomandoi mantan komandan peleton raja muda daerah III wilayah Linge, Joni Suryawan datang ke Polda Aceh untuk melapor Sandiaga Uno yang dianggap telah mencemarkan nama baik GAM.


Selain Sandiaga, para eks kombatan GAM dari wilayah Linge itu juga melapor Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simajuntak dalam aduan yang sama, terkait stateman lahan Prabowo yang katanya dikuasai eks GAM.

Para eks GAM ini didampingi oleh dua kuasa hukum mereka, Muhammad Reza Maulana SH dan Denni Arie Mahesa SH. Mereka juga sempat melakukan audiensi dengan Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Supriyanto Tarah sebelum akhirnya membuat laporan.

Mantan GAM yang juga komandan peleton raja muda daerah III wilayah Linge, Joni Suryawan kepada awak media mengatakan, pernyataan Sandiaga Uno dan Dahnil terkait lahan Prabowo yang dikuasai GAM adalah berita bohong alias hoaks.

"Yang jelas kami merasa dirugikan. Karena apa yang disampaikan itu tidak pernah kami terima dan itu adalah hoaks. Yang jelas itu bohong besar," kata Joni.

Dia mengaku, pernyataan kedua orang tersebut memberi dampak tidak bagus bagi eks GAM di kawasan Bener Meriah dan Aceh Tengah.

"Seolah-olah masyarakat menganggap kami sudah menerima sesuatu seperti yang mereka sampaikan, padahal itu tidak benar," katanya.

Ditanya awak media apakah pelaporan itu dilatar belakangi politik, Joni dengan tegas mengatakan, bahwa pelaporan itu tidak ada kaitan dengan politik.

"Ini tidak ada kaitan dengan politik, silakan berpolitik tapi jangan merugikan kami," pungkasnya. (Ismail Alfatah/sumber. Serambinews)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

February 20, 2019

Pemerintah Kabupaten Bener Meriah ajukan jadi tuan rumah MTQ Ke-35



Banda Aceh, MA - Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui Dinas Syariat Islam Kabupaten Bener Meriah Ajukan diri sebagai tuan rumah penyelenggara Musabaqah Tilawatul Quran (MTQ) ke-35. di Banda Aceh, Rabu 20/02/2019.

Hal itu di ungkapkan Kepala Dinas Syariat Islam, Sahlan Syuhada Linga, di Banda Aceh Selasa 19/02, "Kami berharap usulan menjadi tuan rumah pada kegiatan tingkat provinsi ini dapat disetujui untuk dilaksanakan di Kabupaten Bener Meriah", ungkap Sahlan Syuhada Linga.
   
Ia juga menjelaskan tentang proposal calon tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Aceh Tahun 2021 yang ditujukan kepada Gubernur Aceh telah disampaikan Kasubbag Perencanaan Dinas Syariat Islam Bener Meriah, Hasra melalui UPTD PPQ Dinas Syariat Islam Aceh yang diterima Kepala UPTD Ridwan Djohan.      
   
"Semoga keinginan menjadi tuan rumah ini dapat disetujui tentunya melalui hasil penilaian tim verifikasi serta mendapatkan dukungan dari seluruh masyarakat," katanya.
   
Ia juga mengatakan pihaknya terus berbenah diberbagai sektor terutama untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, seiring pengajuan diri sebagai calon tuan rumah penyelenggaraan kegiatan dua tahun tersebut di daerah dataran tingi Tanoh Gayo yang di kenal dengan Daerah penghasil kopi arabica terbaik itu.
   
Ia juga menambahkan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah dan masyarakat di daerah Dataran Tinggi Gayo tersebut Merindukan dan bercita-cita untuk menjadikan daerah Bener Meriah menjadi tuan Rumah MTQ Aceh pada tahun 2021.
   
Kepala UPTD  PPQ Dinas Syariat Islam Aceh, Ridwan Djohan mengatakan Bener Meriah merupakan kabupaten pertama yang mengajukan diri sebagai tuan rumah penyelenggaraan MTQ Aceh setelah pelaksanaan di Kabupaten Pidie.
   
Ia juga menambakan untuk penentuan sebagai tuan rumah, pihaknya nantinya akan tim verifikasi untuk  menilai kelayakan bagi daerah yang mengajukan diri sebagai calon tuan rumah dalam pada event dua tahunan itu. (Pujo/Mahendra)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

February 15, 2019

Rekomendasi Dewan Adat JKMA Aceh Tahun 2019




Banda Aceh, MA - Jaringan Komunitas Masyarakat Adat (JKMA) Aceh menggelar Rapat Dewan Adat JKMA Aceh Tahun 2019 pada tanggal 13-14 Februari 2019 bertempat di Hotel Kumala Banda Aceh, dihadiri 25 orang Dewan Adat JKMA Aceh, Koordinator dan Sekretaris Pelaksana beserta staf JKMA Aceh.


Tujuan rapat ini adalah untuk membahas dan mengesahkan usulan rancangan program dan anggaran JKMA Aceh tahun 2019, melakukan evaluasi hasil pemantauan dan pengawasan terhadap kerja JKMA Aceh, dan berbagi informasi perkembangan JKMA Aceh dan JKMA Wilayah.


Setelah bermusyawarah selama dua hari, rapat yang dipimpin oleh Ketua Dewan Adat JKMA Aceh, Sunawardi di dampingi Wakil Ketua Dewan Adat Ade Oscar H. Jailani menghasilkan beberapa keputusan, salah satu di antaranya adalah Keputusan Nomor 3/RDA JKMA ACEH/II/2019 tentang Rekomendasi Rapat Dewan Adat Jaringan Komunitas Masyarakat Adat Aceh Tahun 2019, yaitu:

1.    Pemerintah kabupaten/kota agar segera melakukan fasilitasi dan menetapkan wilayah adat dan tata guna lahan kemukiman yang di dalamnya terdapat hutan adat mukim.
2.    Pemerintah Aceh, DPR Aceh, Pemerintah Kabupaten/Kota, dan DPR kabupaten/kota agar segera membuat Qanun tentang Hutan Adat Mukim atau nama lain.
3.    Pemerintah kabupaten/kota agar segera membuat Tim Percepatan Hutan Adat Mukim atau nama lain.
4.    Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota memaksimalkan peran dan penganggaran operasional mukim di Aceh.
5.    Pemerintah Aceh membuat instruksi kepada pemerintah kabupaten/kota agar segera membuat kebijakan daerah tentang Pelibatan Mukim dalam Hal Implementasi dari Undang-Undang Desa.
6.    Wali Nanggroe Aceh berperan aktif dalam hal percepatan penetapan hutan adat mukim atau nama lain.
7.    Semua pihak di Aceh (Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, serta masyarakat dan pihak terkait lainnya) agar membubuhkan nomenklatur mukim dalam setiap struktur, dokumen kebijakan, pemberitaan, papan alamat, tugu, gapura, dan lainnya.
8.    Para imum mukim agar terus berperan aktif dalam melakukan penguatan adat dan adat-istiadat di Aceh, melibatkan diri secara aktif dalam pembuatan kebijakan, serta melibatkan diri secara aktif untuk melindungi sumber daya alam dan harta kekayaan di wilayah kemukimannya.
9.    Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota agar selalu melibatkan mukim dalam perencanaan kegiatan/program di wilayahnya.
10.    Pemerintah Aceh dan DPR Aceh agar memasukkan wilayah adat dan hutan adat mukim dalam revisi Qanun Tata Ruang Wilayah Aceh.

Selain itu, ada beberapa poin rekomendasi internal, yaitu:

1.    JKMA Wilayah segera menyesuaikan strukturnya sesuai hasil Mubes V JKMA Aceh.
2.    JKMA Aceh dan JKMA Wilayah bersama masyarakat adat membangun komunikasi dan mendorong pemerintah kabupaten/kota agar segera menetapkan wilayah adat mukim, membuat Qanun Kabupaten/Kota tentang Hutan Adat Mukim, dan mendorong lahirnya Tim Percepatan Hutan Adat Mukim di masing-masing wilayah.
3.    JKMA Wilayah segera melakukan inventarisasi mukim yang memiliki hutan adat.
4.    JKMA Aceh dan JKMA Wilayah agar meningkatkan pelibatan perempuan adat dalam kegiatan/program dan pengambilan kebijakan.
5.    JKMA Aceh segera berkoordinasi dan berkomunikasi dengan para pihak terkait agar dapat memiliki tanah dan gedung sekretariat milik sendiri.
6.    JKMA Aceh melakukan pendidikan dan regenerasi untuk advokasi masyarakat adat Aceh melalui sekolah adat.
7.    Seluruh kader JKMA Aceh agar tidak membawa nama organisasi dalam kegiatan politik praktis.

Di pengujung rapat, Sunawardi mengatakan “dalam menghadapi tahun politik, seluruh kader JKMA diberi ruang untuk ikut dalam kontestasi pemilihan umum tetapi tidak boleh membawa dan menggunakan atribut organisasi JKMA Aceh”.

Selain itu, Sunawardi berharap agar wilayah masyarakat adat di Aceh dapat dimasukkan dalam RTRW Aceh. “saat ini RTRW Aceh sedang dilakukan peninjauan kembali, kami harap jika qanun tersebut nanti direvisi harus memasukkan wilayah adat di Aceh”.

Koordinator JKMA Aceh, M. Hasyim Usman berharap “Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, serta para pihak terkait lainnya harus segera melakukan penguatan, pelibatan, serta memfungsikan peran-peran mukim dalam pembangunan, khususnya kehidupan masyarakat mukim-gampong di Aceh.”

“Mukim ini kan salah satu kekhususan yang dimiliki Aceh, sudah seharusnya kita semua mengambil peran dan aksi nyata dalam menjaga kekhususan tersebut.” ujar Hasyim.

Sekretaris Pelaksana JKMA Aceh, Zulfikar Arma menambahkan “dalam upaya untuk menjaga dan memperkuat generasi yang paham adat dan budaya Aceh, JKMA Aceh akan segera membangun wadah pendidikan sekolah adat Aceh demi keberlanjutan gerakan advokasi dan masyarakat adat di Aceh”. (T.Saifuddin Alba )
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

February 14, 2019

Demi Menyelamatkan Temannya Yang Tenggelam, 5 Santri Dayah Al Ikhlas Ikut Terbawa Arus

Pantai Syiah Kuala, Banda Aceh.

Banda Aceh, MA - Enam orang santri Dayah Al Iklas Gampong Lamsayon, Kecamatan Darul Imarah Banda Aceh Tenggelam di Pantai Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Kamis 14/02/2019.
Petugas Airud Polda Aceh dan Basarnas selamatkan Santri yg tenggelam.
Keenam santri tersebut bermain-main ke pantai Syiah Kuala, lalu salah seorang santri terpeleset ke sungai dan terbawa arus. Melihat temannya tenggelam, kelima santri lainnya mencoba menolong, tapi naas kelima santri itu juga ikut tenggelam dan terbawa arus. Kejadian itu sekira jam 15.00 WIB.
Korban tenggelam telah dievakuasi ke RSUDZA.
Mendapat laporan dari masyarakat, tim Airud Polda Aceh bersama Basarnas menuju TKP mencari korban yang tenggelam. Dibantu beberapa warga setempat Jam 15.30 keenam santri berhasil diselamatkan, dan saat ini sudah dievakuasi ke RSUDZA.
Santri yg dirawat.
Adapun nama-nama korban santri yg selamat :
1. Nama : Maghfirah
Umur : 17 thn
Alamat : Pesantren Dayah Al Ikhlas

2. Nama : khairunnisa
Umur : 23 thn
Alamat : Pesantren Dayah Al Ikhlas

3. Nama : Asma
Umur : 15 thn
Alamat : Pesantren Dayah Al Ikhlas

Nama Santri yg Meninggal dunia :
1. Nama : Raisatul khairah
Umur : 15 thn
Alamat : Pesantren Dayah Al Ikhlas

2. Nama : Raihan syakira
Umur : 17 thn
Alamat : Pesantren Dayah Al Ikhlas

3. Nama : Hanifa
Umur : 17 thn
Alamat : Pesantren Dayah Al Ikhlas

Dari Aceh, Ismail Alfatah memberitakan.
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

February 07, 2019

Drs. Ismarissika, Dilantik Sebagai Widyaiswara Ahli Utama




Banda Aceh, MA - Mantan Sekda Bener Meriah Drs. Ismarissika, MM, secara resmi diilantik sebagai Widyaiswara Ahli Utama oleh Plt. Gubernur Aceh Ir. H. Nova Iriansyah, MT. yang diwakili oleh Plt.Sekda Aceh Bpk. Ir. Hervizar Ibrahim, M.Si. di ruang kerja Sekretaris Daerah Pemerintah Aceh, Kamis (7/2/2019).


Sebagaimana diberitakan sebelum prosesi pelantikan yang turut dihadiri Asisten Administrasi Umum, Kepala BKA, Kepala BKPSDM serta dihadiri juga beberapa orang Widyaiswara jajaran Oemerintah Aceh ini bahwa pengangkatan Drs. Ismarissiska, MM adalah berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 7/M Tahun 2019 tentang pengangkatan dalam jabatan Fungsional Ahli Utama atas Sdr. Drs. Ismarissiska, MM dari jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah menjadi Widyaiswara Ahli Utama tertanggal 24 Januari 2019 dan oleh karena itu Plt. Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi menunjuk Khairun Aksa, SE., MM sebagai Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah tertanggal sejak 25 Januari 2019.


Putra terbaik Bener Meriah yang telah melintang sebagai didunia birokrasi ini sebelumnya menjabat empat tahun lebih sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah sejak dilantik 22 Oktober 2014 yang lalu dan mengantarkan Kabupaten yang telah diperjuangkannya terbentuk dengan upaya pemekaran dari kabupaten Aceh Tengah ini meraih berbagai prestasi seperti capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Aceh selama 4 kali berturut-turut dan juga Hasil Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kabupaten Bener Meriah dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dengan predikat CC juga 3 kali berturut-turut.


Sosok Ismarissiska dengan segudang pengalaman birokrasi yang juga berkecimpung sebagai akademisi dan pernah menjabat sebagai Dekan dan Dosen Fakultas Ilmu Iosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gajah Putih Takengon serta Dosen pada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Payung Negeri Aceh Darussalam juga adalah juga sebagai pelaku sejarah pemekaran Kabupaten Bener Meriah dari Kabupaten induknya Aceh Tengah ketika dirinya kala itu menjabat sebagai Camat Bandar bersama sejumlah tokoh kecamatan tersebut sebagai pencetus ide pemekaran Bener Meriah saat Kabupaten Aceh Tengah waktu itu dipimpin oleh Bupati H. Mustafa M. Tamy.

Drs. Ismarissiska, MM. yang juga masih menjabat Ketua Kwartir Cabang ( Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten penghasil kopi arabika Gayo ini, sebelum menjabat Sekda Bener Meriah juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Registrasi Kependudukan Aceh selama 2 Tahun diera pemerintahan Zaini Abdullah dan Muzzakir Manaf (Zikir) dan sejumlah jabatan strategis di Kabupaten Aceh Tengah.

Dalam amanatnya, Plt. Gubernur Aceh menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan kabar baik bagi kita semua, sebab kehadiran tenaga ahli pendidik bagi PNS di aceh sangat kita butuhkan terlebih dengan pengalaman kerja yang selama ini sudah banyak dilalui Sdr. Ismarissiska.

Atas nama pimpinan Pemerintahan Aceh, kami menyambut dengan suka cita atas pelantikan saudara untuk posisi yang cukup strategis ini, untuk itu kami ucapkan selamat, semoga saudara bisa menjadi sosok widyaiswara yang digugu dan ditiru oleh seluruh aparatur di daerah kita, tutupnya.(Pujo)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

January 24, 2019

Hari Ini Dijadwalkan SBY Tiba di Aceh Dalam Tour Politik Selama 5 Hari



Banda Aceh, Ketua Umum Partai Demokrat Bambang Susilo Yudohyono (SBY) dijadwalkan hari ini akan mendarat di Kuala Namu, Medan, seterusnya melanjutkan tournya ke Aceh via darat, Kamis 24/01/2019.

Informasi yang diterima awak media , agenda SBY mengunjungi Provinsi Aceh dalam rangka tour politik selama 5 hari mulai tanggal 24-29 Januari 2019, akan menggelar pertemuan-pertemuan dengan sejumlah kader Partai Demokrat terhadap beberapa kabupaten/kota yang disinggahinya.

Selain tour politik dengan para  kader, SBY juga  direncanakan bersilaturahmi dengan para ulama kharismatik se-Aceh, Shalat di Masjid Raya Baiturrahman dan pembekalan 731 calon legislatif DPRK, DPRA dan DPR RI dari Partai Demokrat Aceh.

Dihari kelima, SBY akan mengunjungi Kantor DPD Partai Demokrat di Banda Aceh, sebelum kembali ke Jakarta untuk mengakhiri tour Toba- Seulawah yang berlangsung selama 8 hari.

Menyikapi antusias masyarakat yang begitu besar tersebut, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) telah mengadakan rapat terkait permintaan masyarakat agar SBY juga mengunjungi wilayah Barat Selatan dan Tengah Aceh.

"Kehadiran SBY dalam Tour ke Aceh sangatlah singkat yaitu 5 hari 4 malam beliau berada di Aceh. Oleh karena itu kami mohon maaf jika kehadiran beliau tidak terkover ke 23 Kabupaten/Kota di Aceh," ucap Tanwier Mahdi yang merupakan pengurus DPD Partai Demokrat Aceh.

Tanwier Mahdi juga membeberkan hasil rapat DPD Partai Demokrat Aceh sebagai solusi agar seluruh wilayah yang belum dikunjungi SBY akan terkover dengan hadirnya pengurus DPP Partai Demokrat.

"Insyaallah, kami telah bersepakat untuk menghadirkan Kogasma (Komando Tugas Bersama) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono ke wilayah Barat Selatan Aceh yang menurut rencana akan hadir pada awal bulan Februari nanti," lanjut Tanwier.

"Untuk wilayah Tengah Aceh akan dikunjungi oleh Ketua KPP (Komisi Pemenangan Pemilu) Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono," pungkas Tanwier. (Ismail Alfatah)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

December 26, 2018

Pemda Bener Meriah Terima Piagam Penghargaan dari Pemerintah Aceh.


Banda Aceh, Media Advokasi -, Dalam rangkaian acara peringatan Ke- 14 tahun Gempa dan Tsunami Aceh, Pemerintah daerah Bener Meriah menerima Piagam Penghargaan atas konsistensi Pengembangan Wisata Daerah dari Pemerintah Aceh, Rabu (26/12/2018).



Piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Plt. Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah, MT. dan diterima  oleh Sekretaris Daerah Drs. Ismarissiska, MM yang hadir mewakili Plt. Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi bertempat di Masjid Tgk Chik Mahraja Gurah, Gampung Lamlumpu Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar.



Sebelumnya dalam laporannya  Plt. Kepala Dinas Pariwisata Aceh Amiruddin menjelaskan, bahwa dalam peringatan Gempa dan Tsunami Ke 14 ini, Pemerintah Aceh akan memberikan piagam penghargaan kepada enam Kabupaten/Kota yang sangat serius mengembangkan wisata guna kemajuan Pariwisata Aceh, sehingga pemberian piagam penghargaan ini merupakan bentuk Apresiasi Pemerintah Aceh terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota, yang nantinya akan langsung diberikan oleh Plt. Gubernur Aceh.

Adapun Kabupaten Kota yang menerima penghargaan antara lain Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Simeulu,Kota Banda Aceh, kota Langsa dan kota Sabang.

Agenda tahunan Pemerintah Aceh ini di hadiri oleh para Pejabat Forkopimda Aceh, Bupati dan Walikota Se-Aceh, perwakilan negara Jepang, para Kepala SKPA, tokoh Agama dan ribuan masyarakat Aceh yang memadati halaman Masjid.

Mengakhiri Acara ceremonial ditutup dengan tausyiah yang disampaikan oleh Ustadz H. Abdul Somad, Lc, MA selama kurang lebih 60 menit.(mahendra)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

November 26, 2018

Mubes HUDA ke-III, Plt Gubernur Aceh Nasehat dan Kritikan Ulama adalah Vitamin dan Penyemangat Bagi Kami


Aceh, Media Advokasi - Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT membuka secara resmi acara Musyawarah Besar (Mubes) Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) yang ke-III di Hotel Grand Aceh Syariah Lamdom, Banda Aceh. Musyawarah ini dilaksanakan dalam rangka pemilihan ketua baru periode 2018-2023.

Wakil Ketua Panitia Acara Tgk Hasbi Al-Bayuni melaporkan bahwa Musyawarah ini akan berlangsung selama 3 hari  dari tanggal 24 sampai dengan 26 November 2018 dan mengambil tema "Memperteguh Eksistensi Ulama Dayah dalam Merevitalisasi Peradaban Islam" yang akan diikuti oleh 500 peserta dan para undangan. 

Selama dua hari acara ini akan berlangsung di Hotel Grand Aceh syariah Lamdom dan hari terakhir berlangsung di Markas Besar HUDA yang satu kompleks dengan Dayah Thalibul Huda pimpinan Tgk Hasbi Albayuni di Desa Bayu Lamcot Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar. Adapun Rangkaian acara Mubes yaitu seminar internasional, pembahasan tata tertib Mubes, pemilihan ketua baru, Zikir Akbar di Markas HUDA dan bazar, " kata Tgk Hasbi Al-Bayuni.

Ketua Umum PB HUDA Tgk Hasanoel Basri HG (Abu Mudi Samalanga) dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Aceh dalam hal ini Dinas Pendidikan Dayah Aceh yang telah memfasilitasi hingga terselenggaranya Mubes HUDA yang ketiga ini, Abu Mudi berharap Mubes ini bisa berjalan dengan sukses dan melahirkan pokok-pokok pikiran dari Ulama Dayah untuk membangun Agama, Bangsa dan Negara dengan lebih baik dari yang sebelumnya. Abu Mudi juga menyampaikan bahwa HUDA adalah Organisasi yang menginisiasi lahirnya Badan Pembinaan dan Pendidikan Dayah yang kini telah menjadi Dinas Pendidikan Dayah Aceh, HUDA juga menghasilkan sebuah Program Strategis hasil diskusi dengan BRR NAD saat itu yaitu adanya 4 Dayah Perbatasan yang terletak di Aceh Tamiang, Aceh Singkil, Aceh Tenggara dan Subulussalam. Untuk itu Abu Mudi berharap dengan adanya Mubes ini, HUDA dapat melahirkan pikiran dan ide yang briliant untuk kemajuan Aceh dalam Bingkai Ahlul Sunnah Waljamaah. Dalam mengakhiri sambutannya Abu berharap Ulama Dayah terlibat dalam kebijakan-kebijakan strategis pemerintah apalagi menyangkut dengan persoalan agama.

Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT sewaktu membuka acara mengatakan sangat berbahagia bisa hadir ditengah para Ulama Dayah seluruh Aceh, Nova berharap dalam momentum Mubes ini dapat menghasilkan sesuatu yang kesimpulan yang baik yang hasilnya dapat berguna untuk Ummat.

Secara pribadi dan mewakili Pemerintah Aceh Nova juga Menyampaikan Apresiasi kepada HUDA yang umurnya hampir 2 dekade kiprahnya memberikan Kontribusi untuk kemajuan Aceh di berbagai Bidang. HUDA selama ini sudah sangat baik dalam membangun hubungan dengan Pemerintah Aceh, untuk itu Nova meminta agar HUDA terus menjadi Mitra Pemerintah, hubungan Ulama dan Umara menentukan nasib Aceh Ke Depan. Insya Allah jika Ulama dan Umara harmonis, maka Kejayaan Aceh dapat Kita Raih kembali, Untuk itu Nasehat dan Bimbingan dari Ulama dibutuhkan selalu oleh Pemerintah.
Terakhir Nova meminta agar Dinas Pendidikan Dayah Aceh terus bersinergi dengan HUDA dalam hal apapun, Nasehat dan Kritikan dari Ulama adalah Vitamin dan Penyemangat untuk Pemerintah Aceh. 

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Usamah El-Madny saat diminta tanggapannya mengenai Mubes HUDA yang ke-III ini mengatakan bahwa Dinas Pendidikan Dayah Aceh didirikan berkat dorongan dari Ulama-ulama Kharismatik Dayah, untuk itu Dinas Pendidikan Dayah sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang memperteguh eksistensi Ulama Dayah di Aceh.

Selain itu, pada kesempatan Mubes ini saya sangat berharap dapat dimanfaatkan  menjadi media silaturrahmi Para Ulama Aceh dalam rangka membicarakan hal-hal yang strategis menyangkut dengan isu-isu keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

Hadir dalam Mubes HUDA yang ke-3 diantaranya Tgk H Hasanoel Basri HG (Abu MUDI), Waled Nuruzzahri Samalanga, Tgk Baihaqi Yahya (Baba Panton), Tgk Muhammad Yusuf A Wahab (Tu Sop Djeunib), Tgk Tajuddin (Abi Lampisang), Lem Faisal Sibreh, Tgk Muhammad Amin Daud (Ayah Cot Trueng), Abiya Anwar Kuta Krueng, Waled Husaini (Wakil Bupati Aceh Besar), Plt Bupati Bener Meriah Abuya Syarkawi, Wali Nanggroe Aceh Tgk Malek Mahmud Al-Haytar, Asisten 2 Pemerintah Aceh dr Taqwallah, Rektor UIN Ar-Raniry  Prof Warul Walidin, Kapolresta Banda Aceh Kombes Trisno Rianto, dan ulama-ulama lainnya dan PW HUDA yang berasal dari 23 Kabupaten Kota Se-Aceh. (al-fadhal)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

November 22, 2018

Kodam Iskandar Muda Canangkan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/ WBBM


Banda Aceh, Media Advokasi – Kodam Iskandar Muda menyelenggarakan pencanangan pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM) di lingkungan Kodam Iskandar Muda. Acara tersebut berlangsung di Ruang yudha Kodam Iskandar Muda, Banda Aceh, Rabu (21/11/18). Pencanangan tersebut diawali dengan penandatangan pacta integritas oleh Kepala Staf Kodam Iskandar Muda (Kasdam IM), Brigadir Jenderal TNI Achmad Daniel Chardin, S.E. bersama Kepala Satuan Kerja (Kasatker) jajaran Kodam Iskandar Muda yang terkait.

Kasatker yang terkait diantaranya, Danrindam Kolonel Inf Niko Fahrizal, Kabekangdam Kolonel Cba Rommy Tuwaidan, Kapaldam Kolonel Cpl Anwar Zaelani, S.E., Kahubdam Kolonel Chb Moch. Arfah Ashari, S.Sos., Kazidam Kolonel Czi Herfin Kartika Aji, S.I.P., Kakesdam Kolonel Ckm dr. Tjatur Winarsanto, Sp.PD. dan Karumkit Tk II Kesdam IM Kolonel Ckm dr. Puguh Santoso, Sp. KK.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Kapoksahli Pangdam Iskandar Muda, Irdam (diwakili), Asrendam Iskandar Muda, para Kabalakdam Iskandar Muda, Kepala Bapedda Aceh, Kepala KPKNL, Kepala KPPN Banda Aceh dan Kepala BPJS Banda Aceh serta tamu undangan.



Kasdam Iskandar Muda mengatakan, pencanangan pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM) di lingkungan Kodam Iskandar Muda, merupakan langkah nyata komitmen seluruh aparatur militer dan sipil di Kodam Iskandar Muda dalam mengimplementasikan reformasi birokrasi, guna mendukung program pemerintah dalam mewujudkan peningkatan kapasitas dan akuntabilitas organisasi, pemerintah yang bersih dan bebas KKN, serta peningkatan pelayanan publik.

“Reformasi birokrasi pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan (business prosess) dan sumber daya manusia aparatur,” kata Kasdam.

Berbagai permasalahan / hambatan yang mengakibatkan sistem penyelenggaraan pemerintahan tidak berjalan atau diperkirakan tidak akan berjalan dengan baik harus ditata ulang atau diperbaharui. Reformasi birokrasi dilaksanakan dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Dengan kata lain, reformasi birokrasi adalah langkah strategis untuk membangun aparatur negara agar lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam mengemban tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional.


Selain itu, dengan sangat pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi informasi dan komunikasi serta perubahan lingkungan strategis menuntut birokrasi pemerintahan untuk direformasi dan disesuaikan dengan dinamika tuntutan masyarakat. Harus segera diambil langkah-langkah yang bersifat mendasar, komprehensif, dan sistematik, sehingga tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan efektif dan efisien.

Kasdam Iskandar Muda berharap kegiatan tersebut bukan hanya kegiatan seremonial saja, tetapi terus dilanjutkan dengan pembangunan program - program reformasi Birokrasi dengan prioritas pembangunan enam komponen pengungkit secara bertahap dan berkesinambungan dalam disetiap pelaksanaan tugas Kodam Iskandar Muda, meliputi pembangunan komponen manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Untuk itu, Satker di lingkungan Kodam Iskandar Muda segera melakukan aksi nyata dalam pembangunan zona integritas di masing-masing Satker, sehingga dapat menjadi pilot project di seluruh Satker TNI AD dengan meraih predikat sebagai wilayah bebas korupsi (WBK) dan lebih ditingkatkan lagi menjadi wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM). Sehingga benar - benar dapat mewujudkan aparatur TNI Angkatan Darat yang bersih dan bebas dari KKN serta kualitas pelayanan publik kepada masyarakat yang tinggi sebagai bagian dari pertanggung jawaban tugas kita kepada bangsa dan negara,” pesan Kasdam Iskandar. (Ba)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

November 20, 2018

Kasdam Lepas Kontingen Yongmoodo Kodam IM


Banda Aceh, Media Advokasi - Kepala Staf Kodam Iskandar Muda (Kasdam IM) Brigjen TNI A. Daniel Chardin S.E melepas Kontingen Yongmoodo Kodam Iskandar Muda dalam rangka kejuaraan Yoongmoodo piala Kasad Cup VIII tahun 2018 bertempat di lapangan upacara Makodam IM. Senin (19/11).

Kontingen Yongmoodo Kodam IM ini diikuti 25 Atlit terdiri dari Prajurit dan KOWAD dibawah pimpinan Komandan Kontingen Letnan Kolonel Inf Hasandi Lubis, S.I.P. yang sehari-hari menjabat sebagai Dandim 0101/BS.

Para atlit kebanggaan Kodam IM ini akan berlaga pada kejuaraan Yoongmoodo piala Kasad Cup VIII tahun 2018 yang akan digelar di Denpasar Bali, pada tanggal 24 sampai 30 November 2018 mendatang.
Dalam amanatnya Kasdam mengatakan Kontingen Yongmoodo Kodam Iskandar Muda harus selalu siap tampil maksimal mengeluarkan kemampuan terbaik, untuk meraih prestasi yang setinggi-tingginya untuk membanggakan Kodam Iskandar Muda.

Lanjut Kasdam, manfaatkan event ini dengan sebaik-baiknya, artinya berjanjilah pada diri kita sendiri untuk melakukan tugas ini. Selalu optimis (percaya diri) dan bersikap profesional disiplin, militan dan rendah hati.

“Laksanakan lomba kejurnas yong moodo Kasad Cup ke-VIII ini dengan penuh kesungguhan, percaya diri, bertanggung jawab, dan bulatkan tekad kalian untuk mendapat prestasi terbaik”. Ungkap Brigjen TNI A. Daniel Chardin S.E.
“Dalam bertanding jangan berpikir menang ataupun kalah, tetapi tetap fokus dalam pertandingan, sehingga dapat mengeluarkan seluruh kemampuan yang terbaik saat bertanding”.  Sambung Kasdam IM.

Acara diakhiri dengan Peusijuk dilanjutkan pemberian ucapan selamat bertanding oleh Kasdam IM Brigjen TNI A. Daniel Chardin S.E diikuti oleh Danrindam IM, para Pa Ahli Pangdam IM, para Asisten dan Kabalak Kodam IM, Danpomdam IM, serta Dansat jajaran Kodam IM. (Mahendra)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp






Dukung Kami di Youtube

LAPOR PAK

LAPOR PAK
Buat Laporan Anda disini, pasang Aplikasi Kami.

Media Advokasi Edisi Cetak