Web Analytics
Showing posts with label Muratara. Show all posts
Showing posts with label Muratara. Show all posts

October 19, 2021

Diduga Kecanduan Film Porno, Pemuda Asal Muratara Tega Perkosa Adik Kandung

MURATARA, MA - Dilandasi terlalu sering menonton film porno di internet, adik menjadi korban pelampiasan nafsu bejad kaka kadung.

Diketahui Korban berinisial (DE) Adik dari saudara Unziro Satria (15) Bin M.Jemi warga Desa Kertasari Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Muratara Provinsi Sumsel. 

Berdasarkan laporan dari warga setempat yang jika di Desanya telah terjadi kasus pencabulan anak dibawa umur yang melibatkan Kaka kandung yang di lakukan kepada adik kandungnya sendiri.

Kapolres AKBP Eko Sumaryanto melalui Kasat Reskrim Polres Muratara AKP Dedi Rahmad Hidayat beserta anggota melakukan penangkapan terhadap tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur.

 Dijelaskannya untuk kronologi kejadian itu sendiri bahwa pada hari minggu tgl 03 Oktober 2021 sekira jam 10:00 telah terjadi tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur yang dilakukan oleh saudara Unziro Saputra terhadap adik kandungnya sendiri.

"Pelaku mengajak korban ke kamar mandi dan melakukan persetubuhan dengan memasukkan kemaluan pelaku ke vagina korban dengan paksa yang mengakibatkan luka dibagian kemaluan korban, dan penyebab terjadinya perbuatan pencabulan tersebut dilandasi akibat seringnya menonton film porno yang ada di internet," ungkap kasat.

Tambah kasat, sebagaimana dalam pasal 81 ayat 1 dan 82 ayat 1 UU RI NO 35 TAHUN 2014 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK. 

Anggota Reskrim langsung melakukan penjemputan pelaku yang diamankan didesa kerta sari guna untuk dibawa ke mako polres muratara untuk proses penyidikan. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Baru Tiga Bulan Dibangun, Tembok SMA Karang Dapo Muratara Roboh

MURATARA, MA - Tembok Sekolah SMAN Karang Dapo Kabupaten Muratara Provinsi Sumatera Selatan roboh Kepsek dan ketua komite sepakat salahkan akibat genangan air yang terlalu tinggi penyebabnya.

Diketahui dana untuk  pembangunan tembok sepanjang 100 meter itu bersumber dari pungutan dari wali murid dengan besaran ber- pareasi mulai dari Rp100 ribu per siswa sampai dengan Rp. 250 Ribu per siswa tahun anggaran 2021.

Hal tersebut di sampaikan langsung ketua Komite SMA N karang Dapo, Suhairi bangunan itu di bangun sekitar tiga bulan lalu memang uang kumpulan dari wali murid dari kelas satu sampai kelas tiga.

Kemudian untuk permasalahan tembok itu roboh , dirinya menyampaikan itu karena genangan air yang cukup tinggi yang mencapai 80 persen membuat tembok menjadi roboh karena tidak kuat menahan beban.

"itu karena genangan air terlalu tinggi mencapai 80 persen itulah sebabnya tembok itu roboh karena tidak kuat menahan beban , sedangkan lobang tempat air keluar tidak ada itu kekhilafan kami sebenarnya", jelas ketua komite saat di temui awak media pada Selasa (19/10/21).

Dilokasi yang sama kepala sekolah SMA N karang Dapo , Zainal abidin mencekal keras kalau robohnya tembok sekolah tersebut akibat kelalaian teknis pembangunan. Dirinya beralibih jika robohnya tembok itu murni gara gara bencana alam bukan kelalaian dari pihak pemborong.

"Tembok yang roboh itukan jelas gara gara bencana alam bukan kesalahan dari pihak yang mengerjakannya, pasalnya air hujan yang terlalu banyak menumpuk disana membuat tembok sekolah tersebut roboh  dan tidak kuat menahan beban", jelas Kepsek.

Ditanyai dana tersebut bersumber dari mana, ? Kepsek menjawab itu dari dana wali murid yang di kumpulkan dari kelas satu sampai kelas tiga dengan besaran mulai dari 100 ribu rupiah hingga 250 ribu rupiah per siswa," terang kepsek. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

DPMD Muratara Tanggapi Dugaan Oknum Kades Sunat DD

MURATARA, MA - Terkait adanya isu yang menyatakan bahwa Pemdes Sukamenang Kecamatan Karang Jaya,sunat BLT DD ini jawaban dari DPMD Kabupaten Muratara.

Seperti yang di jelaskan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Muratara melalui Kepala Bidang Pemerintahan Otonomi Desa Zulyan Putra saat dibincangi di ruang kerjanya pada Senin (18/10/21).

Untuk laporan terkait adanya sala satu pemerintahan Desa yang di duga sunat Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa guna membeli mobil ambulans, laporan sudah diterima namun belum seratus persen bisa di proses sebab Masi banyak tahap tahap yang perlu dilakukan.

"Kami sudah mendengar akan laporan tersebut, namun kita tidak bisa langsung Memponis jika yang bersangkutan bersalah , kita sedang mengumpulkan data data  dan kita akan bekerja sama dengan pihak APIP atau pihak inspektorat, kemungkinan dalam waktu dekat pemdes yang bersangkutan akan segera di panggil untuk di minta keterangan," ungkap Zulyan.

Disinggung apakah langkah dari pemdes itu sudah benar atau sala dalam melakukan pemungutan kepada KPM untuk membeli operasional Desa.? Dirinya mengatakan itu tentu tidak boleh sebab juknis dana desa itu ada lima bidang, pertama  bidang pemberdayaan pembangunan, kemasyarakatan dan biaya tak terduga.

"Disitukan jelas kalau BLT itu masuknya biaya tak terduga , kalau belanja pembelian Ambulans itu terletak di bidang pemberdayaan, jelas sekali itu aturan di Permendes nomor 20 tentang bidang bidang cara penggunaan dana desa," jelasnya.

Kemudian dirinya menghimbau kepada Desa desa yang ada di kabupaten Muratara, khususnya di bagian pemberdayaan selalu di ingatkan jika tidak faham silahkan bertanya dan selalu berkoordinasi meminta arahan baik kepada Pihak dinas , kecamatan ataupun kepada APIP, karena pelanggaran itu bisa saja terjadi unsur kesengajaan ataupun ketidakpahaman.

"Kita selalu ingatkan jika di desa itu tidak faham silahkan bertanya ,baik kepada kami , pihak kecamatan ataupun pihak APIP, jika sudah faham ya ikuti saja aturan jangan sampai melenceng dari aturan ,jika tidak mau berurusan dengan hukum".tutup zulyan. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

October 15, 2021

Warga Sukamenang Keluhkan Pemotongan BLT DD Hingga 50 Persen yang Dilakukan Oknum Kades

MURATARA, MA - Diduga Pemerintah Desa Sukamenang Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), sunat BLT DD guna beli ambulance desa, Jum'at (15/10/21)

Dugaan tersebut terkuak karena sala seorang warga desa Sukamenang angkat bicara terkait pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa hampir 50 persen setiap kali pencairan

Mat jemal (43), warga dusun tiga sala seorang penerima bantuan langsung tunai tersebut, diakuinya  jika setiap pencairan BLT dana Desa selalu dipotong sampai 50 persen setiap bulannya.

"Benar dek kami ini binggung kenapa setiap kali pencairan BLT DD yang kami terima selalu di potong hingga 50 persen, bahkan sudah berlangsung sejak tahun 2020 kemarin sampai dengan saat," ungkapnya.

Kemudian ditanyai masalah kejelasan mengapa dipotong setiap pencairan BLT tersebut? dirinya mengatakan jika pemotongan dilakukan langsung pihak Pemerintah Desa dengan alibi untuk membeli mobil ambulans.

"Kami tidak faham akan hal tersebut , tidak ada lagi sistem musyawarah dalam pemotongan yang menyatakan untuk biaya pembelian mobil operasional Desa," terangnya

Dirinya berharap kepada pemerintah Daerah agar bisa di proses terkait belanja yang di bebankan kepada penerima manfaat, sebab seperti yang ia ketahui penerima manfaat itu utuh tidak ada sistem pemotongan.

Dilokasi yang sama hal tersebut di akui Abdullah Nur juga mengatakan terkait pemotongan BLT tersebut seharunya kepala Desa jangan memotong uang BLT untuk beli mobil ambulance, sangat disayangkan adanya pemotongan itu.

"Benar BLT Desa Sukamenang dipotong oleh kepala Desa saya menyaksikan sendiri bahwa warga yang terimah Rp 150 ribu, seharunya Rp300 ribu. Kami tidak terimah dengan alasan apapun," tegas Abdullah.

Sementara itu kepala Desa Sukamenang saat di sambangi di kediamannya dirinya sedang tidak ada di rumah, terang sala seorang tetangganya.

"Pak kades tidak ada di rumah dek, Mungin pergi dari pagi tadi ", ujarnya

Kemudian saat di hubungi melalui via telpon atau WhatsApp namun tidak bisa di hubungi , karena diduga telah memblokir semua panggilan masuk. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Dilantik Bupati, Diduga Oknum Kepsek di Muratara Belum Memenuhi Syarat

MURATARA, MA - Kedua kalinya pelantikan ASN Di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), diduga langgar aturan ASN. 15/10/21).

Jika pada waktu lalu Bupati Muratara Devi Suhartoni Lantik191 pejabat Eselon ||| dan 1V ada beberapa ASN yang dianggap tidak sesuai atau belum memenuhi syarat, kali ini Bupati Muratara kembali lantik ASN diduga belum memenuhi syarat pengangkatan namun tanpa di proses sesuai prosedur.

Efek dari pengangkatan pegawai negeri sipil ini tentunya akan mencidrai dunia pendidikan dalam mencetak generasi muda yang akan melahirkan Sumber Daya Manusia(SDM) yang berkualitas.

Sedangkan Kepala Sekolah adalah Manajerial serta mampu mengemban tugas untuk memimpin dan memberikan contoh yang baik terhadap bawahannya.

Dari hasil pantauan lapangan bahwa, pelantikan Kepala Sekolah tersebut banyak sekali diduga tidak memenuhi syarat angkatan 2019 golongan lll/a;

Sedangkan syarat untuk menjadi kepala sekolah yang di implementasikan dalam bentuk syarat pelatihan cakep berdasarkan Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 adalah sebagai berikut:

1. Memiliki kualifikasi akademik paling rendah sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari perguruan tinggi dan program studi yang terakreditasi paling rendah B;

2. Memiliki sertifikat pendidik;

3. Bagi Guru Pegawai Negeri Sipil memiliki pangkat paling rendah Penata, golongan ruang III/c;

4. Pengalaman mengajar paling singkat 6 (enam) tahun menurut jenis dan jenjang sekolah masing-masing, kecuali di TK/TKLB memiliki pengalaman mengajar paling singkat 3 (tiga) tahun di TK/TKLB;

5. Memiliki hasil penilaian prestasi kerja Guru dengan sebutan paling rendah “Baik” selama 2 (dua) tahun terakhir;

6. Memiliki pengalaman manajerial dengan tugas yang relevan dengan fungsi sekolah paling singkat 2 (dua) tahun;

7. Sehat jasmani, rohani, dan bebas NAPZA berdasarkan surat keterangan dari rumah sakit Pemerintah;

8. Tidak pernah dikenakan hukuman disiplin sedang dan/atau berat sesuai dengan ketentuan peraturanperundang-undangan;

9. Tidak sedang menjadi tersangka atau tidak pernah menjadi terpidana; dan

10.Usia paling tinggi 56 (lima puluh enam) tahun pada waktu pengangkatan pertama sebagai Kepala Sekolah

Sementara itu Kepala Bidang Mutasi(Kabid) Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia(BKPSDM) Muratara Sindu   mengakui bahwa mengetahui hal tersebut namun dirinya tidak bisa bicara banyak karena semua itu tentang kebijakan Bupati. 

"Untuk hal tersebut saya No komen la sebab segala sesuatu itu tentang kebijakan kalau untuk darerah terpencil  menurut saya wajar wajar saja,tapi kalu untuk daerah yang tidak terpencil dan masih ada yang lebih wajar saya no coment," ungkap Sindu saat di sambangi di ruang kerjanya. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Perbaikan Jalan Muara Rupit- Karang Dapo Muratara Diduga Tak Pasang Papan Informasi Proyek

MURATARA, MA - Pengerjaan peningkatan jalan Muara Rupit - Karang dapo Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), belum memiliki papan informasi namun sudah berjalan pengerjaannya
Kamis (14/10/21).

Berdasarkan pantauan wartawan media ini, sepanjang pengerjaan peningkatan jalan Muara Rupit Karang Dapo tersebut memang tidak di temukan papan informasi yang terterah.

Diketahui pembangunan peningkatan jalan tersebut bernilai miliaran rupiah yang di biayai oleh APBD tahun anggaran 2021.

Hal tersebut dibenarkan Suandi selaku pengawas dari pembangunan peningkatan jalan Muara Rupit Karang Dapo.

"Untuk papan informasi memang belum di pasang sedang dalam proses pembuatan ,itu informasi yang  kita terima dari pihak pemborong dan katanya sedang dalam proses percetakan," ungkap Suandi.

Diakuinya , untuk pengerjaan itu sendiri sudah sejak tanggal 04/10/21 atau sudah berjalan sekitar dua pekan,  titik pengerjaan itu sendiri mulai dari desa karang Dapo satu sampai simpang empat Rupit.

"Kita baru juga bekerja kalau tidak sala kita mulai pada tanggal 04 Oktober 2021 sampai saat ini," terangnya.

"Kemudian ia juga menyampaikan, jika ingin lebih detail nya silahkan tanya saja sama pihak yang terkait, kita cuma ditugaskan sebagai pengawas pengerjaan tidak lebih," tutupnya. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

October 12, 2021

Sejumlah Proyek Anggaran DAK di Muratara Disoal Warga

MURATARA, MA - Rehab Gedung Sekolah Dasar di Kabupaten Muratara Provinsi Sumatera Selatan menuai kritik dari berbagai elemen masyarakat, Senin (11/10/21).

Tidak main-main anggaran yang di kucurkan dari Dana Alokasi Khusus (DAK ) tahun anggaran 2021 senilai Rp 57 miliar untuk rehabilitasi dan renovasi sarana prasarana.

Diketahui bahwa pembangunan rehab tersebut terdapat 31 titik didua kabupaten yakni Kabupaten Muratara dan kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumsel. Proyek ini dibiayai dengan uang pajak Negara.

Dari 31 titik Rehab gedung sekolah tersebut ada beberapa titik diyakini bermasalah, yakni pada rehab  gedung sekolah di Desa Remban dan Rehab Gedung sekolah di Rupit Kabupaten Muratara. 

Diketahui bahwa pemilik Mega proyek rehabilitasi dan renovasi pembangunan gedung sekolah tersebut, yakni dikelola oleh penyedia jasa Syarif Maju Karya Rambutan Sakti Perkasa Aso dan PT Arihta Teknik Persada Jo PT Mataram Surya Cipta.

Disampaikan (DT) warga Desa Remban, dirinya menjelaskan, pembangunan rehab Gedung sekolah didesanya disinyalir dibagun asal jadi, dan diduga menjadi ajang korupsi tempat para oknum kontraktor.

"Kita sangat menyayangkan  pembangunan rehab gedung sekolah dengan nominal puluhan milyar tersebut dikerjakan secara asal asalan tanpa memperhatikan RAB sebagai  patokan pembangunan awal, mengapa kita katakan seperti itu sebab temuan di lapangan banyak sekali kejanggalan terkait pembangunan tersebut, sala satunya di bagian pondasi dan atap sudah di pasang tidak sesuai RAB," terangnya.

Dijelaskannya, rehabilitas dan renovasi sarana prasarana pembangunan gedung sekolah dan ruang kelas SDN 3 yang beralamat di dusun II Desa Remban tersebut tidak hanya asal jadi, namun lebih cenderung mencari keuntungan besar tanpa mengutamakan kualitas.

"Memang benar, saya perhatikan Pembangunan gedung sekolah dan rehab ruang kelas SD tersebut, tidak sesuai, dan menurutnya tanpa mengutamakan kualitas namun lebih cenderung ke arah asal selesai," jelasnya.

Di sisi lain juga di sampaikan sala seorang pemuda asli kabupaten Muratara, (T) dirinya menyampaikan jangan semenah menah dalam membangun infrastruktur di daerah Muratara, sebab bukan tanpa alasan pembangunan yang di kerjakan dengan nominal sebesar itu tentunya di kerjakan secara asal asalan akan berefek besar bagi kerugian Negara.

"Tolong jika ingin membangun silahkan dan itu sangat kami apresiasi, namun jika dikerjakan seperti ini maka kami marah dan tidak terima jika daerah kami di bangun dengan uang Negara namun tanpa mengutamakan kualitas," terangnya.

Lanjut ia, sebagai pemuda pergerakan bukan tidak memantau kinerja yang dilakukan para kontraktor yang ada di Muratara, Masi banyak pemuda pemuda yang faham akan hal tersebut jadi jangan main main.

Dirinya menegaskan jika pembangunan gedung sekolah itu tidak sesuai RAB seperti pada saat ini, maka siap siap saja permasalahan ini akan dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

"Jika tidak di ralat ulang pembangunan tersebut maka kami akan adakan gerakan untuk menghentikan pengerjaan proyek tersebut, dan langsung akan kita bawa perkara ini ke ranah hukum", tegangnya. 

Sementara itu, salah satu pihak Kontraktor bernama Epan membatah terkait dugaan tersebut. 

"Bahan yang dipakau dari perusahaan semua, sehingga tidak mungkin kami bangun dengan bahan asal-asalan," tegasnya. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

October 07, 2021

Dua Minggu Tak Pulang, Warga Muratara Ditemukan Tak Bernyawa di Kebun Karet

MURATARA, MA - Warga Desa Kelumpang Jaya Kecamatan Nibung Kabupaten Musi Rawas Utara digegerkan dengan penemuan sesosok mayat tinggal tulang benulang, Kamis (07/10/21).

Korban ditemukan pertama kali oleh Sutrisno (42) pemilik kebun karet tempat korban bekerja , diketahui korban bernama Mujiono (56) warga Desa Kelupang Jaya , asal Jawa tengah.

Sutrisno menjelaskan waktu itu dirinya merasa ada yang janggal terhadap korban, sebab biasanya korban seminggu sekali pulang untuk membeli bahan makanan, namun sudah dua Minggu korban tidak pulang, ahinya dirinya berinisiatif untuk menjenguk korban di kebun karet tempat korban bekerja.

"Waktu itu saya merasa ada sesuatu yang jangggal terhadap korban, sebab korban biasanya seminggu sekali pulang , namun kali ini sudah dua Minggu tidak pulang, makanya saya datangi ke kebun karet tempet korban bekerja," ungkap Sutrisno  kepada pihak Polsek Nibung.

Dijelaskannya juga, awal mula penemuan mayat tersebut, sesampai di lokasi ada bau yang menyengat, seperti bau bangkai,pas di cek benar saja ternyata bau busuk itu dari bangkai manusia, yang tidak lain korban bernama Mujiono. 

"Sesampainya saya di kebun tempat korban bekerja, saya mencium baik busuk, setelah di cari ternyata Bau itu dari mayat saudara Mujiono, Melihat kejadian tersebut saya langsung melaporkan kepada kepala desa untuk diketahui bahwa dirinya menemukan sesosok mayat yang sudah tinggal tulang saja," ungkapnya.

Sementara itu saat di konfirmasi melalui Kapolsek Nibung , AKP Redi  Bakri Cahyono, membenarkan bahwa ada laporan terkait penemuan sesosok mayat laki laki tinggal tulang tengkorak saja.

"Benar mas tadi sekira pukul 07:00 Wib,warga menemukan mayat laki laki dengan kondisi tinggal tengkorak saja, atas laporan itu kita berserta tim langsung meluncur ke TKP, sekira pukul 12:00 Wib guna mengevakuasi korban yang tinggal tengkorak tersebut," jelas Kapolsek.

Adapun ciri ciri korban pada saat di temukan, dalam keadaan sudah tinggal tengkorak dibawah jurang kebun karet dengan masih berpakaian lengkap topi mayat di atas jurang.

Untuk dugaan sementara, korban meninggal karena jatuh, sebab dilokasi tempat korban terdapat jurang, ada kemungkinan korban sedang menyadap karet terpeleset jatuh ke jurang.

"Saat ini korban sudah kita bawa ke rumah saudara Sutrisno untuk di makamkan," tutup Kapolsek. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

October 06, 2021

Polres Muratara Amankan 4 Penambang Emas Ilegal, 7 Orang Masih Buron

MURATARA, MA - Empat dari 11 pelaku Penambang Ilegal (Peti) di Wilayah Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) diamankan pihak Polres Muratara.

Ke empat warga tersebut RD (21), RY (19), DN (39), masing masing warga Desa Sukamenang, AGS (28) orang Pati Propinsi Jawa Tengah. Sementara sisanya masuk dalam Daftar Pencarian Orang  TN, RB, SP, EK, JONI, JTM, KNI.

Kapolres Muratara AKBP Eko Sumaryanto melalui Kasatreskrim Dedy Rahmat saat jumpa pers menyampaikan tim beruang Sat Reskrim Muratara sekitar pukul 03:00 dini hari melakukan penelusuran di anak sungai tikut bertempat di Kampung Pusan Desa Sukamenang, Karang Jaya.

Dari penelusuran, ditemukan empat warga bersama Barang Bukti Pentotalan emas 4,52 gram, air merkuri, uang 51ribu, kalkulator, mesin genset, alat dulang, satu Bos minyak solar, dan satu unit sepeda motor Supra X.

Sampai saat ini, ke empat terduga masih diamankan di Polres Muratara. Sementara tujuh orang lainnya masih dalam pengejaran pihak Polres Muratara.

"Lima orang pekerja. Dua orang berinisial KI pemilik lahan merupakan warga Desa Sukamenang dan JTM pemodal berasal dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah," kata Kasatreskrim Dedy Rahmat, Rabu (06/121)

Atas tindakan tersebut terduga pelaku dikenakan UU Pertambangan pasal 158 UU RI No 3 tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dengan ancaman enam tahun penjara. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

October 05, 2021

Amalia Kembali Dapat Seragam dan Peralatan Sekolah dari Camat Karang Dapo

MURATARA, MA - Bocah Viral beberapa pekan terakhir, kini kembali mendapatkan bantuan berupa baju dan perlengkapan sekolah baru dari pemerintah setempat. Selasa (05/10/21).

Amalia Putri pertama dari pasutri Bayumi dan Susilawati warga Desa Biaro Baru Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Muratara, itu,  sangat gembira ketika menerima seragam dan peralatan sekolah baru dari camat karang Dapo.

Ucapan terimakasih dari Amalia kepada bupati dan wakil bupati karena sudah ikut terlibat menyekolahkan nya, melalui pihak kecamatan karang dapo hanya di tampakan dengan prilaku polosnya yang terus tersenyum saat di tanyai "Adek gembira dapat seragam sekolah?.

"Terimakasih pak bupati, pak camat , karena sudah memberikan pakaian dan peralatan sekolah untuk saya," capnya dengan muka polos.

Kemudian dilokasi yang sama, camat Karang Dapo melalui Muhaimin kasubag umum dan kepegawaian, dirinya menyampaikan ini ada titipan dari pak camat untuk Amalia , supaya anak ini bisa sekolah layak seperti anak pada umumnya.

"Kami hanya menyalurkan atau menyampaikan amanat dari pak camat, kebetulan pak camat tadi banyak agenda ke desa desa, makanya kami bersama tim kecamatan turun ke rumah Amalia, untuk memberikan peralatan sekolah dan sedikit bantuan sembako untuk keluarga Amalia", ucap Muhaimin.

Dirinya juga menuturkan bahwa keadaan Amalia akan terus di pantau melalui tim tim yang terus akan turun ke lapangan, supaya keadaan dan aktivitas sekolah Lia berjalan dengan semestinya. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Camat Karang Dapo Edukasi Pelajar Agar Tak Takut Divaksin

MURATARA, MA - Guna memutuskan mata rantai Corona Virus-19, Camat  menghimbau kepada anak anak SD dan SMP untuk Suntik Vaksin.

Hal tersebut guna meminimalisir angka penyebaran Covid-19, di kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) ucap Camat Karang Dapo Safawi saat di konfirmasi di ruang kerjanya pada Selasa (05/10/21).

Dirinya mengarahkan kepada anak didik SD,dan SMP Desa Setia Marga /Sp4 untuk tidak takut di Vaksin.

"Tadi kami berkunjung ke beberapa sekolah di Desa Setia Marga , baik dari tingkat SD dan SMP , kepada anak anak didik kita mengarahkan supaya jangan takut untuk di Vaksin", ungkap camat

Disamping bisa menjaga kesehatan,di vaksin juga  sebagai penguat daya tahan tubuh , dan memperkuat antibodi dalam masa pandemik covid-19.

Lanjut camat, kunjungan juga sekaligus mempererat jalinan silaturahmi kepada guru guru  yang sedang mengajar di sana.

"Disamping kami memberikan arahan kepada anak anak untuk di vaksin, saya sebagai alumni SMP Ampera juga memberikan arahan kepada guru guru agar tetap semangat dalam bekerja dan tetap tekankan kepada mereka supaya patuhi protokes, dengan selalu mentaati 5 M, Memakai Masker, mencuci tangan dengan sabun, menjauhi kerumunan, menjaga jarak dan membatasi mobilitas dan intraksi," sampainya. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

October 04, 2021

BREAKING NEWS : Sesok Mayat Ditemukan Warga Dipinggir Jalinsum

MURATARA, MA - Sesok mayat pria tanpa indetitas di temukan warga tergeletak di pinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). pada Senin (04/10/21)

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mayat tersebut di temukan pertama kali oleh warga, dan langsung melaporkan penemuan itu kepada pihak kepolisian setempat.

Seperti yang di sampaikan Kapolsek Karang Jaya Kabupaten Muratara , Iptu Surhadi Burhan melalui Kanit Samapta IPDA. M. Erlan Ria, dirinya membenarkan jika ada laporan tentang penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki tanpa identitas.

"Benar pada hari Senin tanggal 04/10/21, kami mendapatkan laporan dari warga tentang telah di temukan Sesok Mayat tanpa identitas tergeletak di pinggir jalinsum Deket rumah makan Prima Jasa kecamatan karang jaya," terang Kanit

Kemudian berdasar laporan masyarakat juga bahwa , mayat tersebut ditemukan warga pada pukul 06.45 Wib saat warga sedang melintas jalan tersebut.

Selanjutnya pihak anggota Polsek bersama anggota sudah mengecek tempat lokasi ditemukannya Sesok Mayat tersebut, dan telah mengolah tempat kejadian perkara.

"Untuk saat ini kami sedang melakukan olah TKP , untuk diketahui bahwa korban menggunakan Baju Kaos Merah tua dan celana Warna Abu abu kehitaman, itu berdasarkan informasi lapangan yang kami dapatkan," terang Kanit. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

October 02, 2021

BREAKING NEWS, Satu Rumah di Muratara Hangus Dilalap Si Jago Merah

MURATARA, MA - Diduga akibat korsleting listrik satu rumah di kabupaten Muratara ludes dilahap Sijago Merah.

Diketahui bahwa pemilik rumah bernama Sahar Bin Atik (45), warga Dusun 7 Desa Terusan Kecamatan Karang Jaya kabupaten Muratara.

Berdasarkan informasi yang di himpun bahwa api berasal dari dalam rumah lebih tepatnya dari arah tengah rumah korban disinyalir akibat korsleting arus  listrik.

Hal tersebut dijelaskan Kapolsek Karang jaya iptu Surhadi Burhan melalui Kanit Samapta Polsek karang jaya, Ipda M.Erlan Ria pada Sabtu (02/0/10/21).

Dirinya membenarkan jika pada hari sabtu tanggal 02 Oktober 2021 sekira pukul 11.00 Wib di Dusun 7 Desa Terusan Kecamatan Karang Jaya telah terjadi kebakaran satu unit rumah milik saudara Sahar.

Dijelaskannya bahwa pada saat itu  kondisi keadaan rumah sedang dalam keadaan kosong dan tidak sedang berpenghuni.

"Untuk dugaan sementara kebakaran rumah akibat dari korlseting arus listrik bagian tengah rumah dimana rumah terbuat dari bahan kayu",tutur Kanit

Lanjut Kanit, api baru bisa  daipadamkan sekira kurang lebih 1 jam, dengan bantuan masyarakat mengandalkan alat seadanya masyarakat secara gotong royong memadamkan api tersebut.

"Beruntung dalam kejadian itu juga tidak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah", tutupnya. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

October 01, 2021

Diduga Perkara Dua Tahun Silam ,Dua Oknum PNS Muratara Adu Jotos

MURATARA, MA - Perkelahian anatara dua Oknum PNS di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), diduga dilatarbelakangi cemburu terhadap korban pemukulan. Jum'at (01/10/21).

Insiden tersebut terjadi sekitar dua mingu yang lalu, lebih tepatnya pada tangaal 14 September 202, didepan kantor Dinas Penanaman Modal kabupaten Muratara.

Hal itu terkuak karena korban sudah melaporkan kekerasan yang di alami korban kepada pihak yang berwajib bersama pihak kuasa hukumnya.

Disampaikan AKBP Eko Sumaryanto SIK Kapolres Muratara melalui kasat Reskrim polres Muratara, Dedi Rahmad Hidayat menyampaikan bahwa kejadian itu memang benar adanya  dan kejadiannya sekitar dua Minggu yang lalu. 

"Memang benar adanya laporan  terhadap kekerasan yang di alami saudara HM yang di lakukan tersangka AS, diketahui bahwa As dan HM berstatus sebagi PNS di kabupaten Muratara," ujar kasat 

Dijelaskannya, untuk kronologis kejadian nya, pada saat itu korban HM sedang ingin pulang dari kantornya, namun di panggil saudara AS (Pelaku), tanpa banyak tanya saudara AS langsung memukul saudara HM hingga Korban mengalami lebam di bagian kepala dan tangan kiri korban.

"Untuk saat ini AS suda kita tetapkan sebagai tersangka dengan dua alat bukti dan saksi , namun As belum bisa kita tahan, sebab ada penanggung jawabnya atau tahanan dalam penangguhan," jelas Kasat.

Kemudian pihak APH menyarankan agar diadakan mediasi karena perkara tersebut menyangkut maslaah pribadi.

"Kami menyarankan agar diakan mediasi antar kedua belah pihak , sebab itu sudah menyangkut masalah pribadi", tutur kasat

Tambah kasat, perlu di ketahui bahwa SPDPnya sudah naik, dan perkara tindak kriminal tetap berjalan. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Viral di Medsos, Pembeli Minyak Solar di SPBU Rupit Ditolak

MURATARA, MA - Keresahan pengendara akibat terlalu sering  minyak solar di SPBU selalu kosong di Muara Rupit kabupaten Muratara akibat konsumen melakukan pengisian memakai dirigen bahkan mekai tangki modifikasi dilakukan secara terang terangan, Jum'at (01/10/21).

Hal tersebut bukan menjadi rahasia umum bagi masyarakat halaya terkait pengisian minyak solar/bensin dan pertalit memakai dirigen, bahkan diakui langsung  sala seorang  kariawan di SPBU rupit

Jalu yang menyebutkan sebagai kariawan di SPBU , untuk pengisian menggunakan dirigen memang benar adanya bahkan sudah berlangsung sejak lama.

"Aturan dari Pertaminapun jelas jika mengisi dirigen tidak boleh melebihi dari 200 Liter , maka dari itu kita memperolehkan pembeli menggunakan dirigen," terang jalu

Pengisian dirigen itu juga sala satu  alasannya, ada yang ingin mengisi mesin Dompeng dan lain lain, maka dari itu diperbolehkan mengisi minyak memakai dirigen.

Disinggung mengenai Tetang Vidio yang sedang viral di Facebook yang di upload sala seorang expedisi antar provinsi.

Dalam Vidio itu menyebutkan dirnya ingin mengisi solar dengan  nominal Rp.400 ribu namun tidak perbolehkan oleh pihak SPBU, lebih miris lagi warga yang mengisi memakai tangki modifikasi dan dirigen dalam sekala besar dilayani. 

"Dimana dalam Vidio itu juga menyebutkan, tolongla pak di SPBU lain boleh kami membeli masa disini kami tidak boleh membeli , mobil lain membeli dengan nominal juta jutaan dilayani, kenapa kami mobil expedisi membawa barang untuk mereka tidak boleh mengisi cuma Rp.400 ribu saja tidak lebih", jelas nya.

Mengenai Vidio tersebut pihak SPBU menyatakan, itu tidak benar hanya mis komunikasi saja. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 30, 2021

Warga Diimbau Hati-hati Saat Lintasi Jalinsum di Muratara

MURATARA, MA - Kerusakan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) sangat di keluhkan oleh warga apalagi saat melintas pada malam hari, Kamis(30/09/21).

Akses antar lintas provinsi tersebut sudah rusak diperkirakan sudah berlangsung sekian lama, namun belum ada upaya perbaikan.

 Yanglebih miris lagi tampal sulam banyak di kerjakan pada jalan bagus tidak menyentuh jalan yang rusak, hal tersebut di akui Dedi(34) sala seorang pengendara sepeda motor saat melintas di lokasi tersebut

Disampaikan nya jalan aspal rusak tersebut berada di perbatasan Desa karang anyar kecamatan Rupit dan Desa Remban Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), diperkirakan sekitar kurang lebih 200 M.

"Kita tidak paham bagaimana juknis pengerjaannya, namun yang pasti jalan itu rusak sudah sejak lama, dan kemarin ada perbaikan, namun tidak menyentuh pada titik yang rusak pada saat ini", terang Dedi.

Kemudian ia berharap kepada pemerintah agar bisa di perbaiki, yang di takuti saat melintas pada malam hari sangat berbahaya disamping tidak ada akses penerangan dan kondisi jalan rusak.

Dislokasi yang sama perihal tersebut juga dikeluhkan oleh warga setempat , karena ada sebagian jalan baru selesai di bangun sudah kembali rusak.

Dituturkan, Sopian (53) , warga desa remban, kondisi jalan itu sudah lama rusak, namun belum ada perbaikan yang di lakukan.

"Kemarin ada perbaikan namun yang di perbaiki itu jalan yang bagus , bukan di tempat jalan yang semestinya di perbaiki, kita juga tidak paham akan hal itu," tutur ia.

Kemudian dirinya menghimbau kepada pengendara dari luar daerah agar waspada saat melintasi jalinsum di kabupaten Muratara, sebab bisa saja anda menjadi korban, imbaunya. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 28, 2021

Kades Bina Karya Curhat Minimnya Jaringan Internet

MURATARA, MA - Akibat keterbatasan sinyal handphone dan jaringan internet, kepada Desa meminta agar didirkan tower provider, Selasa (28/09/21).

Dalam zaman era modern alat teknologi serba canggi, ternyata masih ada daerah yang belum bisa menikmati hal tersebut, sala satunya di kabupaten Muratara.

Seperti yang disampaikan Dumiyati Kepada Desa Bina Karya /Sp 5 Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Musi Rawas Utara, membenarkan jika di desanya sangat minim sinyal handphone dan sinyal internet.

"Tempat kami ini susah nian sinyal ndoh, apolagi pas mati lampu ilang nian sinyal , jadi kalu pas Ado kepentingan mendadak atau kepentingan kepemerintahan tepakso kami keluar desa dak biso kalu nak melalui via telpon Karno katek sinyal," ungkap Kades dengan bahasa daerahnya.

Dirinya juga mengatakan sudah beberapa kali masyarakat mengusulkan untuk pembangunan tower, agar mempermuda untuk bisa berkomunikasi dengan orang luar.

Ia berharap adanya perhatian khusus dari pemerintah daerah mengenai minim nya sinyal di tempatnya, supaya masyarakat bisa menikmati lancarnya berkomunikasi di era modern seperti pada saat ini.

"Kami sangat berharap kepada pemerintah daerah agar bisa memperhatikan keadaan di desa yang sedang dipimpinnya saat ini," cetus kades. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

PPTK dan Kadisbudpar Muratara Silang Pendapat Terkait Perpustakaan Terapung

MURATARA, MA - Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Musi Rawas Utara melalui PPTK nya diduga lempar batu sembunyi tangan atas program perpustakaan terangpung yang sudah rusak dan tak terpakai, Selasa (28/09/21).

Pasalnya, proyek kegiatan pembangunan perpustakaan terangpung yang berlokasi di danau rayo terbengkalai tidak satupun yang mau bertanggung jawab atas gagalnya proyek bernilai ratusan juta yang di anggarkan menggunakan dana APBD tahun 2020 silam.

Sebelumnya Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) program "Perpustakaan Terapung" Dinas Perpustakaan Muratara, Eti Suryadiningsih, S.Pd., mengatakan bahwa perahu yang disebut-sebut sebagai perpustakaan terapung telah dilimpahkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

"Perahu itu sudah kita limpahkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Kami serah terima dalam kondisi baik. Apabila ada kerusakan, sudah menjadi tanggung jawab Dinas Pariwisata," terang Eti.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Muratara, Titin Martini, membantah jika perahu yang disebut sebagai perpustakaan terapung diserahterimakan dalam kondisi baik.

"Awalnya kami (Disbudpar, red) sudah menolak pelimpahan perahu yang disebut perpustakaan terapung tersebut. Karena pada saat dilakukan serah terima kepada kami, perahu itu sudah dalam kondisi rusak. Foto-foto saat serah terima nya ada kok," tegas Titin Martini saat diwawancarai awak media.

Sambung Titin, karena saat serah terima perahu tersebut sudah dalam kondisi rusak, pihak Dinas Perpustakaan menjanjikan akan memperbaiki perpustakaan terapung melalui APBD Perubahan.

"Saat itu mereka (Dinas Perpustakaan, red) berjanji akan memperbaiki perahu itu di anggaran perubahan. Sehingga kami terima pelimpahan perahu dari Dinas Perpustakaan. Tapi sampai hari ini tidak diperbaiki," cetus Titin.

Titin menjelaskan, pihaknya tidak mengetahui secara detail anggaran pembuatan perahu yang disebut-sebut sebagai Perpustakaan Terapung tersebut.

"Kalau anggarannya ibu tidak tahu sama sekali, yang jelas kami dilimpahkan perahu dari Dinas Perpustakaan dalam kondisi sudah rusak, tidak benar jika dikatakan dalam kondisi baik," papar Titin.

Ia juga menerangkan, ketika sudah dilimpahkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, maka perahu tersebut tidak lagi dapat diperbaiki melalui penganggaran di Dinas Perpustakaan.

"Kalau lah memang mereka menganggarkan perbaikan perpustakaan terapung di Dinas Perpustakaan. Hal yang mustahil dilakukan, ketika tanggung jawab telah dilimpahkan ke Dinas Pariwisata. Seharusnya tidak perlu dilimpahkan, jika akan mereka perbaiki. Kecuali, pelimpahan perahu itu sengaja dilakukan untuk melepas tanggung jawab atas kerusakan dan program yang bermasalah itu, jangan mereka mau cuci tangan atas permasalahan ini," cetus Titin Martini. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 27, 2021

Usai Viral, Bocah Asal Muratara Mulai Sekolah dan Diberi Seragam Gratis

MURATARA, MA - Sehari setela pemberitaannya viral di media sosial dan media massa ahirnya Amalia sudah bisa sekolah.

Amalia atau Lia anak dari pasutri Bayumi dan Susilawati warga Desa Biaro Baru Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Musi Rawas Utara besok sudah mulai sekolah usai mendapat perhatian dari pemerintah setempat, Senin (27/09/21)

Diungkapkan Ibu dari Lia , dirinya sangat senang sekaligus terharu karena pihak pemerintah setempat telah sudi membatu keluarganya untuk menyekolahkan anaknya .

"Kami sekeluarga mengucapkan terimakasih kepada pemerintah setempat karena sudah membatu anak kami untuk bisa bersekolah, dan sudah memberi seragam sekolah kemudian langsung mendaftarkan Lia kesekolahnya," ungkap ibu Lia

Mungkin besok Lia sudah bisa bersekolah dan bisa menempuh jenjang pendidikan seperti anak pada umumnya.

Tidak hanya Lia saja yang sudah diberi bantuan , akan tetapi bapak dari Lia yang sudah sakit sekian bulan juga dapat bantuan pengobatan gratis dari pihak pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Kecamatan karang dapo.

Sementara itu disampaikan Camat Karang Dapo , Sapawi Ar.setelah berita kemarin terbit dirinya langsung ke lokasi untuk mengecek apakah benar atau tidak dengan pemberitaan yang sudah berredar.

"Bukan hanya hari ini bahkan dari semalam kami bersama tim kecamatan langsung ketempat kediaman Amalia dan langsung membawa sedikit bahan pangan,dan alat untuk Amalia sekolah sekolah," ungkap camat.

Lanjutnya, tidak hanya memberi bantuan saja namun hari ini juga kota sudah mendaftarkan Amalia kesekolah supaya ia bisa bersekolah, kemungkinan besok Lia sudah bisa sekolah.

Mulai hari ini juga Amalia sudah menjadi anak angkat dari Camat, segala keperluan Lia untuk sekolah ditanggung oleh camat dengan dana pribadi.

"Untuk segala biaya saya akan tngung, selagi Lia Masi sekolah saya bertanggung jawab untuk biayanya," ungkap camat

Tambah camat, setelah ini akan kita upayakan masuk program pemerintah daerah sekolah gratis. Tutup camat. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 26, 2021

Miris, Anak Asal Kabupaten Muratara Ini Tak Nikmati Pendidikan Sekolah Dasar

MURATARA, MA - Miris bocah berumur tuju tahun ini terpaksa tidak bisa untuk bersekolah seperti bocah-bocah seusianya karena terkendala biaya, Minggu (26/09/21).

Amalia Putri pertama dari tiga bersaudara dari pasangan suami istri Bayumi (40) dan Sisilawati (35) warga Desa Biaro Baru Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Musi Rawas Utara, ini terpaksa belum bisa masuk sekolah karena tidak ada uang atau biaya sekolah.

Dikatakan Ibu dari Amalia saat di temuai di kediamannya pada Sabtu kemarin (Red) dirinya menyampaikan terpaksa belum bisa menyekolahkannya karena terkendala biaya.

"Untuk makan saja kami emput emputan apalagi mau menyekolahkannya bukan berarti kami tidak mau menyekolahkan nya," tutur ibunya sembari berguraian air mata.

Jika ada biaya siapa yang tidak mau melihat anaknya bersekolah? Namun keadaan yang memaksa Amalia tidak bisa untuk bersekolah seperti anak pada umumnya.

"Kami sangat ingin sekali menyekolahkannya namun apala daya, ekonomi saja kami kurang ditambah lagi bapaknya sakit suda berbulan-bulan dan  penghasilanpun tidak menentu, untuk makan sehari hari saja kadang kurang", ucapnya kembali.

Dirinya sangat berharap kepada pemerintah agar bisa diperhatikan keadaanya, minimal bisa membantu anaknya untuk bisa  bersekolah seperti anak pada umumnya.

"Saya berharap ada uluran tangan dari pemerintah, agar bisa membatu kami untuk menyekolahkan anak kami itu saja," tutup ibu tiga anak ini.

Sementara itu Amalia saat ditanyai apakah Adek mau bersekolah? Dirinya menjawab sangat ingin sekali  bersekolah seperti temen lainya.

"Pak Bupati Saya Mau Bersekolah Seperti anak anak lain , saya mau belajar setinggi tingi mungkin, agar bisa membantu kedua orang tua saya dan bisa menjadi kebanggaan keluarga kami," harapnya. (Akazy)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp






Dukung Kami di Youtube

LAPOR PAK

LAPOR PAK
Buat Laporan Anda disini, pasang Aplikasi Kami.

Media Advokasi Edisi Cetak