Web Analytics
Showing posts with label Muratara. Show all posts
Showing posts with label Muratara. Show all posts

May 04, 2021

Ini Penjelasan Sekda Muratara Terkait Kantor Samsat Yang Nunggak Pembayaran

MURATARA, MA- Dikarnakan sudah jatuh tempo pembayaran sewa pakai ruko, dua kantor dinas ditutup, Selasa (04/05/21)  

Disampaikan IJK pemilik ruko yang diperuntukkan untuk kedinasan. Selama ini langkah persuasif sudah menemui pihak yang bersangkutan namun tidak ada keputusan yang jelas.

"Kemarin kita sudah melakukan langkah persuasif atau mediasi kepada pihak yang bersangkutan namun tidak ada keputusan yang kongkrit atau tidak jelas," ujar pemilik Ruko.

Lanjutnya, dengan tidak adanya keputusan dari pihak yang terkait maka dari itu dengan terpaksa dua kantor ditutup untuk sementara sampai adanya keputusan yang siknifikan

"Kami mengambil tindakan dengan cara menutup beberapa kantor dinas, yakni kantor Samsat dan kantor dekranasda, karena sudah nunggak pembayaran kontrak pakai atau jatuh tempo pembayaran kontrak," jelasnya 

Pemilik Ruko juga menyampaikan, jika ada langkah baik atau solusi dari Pemkab Muratara maka dipastikan akan ruko tersebut bakalan di buka kembali.

"Jika ada keputusan yang baik dari pihak terkait, maka akan kita buka. Kalau tidak ada maka dengan terpaksa akan kita tutup sampai waktu yang tidak ditentukan." tegas Pemilik Ruko.

Sementara itu, Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Muratara Alwi Roh mengatakan, tidak akan ditutup walapun alasan pemik ruko sudah jatuh tempo.

"Tidak bisa lah seperti itu, kita juga tidak tahu keputusan mereka antara bupati yang lama," ujar Sekda.

Kemudian dirinya menyampaikan, nanti bagaimana caranya akan di selesaikan secara baik-baik, bisa di prediksi besok pagi kantor Samsat sudah bisa beroperasi kembali. "Nanti akan kita selesaikan kepada pihak yang punya ruko agar bisa di operasikan kembali," tutup Sekda. (AkaZzz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

May 03, 2021

Kades Setia Marga: Kendaraan Bertonase Di Atas 3 Ton Harus Putar Balik


Kondisi Jalan Penghubung Setia Marga  Kecamatan Karang Dapao Kabupaten Muratara Sumatera Selatan.


MURATARA, MA- Demi menjaga kenyamanan pengendara pengguna jalan, kepala Desa Setia Marga Tegaskan " Melebihi muatan 3 ton terpaksa harus putar balik.

Hal tersebut di sampaikan Bambang kepala Desa Setia Marga/Sp4 Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Senin(03/05/21)

Dimana dalam penyampaiannya , dirinya mengatakan pihak Pemerintah Desa (Pemdes) kepada pengguna ruas jalan Setia Marga - Karang Dapo, sehubungan yang telah dilakukan gotong royong pemasangan plataran oleh masyarakat dan Pemdes Wijaya Sungai Bilang.

Maka demi awetnya dan tertibnya jalan tersebut apalagi sebentar lagi akan memasuki hari idul Fitri 1442 H/2021 maka untuk sementara kami menghimbau sebagai berikut.

"Pertama dilarang mobil berat/muatan lebih dari tiga ton melewati ruas jalan ini. Apabila ada yang melanggar mohon maaf harus bertanggung jawab atas kerusakan jalan tersebut dan terpaksa kami suruh Mutar balikarah demi kenyamanan bersama," ujar Bambang.

"Kami tidak segan-segan untuk menindak tegas kepada pengguna jalan yang telah melanggar ketentuan desa, dengan memutar balik kendaraan yang kendarainya," ungkap Bambang.

Kemudian dirinya juga menyampaikan demi perawatan dan pemeliharaan jalan ini, mohon kepada pengguna jalan agar dapat membantu kepada yang menjaga di pelataran tersebut.

"Kami sudah meletakkan orang yang merawat atau memelihara jalan tersebut dan saya sebagai Pemerintah Desa Setia Marga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Sungai Bilang, Perangkat Desa Setia Marga BPD, dan pihak-pihak yang telah berkontribusi kepada perbaikan jalan poros setia Marga - Karang Dapo." tutup kades. (AkaZzz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Tidak Ada Keputusan, TKS Muratara Ancam Bakalan Dobrak ke Provinsi

MURATARA, MA- Kebijakan Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) pada 1 April lalu tuai kecaman pedas dari para TKS yang jadi korban politik. Senin(03/05/21)

Seperti yang di lontarkan (IG) salah seorang mantan tenaga Kerja Suka Rela (TKSK)di sala satu dinas yang berada di Muratara. Dirinya menyampaikan pihaknya menunggu sebelum lebaran  jika tidak ada keputusan terhadap para TKS yang di rumahkan dirinya mengancam akan ada gerbekan besar-besaran usai hari raya mendatang.

"Kami tunggu sebelum lebaran ini untuk keputusan terhadap nasib TKS yang di rumahkan, namun jika tidak ada kami akan adakan aksi besar-besaran di depan pemkab Muratara, bukan hanya tingkat kabupaten saja bahkan sampai ke tingkat provinsi,"terangnya.

Kemudian disisi lain hal yang sama juga di sampaikan (ZK) juga sala seorang mantan TKS di kabupaten Muratara, dirinya juga menyatakan "Jika tidak ada keputusan yang baik terhadap nasib TKS yang di rumahkan , maka kami akan adakan aksi besar-besaran sehabis lebaran nanti,"tegasnya.

Kemudian menurutnya, keputusan bupati untuk merumahkan para TKS dan mengganti dengan tenaga kerja suka rela yang baru, hal itu sangat tidak adil yang berperang gajah sama gajah. namun semut yang terkena imbasnya .

"Kembali dirinya menegaskan kepada pemangku kebijakan agar segera mengambil keputusan, jangan gara-gara politik kami kena imbas." tandasnya. (Akaz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

April 26, 2021

Kepala Office Manager Kiwi: Kami Sudah Melaksanakan Ketentuan Sesuai Aturan

Salman Alfarisi, Kepala Office PT Kirana Windu.


MURATARA, MA- Terkait keresahan Masyarakat dan pengendara mengenai polusi udara yang ditimbulkan oleh Perusahaan Terbatas Kirana Windu (PT Kiwi), pihak perusahaan mengatakan" Kami sudah melaksanakan ketentuan sesuai prosedur,"jelas Salman Alfarisi Kepala Office Manager PT.Kiwi pada Senin(26/04/21)

Perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan bahan baku karet tersebut beralamat di desa surulangun Rawas kecamatan Rawas ulu kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Menyikapi hal tersebut pihak perusahaan menyatakan ,bau tidak sedap itu awalnya berasal dari pembelian bahan olah karet (bokar) yang masih ada bersumber dari karet rendam.

Namun sampai saat ini polusi yang ditimbulkan Masi tergolong aman, sebab setiap persatu semester atau 6 bulan sekali rutin dilakukan pengecekan oleh pihak uji mutu provinsi Sumsel

"Sebagai  bentuk klarifikasi bahwa, pihaknya telah melakukan sesuai hasil uji polusi,  dimana yang dimaksud adalah sesuai masuk baku mutu tidak ada pelanggaran terkait pencemaran polusi udara sebagaimana yang di maksud dalam pemberitaan sala satu media online kemarin." terangnya. (AkaZzz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

April 12, 2021

Bupati Muratara Minta Perusahaan Harus Bayar Pajak

 


MURATARA, MA- Badan Pendapatan Daerah (Babpenda) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), melakukan rapat koordinasi dan sinkronisasi dalam upaya mengoptimalisasikan pendapatan daerah tahun 2021 dengan mengundang seluruh perusahan, Camat, pihak Bank  dan SKPD terkait dalam lingkup Pemkab Muratara, kegiatan ini dilaksanakan di kantor Pemda Muratara, Senin (12/04/21).

Bupati Muratara, H. Devi Suhartoni mengatakan rapat ini penting, saya minta setiap rapat harus ada realisasinya bukan hanya seromoni belakang.

"Rapat soal pengotimalisasi tentang pendapatan daerah ini bukan sesuatu yang baru, namun ini akan kita tertipkan agar baik, kami pemerintah tidak akan mempersulit bagi perusahaan untuk berimpentasi," ungkap Bupati.

Dilanjutkan, untuk CSR komite harus jalan, mobil perusahaan harus besamsat di Muratara, kerena untuk kepentingan daerah soal pendapatan pajak daerah.

"Bagi perusahaan harus aktip membayar pajak, jangan susah diajak koordinasi ke Pemkab, kalian harus berimpetasi dengan aman semua harus buat izin di Muratara, selain itu, perusahaan harus bayar gaji karyawan tepat waktu, BPJS bagi karyawan harus dibayar hal ini sangat penting karena menyakut aturan negara," tutupnya. 

Kepala Babpenda Muratara, Efendi Aziz menggatakan  hasil rapat optimalisasi hari ini ditemukan upaya optimalisasi pelayanan penuh pada kantor samset Muratara, memerintahkan kepada pimpinan perusahaan diwilayah Muratara yang mengoperasikan kendaraan luar provinsi untuk memutasikan kendaraannya ke wilayah Muratara, penagihan secara dor tuh dor.

Selain itu, bagi pemanang tender yang ber NPWP luar Muratara harus punya dan PKP cabang dengan alamat Muratara, NPWP dan PKP cabang bagi operator dan subkon perusahan tambang dengan alamat muratara, NPWP dan PKP cabang bagi pengepul sawit, alamat transportasi perusahaan dan pelaku usaha  yang beroperasi hrs berplat muratara

"Kita harapkan setiap perusahaan yang berdomisili Diwilayah Muratara, diwajibkan memiliki KTA Muratara, selain itu, setiap perusahaan harus wajib memiliki kantor cabang Muratara," harapan Efendi Aziz. 

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Muratara, Maulin menyampaikan Kadin merupakan organisasi pengusaha Indonesia dan sudah disahkan oleh presiden.

Maka dari itu, para perusahaan kita ingin benahi, disektor perekonomian kita siap menyalurkan kehendak pengusaha untuk kerja sama antar pemerintah agar ekonomi Rakyat Muratara semakin baik lagi kedepannya.

"Kembali kita inginkan wajib bagi seluruh perusahaan diwilayah Muarata menyerap tegana kerja lokal menimal 60 persen .  Selain itu seluruh pengusaha harus berkantor diwilayah Muratara, seluruh perusahan harus bayar pajak di Muratara, bukan diluar Muratara," tegasnya. (Akaz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Kabar Gembira Bagi Desa Di Kabupaten Muratara



MURATARA, MA- Guna menciptakan Rasa aman dan kenyamanan di setiap Desa Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) adakan sayembara kategori tingkat Desa, Senin (12/04/2021).

Devi Suhartoni , Bupati Muratara menyampaikan , kepada setiap desa berhak memiliki Rasa aman nyaman tanpa Narkoba.

Aman nyaman dalam arti kata, tidak ada lagi aksi premanisme, tidak ada lagi masyarakat yang nyetrum ikan di sungai, tidak ada lagi penyalagunaan Narkoba.

"Jika dari beberapa hal tersebut sudah bisa teratasi, maka desa tersebut berhak mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten," ujarnya.

Kemudian untuk sistem penilaian itu sendiri dirinya bersama tim akan datang sendiri ke desa-desa yang ada di kabupaten Muratara, guna melihat , mengkroscek apakah betul sudah aman atau belum .

"Dengan adanya sayembara tersebut , diharapkan desa yang ada di Muratara bisa menerapkan poin-poin yang sudah di jelaskan agar desa tersebut bisa menjadi percontohan bagi desa-desa lainnya, "susui dengan selogan kita , yakni Muratara berhidaya" tutup bupati. (akaz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

April 06, 2021

Guru PKBM di Muratara Belum Terima Gaji Dari Tahun 2020 Hingga 2021


MURATARA, MA- Guru Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Muratara pertanyakan gaji terhitung sejak bulan Oktober-Desember tahun 2020 lalu hingga kini belum mereka dapatkan. Selasa (06/04/21).

Padahal itu merupakan hak mereka yang mesti didapat akan tetapi hingga sekarang belum juga ada kejelasan terhadap gaji guru PKBM tersebut.

Hal itu seperti yang disampaikan salah satu guru PKBM berinisial (AT) menuturkan bahwa dirinya hingga sekarang belum mendapatkan gaji selama tiga bulan terhitung Oktober-Desember tahun 2020 lalu hingga kini belum juga diterima.

"Kami ini merasa kuwatir dan bertanya tanya apakah gaji kami itu dibayar atau tidak. Karena hingga sekarang belum juga ada kejelasan dan sekarang bulan Maret 2021,"ungkapnya.

Ia menjelaskan untuk besaran gaji mereka itu satu bulannya Rp 400 ribu dan totalnya sebesar Rp 1.200 ribu karena selama tiga bulan. Nilai ini sangat besar bagi kami apalagi dalam kondisi pandemik Covid-19. 

"Pastinya sangat besar bagi kami dek, ditambah kondisi pandemik seperti saat ini, uang itu sangat berarti dan menjadi harapan karena bisa memenuhi kebutuhan sehari hari,"katanya.

Sementara itu, Kadisdik Muratara H Sukamto melalui Kabid TK/Paud Yuli Andriyani membenarkan bahwa tutor PKBM belum gajian selama tiga bulan terhitung sejak Oktober sampai Desember tahun 2020 lalu. Dan itu akan dibayarkan ditahun ini.

"Ya memang belum dibayarkan dan akan dibayarkan pada tahun ini,"ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya hanya mengusulkan saja untuk gaji tutor PKBM dan gaji itu langsung masuk kerening bersangkutan.

"Kita hanya mengusulkan saja dan gaji tersebut tidak melalui Dinas Pendidikan (Disdik) langsung masuk kerening yang bersangkutan,"jelasnya.

Ia menghimbau kepada seluruh tutor PKBM harus bersabar dan pastinya itu akan dibayarkan. "Harus bersabar, karena itu hak pastinya akan dibayar," imbaunya. (Akaz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Diberi Upah 50 Ribu, Suherman Ikut Terseret Masuk Bui

 



MURATARA, MA- Satreskrim Polres Muratara berhasil menangkap Suherman (37) warga Desa Sungai Lanang, Kecamatan Rawas Ulu, Kab.Muratara, Minggu (4/4/2021) sekitar pukul 01.00 wib, Selasa (06/04/21).

Tersangka ditangkap dirumahnya tanpa perlawanan karena meminjamkan senpira kepada Yasin (Sudah) ditangkap, dengan korban M.Arif Wibisono  (16) warga  Blok B.0 Desa Krani Jaya Kecamatan Nibung Kabupaten Muratara..Tersangka ditangkap sesuai dengan Lp / B - 07  / III / 2021/ Sumsel / Muratara/28 Maret 2021).

Peristiwa terjadi  Kamis (4/3/2021) sekitar pukul 19.00 wib telah terjadi tindak pidana Pencurian dengan kekerasan berhubungan dengan Membantu Melakukan Kejahatan.

Berdasarkan  keterangan dari tersangka Yasin (ditangkap pada 28 Maret 2021) yang menerangkan bahwa, tersangka Yasin mendapatkan Senpira hasil meminjam dari tersangka Suherman sebelum Yasin melakukan tindak pidana  pencurian dengan kekerasan.

Dan benar tersangka Suherman  meminjamkan senpira miliknya sekitar pukul 19.00 WIB (Sebelum melakukan kejahatan). 

Kemudian setelah tersangka  meminjam senpira tersebut, tersangka Yasin mengembalikan senpira tersebut dengan  memberi uang Rp.50 ribu sebagai upah kepada tersangka Suherman. Selanjutnya tersangka Yasin mengajak tersangka Suherman  untuk pesta narkoba jenis  Shabu (paket Rp.200.000) dari hasil penjualan handphone  dari tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

Kapolres Muratara, AKBP Eko Sumaryanto, S.ik melalui Kasat Reskrime, AKP Dedi Rahmad Hidayat membenarkan adanya penangkapan tersebut

Setelah mendapat informasi dari tersangka. Tim beruang Polres Muratara melakukan pengejaran dan penangkapan pelaku Suherman dirumahnya. Pelaku dapat diamankan tanpa ada perlawanan dan dibawa ke Polres Muratara.

Berdasarkan keterangan tersangka Suherman, mengakui meminjamkan senpira kepada tersangka Yasin. (Akaz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Karang Taruna Hanya Satu, Tidak Ada Yang Lain

 


MURATARA, MA- Polemik Kepengurusan pengurus Karang Taruna Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) makin hari makin memanas, bahkan ada dua KT di Muratara, Selasa (06/04/21).

Pasalnya, dalam beberapa Minggu terakhir kembali dikukuhkan Versi kedua , yang disinyalir tidak di akui oleh karang taruna provinsi sumatera selatan (Sumsel).

Dimana dalam TKD yang di gelar di kantor BLK kabupaten Musi Rawas  (Mura) pada Senin lalu Wakil Ketua Karang Taruna Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Rudi Pangaribuan menyebut kepengurusan Karang Taruna Kabupaten Muratara hanya satu yakni saudara Sukri Alkap.

“Kepengurusan Karang taruna Kabupaten Muratara hanya ada satu, tidak ada yang lain,”tegasnya.

Kemudian ia juga menyampaikan ,apapun keputusan dari bupati pada saat ini mungkin mereka sudah menimbang dan memperhitungkan mana yang terbaik bagi kabupaten Muratara.

" Saya yakin pak Devi sudah memperhitungkan segala konsekwensinya dan bisa memilih mana yang baik mana yang tidak dan mana yang sesuai dengan prosedural," terangnya

Kemudian lanjutnya, kita selaku pembina dan pembimbing seluruh organisasi yang ada di kabupaten Muratara. "kita yakin Bupati pasti sudah mengetahui permasalahan yang ada pada saat ini , bupati juga tahu mana yang sesuai dengan mekanisme mana yang tidak sesuai," tutupnya. (Akaz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

March 30, 2021

Peringatan !!!, Lampu Rambu-rambu Lalulintas Mengancam Keselamatan Pengendara

 


MURATARA, MA- Waspada bagi pengendara yang melintasi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) diharapkan untuk berhati-hati supaya tidak tertimpah lampu rambu-rambu lalu lintas, Selasa(30/03/21).

Berdasarkan pantauan lapangan media ini, Kerusakan lampu jalan sudah sekitar satu Minggu yang lalu, dan sampai saat ini lampu yang belum di perbaiki.

Seperti yang di sampaikan Pran selaku pengendara lalu lintas , kerusakan tersebut bisa saja mengancam keselamatan bagi pengguna jalan.

"Yo benar lampu itu dem rusak nian dan posisi nyo kini bergelantungan tinggal kabelnyo Bae,"kata salah seorang pengendara saat melewati jalan tersebut.

Dirinya berharap kepada kepada pemerintah atau dinas yang terkait untuk dilakukan perbaikan terhadap lampu yang rusak tersebut, dikawatirkan dapat membahayakan pengendara dan warga setempat.

"Saya berharap kepada dinas yang bertanggung jawab agar di perbaiki , supaya tidak menimpah pengendara atau warga saat melintas," tutupnya. (Akaz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

TKS Dibiayai APBD Muratara di Berhentikan





MURATARA, MA- Berdasarkan surat edaran bupati Musi Rawas Utara (Muratara) No 32 Tahun 2021 Poin 1 TKS yang di biayai APBD Muratara diberhentikan, Selasa(30/03/21).

Sebagaimana yang di jelaskan Wakil Bupati Muratara H.Inayatullah beberapa hari lalu yang menyebutkan seluruh TKS akan di evaluasi atau di Rasionalisasi , Hari ini (30 Maret 2021) surat edaran tersebut langsung di keluarkan dan agar bisa di laksanakan.

Dalam rangkah penataan TKS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muratara di sampaikan dengan poin-poin sebagai berikut:

Pertama, terhitung mulai 1 April 2021 seluruh TKS dan/atau sebutan lainnya yang di biayai dari APBD Kabupaten Muratara Diberhentikan.

Kedua, bagi perangkat daerah yang masi membutuhkan TKS dan/atau sebutan lainnya seperti: Tenaga Operator Sopir, petugas keamanan kantor, petugas kebersihan kantor, tenaga kebersihan DLHP, tenaga lapangan Dishub, dapat memperkerjakan TKS sesuai dengan kebutuhan atas izin pejabat pembina kepegawaian (Bupati).

Ketiga, untuk melaksanakan operasional masing-masing perang daerah , maka TKS dan/atau sebutan lainnya tetap dipekerjakan yaitu: Operator Simda 1 Orang, operator Perencanaan 1 orang, Operator lainya 2 orang, sopir satu orang , petugas keamanan kantor 2 orang, petugas kebersihan kantor 2 orang, dan pramusaji 1 orang.

Keempat, untuk TKS khusus seperti tenaga medis, tenaga penunjang medis, tenaga pendidikan, Polisi Pamong praja/Pemadam kebakaran, petugas lapangan KB, Taruna siaga bencana,(Tagana), tim reaksi cepat penanggulangan bencana akan di atur sendiri.

Terakhir atau kelima, terhadap TKS dan/atau sebutan lainya, sebagaimana yang disebut pada point 1 dibayarkan honorarium/jasa tenaga kerja untuk bulan Januari, Februari dan Maret 2021, berdasarkan surat perjanjian kerja oleh masing-masing kepala perangkat Daerah ,dengan besaran sama seperti bulan Desember 2020 lalu.

Itu beberapa point penting yang harus di ketahui dan dilaksanakan sebagaimana semestinya. (Akaz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

March 24, 2021

Kasat Lantas Muratara: Kenalpot Racing Tidak Digunakan di Jalanan Umum




MURATARA, MA- Banyaknya laporan terkait masalah banyaknya pengguna kenalpot racing di kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Provinsi Sumatera Selatan.

"Berdasarkan Pasal 25 ayat satu untuk motor kemudian untuk penangkapan pasal 285 ayat dua untuk sanksinya bisa kena tilang dan kalau di pengadilan bisa berupa kurungan," ungkap Kapolres Muratara melalui Kepala Satuan Lalu Linntas (Kasatlantas) AKP Nasharudin, Rabu (24/03/21).

Dijelaskanya juga, khusus untuk di kabupaten Muratara kita belum bisa menerapkan tindakan baik penilangan ataupun penangkapan.

"Kita sedang melihat situasi dan kondisi untuk menerapkan sanksi-sanksi tersebut sebab kita harus berkoordinasi dengan pengadilan dan kejaksaan," terang Kasat.

Sambungnya, untuk penertiban berlalulintas setiap harinya terus kita laksanakan dan terus kita sosialisasikan baik yang menjual dari pada kenalpot maupun bagi pengguna kenalpot racing itu sendiri.

Kemudahan kasat juga mengatakan, kenalpot racing hanya di gunakan di area balap bukan di jalan umum ataupun di jalan raya. (Akaz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

March 19, 2021

Warga Sungai Buluh Keluhkan Jalan Rusak


MURATARA, MA- Kerusakan akses jalan membuat masyarakat sungai buluh menuju kecamatan Nibung Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) merasa kesulitan saat ingin melintas, Jum'at (19/03/21).

Seperti yang di sampaikan Ari Pengguna jalan menuturkan, keresahannya dengan kondisi di Sepanjang jalan dari desa sungai buluh ini  Menuju Kecamatan Nibung Semakin lama semakin parah rusaknya.

"Ada beberapa lokasi titik jalan yang rusak para saat datang musim hujan, salah satunya tepat depan SMAN Nibung," ujarnya.

Dimana kondisi jalan tersebut hancur dan aspalnya sudah banyak yang bolong-bolong, dengan hal tersebut bukan hanya warga saja yang merasa resa, anak sekolahpun jadi korban dari kerusakan jalan tersebut.

"Kita sangat membutuhkan perbaikan dari jalan, sebab jalan adalah jantungnya ekonomi masyarakat, jika jalannya terus seperti ini maka otomatis aktivitas masyarakat yang ingin melintas akan terganggu" ungkapnya.

Hal yang sama juga di keluhkan Poniman warga Sp 07  kecamatan Nibung ia mengatakan, akibat akses jalan yang hancur. Pengendara yang melintas sering mengalami kecelakaan. Apalagi saat hujan tiba.

Akibat jalan yang hancur menjadi licin di tambah lagi musim hujan lobang yang di jalan tidak terlihat saat  itulah kendaraan roda empat dan roda dua tidak kenampaan lobang jalan dan selalu banyak yang terjebak.

"Dengan jalan banyak yang  berlobang tentunya Ssangat membahayakan bagi pengguna jalan, bahkan tak jarang mobil yang Membawa buah dan mobil lainnya kesulitan menghindari lobang akan memilih jalan yang mana yang bisa di lewati," tuturnya.

Jalan ini adalah akses utama dari kecamatan Rawas ulu menuju kecamatan Nibung ,  Ia dan masyarakat lainnya sangat mengharapkan adanya perbaikan. 

"Dengan kondisi jalan seperti saat ini, Ia dan warga lainnya merasa terisolir. Warga tak  memiliki akses lain selain jalur tersebut untuk keluar masuk desa," tutupnya. (Akaz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

March 18, 2021

Kapolsek Karang Jaya Terima Satu Pucuk Senpira



MURATARA, MA- Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), terima penyerahan Senjata Api Rakitan (Senpira) dari Kepala Desa Muara Batang Empuh, Kamis(18/03/21).

Senpi jenis Kacepek itu diserahkan langsung oleh Kepala Desa Muara Batang Empuh. Penyerahan Senpi oleh kepala desa itu langsung di terima oleh Kapolsek Karang Jaya Iptu Surhadi di dampingi Kanit Res Ipda Kadapi, Kanit Binmas Aiptu Pirdaus, pada Rabu (17/3/2021) sekira pukul 14.00.

Kepala Desa Muara Batang Empuh, Budi Iswadi mengatakan senpi tersebut di dapatkan dari salah satu warganya yang telah meninggal dunia .

"Demi keamanan bersama dan juga mengantisipasi, senpi tersebut agar tidak di salah gunakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Sehingga Senpi jenis Kacepek di serahkan ke pihak yang berwajib," ujar Iswadi.

Sementara itu Kapolsek Karang Jaya Iptu Surhadi mengucapkan terimakasih kepada Kades yang telah menyerahkan Senpi tersebut.

"Kami menghaturkan terimakasih yang setinggi-tingginya pada Kades Muara Batang Empuh yang mana tanpa di minta dan dengan penuh kesadaran yang luar biasa beliau menyerahkan senpi tersebut ke Polsek. Saya juga berharap, guna menghindari hal-hal yang tidak di inginkan, kedepannya tidak ada lagi warga yang menyimpan Senpi yang ilegal," harapnya (Akaz)



Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Warga Rawas Ilir Resah Dengan Aktivitas Armada Batubara



MURATARA, MA- Warga  Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) datangi Ketua DPRD Kabupaten Muratara guna mengadu atas keresahan yang di timbulkan dari aktivitas Mobil pengangkut Batubara Kamis(18/3/2021). 

Ariono salah satu perwakilan dari beberapa warga yang datangi ketua DPRD mengatakan ,aktivitas kendaraan pengangkutan batubara kini sudah meresahkan masyarakat yang berada tidak jauh dari jalan lintasan kendaraan tersebut.

"Debu dan suara yang di hasilkan dari  kendaraan itu sangat bising, membuat masyarakat terganggu untuk beristirahat siang apalagi pada waktu malam hari tentu sangat-sangat mengganggu" tuturnya 

Dijelaskannya, imbas dari aktivitas tiga perusahaan tersebut sudah ada rumah warga yang retak akibat getaran mobil besar yang tiap hari lewat tanpa jedah.

"Dahulu diawal beroperasi, hanya sedikit kendaraan pengangkutan batubara yang melintasi jalan hauling. Kini jalan hauling batubara itu sudah sangat padat, bahkan jumlah kendaraan pengangkutan batubara sudah melebihi kapasitas. Sudah hampir seribu kendaraan yang beroperasi dan lalu lalang, itulah yang membuat masyarakat sudah tidak tahan dan akhirnya melapor ke sini" ungkapnya.

Lanjutnya, tiga perusahaan itu yakni PT Banyan Koalindo Lestari, PT Triaryani dan PT Bara Sentosa Lestari.

Selain mengadu kepada DPRD Kabupaten Muratara, masyarakat juga telah melapor keresahan mereka kepada kementerian terkait.

"Tanggal 4 Maret 2021 kami ke Inspektur Tambang di Palembang, kami mengantar surat laporan darurat yang kami tujukan ke Bapak Dirjen Minerba Kementerian ESDM di Jakarta," bebernya.

Masyarakat berharap kepada pemangku kebijakan yang berada di kabupaten  Muratara bisa turun ke lapangan melihat langsung apa yang sebenarnya terjadi dan segerah mengambil tindakan.

Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Muratara, Efriyansyah saat di bincangi usai rapat dengan beberapa warga yang telah melapor, sesegera mungkin kita  akan menindaklanjuti apa yang dilaporkan masyarakat ke instansinya. 

Sebelum mengambil tindakan, DPRD terlebih dahulu akan mempelajari laporan masyarakat itu dengan memanggil pihak-pihak terkait.

"Pengaduannya sudah kami terima, akan segera kami tindaklanjuti, tapi harus kita teliti dulu, nanti pihak terkait kita panggil," katanya. 

Efriyansyah menegaskan setiap perusahaan/investor yang beraktivitas di Kabupaten Muratara tidak boleh merugikan masyarakat. 

"Perusahaan mau investasi boleh, pemerintah dan DPRD sangat mendukung, tapi jangan sampai masyarakat dirugikan dan di korbankan." tutupnya. (Akaz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

March 17, 2021

Hingga Saat Ini Kecamatan Belum Upload APBDes

 


MURATARA, MA- Hingga sekarang belum menerima pengajuan Dana Desa (DD) tahap pertama, dan bahkan pihak Kecamatan belum Upload APBDes.

Pasalnya salah satu syarat untuk pengajuan harus Upload terlebih dahulu APBDes dan baru bisa diproses oleh pusat. Hal itu diungkapkan oleh Kepala BPKAD Muratara Duman Faizal melalui Kabid Anggaran Ishar pada Rabu (17/03/21)

"Syarat untuk pengajuan yaitu APBDes dan Peraturan Bupati (Perbub) tentang alokasi DD dan ini sudah di Upload. "Sekarang tinggal menunggu APBDes dan proses itu di masing masing Kecamatan,"jelasnya.

Untuk diketahui, lanjutnya prosedur DD sekarang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara hanya mengetahui saja dan uangnya langsung masuk ke rekening Desa masing masing.

"Sekarang tidak lagi masuk ke Kas Daerah (Kasda) dan langsung masuk ke rekening Desa. Akan tetapi anggaran DD pencacatannya masih masuk anggaran APBD,"bebernya.

Ia menghimbau kepada pihak Kecamatan agar sesegera mungkin untuk mengupload APBDes, agar DD bisa dicairkan. 

"Secepatnya lah di Upload, agar bisa disampaikan ke Pusat dan DD bisa di cairkan," himbaunya. (Akaz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Mobil Plat Dinas Diganti Plat Hitam Itu Tergantung Kebijakan


MURATARA, MA- Terkait masalah kendaraan dinas yang di peruntukan untuk kepentingan dinas tentunya harus berpelat merah itu sudah ketentuan mutlak, Rabu (17/03/21).

Kepala BPKAD Duman Faisal melalui Kepala bidang (Kabid) Aset Razalludin mengatakan yang namanya kendaraan dinas itu sesuai dengan tupoksi Fungsi dan gunanya untuk operasional dinas .

Jadi kita minta kita harapkan dan kita himbau seluruh kendaraan dinas silahkan dipergunakan sesuai dengan tupoksi dan bidangnya masing-masing.

"Tentang adanya  plat dinas di ganti dengan plat hitam itu kami tidak tahu silahkan tanyakan kepada Samsat mengapa mereka mengeluarkan plat hitam, apa alasannya dan apa tujuannya," jelas Rizal

"Kalau untuk kendaraan dinas itu sudah tentu plat merah bukan plat hitam , terkulai adanya kebijakan yang di ambil oleh oknum tertentu atau pemerintah daerah yang sedang berkuasa," tutupnya. (Akaz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Aktivis Muhammadiyah Dukung Program Pemkab Muratara

 


MURATARA, MA- Ketua Umum Karang taruna Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Ichandra Tanjung S.Ip dukung langkah pemerintah Muratara yang mewajibkan seluruh perusahaan harus berkantor di kabupaten Muratara. Rabu(17/04/21)

Menurut Ichandra tanjung yang merupakan aktivis pemuda Muhammadiyah, Langka pemerintah kabupaten muratara sudah tepat dalam hal mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Muratara. 

"Langkah tersebut bukan hanya mengurangi angka pengangguran saja menurut ichandra yang pernah menempuh pendidikan S2 hukum tata negara di UMP," jelasnya.

Lanjut Candra, sala satu bentuk untuk memberantas kemiskinan di kabupaten Muratara dengan tatanan dan wacana seperti itu di harapkan bisa menyerap  tenaga kerja lokal sebanyak 60 persen. Pekerja lokal muratara oleh perusahaan perusahaan yang beraktivitas di Musi Rawas Utara.

Kemudia Candra juga berharap perusahaan segera merealisasikan sebagaimana instruksi Bupati Muratara. 

"Jadi sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Jika terealisasi hal tersebut , Perputaran ekonomi meningkat. Pembangunan infrastruktur lewat CSR perusahaan pun jalan. Kalo perusahaan benar berkomitmen," tutup Candra. (Akaz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

March 10, 2021

Kebijakan Bupati Muratara Timbulkan Pro dan Kontra Dikalangan Masyarakat


MURATARA, MA- Dimana dalam kebijakan Bupati dan wakil Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) akan menghapus pesta malam, banyak timbulkan komentar pedas dari warga Net, Rabu(10/03/21).

Seperti yang di sampaikan Muxcin Gitulo warga Muratara, dimana dalam komentar nya di media sosial (FB).

"Kalu di tutup pesta malam mungkin banyak yang tidak setuju Karno sudah menjadi budaya dan tradisi daerah Kito. Kemudian yang kedua, banyak merugikan masyarakat banyak dan budaya tersebut sudah mendarah daging dari turun temurun," jelasnya.

Tambah Muxcin, kalau masalah Narkoba jika tidak ada yang menjual nya otomatis tidak akan ada yg beli. Tegasnya.

Hal yang sama di gelontorkan Epoy Epoy Dalam komentar di sosmed nya, untuk kebijakan yang satu ini saya sangat-sangat tidak mendukung apalagi di Desa Kami, karena itu sudah menjadi persatuan adat desa kami. 

Lanjut ia, mohon maaf perda itu kami tidak bisa terima karena desa kami miskin, siapa yang mau bertanggung jawab jikalau anak kami meminang anak gadis orang.

Kembali kami memohon untuk di kaji sila persatuan dan kesatuan "Kami orang kecil bukankah pemimpin tertinggi republik ini mencanangkan sikap gotong royong," tutup Epoy. (Akaz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

March 09, 2021

Wabup Muratara: Akan Tindak Tegas Penyetrum Ikan



MURATARA, MA- Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Inayatullah berkoordinasi dengan beberapa camat dan kades untuk mendata masyarakat yang masi menggunakan setrum ikan, Selasa (09/03/21).

Rapat yang di gelar bersama dengan beberapa Kepala Desa dan Lima Camat langsung oleh Wakil Bupati Muratara.
 
Didampingi oleh asisten 1 Susyanto tunut, Wabup mengatakan, kegiatan dari masyarakat yang masih saja menyetrum ikan itu nantinya jika kedapatan akan di tindak tegas.

Dimana dalam Peraturan Daerah (Perda) menyebutkan disitu sudah jelas jika kedapatan dari masyarakat yang melanggar maka akan di hukum sesuai peraturan yang berlaku.

"Diharapkan bagi masyarakat yang berada di Kabupaten Muratara tolong di stop aktivitas penyetruman ikan, jika tidak ingin bermasalah dengan hukum. Kebijakan ini juga kita ambil bukan tanpa solusi, nanti kita akan data semua masyarakat yang masi menggunakan setrum ikan dan akan kita berikan pekerjaan pengganti dari nyetrum ikan," ucap Wabup.

Kemudian Dirinya juga menyampaikan , lokasi rawan Penyetrum ikan di beberapa wilayah, seperti Kecamatan Karang Jaya, Ulu Rawas, Rawas Ulu, karang Dapo dan Rawas ilir.

"Kita berharap dengan adanya kebijakan seperti ini maka akan bisa memberi efek positif bagi kehidupan baik biota sungai dan masyarakat yang berada di Kabupaten Muratara," tutupnya. (Akaz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Dukung Kami di Youtube

LAPOR PAK

LAPOR PAK
Buat Laporan Anda disini, pasang Aplikasi Kami.

Media Advokasi Edisi Cetak