Web Analytics

Showing posts with label Muba. Show all posts
Showing posts with label Muba. Show all posts

September 12, 2021

Vlog Dua Kecamatan di Muba Lolos 20 Besar Kompetisi TP PKK Pusat

MUBA, MA- Hebat dan kreatif, dua kalimat inilah yang pantas disematkan ke TP PKK Jirak Jaya dan TP PKK Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin. Kedua TP PKK ini meng implementasikan ide kreatif mereka untuk mengajak masyarakat cegah tangkal narkoba lewat karya vlog yang inspiratif. 

Alhasil, lewat karya vlog kreatif tersebut, TP PKK Jirak Jaya dan TP PKK Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin lolos 20 besar kompetisi Vlog Tangkal Cegah Narkoba yang diselenggarakan TP PKK Pusat. 

"Alhamdulillah dari 700 vlog se Indonesia dari berbagai daerah, vlog TP PKK Jirak Jaya dan TP PKK Bayung Lencir Kabupaten Muba bisa masuk 20 besar," ungkap Ketua TP PKK Muba, Thia Yufada Dodi Reza Minggu,(12/09/2021). 

Wanita Inspirasi Sumsel ini menambahkan, kreasi vlog yang dihasilkan TP PKK Jirak Jaya dan Bayung Lencir ini merupakan cara pendekatan yang sangat baik kepada masyarakat khususnya generasi milenial untuk menjauhi serta tidak menggunakan Narkoba. 

"Ini juga komitmen kita TP PKK di Muba bersama-sama untuk terus mengkampanyekan gerakan jauhi narkoba dan terus mengingatkan bahaya narkoba," ujarnya. 

Sementara itu, Ketua TP PKK Jirak Jaya Apit Tiara Yudi mengaku sangat bangga hasil karya vlog Kecamatan Jirak Jaya bisa lolos 20 besar di kompetisi vlog TP PKK Pusat. 

"Kami berharap vlog ini tidak hanya sekedar mendapatkan prestasi, tetapi nantinya pesan yang disampaikan lewat vlog tersebut untuk komitmen menjauhi dan melawan narkoba dapat diikuti seluruh masyarakat di Jirak Jaya khususnya," ungkapnya. 

Senada dikatakan Ketua TP PKK Bayung Lencir Agustuti Imron mengaku akan terus mengkampanyekan gerakan melawan dan menangkal narkoba. "Semoga lewat vlog ini TP PKK Bayung Lencir akan selalu maksimal untuk andil mencegah dan menangkal narkoba di Kabupaten Muba khususnya di Kecamatan Bayung Lencir," pungkasnya. (Red/Ril)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 10, 2021

Atlet Muba Peraih Medali di Ajang Porprov Langsung Dapat Bonus

MUBA, MA- Meski tidak semeriah pada tahun tahun sebelum masa pandemi, namun euforia perayaan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) 2021 di Muba tetap berjalan dengan baik dan dukungan bantuan untuk para atlet dan pelatih terus diberikan sebagai motivasi dalam bertanding.

Bupati Muba yang juga Pembina dan Penggerak Olahraga Terbaik di Indonesia, Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menyerahkan langsung bantuan berupa uang tunai kepada atlet dan pelatih Musi Banyuasin pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haronas) ke - 38, acara digelar di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Jumat (10/9/2021).

Sebanyak 15 orang atlet Muba diberikan uang saku sebesar Rp 1.000.000 masing-masing atlet untuk persiapan PON ke - XX di Papua. Lima orang pelatih asal Muba diberikan uang saku masing-masing Rp 1.250.000 persiapan PON, Enam orang atlet Peparnas masing-masing Rp 1.000.000 untuk persiapan PON, 15 orang atlet masing-masing Rp 1.000.000 untuk persiapan Porprov, Lima orang pelatih persiapan Porprov sebesar Rp 1.250.000 dan sebanyak 28 orang atlet PPLPD masing-masing sebesar Rp 1.000.000.

"Peringatan Haornas tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tidak hanya di daerah kita tapi seluruh daerah juga demikian karena situasi pandemi yang membatasi kita. Namun dalam pembinaan olahraga alhamdullilah kita tetap konsisten,  tanpa adanya pemotongan anggaran sepeserpun, padahal kita baru saja habis-habisan recofussing anggaran akibat pandemi. Ini kita lakukan karena kita tahu  bahwa olahraga adalah salah satu sektor esensial pembanguan bangsa, dan kesehatan tidak terlepas dari olahraga,"ucap Bupati Dodi Reza.

Dikatakan Bupati Dodi, Kabupaten Muba harus mempertahankan juara umum, karena olahraga di Muba adalah kebanggaan dan milik semua rakyat Muba. Atlet adalah patriot olahraga yang berjuang membawa nama daerah, rakyat di Muba sangat bangga kalau nama daerah dikenal bukan hanya di sektor SDA nya saja, maka daerah akan maju kalau rakyat cinta olahraga.

"Maka dari itu sebanyak 650 atlet dan pelatih terbaik dari Muba yang akan bertanding pada Porprov mendatang, ayo kita bawa kembali gelar juara ke kabupaten Muba. Khusus atlet Porprov yang akan berlaga di OKU raya nanti,saya sudah intruksikan ketua KONI,  bagi atlet peraih medali bonusnya akan di bayarkan di tempat sebelum keringat kering,"ucapnya.

Dodi menyebutkan, meski di tengah pandemi COVID-19 pembinaan olahraga di Kabupaten Muba tetap jalan terus, dengan memperhatikan kesehatan atlet dan pelatih tetap aman terjamin, artinya dengan serius memerangi pandemi namun pembinaan atlet dan kesejahtetaan pelatih tetap diprioritaskan.

"Atlet yang akan berlaga di cabang reguler atau atlet disabilitas tetap harus diurusi dengan baik, jangan nanti mau berangkat tanding baik PON maupun Porprov malah atlet atau pelatih di dalamnya ribut.  Misalkan honor/gaji para atlet dan pelatih tidak dibayarkan, sarana dan prasarana tidak disediakan, bagaimana mau bertanding kalau tidak serius diurusi, oleh karena itu di peringatan Haornas, kita harus semangat yang baru untuk mempertahankan juara umum Porprov dan atlet PON bawa pulang prestasi,"pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemuda Olahaga, Muhammad Fariz SSTP MM memaparkan, dalam pembinaan olahraga para atlet tidak hanya semata-mata mengejar medali, namun sekarang sport development index ada sembilan dimensi yaitu, kebugaran, partisipasi, ruang terbuka, SDM, literasi fisik, ekonomi, kesehatan dan perkembangan personal.

"Persiapan Porprov saat ini kami bersama KONI sudah melakukan dengan maksimal, dari persiapan, vaksin atlet dan pelatih dan tim kesehatan serta pendukung lainnya juga sudah disiapkan,"paparnya.

Fariz juga menyampaikan, atlet PON XX asal Muba sebanyak 24 orang terdiri dari 2 atlet Cabor Atletik, 4 atlet Cabor Panjat Tebing, 5 atlet Cabor Dayung, 1 atlet Cabor Bermotor,  5 atlet Cabor Pencak Silat, 1 atlet Cabor Taekwondo, 2 atlet Cabor Catur, 5 atlet Cabor Tenis lapangan, 1 atlet Cabor Sepak Takraw,  2 atlet Cabor Voli Pasir dan 1 atlet Cabor Bulu Tangkis.

"Untuk atlet, official PORPROV sebanyak 650 orang, atlet, official PEPARPROV sebanyak 70 orang, atlet PEPARNAS XVI asal Muba sebanyak 6 orang yaitu, 3 orang atlet Cabor Renang, 2 Orang Atlet Cabor Bulu Tangkis dan 1 atlet Cabor Catur," jelasnya. (Red/Ril)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 08, 2021

PPKM di Muba Turun Level II, Masuk Zona Kuning


MUBA,MA- PPKM di Muba Turun Level II, Masuk  Zona KuningPenanganan dan pencegahan COVID-19 di Muba berjalan sangat baik. Ini diketahui setelah dikeluarkan instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 41 Tahun 2021, dimana Kabupaten Muba yang sebelumnya berada di PPKM Level III turun menjadi PPKM Level II. 

"Ya, Muba turun level II dan masuk zona Kuning berdasarkan Instruksi Mendagri," ungkap Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA. 

Kepala Daerah Inovatif Indonesia ini mengaku, meski turun level namun protokol kesehatan dan pelaksanaan vaksin di Muba terus di gencarkan. "Ini berkat kita selalu patuh prokes dan memaksimalkan pelaksanaan vaksin, jadi kita jangan lengah," tuturnya. 

Dodi Reza mengaku, dengan turun level II tersebut artinya sejumlah pengetatan aktifitas akan dilonggarkan. "Tetapi bukan berarti kita mengenyampingkan prokes," ulasnya. 

Sementara itu, Kadin Kominfo Muba sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Herryandi Sinulingga AP mengatakan tercatat ada sebanyak 4 Kecamatan di Muba yang masuk zona hijau. 

"Ada empat Kecamatan Zona hijau diantaranya Kecamatan Babat Supat, Lalan, Batanghari Leko, dan Sanga Desa. Untuk 11 Kecamatan lainnya Zona Kuning yaitu Kecamatan Sekayu, Lawang Wetan, Babat Toman, Plakat Tinggi, Keluang, Lais, Sungai Keruh, Jirak, Sungai Lilin, Tungkal Jaya dan Bayung Lencir, kita berharap jumlah yang terpapar COVID-19 di Muba terus menurun," tandasnya. (Red/Ril)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 07, 2021

Pemkab Muba Ikuti Penilaian Interview Evaluasi SPBE tahun 2021

MUBA, MA- Tingkatkan tata kelola pemerintahan, Pemkab Musi Banyuasin mengikuti pelaksanaan penilaian interview virtual evaluasi sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) yang dilaksanakan  Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB), Selasa (07/09/2021) di Ruang Rapat Serasan Sekate,  Muba.

Kegiatan interview dilakukan untuk klarifikasi dan validasi  lanjut oleh asesor eksternal interview evaluasi SPBE tahun 2021 dari Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga Jawa Tengah. Sasaran interview yakni bukti dukung yang telah disampaikan oleh Dinkominfo Muba melalui aplikasi evaluasi SPBE sebagai hasil penilaian mandiri. Tahap ini bertujuan memantau kematangan penerapan SPBE di setiap Instansi pemerintah.

Di tengah interview, Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kemenpan RB dan tim asesor eksternal dan berharap layanan SPBE dapat meningkatkan kualitas layanan dengan melakukan pengembangan layanan SPBE yang berorientasi kepada penggunaan, terintegrasi, dan berkesinambungan.

"Terima kasih Kemenpan RB dan tim asesor eksternal atas kesempatan yang diberikan kepada Kabupaten Muba pada pemantauan dan evaluasi SPBE tahun 2021 ini. Dengan harapan kami dapat menjelaskan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya di Kabupaten Muba,"ungkap Apriyadi.

Tim asesor eksternal interview evaluasi SPBE Frederik Samuel Papilaya mengatakan dirinya sangat kagum terhadap Kabupaten Muba di bawah kepemimpinan Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic bersama Wabup Beni Hernedi SIP.

Dokumen yang disampaikan Muba sudah lengkap. Menurutnya Muba mengalami peningkatan signifikan mulai dari 2019.

"Kami apresiasi sangat tinggi kepada Kabupaten Muba atas keseriusan yang ditunjukkan oleh Bupati Muba beserta jajarannya dalam mewujudkan SPBE ini. Pak Sekda kalau saya boleh lapor hasil kerja keras bapak ibu di Kabupaten Muba, bukan bermaksud membandingkan dari, kalau dibandingkan dengan beberapa daerah lain, kesiapan Muba  sudah sangat jauh diatas lainnya. Dokumen sangat lengkap, tertata dan tersusun dengan rapi sehingga memudahkan,"terangnya.

Kepala Dinkominfo Muba Herryandi Sinulingga AP memaparkan pelaksanaan SPBE  sesuai dengan arahan Presiden RI Jokowi pada tanggal 3 Agustus 2020 tentang 5 langkah percepatan transformasi digital. Kemudian Pemkab Muba mengakomodir SPBE ini dengan menjadikannya sebagai salah satu indikator kinerja utama (IKU) Kabupaten yang tertuang dalam RPJMD kabupaten Muba tahun 2017-2022.

"Pemkab Muba telah melaksanakan evaluasi mandiri sesuai dengan Permen PAN-RB no 59 tahun 2020, 47 indikator tersebut sudah dibagi ke 12 organisasi perangkat daerah penanggujawabannya, kemudian telah menyampaikan hasil evaluasi mandiri kepada Kemenpan RB dan hari ini Kabupaten Muba melaksanakan penilaian oleh asesor eksternal.

Pemantauan dan evaluasi SPBE ini sendiri bertujuan untuk mengukur capaian kemajuan penerapan SPBE pada instansi pusat dan pemerintah daerah.

"Penyelenggaraan SPBE ini untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, transparan, efektif dan efesien sesuai tuntutan perubahan dengan berbasis pada teknologi informasi dan komunikasi. Selanjutnya untuk menciptakan penyelenggaran SPBE dalam rangka peningkatan pelayanan publik dan pelayanan non publik, serta menciptakan sinergi antar organisasi perangkat daerah dalam penyelenggaraan sistem informasi dan layanan bebasis elektronik,"jelasnya.

Lingga juga mengatakan pihaknya, akan terus berusaha semaksimal mungkin agar peningkatan penilaian indeks SPBE dari tahun sebelumnya. "Dengan hadirnya seluruh stakeholder pada saat penilaian indeks SPBE, turut memberikan dampak positif dalam penilaian SPBE oleh Kemenpan RB,"terangnya.

"Semoga apa yang kita lakukan untuk memaksimalkan SPBE Kabupaten Muba ini dapat memberikan dampak positif bagi meningkatnya indeks SPBE kabupaten Muba," tandas Lingga. (Red/Ril)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 06, 2021

Beni Hernedi Sampaikan Penjelasan R-APBDP Tahun 2021

MUBA, MA- Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melalui Wakil Bupati Muba Beni Hernedi SIP menyampaikan Penjelasan Raperda tentang APBD Perubahan (R-APBDP) Kabupaten Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2021 kepada DPRD Kabupaten Muba, di Ruang Rapat Paripurna Masa Persidangan I Rapat ke-19, Senin (6/9/2021).

Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Muba Sugondo didampingi Wakil Ketua DPRD dihadiri Anggota DPRD, para Forkopimda, Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Muba Drs H Yusuf Amilin, Asisten Administrasi Umum Setda Muba Sunaryo SSTP, beserta Kepala Perangkat Daerah Muba dan Pihak terkait lainnya yang hadir secara Virtual.

Dalam rapat ini, Wabup Beni Hernedi menyampaikan bahwa nota keuangan tersebut pada dasarnya memuat penjelasan garis besar arah dan kebijakan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021 yang merupakan bagian dari upaya pencapaian visi, misi tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam rancangan kerja Pemerintah Daerah.

Menurutnya, pada Tahun Anggaran 2021 ini ada empat program prioritas pembangunan daerah yang harus dicapai diantaranya, peningkatan kualitas SDM dan perlindungan sosial, pemulihan ekonomi melalui peningkatan produktivitas, ketahanan UMKM, hilirisasi industri dan inovasi. Peningkatan konektivitas, infrastruktur dasar dan kualitas lingkungan serta ketahanan bencana dan optimalisasi birokrasi. Empat program prioritas pembangunan daerah tersebut sejalan dengan visi "Muba Maju Berjaya 2022".

Adapun Perubahan Belanja Daerah tetap diarahkan untuk menunjang kebijakan APBD Induk, terutama kesinambungan anggaran yang diperuntukan antara lain, Perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kerangka ekonomi makro daerah yang telah ditetapkan sebelumnya. Keadaan situasi penanganan Pandemi COVID-19. Adanya pergeseran anggaran antar unit organisasi, antar kegiatan dan antar jenis belanja. Saldo anggaran lebih tahun sebelumnya harus digunakan dalam tahun berjalan. 

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Muba Tahun Anggaran 2021 yang semula Rp. 3.261.494.190.000,00 pada Rancangan Perubahan APBD bertambah menjadi Rp. 4.440.417.564.812,00 atau 36,15%. 

"Artinya APBD Tahun Anggaran 2021 ini telah mengalami kenaikan sebesar Rp. 1.178.923.374.812,00 dengan komposisi Pendapatan sebesar Rp 3.613.690.337.116,00 Belanja sebesar Rp. 4.199.063.344.221,00 selanjutnya, Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp. 826.727.227.696,00 dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp. 241.354.220.591,00,"urainya.

Terakhir, Beni Hernedi berharap kepada DPRD agar pembahasan dapat berjalan lancar sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama dan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Perubahan Tahun Anggaran 2021 dapat di setujui. "Atas kerjasama yang baik salama ini kami Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin ucapkan terima kasih kepada DPRD Kabupaten Muba,"pungkasnya. (Red/Ril)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Peringatan Keras, Jika Masih Ada Oknum Mengaku Anggota PWI Muba


Herlin Koisasi SH Ketua PWI MUBA

MUBA, MA- Peringatan Keras dan bakalan ditindak tegas jika masi kedapatan oknum yang mengaku anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Musi Banyuasin, Senin (06/09/21).

Dijelaskannya Ketua PWI Muba Herlin Koisasi SH, belakangan ini maraknya oknum yang mengaku sebagai anggota PWI Muba demi kepentingan pribadi.

"Jika masih ada dan kedapatan oknum yang bukan anggota PWI dan mengaku anggota PWI maka akan saya tindak tegas karena, Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk, wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik," ujarnya.

Lanjutnya, Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah, Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul, Wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan, Wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap, Wartawan Indonesia memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan “off the record” sesuai dengan kesepakatan.

Selain itu, Wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani, Wartawan Indonesia menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik, Wartawan Indonesia segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, dan atau pemirsa dan Wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.

"Untuk instansi terkait agar lebih teliti kepada orang yang mengaku -ngaku sebagai anggota PWI , dengan cara meminta menunjukan Kartu keanggotaan PWI terlebih dahulu dan apabila oknum tersebut tidak bisa menunjukan kartu keanggotaannya sebagai PWI agar segera melaporkan ke sekretariat PWI Muba, kami tidak akan segan- segan untuk menindak lanjutinya," ungkapnya.

Senada dengan ketua PWI Muba, Mirza Saputra selaku Wakil ketua Bidang Organisasi PWI Muba mengatakan, untuk menjadi anggota PWI memang sedikit rumit.

"Calon anggota PWI harus sudah bekerja (red jadi wartawan) di perusahaan Media Minimal dua (2) tahun barulah bisa mengikuti Perekrutan anggota PWI, setelah mengikuti rangkaian ujian yang tentunya nanti akan dinyatakan yang bersangkutan lolos atau tidak untuk menjadi anggota PWI," ujarnya singkat. (JR)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Warga Geram Minyak Ilegal Disinyalir Cemari Sungai




MUBA, MA- Akibat aktivitas ilegal drilling yang diduga dari tanah milik Maspar mencemari sungai di Desa Sereka Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan hingga membuat warga geram, Senin (06/09/21).

"Sungai Alai sampai Danau Danunjung saat ini banyak limbah minyak," ujar 'CK' salah satu warga setempat, Senin (06/09).

Lanjutnya, dirinya berharap kepada Pemerintah khusunya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Musi Banyuasin dan Aparat Penegak Hukum (APH) agar dapat menindaklanjuti masalah pencemaran tersebut.

"Bukan wewenang kami untuk melarang mereka beraktivitas, namun saya hanya meminta agar jangan mencemari sungai dan Danau di Desa kami, Karena jujur banyak warga yang menggantungkan hidup di sungai dan danau itu. Kami berharap agar Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dan Aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti masalah ini," ungkapnya.

Dijelaskannya, dampak dari pencemaran tersebut tentunya mengancam ekosistem yang hidup di sungai dan danau.

"Kalau terus dibiarkan kami khawatir kedepannya nanti sungai dan danau tersebut tidak dapat di manfaatkan lagi. Saya tidak mintak banyak tolong netralisir dan kembalikan sungai dan danau itu seperti semula," harapnya.

Sementara itu, hingga berita ini di terbitkan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dan APH belum sempat dimintai statmen. (TIM)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 05, 2021

Update COVID-19 Muba: Bertambah 10 Kasus Sembuh, Nihil Positif

MUBA, MA- Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Minggu (5/9/2021) mengkonfirmasi penambahan 10 kasus sembuh dan tidak ada penambahan kasus positif. 

"Ada penambahan 10 kasus sembuh dan tidak ada penambahan kasus positif per 5 September 2021," ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Herryandi Sinulingga AP. 

Kadin Kominfo Muba ini menuturkan, hingga 5 September 2021 ada sebanyak 2880 kasus, diantaranya 2688 kasus sembuh. "Lalu, 45 masih dirawat, dan 147 kasus meninggal dunia," urainya. 

Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 5 September 2021 tercatat ada sebanyak 429 ODP 429 selesai pemantauan 0 masih dipantau, 1.199 kontak erat 1.199 kontak selesai pemantauan 0 kontak erat yang masih dipantau, 191 PDP 0 proses pengawasan 191 selesai pengawasan. (Red/Ril)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 04, 2021

Update COVID-19 Muba: Bertambah 4 Kasus Sembuh, 2 Positif

MUBA, MA- Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Sabtu (4/9/2021) mengkonfirmasi penambahan 4 kasus sembuh dan 2 positif. 

"Ada penambahan 4 kasus sembuh dan 2 positif per 4 September 2021," ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. 

Sefti merinci, adapun penambahan kasus positif diantaranya kasus 2879 perempuan usia 62 tahun asal Sungai Lilin, dan kasus 2880 Laki-laki usia 13 tahun Sekayu. 

Diketahui, hingga 4 September 2021 ada sebanyak 2880 kasus, diantaranya 2678 kasus sembuh, 55 masih dirawat, dan 147 kasus meninggal dunia," urainya. 

Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 4 September 2021 tercatat ada sebanyak 429 ODP 429 selesai pemantauan 0 masih dipantau, 1.199 kontak erat 1.199 kontak selesai pemantauan 0 kontak erat yang masih dipantau, 191 PDP 0 proses pengawasan 191 selesai pengawasan. (Red/Ril)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 03, 2021

Bupati Muba Gratiskan Rapid Tes Ribuan Peserta CASN

MUBA, MA- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin akan melaksanakan Tes seleski Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) pada 12-17 Oktober 2021 mendatang. Pada hari itu Bumi Serasan Sekate dipastikan akan sangat menjaga dan meminimalisir klaster baru penularan COVID-19. 

Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menggratiskan rapid tes untuk seluruh peserta CASN Muba. 

"Semua peserta tes  akan difasilitasi rapid tes secara gratis, jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak rapid tes," tegas Kepala Daerah Inovatif Indonesia tersebut. 

Menurutnya, kebijakan itu sudah sangat tepat dilakukan agar tidak ada klaster baru penularan COVID-19 di Muba. "Jadi peserta tinggal memilih saja mau rapid tes dimana, seluruh puskesmas di Kabupaten Muba memfasilitasinya secara gratis," terangnya. 

"Kalau ada peserta  yang dinyatakan reaktif atau positif akan disiapkan ruangan khusus untuk mengikuti rangkaian tes CASN," tambahnya. 

Ketum KADIN Sumsel ini menyebutkan, tercatat ada sebanyak 4.217 peserta seleksi CASN dengan rincian 960 Peserta CPNS, 358 Peserta PPPK Non Guru dan 2.899 Peserta PPPK Guru. 

"Syaratnya mudah, peserta yang mau rapid tes gratis cukup membawa Kartu Ujian Peserta Seleksi CASN Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2021 dan Tanda Pengenal (KTP)," urainya. 

"Rapid Test Antigen dilakukan H-1 sebelum jadwal ujian peserta seleksi. Peserta juga dihimbau untuk melakukan Isolasi Mandiri selama 14 Hari sebelum jadwal ujian," tambahnya. 

Kepala BKPSDM Muba, Endang Dwi Hastuti menerangkan, pelaksanaan seleksi CASN 2021 di Muba wajib dilaksanakan dengan protokol kesehatan secara ketat sesuai Surat Rekomendasi Satgas COVID-19 Nasional. 

"Peserta melakukan Swab Test RT PCR kurun waktu maksimal 2x24 jam/rapid test antigen kurun waktu 1x24 jam dengan hasil negatif / non reaktif, dan menggunakan masker 3 lapis (3 ply) dengan ditambah masker kain dibagian luar (double masker)," imbuhnya. 

"Khusus peserta tes dari Jawa, Madura dan Bali WAJIB sudah vaksin dosis pertama," tambah Endang. 

Peserta seleksi CASN, tambah Endang, juga wajib mengisi dan mencetak formulir deklarasi sehat yang terdapat pada laman ssasn.bkn.go.id paling lambat H-1 ujian dan ditunjukan kepada petugas sebelum pemberian PIN registrasi di lokasi ujian. 

Disebutkan Endang, pengumuman Ketentuan dan Jadwal CASN Pemkab Muba dapat diunduh : https://bkpsdm.mubakab.go.id/home/halaman/detail/pengumuman-pengadaan-cpns-pemkab-muba-tahun-2021

Sedangkan Pengumuman Ketentuan dan Jadwal PPPK Non Guru Pemkab Muba dapat diunduh : https://bkpsdm.mubakab.go.id/home/halaman/detail/pengumuman-pengadaan-pppk-untuk-jabatan-fungsional-pemkab-muba-tahun-2021
Informasi mengenai PPPK Guru dapat dilihat : https://gurupppk.kemdikbud.go.id/

Terkait kesiapan antigen dan sarana penunjang, Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmanyah MARS, menyiagakan 29 puskesmas. "Ada 29 puskesmas yang selama ini intensif melakukan pencegahan dan penanggulangan COVID-19. Untuk antisipasi kami juga mengerahkan PSC 119 Sirene Muba Dinas Kesehatan yang siap melayani kelengkapan proses test CASN di Musi Banyuasin. Persyaratan cukup membawa identitas dan bukti ikut test CASN," beber Azmi. 

Proses swab juga sesuai prosedur dan semua hasil pemeriksaan akan dimasukkan dalam all record peduli lindungi. 

"Saran saya untuk peserta CASN dapat mempersiapkan diri agar tetap melaksanakan protokol kesehatan sehingga hasil yg diharapkan negatif agar bisa mengikuti test," kata dia. 

Sesuai Instruksi Bupati Muba, semua pelayanan swab khusus CASN ini gratis. Walaupun status seluruh puskesmas di Muba sudah BLUD dan bisa memperoleh provit nominal dari layanan, Azmi memastikan tak ada alasan puskesmas memungut biaya. 

"Dinas Kesehatan secara internal akan ke pemberi pelayanan, sehingga tidak ada alasan pihak puskesmas menarik biaya ke penerima manfaat. Kebijakan ini hanya untuk calon ASN yg ikut di Musi Banyuasin sesuai edaran yang dibuat BKPSDM Muba", jelasnya. (Red/Ril)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 02, 2021

BPPRD Kerjasama dengan Kejari Muba Kejar Penunggak Pajak Restoran

MUBA, MA- Setelah dilakukan penyerahan Surat Kuasa Khusus (SKK) Tahap I pada bulan April  lalu, hari ini Kamis (2/9/2021) Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Kejaksaan Negeri Muba kembali melakukan penandatanganan SKK Tahap II.

Kepala BPPRD Kabupaten Muba H Riki Junaidi AP MSi mengatakan, penyerahan SKK ini  merupakan tindaklanjut dari Memorandum Of Understanding (MoU) Pemkab Muba dengan Kejari beberapa waktu lalu.  

"Dengan ditandatanganinya SKK ini, pihak Kejari melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) akan membantu kami terutama dalam penagihan utang pajak daerah khususnya pajak restoran," ungkap Riki.

Riki menerangkan SKK Tahap II untuk penagihan piutang Pajak Daerah (Pajak Restoran) sebesar Rp. 2.968.521.713,86 (dua miliar sembilan ratus enam puluh delapan juta lima ratus dua puluh satu ribu tujuh ratus tiga belas rupiah selapan puluh enam). Sedangkan  SKK Tahap I sebesar Rp. 3.735.799.786.

"SKK tahap I sudah ada pembayaran dari wajib pajak atau pemulihan uang negara sebesar = Rp. 2.686.826.942,"jelasnya.

Kajari Muba Marcos MM Simare-mare SH MHum, mengatakan tujuan kesepakatan MoU itu adalah untuk menangani bersama penyelesaian permasalahan hukum perdata dan tata usaha negara yang dihadapi BPPRD, baik di dalam maupun di luar pengadilan.  

Pihaknya pun menambahkan dalam hal bantuan hukum non litigasi, bantuan yang diberikan Kejari salah satunya  melakukan penagihan kepada wajib pajak, yang menjadi salah satu item penerimaan pajak daerah. 

“Jadi pemberian bantuan atau pendampingan hukum, pemberian pertimbangan hukum, tindakan hukum lainnya. Pastinya dalam penagihan bisa kita dampingi, bisa mediasi. Intinya Kejari membantu BPPRD sekaligus memulihkan tunggakan pajak daerah,” pungkasnya. 

Terpisah, Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengatakan, kegiatan ini adalah kolaborasi yang baik antara Pemkab dan Kejaksaan Muba, dalam hal ini BPPRD merupakan tindak lanjut MoU, yang telah dilakukan antara Bupati dan Kajari Muba. Lalu turunannya Surat Kuasa Khusus (SKK) yang diberikan OPD kepada jaksa pengacara negara untuk melaksanakan tugas yang telah dikuasakan. 

"Atas nama Pemkab saya mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kejaksaan Negeri Muba. Meski di tengah Pandemi COVID-19 tetap menjalankan tugas dengan baik, dan hal tersebut bisa meningkatkan PAD,” tukasnya. (Red/Ril)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 01, 2021

Dua Korban Hilang di Sungai Batang Hari Leko Ditemukan Tewas


MUBA, MA- Sobri (49) dan Farel (5) dua beranak korban yang hilang saat memasang Rawai ikan di bilangan Sungai Batang Hari Leko Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan di temukan tewas, Selasa (31/08/21).

Kepala Desa Pengaturan Andri mengatakan, kedua korban ditemukan tewas usai menghilang di sungai.

"Korban di temukan sudah tidak bernyawa lagi oleh tim SAR Gabungan Kabupaten Muba dan Provinsi," ujarnya saat dihubungi Advokasi, Rabu (01/09).

Lanjutnya, kedua korban di temukan tidak jauh dari lokasi kejadian. "Ayahnya di temukan jam 10 malam, sementara anaknya di temukan sekitar pukul 3 sore kemarin," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Banyuasin Joni Martohonang melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Erik Endartono menjelaskan, BPBD Kabupaten Musi Banyuasin, Basarnas Palembang, Polisi, TNI, Pemerintah setempat dan warga melakukan Pencarian di titik korban tenggelam dan Penyisiran Sungai Batang Hari hingga Radius 2 km.

"Setelaah dilakukan pencarian, korban Bernama Farel berhasil di temukan oleh tim sar gabungan pada pukul 15.00 wib waktu setempat. Pada Radius 150 Meter setelah dilakukan pengeboran membentuk putaran menggunakan perahu. korban langsung muncul ke permukaan air," ungkapnya.

Selanjutnya pada malam hari  pukul 22.00 wib korban bernama Sobri berhasil ditemukan oleh tim sar gabungan pada radius 500 meter dari titik tenggelam dan korban langsung di evakuasi ke rumah duka. (Jahri)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

August 26, 2021

Masyarakat Muba Antusias Panen Raya Padi

MUBA, MA- Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin diwakili Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Musi Banyuasin Ir. A Tamrin hadiri acara Panen Raya Padi kelompok penangkar benih padi Kabupaten Muba, Kamis (26/8/2021)di Desa Air Balui Kecamatan Sanga Desa.

Masyarakat Desa Air Balui gembira tak peduli   teriknya matahari membakar. Para petani sumringah memanen padi mereka ditemani Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Musi Banyuasin Ir. A Tamrin dan Ketua tim Komunitas Estate Padi (KEP) IPB Bogor Dr Ir Amiruddin Saleh, MSi.  Acara panen raya padi bersama ini tetap patuhi Protokol Kesehatan COVID-19.

Tamrin mengatakan Pemkab Muba tidak pernah berdiam diri sebaliknya terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat petani. Alih-alih berdiam diri, Muba lewat Dinas TPHP Muba membuat terobosan bidang hilir dengan memasarkan beras petani kepada pegawai Pemkab, baik itu PNS maupun tenaga kerja kontrak dan direncanakan beras hasil petani ini dibeli dan dikonsumsi warga Muba  dengan harga Rp 10.000/ kg. Syaratnya, para pengiling padi atau pengusaha besar membeli gabah petani dengan harga minimal Rp. 4.000/kg GKP.

"Guna memenuhi kebutuhan benih padi varietas unggul baru, Kabupaten Muba mulai mengembangkan kelompok penangkar benih padi Inbrida baik melalui APBD kabupaten, APBD Provinsi dan APBN pusat berupa kegiatan koorporasi dan swadaya masyarakat yang pada tahun 2021 seluas 254 Ha berlokasi di dua kecamatan yaitu Sungai Lilin dan Sanga Desa. Khusus Kecamatan Sanga Desa dilakukan kerjasama dengan tim KEP IPB Bogor guna peningkatan teknis budidaya, SDM, dan manejemen kelompok tani,"ungkap Tamrin.

Camat Sanga Desa Hendrik Leo SH Msi diwakili Sekcam Naherunay SH.MSi., mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Muba yang peduli dengan masyarakat Kecamatan Sanga Desa. 

Dijelaskannya, produksi padi di Desa Air Balui dengan luas 89 hektar itu sudah diatas rata-rata yakni 7,9 ton/hektar  Menurutnya, hasil ini merupakan kerja keras dari kelompok tani, koordinator dan penyuluh yang selalu meningkatkan kinerja dan teknologi petani di Air Balui.

"Kami atas nama Pemerintah Kecamatan Sanga Desa (Sandes) dan masyarakat Desa Air Balui mengucapkan terima kasih kepada Bupati Dodi Reza atas kepedulian dan perhatiannya. Dan kami atas nama Kecamatan Sanga Desa mengapresiasi yang setinggi-tingginya juga kepada unsur-unsur yang terlibat khususnya kepada petani, walaupun di masa pandemi COVID-19 masyarakat Air Balui tetap dapat meningkatkan perekonomian yang melalui budidaya padi,"terangnya.

Ketua Tim Komunitas Estate Padi (KEP) IPB Bogor Dr Ir Amiruddin Saleh, MSi., menyatakan  siap membantu petani di Kabupaten Muba khususnya di desa Air Balui.

"Kita akan latih dan kawal petani- petani ini sehingga bisa menjadi petani yang mandiri. Jadi mereka bisa mempunyai pembibitan sendiri. Untuk itu, kita siap mendukung petani dengan melatih petani mengelola, serta melek terhadap kemajuan teknologi. Prinsipnya kita mengulurkan tangan untuk mengajak petani di Muba berubah menjadi lebih baik lagi, untuk itu kita butuh support dari Pemkab Muba, karena kita tidak bisa melakukannya ini sendiri,"pungkasnya.

Pada kesempatan ini, Ketua tim KEP IPB Bogor Dr Ir Amiruddin Saleh MSi., menyerahkan bantuan benih padi terbaru untuk masyarakat secara simbolis kepada Kepala Dinas TPHP Ir. A Tamrin. (Red/Ril)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

August 25, 2021

Muba PPKM Level III, Sejumlah Aturan Diperlonggar Dengan Prokes Ketat

MUBA, MA- Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2021, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba)  menerapkan PPKM Level III. Instruksi Menteri ini mulai berlaku pada tanggal 
24 Agustus 2021 sampai dengan tanggal 
6 September 2021.

"Dengan tetap pada level III ini sejumlah pengetatan PPKM yang level IV beberapa waktu lalu kita longgarkan aturannya," ungkap Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA. 

Dikatakan, saat ini Pemkab Muba sudah melakukan pelonggaran aturan seperti sekolah boleh tatap muka dengan pengaturan persentase siswa yang masuk. Pelaksanaan hajatan  mulai dilonggarkan yaitu tamu boleh mencapai 50 persen dari kapasitas lokasi.

"Jika saat zona merah kita tetapkan aturan hajatan hanya diperbolehkan dihadiri 25 persen tamu namun saat ini boleh mencapai 50 persen. Sekolah juga sudah ada yang tatap muka dengan persentase 50 persen dan jam belajarpun disesuaikan," jelasnya.

Selain itu, industri dapat beroperasi 100% dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat, namun apabila ditemukan klaster 
penyebaran COVID-19, maka industri bersangkutan ditutup selama 5 (lima) hari.

"Meski sejumlah kelonggaran diberlakukan,  prokes harus tetap dijalani dan ini menjadi kewajiban bagi kita semua agar tidak terpapar COVID-19," ucapnya. (Red/Ril)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

August 23, 2021

Bupati Muba Sampaikan Perubahan KUA dan PPAS 2021


MUBA, MA- Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA telah menyampaikan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan  Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2021 di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Musi Banyuasin pada rapat pairpurna DPRD masa persidangan III rapat ke 17, Senin (23/8/3/2021).

Dalam kesempatan ini, Dr H Dodi Reza Alex Noerdin menyampaikan rencana kerja Pemerinta Daerah Kabupaten Muba Tahun Anggaran 2021 dengan tema "Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Pengurangan Kemiskinan". 

Lanjutnya, Dodi menyampaikan ada empat program prioritas daerah sesuai dengan kebijakan pembangunan Kabupaten Muba diantaranya : 1. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perlindungan sosial. 2 Pemulihan ekonomi melalui peningkatan produktivitas, ketahanan UMKM, hilirisasi industri dan Inovasi. 3 Peningkatan konektivitas, infrastruktur dasar dan kualitas lingkungan serta ketahanan bencana. 4 Optimalisasi birokrasi.

Menurut Dodi, empat prioritas daerah tersebut sejalan dengan visi Muba Maju Berjaya  2022. Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Nelanja Daerah Kabupaten Muba tahun 2021 yang semula sebesar Rp. 3.261.494.190.000, pada Rancangan Perubahan Kebijakan Umum APBD menjadi Rp. 4.440.417.564.812, mengalami kenaikan sebesar Rp. 1.178.923.374.812, apabila dibandingkan dengan Perda no 14 tahun 2020 tentang APBD Kabupaten Muba tahun 2021 dan bertambah sebesar Rp. 325.706.295.341, bila dibandingkan dengan Peraturan Bupati nomor 65 tahun 2021 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Bupati Muba nomor 99 tahun 2020 tentang Penjabaran APBD Kkabupaten Muba tahun 2021.

"Rancangan Perubahan KUA dan PPAS APBD Kabupaten Muba adalah  Anggaran Pendapatan sebesar Rp.3.613.690.337.116,00,. Sedangkan anggaran belanja sebesar Rp. 4.195.063.344.221,00,. surplus (defisit) sebesar Rp. 581.373.007.105,00, anggaran penerimaan pembiayaan sebesar Rp. 826.727.227.696,00, anggaran pengeluaran pembiayaan sebesar Rp. 245.354.220.591,00,  pembiayaan netto sebesar Rp. 581.373.007.105,00,. Jadi total rancangan kebijakan umum APBD sebesar Rp 4.440.417.564.812,00.," jelasnya.

Terakhir, Bupati Dodi Reza  mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang baik antara DPRD dengan Pemkab Muba. "kami berharap kepada DPRD Muba agar pembahasan dapat berjalan lancar sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama, begitu juga perubahan kebijakan umum APBD (perubahan KUA) dan perubahan PPAS APBD Kabupaten Muba tahun anggaran 2021 dapat disepakati dalam bentuk nota kesepakatan," pungkasnya.
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Lama Beroperasi di Muba, Sawmill CV.Dili Harapan Timber Disinyalir Belum Lengkap Izin


MUBA, MA- Sudah cukup lama beroperasi CV Dili Harapan Timber Disinyalir kuat belum mengantongi izin secara lengkap.

Diketahui CV Dili Harapan Timber bergerak di bidang penggergajian kayu (Sawmill) di Desa Saud Ketapi, Kecamatan Batang Hari Leko, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Berdasarkan data yang telah himpun, Sawmill tersebut sudah hitungan tahun beroperasi dan telah berpindah tangan kepemilikan, namun sayangnya hingga saat ini disinyalir tidak memiliki legalitas secara lengkap.

Ketika dimintai pendapat perihal legalitas, Roy selaku pemilik Sawmill tersebut menyangkal bahwa CV Dili Harapan Timber tidak memiliki izin.

"Kemarin ada sedikit prablem dengan pemilik yang lama dan saat ini ada izinnya, sudah-sudah di urus sama pemilik yang lama," ujarnya singkat di kediamannya diarea Sawmill, Kamis (19/08/21).

Terpisah Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Musi Banyuasin Erdian Syahri SSos MSi mengatakan, izin tidak di temukan.

"Izin CV.Dili Harapan Timber tidak ditemukan di DPM-PTSP Muba," ujarnya singkat, Senin (23/08). (Jahri)

 












Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

August 22, 2021

Update COVID-19 Muba: Nihil Kasus Positif, Bertambah 58 Sembuh


MUBA, MA- Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Minggu (22/8/2021) mengkonfirmasi nihil penambahan kasus positif dan bertambah 58 kasus sembuh. 

"Nihil penambahan kasus positif dan bertambah 58 kasus sembuh per 22 Agustus 2021," ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Herryandi Sinulingga AP. 

Kadin Kominfo Muba ini merinci, hingga 22 Agustus 2021 ada sebanyak 2802 kasus. "Diantaranya 2551 kasus sembuh, 110 masih dirawat, 141 kasus meninggal dunia," urainya. 

Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 22 Agustus 2021 tercatat ada sebanyak 429 ODP 429 selesai pemantauan 0 masih dipantau, 1.199 kontak erat 1.199 kontak selesai pemantauan 0 kontak erat yang masih dipantau, 191 PDP 0 proses pengawasan 191 selesai pengawasan. (Red/Ril)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

August 21, 2021

Update COVID-19 Muba: Bertambah 21 Kasus Sembuh, 13 Positif, 2 Meninggal Dunia

MUBA, MA- Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Sabtu (21/8/2021) mengkonfirmasi penambahan 21 kasus sembuh, 13 positif, dan 2 meninggal dunia. 

"Ada penambahan 21 kasus sembuh, 13 positif, dan 2 meninggal dunia per 21 Agustus 2021," ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P. 

Povi merinci, adapun penambahan kasus positif diantaranya kasus 2790 Laki-laki 44 tahun Sekayu, kasus 2791 perempuan 25 tahun Sekayu, kasus 2792 perempuan 60 tahun Sekayu, kasus 2793 perempuan 18 tahun Sekayu, kasus 2794 perempuan 21 tahun Sekayu, kasus 2795 perempuan 32 tahun Sekayu, kasus 2796 perempuan 42 tahun Sekayu. 

"Kemudian, kasus 2797 perempuan 22 tahun Sekayu, kasus 2798 perempuan 44 tahun Sekayu, kasus 2799 perempuan 51 tahun Sekayu, kasus 2800 perempuan 4 tahun Sekayu, kasus 2801 perempuan 57 tahun Sanga Desa, dan kasus 2802 perempuan 64 tahun Sanga Desa," urainya. 

"Untuk kasus meninggal dunia dialami kasus 2726 perempuan 54 tahun Sungai Lilin dan kasus 2769 perempuan 68 tahun Sungai Lilin. Keduanya telah dimakamkan sesuai prokes COVID-19," tambahnya. 

Diketahui, hingga 21 Agustus 2021 ada sebanyak 2802 kasus diantaranya 2493 kasus sembuh, 168 masih dirawat, 141 kasus meninggal dunia," urainya. 

Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 21 Agustus 2021 tercatat ada sebanyak 429 ODP 429 selesai pemantauan 0 masih dipantau, 1.199 kontak erat 1.199 kontak selesai pemantauan 0 kontak erat yang masih dipantau, 191 PDP 0 proses pengawasan 191 selesai pengawasan. (Red/Ril)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

August 20, 2021

Pemkab Muba Kenalkan Sertifikasi dan Manfaat Obat Herbal

MUBA, MA- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Kesehatan Muba mengadakan Webinar  Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Keamanan Pangan,Jum'at (20/8/2021). 

Kepala Dinkes Muba dr H Azmi Dariusmansyah MARS diwakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Maryadi SKM MKes, menyampaikan anggapan umum masyarakat bahwa  makanan yang dikonsumsi sekedar sebagai sumber energi. Jarang masyarakat mempertimbangkan kuantitas dan kualitas makanan.

"Jadi kita harus mengetahui kuantitas maupun kualitas yang akan dikonsumsi. Apakah  makanan yang dikonsumsi mempunyai manfaat atau tidak, karena makanan dapat mempengaruhi kesehatan seseorang,"ungkapnya. 

Selain itu, makanan yang berlebihan dapat menimbulkan penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, kencing manis hipertensi dan penyakit lainnya. Makanan dan minuman juga berfungsi sebagai pengantar penyebab penyakit. Dengan demikian distribusi makanan perlu diperhatikan proses pengolahan, penyajian dan penyimpanan. 

Kurangnya informasi terkait makanan dan minuman  halal dan bergizi itulah yang menjadi kendala utama di masyarakat saat ini. 

"Webinar ini sebagai salah satu upaya  menghindari masyarakat dari jenis pangan yang berbahaya bagi kesehatan, yang tercermin dari meningkatnya pengetahuan dan kesadaran produsen dan konsumen terhadap mutu dan keamanan pangan. Meningkatkan pengetahuan masyarakat agar dapat melindungi dirinya dari makanan yang tidak memenuhi ketentuan dan mengerti akan pentingnya keamanan pangan,"ulasnya.

Ketua TP PKK Muba Hj Thia Yufada Dodi Reza mengungkapkan, selain membahas peranan BPOM terhadap keamanan makanan olahan juga akan dibahas obat tradisional. 

Thia Yufada yang tampil sebagai opening speaker,  mengingatkan, Indonesia terkenal dan kaya akan obat-obatan herbal. Menurutnya obat-obatan herbal ini menjadi anugerah sebab tanaman-tanaman yang tumbuh dan berkembang di Indonesia sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Semua berkah tanaman dan makanan ini diolah menjadi obat herbal secara turun-temurun dimanfaatkan, dikonsumsi sesuai  norma yang berlaku di masyarakat. 

"Kita tidak hanya berhenti disitu, karena sebagai manusia makhluk yang berfikir, tentu harus terus melakukan pengembangan  demi keamanan diri sendiri, keluarga dan masyarakat sekitar. Untuk itu di sinilah hadirnya BPOM, yang akan memberi informasi dan ilmu pengetahuan kepada kita semua. Terkait dengan berbagai informasi tentang pangan, makanan dan minuman herbal,"ucapnya.

Di masyarakat, tambahnya, ada dua kelompok penting yang jadi sasaran kegiatan KIE kemanan pangan ini,  yakni produsen dan konsumen. 

Produsen harus dapat memahami proses dan teknis makanan olahan dan obat tradisional, olahan yang aman untuk dikonsumsi serta memastikan betul manfaat yang terkandung dalam produk olahan. Sedangkan konsumen, mereka perlu tahu semua informasi jika  mau mengkonsumsi tanaman pangan atau obat herbal. Salah satu yang penting adalah batas waktu aman konsumsi (expired  date), label halal dari MUI, BPOM dan alamat produksi. 

Peserta webinar terdiri dari Ketua Tim Penggerak PKK  Se-Kabupaten Musi Banyuasin, yang juga Pembina UP2K-PKK ini mayoritas bergerak di sektor produksi minuman tradisional. Mereka akan menimba ilmu dari pemateri  Kepala BPOM Palembang Drs Martin Suhendri Apt M.Farm. 

"Tentunya materi ini akan bermanfaat bagi kita semua baik sebagai produsen maupun konsumen. Sebagai produsen yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan sebagai konsumen bisa juga menambah pengetahuan tentang kesehatan dari makanan yang akan dikonsumsi,"pungkasnya.

Kepala BPOM Palembang Drs Martin Suhendri Apt M.Farm menjelaskan, gambaran umum dan kondisi UMKN obat tradisional saat ini. Menurutnya obat tradisional sebagai potensi alam Indonesia perlu mendapatkan dukungan dan pengololaan serta pendampingan. UMKM obat tradisional tersebar luas diseluruh wilayah indonesia (-+ 846 sarana). Namun, belum semua UMKM obat tradisional di Indonesia menerapkan Cara Pembuatan Obat Tradisional dengan Baik (CPOTB) 

"Total UMKM OT yang telah tersertifikasi CPOTB di Seluruh wilayah indonesia sebesar 275 (33%) dari 846 UMKM OT. Jadi pengembangan obat tradisional merupakan proses yang panjang mulai dari proses penyediaan bahan baku, studi atnofarmakologi, pembuktian khasiat dan keamanan, teknologi ekstraksi, proses produksi, hingga produk sempai ke tangan pasien,"urainya.

Adapun penggolongan obat tradisional diantaranya, jamu adalah obat tradisional Indonesia yang digunakan secara turun-temurun dengan khasiat dibuktikan secara empiris. Nomor lzin Edar Produk TR.123456789 (9 digit angka) dan Tl. 123456789 (9 digit angka).

Obat Herbal Terstandar (OHT) adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan  dan khasiatnya secara ilmiah. Dengan uji praklinik pada hewan dan bahan bakunya telah distandardisasi. Nomor Izin Edar Produk - HT 123456789 (9 digit angka).

Fitofarmaka adalah sediaan obat bahan alam telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah, dengan uji praklinik pada hewan dan klinik pada manusia, serta bahan baku dan produk jadinya telah distandardisasi. Nomor Izin Edar Produk FF.123456789 (9 digit angka).

"Sistem pengawasan obat dan makanan ada 3 tahapan, yang pertama pemerintah sebagai regulatori terhadap produk, sarana dan standard. Kedua pelaku dan yang terakhir masyarakat. Semoga apa yang telah dibahas dalam webinar dapat menambah pengetahuan kita bersama untuk kesehatan dan kesejahteraan," tandasnya. (Red/Ril)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

August 19, 2021

Bupati Muba Surati Kementerian PUPR dan Kemenhub, Desak Perbaiki Jembatan dan Jalan Rusak

MUBA, MA- Kondisi memprihatinkan tampak pada jalan dan jembatan di Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) tepatnya Desa Bailangu dan Desa Epil Kabupaten Musi Banyuasin. 

Diketahui, ruas jalan dan jembatan yang rusak parah tersebut merupakan  dibawah pengelolaan Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN).

Pantauan Kamis (19/8/2021) pagi tampak Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA geram saat meninjau lokasi Jembatan dan Jalan di Desa Bailangu dan Epil yang rusak berat. 

"Saya sudah telpon dan surati langsung Kementerian PUPR dengan tembusan ke Kementerian Perhubungan untuk minta segera diperbaiki Jalan dan jembatan yang sudah sangat rusak parah ini," ungkap Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin. 

Lanjutnya, ia juga sudah sudah menghubungi langsung Kepala BBPJN untuk segera merespon dan memperbaiki ruas jalan dan jembatan yang rusak tersebut. 

Kepala Daerah Inovatif Indonesia ini juga memberikan warning kepada kendaraan truk yang bermuatan besar apabila jalan dan jembatan di Jalinteng wilayah Muba tidak kunjung diperbaiki. 

"Kalau jembatan, jalan masih belum diperbaiki, saya minta putar truk-truk tonase besar yang dari/ke Lubuklinggau. Saya larang lewat Betung-Sekayu," tegasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Muba Herman Mayori ST MT merinci, terdapat 12 ruas jalan serta jembatan rusak yang pengelolaannya dibawah Kementerian PUPR berada di wilayah Muba. 

"Diantaranya berada di STA KM. 80+600 (Jembatan Karang Periuk Teluk Kijing 3), STA KM. 86+600
(Sebelum Tikungan Sp. Tekad), STA KM. 88+200 (Sebelum Polsek Lais), STA KM. 94+100 (Jembatan Dalam Desa Epil Setelah Masjid Abdul Kadim), STA KM. 94+400 (Jembatan Air Sawah Setelah SMPN 2 Lais yang bupati berhenti)," urainya. 

"STA KM. 99+950 (Jembatan Air Sungai Guci), STA KM. 101+000 (Longsoran Sebelum Desa Bailangu Timur), STA KM. 110+600 (Jembatan Air Tilan, jebol plat lantai), STA KM. 127+350 (Longsor tepi badan sebelum Desa Sukarami), STA KM. 131+270 (Longsor tepi badan jalan di Desa Sukarami), STA KM. 142+300 (Oprit Jembatan Air Paye Lajung Desa Karang Waru), dan STA KM. 149+290 (Oprit Jembatan Air Durian 2 Baru)," tandasnya. (Red/Ril)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp






Dukung Kami di Youtube

LAPOR PAK

LAPOR PAK
Buat Laporan Anda disini, pasang Aplikasi Kami.

Media Advokasi Edisi Cetak