Web Analytics

Showing posts with label Inggris. Show all posts
Showing posts with label Inggris. Show all posts

July 25, 2019

Gubernur Jabar Pasarkan Teh Jawa Barat di Inggris

Inggris,MA– Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunjungi kantor salah satu produsen teh Inggris, Finlays, dalam kunjungan kerjanya di Inggris. Selain melihat teh hasil produksi Finlays, Emil -demikian Ridwan Kamil disapa—memperlihatkan teh Jawa Barat.(24/7)

"Saya datang ke sini (kantor Finlays) jadi marketing, mencoba jualan teh produk Jabar," katanya.

Dalam kunjungannya, Emil membawa berbagai produk teh PTPN VIII, salah satunya white tea termahal di dunia yang berharga 60 USD per kilogram. Namun, dia mengatakan bahwa teh Jawa Barat belum bisa memikat masyarakat Eropa, khususnya Inggris.

"Ternyata kenapa, karena katanya teh dari kita itu tidak pas saat dicampur susu. Habit mereka di sini kan, kalau minum teh pakai susu," ucapnya.

Situasi tersebut, kata Emil, menjadi pekerjaan rumah bagi produsen teh Indonesia, khususnya Jawa Barat, agar bisa memasok kebutuhan teh Benua Biru, termasuk Inggris.

Setelah mengunjungi kantor Finlays, Emil melakukan pertemuan dengan 12 pengusahan yang tergabung dalam UK Asean Bussines Council. Dalam pertemuan itu, Emil menjelaskan potensi investasi di Jawa Barat.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia sedang tumbuh, khususnya Jabar pertumbuhannya tahun kemarin 5,6 persen lebih tinggi dari rata-rata nasional," katanya.

Emil juga memaparkan berbagai pembangunan infrastruktur yang tengah dibangun di Jawa Barat, seperti Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung. "Kita juga tengah mengembangkan kawasan segitiga Rebana yang akan menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK), yaitu Cirebon-Pelabuhan Patimban-Kertajati," ucapnya.(yon/humpro)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

July 23, 2019

Pemkot Bogor-Inggris Kerjasama Investasi Rp. 630 M Pengolahan Sampah Plastik Jadi Biodiesel

Inggris,MA-Wali Kota Bogor, Bima Arya dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dengan CEO Plastic Energy Inggris, Carlos Monreal telah menyepakati pembangunan pengolahan sampah plastik menjadi biodiesel di Bogor pada awal tahun 2020 dengan nilai investasi sebesar 45 juta dollar Amerika atau Rp. 630 Miliar diatas lahan 10 hektar di kawasan TPA Galuga.

Nantinya, sebanyak 100 ton plastik akan dipilah dari 1.000 ton sampah per hari di Galuga tanpa adanya biaya timbang sampah atau tipping fee bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

"Pembangunan ini akan sangat membantu program pelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, serta diharapkan dapat membantu menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga lokal di sekitar TPA Galuga," kata Wali Kota Bogor, Bima Arya, Selasa (22/07/2019).

Program ini merupakan yang pertama di Asia Tenggara yang telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo menurut Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Pemkot Bogor berkewajiban untuk menyiapkan segala perizinannya, termasuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai upaya pemilahan sampah rumah tangga.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut Gubernur Jawa Barat meminta agar Wali Kota Bogor Bima Arya berkoordinasi dengan Bupati Bogor Ade Munawaroh untuk persiapan dan pelaksanaan pembangunan pengolahan sampah plastik menjadi biodiesel. (yon/humpro)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Gubernur Ridwan Kamil Resmikan Sudut Budaya Sunda di Inggris

Inggris, MA– Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan Sudut Sunda di South Hill Park, Bracknell, dalam kunjungan kerjanya ke Inggris, Minggu (21/07/2019). Emil –demikian Ridwan Kamil disapa pun menyerahkan sejumlah alat musik tradisional seperti satu set degung, satu set angklung, satu set tarawangsa, dan sejumlah pakaian Sunda.

“Satu alat angklung itu menghasilkan satu not, diarahkan oleh konduktor dan akan menjadi sebuah irama lagu, seperti bohemian raphsody,” kata Emil sembari mengenalkan angklung dan tokoh wayang golek, Cepot, kepada Wali Kota Bracknell Town serta CEO South Hill Park Arts Center, Craig Tiley.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Indonesia di London, A Aminudin Aziz, mengatakan bahwa keberadaan Sudut Sunda dapat memperkaya perkembangan Seni Budaya Indonesia di Inggris –yang biasa dikaitkan dengan seni budaya Jawa seperti Yogya, Solo, dan Bali.

“Padahal masyarakat Sunda adalah penduduk terbesar kedua di Indonesia,” kata Aminudin.

Seni budaya Sunda di Inggris sejatinya sudah digiatkan oleh seniman Sunda bernama Simon Cook. Simon Cook sendiri merupakan warga Bracknell yang juga alumni Darmasiswa Tahun 1989 di ASTI –kini bernama Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI).

Hal itu juga yang menjadi salah satu alasan Bracknell dipilih sebagai pusat pengembangan budaya Sunda di Inggris. Simon Cook pun menyatakan kesiapannya untuk mengembangkan budaya Sunda di Inggris. 

“Bracknell punya pusat kebudayaan yang cukup representatif untuk pengembangan seni budaya baru,” katanya.

Sementara itu, CEO South Hill Park Arts Center, Craig Tiley, menyatakan akan menjadikan gamelan degung sebagai program baru yang tetap.

South Hill Park Arts Center adalah pusat kebudayaan yang terletak di London, yang kerap menampilkan pertunjukan komedi terkemuka di dunia, pertunjukan balet nasional, drama internal hingga acara kesenian tahunan lainnya.

Turut hadir Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Kamil, Wali Kota Bogor Bima Arya, dan Kepala Dinas Pariswisata dan Kebudayaan Jawa Barat Dedi Taufik Kurohman, dalam peresmian Sudut Sunda di Inggris.(yon/humasjabar)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

July 04, 2019

Banyak Investor Lirik Perekonomian Jawa Barat

London, MA– Indonesia Infrastructure Investment Forum (IIIF) 2019 di London menjadi wadah Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat untuk memaparkan pertumbuhan perekonomian Jawa Barat sekaligus membuka peluang investasi dari luar negeri.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa yang juga ketua rombongan menyatakan bahwa banyak calon investor melirik perekonomian Jawa Barat karena mempunyai potensi besar, baik di bidang transportasi maupun non transportasi.

“Beberapa calon investor, yaitu Cross Rail International, mereka salah satu yang bisa mendatangkan atau mengkoordinasi potensial investor dan beberapa transportasi massa yang ada di London. Dan beberapa negara (monorail) adalah hasil dari mereka , mereka tertarik untuk melakukan kerja sama (dengan Pemdaprov Jawa Barat),” katanya, Rabu (03/07/2019).

“Yang kedua adalah dari One Work yang memang berpengalaman menangani integrasi pembangunan. Selama ini integrasinya cukup memberikan gambaran. Ini juga tadi pembahasannya cukup detil dan juga memberikan masukan kepada pembangunan di Jawa Barat,” lanjutnya.

Selain Cross Rail International dan One Work, investor dari Spanyol yang berkantor di London, Basque Trade, juga telah menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di Jawa Barat, khususnya di Aerocity dan Monorail.

Ketertarikan tiga investor tersebut bukan tanpa alasan. Pada kuartal pertama tahun 2019, misalnya, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat mencapai 5,5 persen. Persentase tersebut di atas rata-rata Pertumbuhan Ekonomi (PE) Nasional, yakni 5,18 persen.

Infrastruktur di Jawa Barat pun, dengan keberadaan 5 Bandar Udara dan 9 Pelabuhan, mendukung roda investasi untuk terus berputar. Tidak mengherankan apabila Jawa Barat menyumbang kontribusi ekspor tertinggi nasional dengan realisasi investasi 16,2 persen dan kontribusi sektor manufaktur 24,4 persen.

Skema kerja sama pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang memungkinkan pihak swasta berkolaborasi langsung dengan Pemerintah Daerah dalam mengerjakan suatu proyek semakin memikat calon investor untuk berinvestasi di Jawa Barat.

“Gambaran Indonesia, khususnya Jawa Barat perkembangan ekonominya luar biasa. Saat saya berbicara dengan beberapa investor, mereka baru mengetahui bahwa Indonesia umumnya dan juga Jawa Barat menggambarkan suatu fenomena ekonomi yang luar biasa,” kata Iwa.

“Pesan pertama kepada investor-investor yang ada adalah tentang kemajuan yang merupakan market potensial investasi. Data-data sudah saya sampaikan dan mereka kagum, sehingga kita mendapat atensi dari para investor untuk melakukan kerja sama lebih lanjut,” lanjutnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Doni Joewono mengatakan, selain kondisi perekonomian yang baik, kemudahan-kemudahan yang diberikan Pemdaprov Jawa Barat kepada investor membuat daya tarik Jawa Barat kian besar.

“Kemudahan-kemudahan, izin-izin juga mudah. Tadi juga kita melihat tim yang dipimpin oleh Pak Sekda telah mepresentasikan project-project yang clean and clear, sehingga terlihat pada investor yang hadir, banyak kemungkinan project-project yang bisa diterapkan di Indonesia, khususnya Jawa Barat,” katanya.

Dengan sistem Online Single Service, Pemdaprov Jawa Barat juga memberikan keringanan tarif import. Belum lagi skema tax holiday yang memberikan pengurangan pajak pendapatan. Dengan begitu, satu per satu investor mulai melirik perekonomian Jawa Barat.

“Jadi ini lah (contoh) salah satu kerja nyata. Diharapkan bisa berjalan dengan baik dan berharap para investor datang. Tidak hanya konsumsi tumbuh, tetapi juga investasi datang,” kata Doni.(yon/Jabarprov)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Dukung Kami di Youtube

LAPOR PAK

LAPOR PAK
Buat Laporan Anda disini, pasang Aplikasi Kami.

Media Advokasi Edisi Cetak