Web Analytics
Showing posts with label Medan. Show all posts
Showing posts with label Medan. Show all posts

April 24, 2019

Tokoh Muda Aceh, Rahmat Asri Sufa Akhirnya Wisuda Strata 2



Medan, MA - Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU) akhirnya mengadakan wisuda ke 70 yang diikuti oleh mahasiswa program doktor, magister, sarjana dan diploma III yang dilaksanakan di Gelanggang Mahasiswa Kampus UIN SU Jalan IAIN No. 1 Medan. Wisuda ke-70 UIN SU ini diikuti oleh 527 lulusan, Selasa (23/4/2019).


Rektor UIN SU, Prof. Dr. Saidurrahman, M.Ag mengungkapkan, "Hingga saat ini, UIN Sumatera Utara telah meluluskan 45.890 alumnus yang telah berkiprah di tengah masyarakat diberbagai bidang profesi di Indonesia maupun luar negeri".

Salah seorang wisudawan, Rahmat Asri Sufa yang merupakan tokoh muda asal Aceh ini  resmi menyandang gelar magister pendidikan di usia 24 tahun
" Alhamdulillah, saya mengikuti sidang tesis di usia 24 tahun, dan resmi dilantik sebagai magister sah di usia 25 tahun pada Yudisium Ke-44 Pascasarjana UIN SU di Hotel Emerald Garden Medan", ungkap Politisi muda ini.

Menurut Rahmat Asri Sufa, pemuda Indonesia harus berpendidikan tinggi di usia muda dan dapat mengaplikasikan ilmunya di tengah masyarakat, "pemuda kita, ya pemuda Indonesia khususnya Aceh harus memiliki impian tinggi dengan mencapai pendidikan tertinggi, serta dapat bermanfaat dan berkiprah dalam kehidupan bermasyarakat".

Lanjut Rahmat, "Generasi selanjutnya akan sangat bergantung kepada generasi muda hari ini. Oleh karenanya, generasi muda Aceh harus berpendidikan tinggi, yang pastinya tidak menafikan pendidikan agama. Perpaduan agama dan sains sangat di butuhkan di era yang akan datang", tegas Founder Rumoehskripsi.com ini.

Pada wisuda ke-70 UINSU itu, meluluskan 527 lulusan yang berasal dari lima fakultas dan program pascasarjana.

Lulusan tersebut terdiri atas 17 lulusan dari FDK, 91 orang dari FSH, 173 orang dari FITK, 37 orang dari FUSI, 68 orang Program S-2, dan 37 orang program S-3 dari Program Pascasarjana.
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

February 24, 2019

Tokoh Millenial Aceh, Rahmat Asri Sufa Resmi Menyandang Gelar Magister di Usia Muda



Medan, MA - Rahmat Asri Sufa resmi menyandang gelar magister pendidikan (M.Pd) di usia 24 tahun. Predikat itu diraih setelah 2 tahun menyelesaikan kuliah di Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan. Pemuda asal Bireuen ini menjalani prosesi sidang tesis yang dilaksanakan oleh Pascasarjana UIN Sumatera Utara pada 21 Februari yang lalu, Sabtu (23/3/2019).

Dosen muda UIN-SU, Dedi Sahputra Napitupulu, M.Pd selaku kerabat dan komisaris mahasiswa yang kebetulan satu kelas dengan Rahmat Asri Sufa membenarkan keikutsertaan Pemuda Bireuen itu diantara puluhan mahasiswa pascasarjana yang mengikuti sidang akhir di kampus tersebut.

"Kita semua senang dan bangga, dimana Rahmat Asri Sufa dikenal sebagai pemuda pro-aktif baik sebagai politisi muda, aktivis, juga penulis, bahkan pembicara seminar di berbagai bidang baik itu di Aceh atau Sumut, tetapi Rahmat tidak lupa tanggungjawabnya sebagai mahasiswa yang sedang memperdalam ilmunya di pascasarjana UIN SU ini. Akhirnya, setelah 2 tahun berakhir Rahmat berhasil memperoleh gelar Magister Pendidikan di jurusan Pendidikan Islam", tegas Dedi

Sementara itu, Rahmat Asri Sufa yang akrab disapa bang ras mengaku bahagia dan bersyukur dengan apa yang telah dicapainya. Menurutnya, apa yang telah dicapainya merupakan perjuangan yang berat dalam menuntut ilmu.

"Alhamdulillah, saya selaku manusia biasa patut bersyukur kepada Allah SWT. yang masih memberikan saya kesempatan untuk menuntut ilmu, juga kepada kedua orang tua yang selalu mensupport baik itu moril ataupun materil, serta dukungan semua pihak yang selalu memotivasi saya agar tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, bahkan hingga Doktoral nantinya", tegas Politisi Partai Demokrat ini

Lanjutnya, "apa yang telah saya capai, hendaknya bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa. Bahkan menjadi motivasi dan inspirasi tersendiri bagi kaum muda untuk terus menuntut ilmu. Menyandang gelar Magister ataupun Doktor tidak harus menunggu tua, banyak cara di usia muda agar jenjang pendidikan lebih tinggi tercapai, bahkan banyak beasiswa yang disediakan oleh pemerintah ataupun pihak swasta untuk diraih", tutup Caleg DPRK Bireuen Dapil 2 Partai Demokrat ini. (mahara)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

October 08, 2018

JOKOWI DI DEPAN RIBUAN PENGGIAT DESA: PENTING DANA DESA UNTUK MEMBANGUN SUMBER DAYA MANUSIA

Presiden Jokowi dan Menteri Desa PDTT, Eko P. Sandjojo, Menko Bid Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani serta rombongan tiba di Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara (Senin, 08/10/2018)
Medan, Media Advokasi - Di hadapan ribuan Penggiat Desa se Provinsi Sumatera Utara, Presiden Joko Widodo tekankan pentingnya Dana Desa bukan hanya untuk membangun infrastruktur, namun juga untuk membangun Sumber Daya Manusia dan  peningkatan perekonomian warga Desa.

Presiden juga berpesan agar Dana Desa yang besar tersebut harus dikelola oleh Desa dengan baik, tepat pengelolaannya dan pendamping desa diakui memiliki peran yang penting agar pembangunan desa tidak boleh setengah setengah.

Demikian rilis berita yang disampaikan ke media dari Ruang Balairung Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin, (08/10/2018).

Turut hadir dalam rapat koordinasi pengendalian Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Tahun 2018, antara lain: Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko P. Sandjojo, dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani.

Menurut Eko P. Sandjojo, rapat koordinasi penggiat desa tersebut diikuti lebih dari 3000 peserta yang terdiri dari  942 Tenaga Pendamping Profesional, 313 Kader Posyandu, 311 PAUD dan 1300 Pengurus BUMDES se Provinsi Sumatera Utara.

Eko juga mengatakan, pihak Kemendes PDTT juga telah menerbitkan regulasi terkait 4 (empat) program prioritas penggunaan Dana Desa yang tertuang dalam Permendes PDTT Nomor 19/Tahun 2017. Titik tekan regulasi tersebut, lanjut Eko, yaitu: 1). Pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan, 2). Pengelolaan Kelembagaan Ekonomi melalui BUMDes dan BUMDes Bersama, 3). Embung Desa, dan 4). Sarana Olahraga Desa.

"Regulasi ini tidak bermaksud memangkas kewenangan desa, tetapi justru untuk menguatkan kohesi antara pembangunan nasional, daerah dan desa", tandasnya.

Terkait arahan Presiden tentang pengelolaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, eko tambahkan, telah dilakukan mekanisme pembangunan desa dengan sistem Padat Karya Tunai dengan sistem swakelola, dengan mengalokasikan 30% dari APBDesa untuk upah tenaga kerja.

"Perencanaan, Pelaksanaan dan  pemanfaatan Dana Desa yang didampingi oleh para pendamping desa yang tersebar di seluruh pelosok Desa  hendaknya berjalan optimal demi mewujudkan cita-cita Desa yang makmur dan mandiri", katanya. (ar/pnj/yl)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

August 15, 2018

Anugerah Jurnalistik Pertamina MOR 1 Tahap 2 tahun 2018 : Pertamina Beri Apresiasi Kepada Insan Pers


Medan, Media Advokasi - 13 Agustus 2018 - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region I memberikan apresiasi kepada insan pers dan pegiat media sosial atas kontribusinya memberikan karya yang inspiratif bagi masyarakat di ajang Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) tahap 2 tahun 2018 bertemakan "Pertamina untuk Keberlangsungan Negeri", Senin (13/08) di Hotel Grand Aston Medan.
Dari ratusan karya jurnalis yang dikirimkan dan masuk dalam penilaian Anugerah Jurnalistik Pertamina tahap 2 tahun 2018, ditentukan juara terbaik untuk masing-masing kategori yaitu Media Cetak, Media Online, Radio, dan Televisi.
Kategori Media Cetak dimenangkan oleh Sulaiman Achmad  dengan judul "Premium Cocok untuk Mesin Irigasi Sawah" dari Harian Medan Bisnis, kategori  Media Online dimenangkan oleh Irsan Mulyadi dengan judul "Pertamina Mengajar" dari Antara Biro Sumatera Utara. 
Selanjutnya Kategori Televisi dimenangkan oleh Syahril dengan hasil karya berjudul "Elpiji di titik nol Indonesia" dari Kompas TV Aceh, dan kategori Radio dimenangkan Tri Kurniawan dengan judul "Masih tetap Untung walau pake Gas non subsidi" dari City Radio, 95.9 FM.
Dalam kesempatan ini General Manager MOR I Joko Pitoyo mengungkapkan terima kasihnya kepada insan pers yang telah memberikan hasil Karyanya dalam menulis tentang kegiatan bisnis Pertamina.
"Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan media yang telah berpartisipasi memberikan hasil karya terbaiknya untuk mengikuti AJP. Salah satu tugas jurnalis adalah mencerdaskan masyarakat guna mewujudkan masyarakat yang cerdas untuk membawa kehidupan yang lebih baik" ungkapnya.
Salah satu tim Juri AJP, Gunawan Benjamin yang merupakan Akademisi Pengamat Ekonomi, menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang memberikan karya-karya terbaiknya diantaranya dalam menyampaikan  kegiatan CSR Pertamina. "Pertamina luar biasa karena telah memperhatikan UMKM dengan memberikan bantuan dan pendampingan, yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat" ungkap Gunawan.
Untuk pemenang kategori Best of the Best berhasil diraih oleh Syahril dari Kompas TV Aceh yang mengirimkan hasil karya liputan upaya Pertamina dalam mendistribusikan LPG bersubsidi ke pulau-pulau kecil di sekitar titik 0 (nol) kilometer di pulau Sabang dengan segala tantangannya.
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Dukung Kami di Youtube

LAPOR PAK

LAPOR PAK
Buat Laporan Anda disini, pasang Aplikasi Kami.

Media Advokasi Edisi Cetak