Web Analytics
Showing posts with label Jawa Barat. Show all posts
Showing posts with label Jawa Barat. Show all posts

September 17, 2020

Jawa Barat Lahirkan Generasi Responssif Kebencanaan

Bandung, MA-- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil didampingi Pendiri Jabar Bergerak Atalia Praratya Ridwan Kamil memberikan arahan pada web seminar (webinar) Jabar Bergerak “Budaya Tanggap Bencana dan Penanganan Bencana di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru" secara virtual dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (16/9/20).

Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil-- mengatakan, cara Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar merespons bencana akibat takdir alam dan bencana akibat ulah manusia terangkum dalam cetak biru Jabar sebagai provinsi berbudaya tangguh bencana (resilience culture province).

"Pada dasarnya, kita jangan hanya berpikir mitigasi, tapi (juga) menghasilkan pandangan-pandangan untuk mengubah pola pikir yang bisa dijadikan warisan. Seperti pada cetak biru Budaya Tangguh Bencana Jabar yang telah saya lahirkan," kata Kang Emil.

Adapun di Jabar sendiri, Kang Emil menjelaskan bahwa setiap tahunnya terdapat sekitar 2.000 kejadian bencana alam yang mayoritas berasal dari air. Rinciannya, bencana yang sering terjadi di Jabar bagian tengah ke utara adalah banjir, sementara Jabar bagian tengah ke selatan adalah longsor.

Dua jenis bencana itu pun umumnya terjadi karena penyimpangan keseimbangan alam akibat ulah manusia. Penduduk di Jabar yang berjumlah hampir 50 juta jiwa pun bisa menjadi potensi penyimpangan alam tersebut.

Untuk itu, melalui cetak biru Budaya Tangguh Bencana Jabar, Kang Emil berharap agar seluruh warga Jabar, baik anak-anak maupun orang tua, paham dalam merespons bencana. Dengan begitu, akan lahir budaya tangguh bencana yang bisa diwariskan dari generasi ke generasi.

"Jadi, kalau fondasi cetak biru budaya tangguh bencana bisa kita lahirkan, maka generasi berikutnya akan sangat tangguh," ujar Kang Emil.

Kepada para peserta webinar, ia pun berharap agar mereka juga mampu menghasilkan kesimpulan filosofis maupun teknis sebagai solusi dalam merespons kebencanaan di Jabar.(yon)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 15, 2020

Bangunan Shelter Masjid Besar Asy Syuhada Cikampek Sudah Selesai 95 Persen

Karawang, MA-Halte bus karyawan kini hadir di jalan Ir H Djuanda Cikampek Karawang. Keberadaannya dirancang untuk melindungi penumpang dari terik matahari, hujan deras, dan menjadi pusat pemberhentian kendaraan umum bagi masyarakat khususnya karyawan dalam rangka mengantisipasi kemacetan lalu lintas.

"Saya harap kita bisa punya lebih banyak tempat seperti ini sehingga kita sebagai pemerintahan daerah Karawang bisa melayani masyarakat dengan nyaman aman juga keberadaan shelter ini bisa mengurangi kemacetan dimana semua penumpang terpusat ditempat tersebut, " Kata H. Hermanto kasi pemaduan moda dan tekhnologi perhubungan Dishub Karawang kepada Media Advokasi (15/9)

Biaya pembangunan halte tersebut diperkirakan Rp.100 jutaan yang kini bangunan shelter Masjid Besar Masjid Asy Syuhada Cikampek sudah selesai 95 persen.(yon)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 12, 2020

Kepsek SMAN 1 Cikampek Siap Hak Klarifikasi Atas Pemberitaan Sepihak

Karawang, MA-Banyaknya pemberitaan dan informasi yang beredar di media sosial mengenai sumbangan SMAN 1 Cikampek Kab. karawang yang sepihak, membuat Kepala SMAN 1 Cikampek jengah. Pasalnya, pemberitaan dan informasi yang disajikan cenderung mendeskreditkan lembaga dan membentuk opini yang menyesatkan.

Agus Setiawan Kepala SMAN 1 Cikampek, siap untuk klarifikasi bagi media penyebar berita yang tidak seimbang dan sepihak.

"Kita siapkan hak klarifikasi berita atas informasi yang disebarkan melalui media sosial sama sekali tidak seperti fakta yang ada," kata Agus.

Agus mencontohkan, ada berita yang menggiring opini seakan-akan  pihak sekolah tekena OTT dan pungutan liar Padahal, menurut Agus kedatangan Tim saber pungli sebatas mengadakan klarifikasi atas adanya dugaan pungli tidak ada OTT,

"Itu ada motif pribadi, ada orang mengaku sebagai orang tua siswa dan merasa keberatan membayar sumbangan. Padahal, bagi orang tua murid yang merasa keberatan dengan sumbangan tersebut tinggal datang kesekolah pasti dibebaskan dari sumbangan tersebut" kata Agus, Sabtu (12/9)

Bagi Agus, urusan sumbangan sudah memenuhi prosedur melalui rapat komite sekolah dengan orang tua dalam situasi yang demokratis sebagaimana diatur melalui peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan. Sipatnya sumbangan yang nominalnya bervariasi jadi bukan dipukul rata ataupun paksaan seperti yang selama ini disuarakan para pihak.pungkasnya (yon)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 11, 2020

Kades Cikampek Timur Survey Jaling Japek

Karawang, MA-Pada awal pelaksanaan proyek, pengukuran awal yang baik termasuk survey lokasi dan pematokan awal menentukan kelancaran pelaksanaan pekerjaan berikutnya. Kades Cikampek Timur Kamaludin MS langsung terjun lokasi di RT /RW 04/10 dan RT/RW 02/05.jumat (11/09/2020).

Turut hadir dalam survey Rt /Rw setempat dan pendamping kecamatan .
rencana yang akan dibangun japak jalan lingkungan tersebut Panjang  500 m Lebar 1,2 m Tebal 10 cm.

Hal-hal yang sebaiknya diperhatikan dalam pengukuran awal, survey lokasi dan pematokan awal antara lain diuraikan secara singkat pada bagian ini.
Pemeriksaan dan pematokan batas lahan
Hal yang paling mendasar adalah memastikan bahwa lahan yang dilaksanakan adalah sesuai dengan lokasi yang disebutkan dalam RAB yang akan diajukan . karena harus mengacu pada batas-batas lahan yang benar.tandasnya .(yon)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Eva Nur Fadilah SH ; Kasus Penganiyaan Dedi Sutisna Alias Dobol Dalam Tahap Penyidikan

Karawang, MA-Hasil perkembangan kasus penganiayaan terhadap korban Dedi Sutisna alias dobol menurut penasehat hukumnya Eva Nur Fadilah.SH mengungkapkan bahwa kasus saat ini masih dalam penyidikan pihak Polres Karawang. "Dalam tahap Sekarang sedang tahap penyidikan,"  Ungkap Eva saat di konfirmasi Media Advokasi. Jumat (11/9). Lalu  Eva sampaikan bahwa kasus ini sudah dilakukan penetapan tersangka oleh pihak Polres Karawang. "Sudah dilakukan penetapan tersangka terhadap pelaku, tapi kami masih menunggu info selanjutnya karena belum ada kejelasan berkaitan penangkapan bagi tersangka," Jelasnya. Namun ditambahkan Eva bahwa sampai saat ini pihak  Korban Dedi Sutisna alias Dobol tidak pernah menerima SP2HP dari Polres Karawang. Pungkas Eva. (Red)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 07, 2020

Belajar Syatem Online Jadi Polemik

Karawang, MA-Polemik pembelajaran jarak jauh (PJJ) terus bergulir(7/9).SMPN 1Cikampek mengundang rapat orang tua murid untuk menyatukan satu suara setuju atau menolak belajar tatap muka. menurut Susi (40) orang tua murid kelas 7,setuju kembali belajar tatap muka, dengan sekolah jarak jauh itu menurutnya banyak pelajaran yang tidak bisa dikuasai anaknya. Hal senada juga diungkapkan Rukmini (42) orang tua murid sama dengan yang dirasakan para orang tua murid lainnya .Banyak anak murid mengeluh dalam pemahaman materi pelajarannya. sementara Toib Spd MM selaku Kepala Sekolah SMPN 1 Cikampek menyerahkan persoalan belajar tatap muka kepada orang tua murid bahkan membuat surat pernyataan bermetrai demi legalitas.Setelah dibuat surat pernyataan barulah pihak sekolah menyimpulkan dibukanya sekolah tatap muka atau tidak.Walau banyak yang mendukung belajar tatap muka tetap mengacu pada kondisi daerah setempat berdasarkan ketetapa Gugus tugas diizinkan atau tidak karena Covid-19 sampai saat ini belum ada tanda- tanda virusnya turun. Keinginan belajar tatap muka ini dikarenakan orang tua murid banyak yang tidak memahami materi pelajaran, hasil rapat disekolah akhirnya banyak orang tua murid menyetujui belajar tatap muka pungkasnya.(Fauzi)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Sosok Ketua BPD Cikampek Timur Endang Sunanto

Nama Lengkap
Endang Sunanto Yusup
Alias
No Alias
Agama
Islam
Tempat Lahir
Subang
Tanggal Lahir
Sabtu, 25 Oktober 1952
Zodiak
Scorpion
Warga Negara
Indonesia
Relation
-
Biografi
Endang Sunanto Yusup merupakan Ketua BPD Desa Cikampek Timur Kecamatan Cikampek Kabupaten Karawang Jawa Barat yang bekerja sebagai BPD sejak tahun 2018 Ia merupakan sosoknya dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan bersahaja. Ia tetap berusaha untuk hidup merakyat dan tidak berlebihan. Bahkan, ia menilai bahwa menjadi seorang Ketua BPD merupakan hal yang biasa dan tidak perlu diistimewakan.

Kesederhanaannya dibuktikan dengan cara bepergian dan bekerja menggunakan kendaraan roda dua miliknya. Menurutnya, hal ini akan menghemat biaya dan waktu. Apalagi, ia bisa terhindar dari macetnya jalanan.

Berbicara masalah honor dari seorang anggota BPD, ia menilai bahwa honor yang didapatkan oleh anggota BPD relatif cukup. Sebagai ketua BPD, selalu mengamanahkan dan mengingatkan kepada para anggota BPD  Dalam menyampaikan idenya ini, ia lebih menggunakan dialog persuasif agar tidak menyinggung perasaan rekannya.

Endang Sunanto selalu berusaha untuk tetap menjaga kegiatan kemasyarakatan dan sosial baik dalam melakukan tugas dan pekerjaannya sebagai ketua BPD, Karena kekuatan patriotisme, ia berusaha menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia dan menyebarkannya kepada orang lain dengan tujuan agar pengabdian itu punya manfaat pada orang lain dan jaga toleransi antar sesama yang ber Bhineka Tunggal Ika.  Oleh karena itu, sosoknya yang hangat, sederhana dan bijaksana membuatnya dikagumi masyarakat sebagai seorang tokoh masyarakat

Pendidikan
SDN 3 Cikampek (1965)
SMP PGRI Subang (1968)
SMA Jakarta (1971)
S-1 Fakultas Hukum Atmajajaya(1979)

Karir
Koperasi Asuransi Indonesia (1980 - 1991)
Asisten Lowyer  di Jakarta (1997 - 1998)
Anggota PAN Karawang (1999 - 2009)
Ketua BPD Desa Cikampek Timur(2018 - 2024). (yon)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 06, 2020

Sahabat Jimmi Beberesih Pasar Cikampek

Karawang, MA-Lebih dari ratusan orang sahabat Jimmi pendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamaksyari dan Yusni ikut dalam kerja bakti membersihkan Pasar Cikampek Minggu (6/9). Pembersihan ini dilakukan sebagai kepedulian daripada para pendukung dan simpatisan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang Jimmi-Yusni.

Ketua Sahabat Jimmi-Yusni Endang Mulyadi mengatakan, pembersihan atau kerja bakti dilakukan satu hari. Banyak pihak yang dilibatkan dalam kegiatan ini. Mulai dari simpatisan dan pendukung  serta ormas juga relawan yang lain yang ada di Cikampek.pungkasnya.(yon)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 05, 2020

Sanksi Pelanggaran Pilkada Selalu Tumpul

Karawang, MA- Adanya peraturan yang dilanggar oleh pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pilkada Karawang, Cellica Nurachadiana dan Aef Saefulah terkait arak-arakan saat pendaftaran di KPU, agar Kemendagri tidak terkesan diam, pelanggaran yg lebih dari itu juga selama ini tidak pernah ada sanksi tegas.kata H Deden Darmansah Mantan Anggota DPRD Jabar dari PDIP. Menurutnya Karawang ini tidak pernah ada Penyelenggara Pemilu/Pilkada ataupun Calon dalam Pileg maupun Pilkada yg didiskualifikasi karena melanggar tindak pidana Pemilu maupun Pilkada, semuanya berakhir dengan istilah 86 padahal sekalipun bukti permulaan sudah cukup dari mulai kesaksian maupun alat bukti lainnya, Panwas maupun Gakumdu terkesan lumpuh seperti manusia lunglai, kalau saya jadi Bu Cellica, saya akan happy-happy saja karena semakin ditekan maka Bu Cellica akan semakin melambung.Terakhir di Pemilu 2019, money politik yang terjadi terhadap Penyelenggara Pemilu tidak ada ujungnya, paling banter sanksi moral, Karawaaaaang... Karawaaaaang... tak pernah konsisten-konsisten.pungkasnya.(yon)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 04, 2020

Korban Penganiayaan Berharap Kepastian Hukum

Karawang, MA-Dedi Sutisna alias Dobol korban penganiayaan,yang beralamat di Dusun Sukajadi RT/RW 2/21,Kedung Gede, Kuningan yang kini berdomisili tempat tinggal di Cikampek berharap kepada pihak Kepolisian untuk menindaklanjuti laporannya. Nomor :STTLP/389/IV/2020/Jabar/RES KRW.

” Saya berharap terkait kasus penganiayaan ini bisa ada kelanjutannya dimana pihak pelaku masih juga ada berkeliaran” Jelas Dedi kepada MediaAdvokasi.(4/9).

Dedi Sutisna alias Dobol korban penganiayaan mendesak kepolisian Polres Karawang, agar pelaku segera diamankan.

” Saya selaku korban meminta polisi, agar pelaku yang dikenali itu segera diamankan agar persoalan hukum ini benar-benar tegak dinegara kita ini.”pungkasnya.(red)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 03, 2020

Jam Besuk Rumah Sakit Sementara Ditiadakan

Karawang,MA-Rumah Sakit Saraswati Sentul Cikampek Karawang menghentikan  sementara aktifitas kunjungan terhadap pasien (jam besuk). Hanya satu orang yang diperbolehkan menunggu pasien yang sedang dirawat, dengan catatan memiliki kartu penunggu pasien. Dihentikannya jam besuk rumah sakit regional untuk sementara waktu sebagai pencegahan penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19).

"Iya pasien di ruang inap tidak dibesuk sementara waktu. Tujuannya untuk meminimalisir penyebaran Covid-19, melindungi petugas kesehatan dan pasien," kata Petugas Rumah sakit kepada MediaAdvokasi. Com(3/9/2020).

Hasil pantauan Media Advokasi pihak RS Saraswati Cikampek mengaku agak kesulitan untuk mendeteksi orang yang berkunjung ke area rumah sakit, sehingga opsi penghentian sementara jam besuk akhirnya dipilih untuk meminimalisir penyebaran virus corona.

"Untuk pasien dan pendamping pasien (dengan kartu pengunjung) boleh," sebut petugas.

Selain meniadakan jam kunjung pasien, RS Saraswati Sentul Cikampek juga mengatur jumlah maksimal penunggu pasien rawat inap yaitu hanya satu orang. "Penunggu pasien wajib mengenakan kartu penunggu pasien. Masyarakat diharapkan memahami kebijakan tersebut," katanya.

RS Sentul Cikampek juga melakukan skrining kepada karyawan, pasien dan pendamping pasien sebelum masuk ke area pelayanan Rumah Sakit. Pemeriksaan dilakukan di pintu masuk IGD, gerbang utama dan lobby.

"Mendeteksi suhu tubuh para pengunjung rumah sakit dan karyawan, melakukan skrining terkait virus covid-19," imbuhnya.

Dikatakannya, di rumah sakit juga diterapkan kewajiban melakukan cuci tangan yang benar dan menggunakan handsanitizer. "Tujuannya meminimalisir penyebaran covid-19 dan proteksi diri bagi petugas kesehatan di RS," tandasnya.(Fauzi)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Petani Padi Keluhkan Hama Burung

Karawang, MA-Musim tanam padi di awal kemarau membuat H Imron Rosadi Ketua Gapoktan Sri Tani Desa Kalijati Kecamatan Jatisari Karawang, was-was. Bukan lantaran debit air  yang menurun. Belakangan ini lahan sawah miliknya yang ada di Desa Kalijati, Kecamatan Jatisari, diserang hama burung yang memakan bulir padi yang masih muda.

Imron dan petani lainnya juga terancam mengalami kerugian. Sebab, benih padi yang dimakan burung, usianya masih muda. Yakni sekitar 60 hari dari awal menanam.

Menurut Imron, di musim kemarau kali ini padinya tidak mengalami susah air. Desa Kalijati aman lahan pertaniannya dari kekeringan. Pasalnya, air yang mengalir saluran irigasi PJT 19 Jatiluhur Cukup bisa memenuhi kebutuhan lahan sawah petani. “Untuk air alhamdulillah diwilayah Desa kami cukup, sehingga tanaman padi pertumbuhannya normal” katanya.(3/9)

Imron berharap tanaman padinya kali ini bisa menghasilkan panen yang memuaskan tidak seperti panen sebelumnya karena kurang menguntungkan karena faktor serangan hama lembing batu. Pungkasnya (yon)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Dishub Karawang Bangun Shelter Karyawan Pabrik di Cikampek

Karawang, MA-Dinas Perhubungan (Dishub) Karawang bangun shelter untuk para karyawan pabrik di Jalan Ir. H Djuanda Cikampek , Karawang, Jawa Barat. Lokasi yang berdekatan dengan Mapolsek Cikampek dan Masjid Raya Asy-Syuhada itu guna mengurai kemacetan di sekitar lokasi.

Selain itu, penyediaan shelter di lahan kosong itu agar para karyawan pabrik tidak memarkir kendaraannya secara sembarangan di pinggir jalan yang kerap menimbulkan kemacetan.

Kepala Dinas Perhubungan Karawang Arief Bijaksana melalui Kepala Seksi Bidang Pengembangan dan keselamatan pemaduan moda dan teknologi perhubungan H. Hermanto mengatakan, untuk halte (shelter) yang dibangun ini dilakukan uji coba. Pihaknya juga melakukan rekayasa lalu lintas di sekitaran Masjid Asyuhada di Jalan Ir H Djuanda Cikampek.

"Kita sedang tata sekitaran Mapolsek Cikampek dan Masjid Asy-Syuhada Cikampek ini tepatnya dijalan Ir H Djuanda dimana lokasi tersebut padat kendaraan , ada manajemen rekayasa lalu lintas dan untuk memasukkan para penumpang karyawan pabrik ke shelter atau halte tersebut, " katanya  (3/9/2020).

Dengan adanya shelter tersebut diharapkan tidak ada lagi para karyawan pabrik yang menunggu penumpang di pinggir trotoar Jalan Djuanda Kemudian, sambungnya, diharapkan tidak menimbulkan kemacetan di ruas jalan tersebut.

"Kurang lebih ribuan karyawan pabrik setiap harinya di wilayah Cikampek ini yang kerap menunggu penumpang sehingga timbulkan kemacetan. Semoga dengan adanya halte (shelter) ini akan mengurangi adanya kemacetan kendaraan di jalan Djuanda Cikampek, " Pungkasnya (yon)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 02, 2020

Pengurus Yayasan Asy-Syuhada Cikampek Apresiasi Langkah Polres Karawang

Karawang, MA-Wakil ketua Yayasan Asy-Syuhada H.Deden Darmansah mengapresiasi langkah cepat Polres Karawang dalam menyelidiki terkait laporan diduga tindak pidana secara bersama-sama dimuka umum melakukan, kekerasan terhadap orang atau barang (pasal 170 KUHPidana) di Sekretariat Asy-Syuhada dan Gedung Islamic Center Cikampek.
                             
Deden menilai berbagai langkah yang telah diambil Polres Karawang akan menjaga marwah institusi tersebut sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap Korps Bhayangkara. "Langkah penyelidikan terkait dugaan kasus pengrusakan kunci pintu sekretariat dan pintu gedung Islamic center Asy-Syuhada Cikampek merupakan langkah tepat," katanya, Rabu (3/9).
                             
Deden menjelaskan apa yang dilakukan para pelaku bagaimanapun juga harus diproses secara hukum. Apalagi ditubuh Polri sendiri saat ini terus melakukan berbagai upaya agar semakin profesional, modern, dan terpercaya (Promoter).
                                   
Langkah cepat yang dilakukan Kapolres melalui Reskrim, menunjukkan keseriusan dalam menegakkan hukum dalam menindaklanjuti adanya dugaan tindak pidana oleh yang bersangkutan.
                             
"Langkah ini akan menunjukkan kepada publik bahwa Polres Karawang betul-betul berkerja secara profesional untuk menegakkan hukum Ini artinya Polri tidak tebang pilih,jika bersalah ya disidik secara pidana," katanya.
                                                                 
Deden berharap kasus permasalahan hukum ini menjadi pelajaran berharga bagi para pelaku bahwa hukum harus ditegakkan dimuka bumi NKRI ini. Pungkasnya. (yon)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

August 31, 2020

Penyemprotan Disinfektan Rutinitas di Lakukan Polres Karawang

Karawang, MA-Polres Karawang Sudah menjadi rutinitas pagi hari secara bergantian melaksanakan korve atau bersih bersih serta Penyemprotan Disinfektan di lingkungan Mapolres Karawang. Senin (31/8)

Kegiatan tersebut dalam rangka menjaga menjaga kebersihan serta pencegahan penyebaran virus Corona Covid-19, menindak lanjuti intruksi Bapak Kapolri melalui Kapolres Karawang. bahwa Peranan Polri didalam mengantisipasi adanya  virus corona mengajak Warga Masyarakat untuk mengawali dengan melakukan korpe di lingkungan masing masing seperti Sentra Ekonomi Tempat Ibadah, tempat umum termasuk tempat Pelayanan Publik yang ada di Wilayah Hukum Polres Karawang

Masyarakat tidak perlu resah dengan virus Corona yang cukup membuat takut di seluruh Dunia seperti sekarang ini tetapi dan juga bukan berarti tidak menghiraukan himbauan mengenai antisipasi untuk menghindari visit Corona tersebut yaitu dengan memperhatikan kebersihan di lingkungan rumah dan sekitarnya ajak semua keluarga berawal dari Hidup Bersih dan Sehat, demikian ungkap. Panit Jatrantas Polres Karawang Aiptu. Tugiman.(Fauzi)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

August 29, 2020

Deklarasi Pasangan Pilkada Karawang Yesi Karya Lianti -Aldi Fairus Masih Rahasia

Purwakarta, MA-Yedi Karyadi tidak menjawab secara jelas saat di wawancarai wartawan terkait kapan deklarasi pasangan Balon Bupati-Wakil Bupati  pasangan Yesi Karyalianti dan Aldi Fairus, Yedi merupakan kaka dari balon Bupati Yesi mengatakan, selama ini pihaknya masih sedang mempersiapkan segala sesuatunya ada pun terkait dengan agenda deklarasi pihaknya tidak mau dipublikasikan dulu ke media.
" Waduh kang saya jangan di publikasikan dulu karena ini sedang mempersiapkan segala sesuatunya , kalau soal deklarasi saya tidak bisa jawab mungkin nanti dikabarin lagi, 'Saya belum ingin mengatakam apa-apa dulu dan jangan dipublikasikan hampura kang nya,"  pungkas Yedi saat usai melakukan pertemuan dengan beberapa para tokoh politik Karawang di Purwakarta. (Yon)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Visi Misi Jenal Abidin Bakal Calon Kades Mekarsari

Karawang, MA-Jenal Abidin Bakal Calon Kepala Desa (Pilkades) Mekarsari Kecamatan Jatisari, yang akan dilaksanakan secara serentak tahun 2021 terus melakukan sosialisasi pada masyarakat terkait visi misi.

Berikut Visi-Misi Jenal Abidin Bakal Calon Kepala Desa Mekarsari Kecamatan Jatisari hasil wawancara Media advokasi. Com disela sela acara pengajian rutin yang diadakannya seminggu sekali yang wajib masyarakat Desa Mekarsari ketahui.

Visi “Terwujudnya Kehidupan masyarakat yang sejahtera dan harmonis berlandaskan agama”

Misi :

(1). Meningkatkan fasilitas kesejahteraan umum.

(2). Meningkatkan profesionalitas pelayanan publik.

(3). Mengembangkan potensi ekonomi desa dengan membangun jaringan usaha berkelanjutan.

(4). Menguatkan peran lembaga keluarga dalam pembinaan dan pengendalian social.

(5). Meningkatkan kualitas generasi muda yang berdaya saing tinggi dalam persaingan global. (yon)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

August 28, 2020

Sempat Jadi Sorotan Sekda TPS Sampah Pasar Pemda 1 Cikampek Kini Bersih

Karawang, MA- Tumpukan sampah yang menumpuk di TPS Pasar Pemda Cikampek satu Karawang telah diangkut kini tampak sudah bersih. Padahal, sehari sebelumnya menjadi sorotan Sekda Karawang ketika melakukan sidak (27/8), TPS masih menumpuk berserakan.
Pantauan Mediaadvokasi. Com, Jumat (28/8) pukul 13.00 WIB, tidak terlihat tumpukan sampah  di TPS tersebut. Padahal, sehari sebelumnya TPS pasar pemda Cikampek satu dipenuhi tumpukan sampah.

"Alhamdulillah dengan satu hari ini tumpukan sampah kini sudah terangkut semua ," kata Ade Sutardi. SE. Kepala Seksi Pelayanan Kebersihan DLH Karawang kepada Mediaadvokasi,Jumat (28/8/2020).

Ade mengatakan petugas kebersihan dengan sigap mengangkut sampah pasar Pemda Cikampek satu. Dan sangat disayangkan dengan tidak adanya kesadaran warga sekitar untuk menjaga kebersihan lingkungan. Padahal, terdapat sejumlah papan peringatan larangan membuang sampah sembarangan di sekitar lokasi.

"Sebenarnya pemerintah itu, sudah menyediakan tempat sampah serta sarana prasarana kendaraan serta pegawai kebersihan," Ungkapnya

Sebelumnya diberitakan, tumpukan sampah di TPS Pasar pemda Cikampek satu. Selain plastik-plastik sampah, ada kardus-kardus bekas telur yang dibuang. Dan kini tumpukan sampah sudah bersih.  Sementara Kepala UPTD Pasar Wilayah II Cikampek Hasan Maupun. SE menghimbau kepada warga sekitar pasar  agar tidak sembarangan membuang sampah apalagi membuang ke TPS yang ada dalam pasar Pemda Cikampek satu. Dan salah satu hal menumpuknya sampah di TPS pasar itu disebabkan warga sekitar suka membuang sampah hingga terjadilah penumpukan sampah. Pungkasnya (yon)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Sekda Kecewa Soal Tumpukan Sampah Pasar, DLH Karawang Baru Aksi Angkut Sampah

Karawang, MA-Petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karawang, mengangkut sampah di area lokasi Pasar Pemda 1 Cikampek, Kecamatan Cikampek,  Jumat (28/8/2020).

Pengangkutan sampah setelah adanya Sidak Sekda Karawang Acep Jamhuri , Kamis (27/8) kemarin

Sampah busuk tersebut menumpuk berserakan di tempat parkir dan tepi jalan.       Petugas Pengawas UPTD Kebersihan DLH Karawang Agus mengatakan petugas kebersihan mulai membersihkan area TPS pasar Pemda 1 Cikampek, namun jumlah sampah banyak, membuat petugas kewalahan. "Kami sudah beberapa hari terakhir mengangkut sampah. Berupaya agar sampah jangan menumpuk," Kata Agus. Sampah menumpuk merupakan milik pedagang dan warga sekitar pasar Pemda 1 Cikampek. Agus berharap para pedagang tetap sabar menunggu petugas kebersihan membereskan sampah tersebut. Pasalnya, jumlah petugas tidak sebanding dengan volume sampah. "Sabar, semoga untuk beberapa hari ini kami bisa  angkut semua sampah, " Jelasnya, ditambahkan Agus bahwa pada kesempatan ini juga pihaknya mendapatkan bantuan partisipasi dari bank sampah Latanza Cikampek untuk ikut membersihkan sampah pasar tersebut. (Fauzi)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Warga Kampung Baru Kuta negara Tuntut Janji Manajemen Kawasan Surya Cipta

Karawang, MA- Sedikitnya 60 Kepala Keluarga warga Kampung Baru Desa Kutanegara  Kecamatan  Ciampel Kabupaten Karawang  menuntut janji dari pihak Management Kawasan industri Surya Cipta untuk menyelesaikan persoalan legelitas tanah yang mereka tempati saat ini.

Pasalnya, sejak tahun 2011 hingga saat ini warga kampung baru Desa Kutanegara belum mendapatkan surat kepemilikan tanah (sertifikat).

Kepala Desa Kutanegara  Adon zahilin mengatakan, ia telah melayangkan surat kepada pihak kawasan Surya Cipta beberapa Minggu yang lalu unruk segera diselesaikan legalitas tanah warganya.

"Sampai saat ini, kami masih menunggu jawaban dari pihak kawasan," tegasnya saat ditemui di rumahnya, Jumat (28/8/2020).

Ia menjelaskan,sekitar 60 KK yang menempati tanah kampung baru merupakan  relokasi dari kampung Ragog tahun 2011.

Menurutnya, selama ini perlakuan pihak Management Surya Cipta yang  banyak merugikan Pemerintahan Desa dan  juga warganya.

"Surat yang pernah diterima oleh 15 warga masih berbentuk Akte Jual Beli(AJB) ditarik kembali oleh pihak Kawasan untuk di jadikan Sertifikat. Hingga saat ini belum juga ada gantinya," terangnya.

Terkait ketenagakerjaan , Adon menjelaskan, mereka (Waga Kutanegara)saat ini  merasa terjajah atas perlakuan pihak management  Surya Cipta yang konsisten terhadap aturan nya tetap melakukan tes ketika dibuka lowongan kerja. Sehingga warga nya banyak yang tidak diterima bekerja di wilayah kawasan tersebut.

"Padahal tanah yang di gunakan oleh kawasan Surya cipta seluas 300  hektar adalah milik Pemerintah Desa Kutanegara ," kata Adon Geram.

Yang lebih parah sambung Adon, tanah seluas 300 hektar tersebut Pemerintah Desa hanya mendapatkan kontribusi sebagai APB Des sebesar 80 juta pertahun. "ini tidak logis menurut hitungan saya," jelasnya

Ia membandingkan saat tanah tersebut masih difungsikan sebagai lahan sawah,ketika waktu panen, para petani bisa membayar sewa tanah sebagai Pendapatan Asli Desa ((PADes) sebanyak 2 kwintal perhektar setiap kali panen.

"Kontribusi yang diberikan oleh pihak kawasan Surya Cipta tidak sebanding bila  lahan itu di gunakan sebagai lahan pertanian," jelas nya. (Ded/Nan)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Dukung Kami di Youtube

LAPOR PAK

LAPOR PAK
Buat Laporan Anda disini, pasang Aplikasi Kami.

Media Advokasi Edisi Cetak