Web Analytics

Showing posts with label Muratara. Show all posts
Showing posts with label Muratara. Show all posts

January 19, 2022

Kadis Diskominfo Muratara Ajak Pers Jalin Kerjasama yang Baik

MURATARA, MA - Dalam rangkah silaturahmi sekaligus sosialisasi tentang Perbub Nomor 152 Kadis minta mari kita jalin kerjasama yang baik antara pers dan pemerintah. Rabu(19/01/22).

Dihadiri seluruh anggota insan pers yang mencangkup wilayah Musi Rawas Linggau dan Muratara (MLM) yang berjumlah kurang lebih 95 Media, Kadis Kominfo bahas tentang Perbub tidak boleh melebar. 

Seperti yang sampaikan Kepala Dinas Komunikasi  dan informatika Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Suharto saat memaparkan tetang edukasi kerjasama yang baik dengan acuan Perbub nomor 152.

"Kita wajib mengikuti apa saja peraturan yang telah di buat oleh pemerintah, dengan acuan Perbub mari kita jalin kerjasama yang baik, dengan mempublikasikan berita berita yang sifatnya membangun", ujar Kadis. 

Dirinya juga menjelaskan jika dari jumlah 95 media yang ada pada saat ini, diharapkan bisa mendongkrak kemajuan kabupaten muratara ke arah yang lebih baik, dengan timbal balik yang setimpal 

"Dari jumlah media yang ada, saya rasa potensi untuk memajukan kabupaten muratara semakin besar, dengan ini kami berharap para rekan rekan pers bisa ikut membantu visi dan misi Pemerintah untuk memajukan Kabupaten Muratara ke arah yang lebih baik dengan timbal balik yang setimpal," jelas Kadis.

"Terahir dirinya berpesan mari kita tunjukan kinerja yang profesional dengan cara menulis atau menerbitkan berita berita yang berkualitas," tutup Kadis. (AkaZzzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

January 18, 2022

Camat Rupit: Ayo Vaksin, Banyak Manfaat Usai Vaksin

MURATARA, MA- Guna menekan penyebaran Virus Covid-19, Pemerintah Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara ajak Masyarakat untuk Vaksin. Selasa (18/01/22).

Camat Rupit Mukhtaridi menegaskan jika banyak sekali kegunaan usai vaksin, disamping ikut mendukung program pemerintah, masyarakat juga tidak terhambat dalam segala urusan atau bepergian keluar daerah. 

"Kita selalu menekankan kepada masyarakat agar untuk di vaksin, sebab vaksin itu penting, disamping ikut mendukung program pemerintah, masyarakat juga tidak terhambat dalam segala urusan, baik secara kedinasan ataupun lain lain," ujar camat.

Kemudian camat juga mengatakan, untuk sosialisasi terhadap masyarakat, pihaknya terus melakukan dari dulu sampai saat ini.

"Kami terus mensosialisasikan kepada masyarakat agar di vaksin, baik di tempat keramaian dan setiap kali safari jum'at kita terus ajak masyarakat supaya di vaksin", Terangnya.

Tambah camat, bagi warga masyarakat khusus nya di Kecamatan Muara Rupit yang ingin di Vaksin silahkan datang ke puskesmas, buka setiap hari, dan vaksin tersebut Non Biaya atau gratis.

"Masyarakat yang ingin di vaksin silahkan datang ke puskesmas Rupit, disitu buka setiap hari, dan perlu di pahami jika vaksin dari tahap satu dan dua itu gratis," tutup Camat. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

January 14, 2022

Telan Dana Ratusan Juta, Pamsimas di Desa Jangkat Muratara Disoal

MURATARA, MA - Pembangunan Pamsimas III dan penyediaan Air minum berbasis masyarakat di Desa Jangkat Kecamatan Ulu Rawas Kabupaten Muratara jadi sorotan masyarakat.

Pasalnya pembangunan tersebut dinilai tidak sesuai dengan anggaran yang di keluarkan, Jum'at (14/01/22).

Diketahui bahwa program tersebut berlangsung pada tahun 2021 lalu, dan dilaksanakan oleh KKM Tirta Pandan dengan nomila pekerjaan senilai Rp 250 juta rupiah.

Seperti yang terlihat pembangunan senilai ratusan juta tersebut hanya beralaskan terpal, dan sedikit coran beton. 

Sementara itu, saat di konfirmasi melalui koordinator Pamsimas Kabupaten Muratara tahun 2021, Rinto mengatakan jika anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan tersebut tidak kecil, bahkan sampai ratusan juta rupiah. 

"Untuk anggaran pembangunan itu sendiri sekitar Rp. 250 juta rupiah, sudah termasuk inkes dan inkei", jelasnya.

Kemudian Rinto juga mengakui jika dirinya belum mengetahui permasalahan tersebut, dan untuk saat ini Pamsimas sedang dalam proses pembubaran, bukan hanya di Kabupaten Muratara, namun juga se-Indonesia. 

"Kita belum mengetahui permasalahan itu karna Pamsimas ini lagi dibubarkan se indonesia, kita nih dari bulan November 2021 lalu , sudah berakhir nya pemberlakuan SK nya, bahkan sekarang kita lagi nunggu program berikutnya," ucapnya.

Untuk permasalahan tersebut lanjut Rinto, dirinya akan berkoordinasi dengan Kepala Desa (Kades) terlebih dahulu apa permasalahan sebenarnya. 

"Nantilah aku konfirmasi dengan Kadesnya terkait permasalahan itu," ujarnya.

Sementara itu saat di konfirmasi kepada Kepala Desa yang bersangkutan melalui via ponsel nya, dengan nomor 0852 xxxxxxx, nomor tersebut tidak bisa di hubungi.  (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Dinas Perdagangan Muratara Nilai Kenaikan Bahan Pokok Dipicu Melonjaknya Permintaan

MURATARA, MA - Menyikapi terkait kenaikan beberapa bahan pokok di pasaran, ini kata Kabid Disperindagkop Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Disampaikan langsung Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koprasi (Disperindagkop) Kabupaten Muratara, melalui kepala bidang Perdagangan  (Kabid) saat di bincangi di ruang kerja nya pada Kamis (13/01/22).

Azhari mengatakan jika kenaikan harga beberapa bahan pokok khususnya di Kabupaten Muratara itu wajar sebab kenaikan itu juga sekala Nasional bukan hanya di Muratara saja, namun di daerah daerah lain juga seperti itu sama harganya.

"Berdasarkan Survey kami di lapangan, kenaikan harga bahan pokok itu wajar, seperti harga minyak goreng, bawang merah, bawang putih dan sebagainya, itu memang sudah menjadi ketentuan harga Nasional, bukan hanya di Muratara saja, daerah lain harganya sama, ya paling selisih dikit dari harga daerah lain," jelas Kabid.

Kemudian dirinya juga menyampaikan jika kenaikan harga bahan pokok tersebut bisa jadi salah satu pemicunya yakni, tingginya permintaan dari konsumen yang menyebabkan stok bahan tidak seimbang, maka mau tidak mau harganya naik di pasaran. 

"Dalam siklus Ekonomi juga menyebutkan, jika tidak seimbangnya antara permintaan dengan bahan yang ada, maka itu bisa menjadi sala satu pemicu naikannya harga harga bahan pokok yang sedang terjadi pada saat ini," terangnya. 

Tambah ia, saat ini pihak pemerintah terus memonitoring apakah stoknya masi aman atau tidak kurang atau tidak, kenaikan harga bahan pokok itu wajar Plasibel naik turun. 

"Kami saat ini terus monitoring ketersediaan bahan pokok tersebut masi aman atau tidak, mungkin sesekali kami akan melakukan operasi pasar, namun tidak semuanya bisa ter-cover, karena di batasi anggaran, kami cuma bekerja sebatas kemampuan kami saja dengan me monitoring stok stok bahan yang ada pada saat ini", tutup Kabid. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

January 13, 2022

Wabup Muratara Beri Klarifikasi Terkait Penyataan Penerimaan TKS Baru

MURATARA, MA – Wakil Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), H Inayatullah memberikan klarifikasi terkait penyataan soal penerimaan TKS baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Murata. 

Diketaui sebelumnya, Wabup menyatakan jika tidak ada penerimaan TKS baru yang dilakukan pihaknya usai melakukan pemangkasan para TKS dari gelombang pertama 2021 dan gelombang kedua ditahun 2022. 

“Yang benar adalah kita masih menunggu laporan dari OPD OPD terhadap TKS yang ada berdasarkan acuan dan peraturan yang berlaku,” ujarnya. 

Dia menjelaskan, acuan yang menjadi landasan dalam penerimaan TKS baru sebagai berikut:
1.Kontrak pertahun.
2.Desember habis kontrak.
3.Januari kontrak baru
4.OPD harus menyesuaikan aggaran yang di sepakati sehingga bisa tahu  jumlah yang dibutuhkan lag.
5. Evaluasi tentang kopetensi dalam setahun, sehingga bisa di panggil kembali atau rekrut baru sesuai kebutuhah. 

Menurutnya, pihaknya membantah jika jika ada TKS baru yang diterima usai merumahkan para TKS dari gelombang pertama 2021 dan gelombang kedua ditahun 2022.

Berdasarkan data yang didapatkan Media Advokasi, pada akhir tahun 2021 lalu, beberapa dinas kembali dievaluasi guna meningkatkan kinerja para TKS yang berada di beberapa instansi seperti, Polisi Pamong Praja (Pol-PP) dan Dinas Kesehatan.

Terkait hal tersebut, Wabub Muratara menyatakan mengaku belum bisa bicara terkait dengan keputusan bupati untuk merumahkan kembali para TKS yang belum terevaluasi pada tahap pertama di tahun 2021 lalu. 

"Untuk saat ini saya belum bisa bicara terkait masalah merumahkan para TKS di beberapa dinas atau istansi yang ada di kabupaten Muratara. Saya masih menunggu para KUPT dan akan kita gelodok kembali terkait masalah tersebut,” terang wabub.

Dia kembali menegaskan, pihak pemkab Muratara tidak perna memasukan para TKS seperti yang diisukan. 

"Kami tidak ada memasukan para TKS baru usai merumahkan TKS yang lama, kami tetap memanggil para TKS yang dulu atau TKS yang lama,” tegasnya. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

January 12, 2022

Wabub Muratara: Tidak Ada TKS Baru yang Kami Masukan

MURATARA, MA - Wakil Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) bantah jika ada tks baru usai merumahkan para tks dari gelombang pertama 2021 dan gelombang kedua ditahun 2022 pada saat ini.Rabu (12/01/22). 

Diketahui di akhir tahun 2021 beberapa dinas kembali di evaluasi, guna meningkatkan kinerja para honorer yang di sebut dengan tenaga kerja suka rela (Tks). 

Adapun dinas atau istansi yang kembali di evaluasi yakni, tks Polisi Pamong Praja (Pol-PP), Dinas Kesehatan dan tks para guru honorer yang bekerja di ruang lingkup kabupaten muratara. 

Hal tersebut di sampikan langsung  H Inayatullah selaku Wabub Muratara, untuk saat ini dirinya belum bisa bicara terkait dengan keputusan bupati untuk merumahkan kembali para tks yang belum ter evaluasi pada tahap pertama di tahun 2021 lalu.

"Untuk saat ini saya belum bisa bicara terkait masalah merumahkan para tks di beberapa dinas atau istansi yang ada di kabupaten muratara, sebab masi menunggu para KUPT dan akan kita gelodok kembali terkait masalah tersebut", terang wabub.

Kemudian wabub juga menjelaskan jika pihak pemkab muratara tidak perna memasukan para tks seperti yang diisukan. 

"Kami tidak ada memasukan para tks baru usai merumahkan tks yang lama, kami tetap memanggil para tks yang dulu atau tks yang lama", jelas wabub. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

January 10, 2022

Polisi Pastikan Mesha Jadi Korban Pembunuhan

MURATARA, MA - Terus bekerja anggota Satreskrim Polres Musi Rawas Utara (Muratara) masih mengumpulkan data dan para saksi terkait kematian Mesha. Senin (10/01/22).

Kematian Mesha warga Desa Muara Tiku Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Muratara, kini masi dalam penyelidikan dan pengumpulan data dan saksi.

Hal tersebut disampaikan langsung Kasat Reskrim Polres Muratara, Akp Tony Saputra saat di bincangi diruang kerjanya.

Ia menjelaskan jika proses penyelidikan tetap berjalan dan pihaknya masih terus mengumpulkan data dan para saksi dimohon untuk bantuan dari masyarakat agar kasus pembunuhan tersebut cepat terungkap.

"Kami tetap terus memburu pelaku sembari mengumpulkan data pendukung, kami juga meminta kepada masyarakat proaktif dan membantu kami bekerja agar kasus tersebut cepat terungkap," jelas kasat.

Kemudian kasat juga membenarkan jika korban adalah dibunuh, terlihat dari beberapa luka pukulan dibagian belakang kepala korban yang diduga akibat pukulan benda tumpul.

"Jelas jika korban tersebut dibunuh, sebab beberapa temuan dan berdasarkan hasil otopsi menunjukan jika terdapat pukulan benda tumpul terutama di bagian kepala korban, apalagi Handphone dan sepeda motor korban hilang," beber kasat. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

December 29, 2021

Oknum Kabid dan Warga Durian Remuk Silang Pendapat Soal Dugaan Perselingkuhan

Musirawas, MA - Beredarnya pemberitaan di beberapa media online beberapa waktu yang lalu, bahwa warga Sungai Miang Desa Durian Remuk, kecamatan muara Beliti kabupaten musirawas ininsial MY, telah melaporkan adanya dugaan perselingkuhan antara istrinya M dan AH yang merupakan oknum Kabid Dinas Perkim Kabupaten Musirawas, ke Polsek Muara Beliti, Rabu (10/11/2021).

Berdasarkan adanya keterangan dari beberapa warga Sungai Miang yang tidak mau disebut namanya , membenarkan adanya kejadian bahwa pemilik kebun yang berininsial AH sedang berduaan dengan M di pondok kebun pisang milik AH .

Dilansir dari media online Jurnalisbengkulu.com (11/ 12/21), oknum Kabid perumahan perkim musirawas AH saat di konfirmasi awak media, mengatakan bahwa kejadian itu hanya kesalapahaman, AH menjelaskan berita itu tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta.

“AH menjelaskan bahwa MY itu ribut dengan M dan datang ke pondok miliknya di kebun, dan setelah di lerai MY berteriak, sehingga datang warga sekitar 20 orang dari keluarga MY, menurut keterangan AH warga yang datang membawa pisau dan parang, sehingga MY dan M melarikan diri," tutupnya.

Dengan adanya pernyataan dari AH melalui media, yang terkesan membantah dan menyudutkan MY terkait kejadian adanya dugaan perselingkuhan antara AH dan M, kuasa hukum MY “KOMARUZZAMAN SH” angkat bicara, Rabu (29/12/2021).

“Saya minta kepada AH untuk berhenti bercuap cuap di media, dan saya sebagai kuasa hukumnya MY punya kepentingan disini untuk membelah hak haknya klien saya, karena pernyataan dari AH itu tidak benar, dan saya minta kepada AH untuk segera mencabut perkataannya, kerena penyataan tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta dilapangan," tuturnya. 

“Menurut dari keterangan warga, keluarga MY itu hanya berjumlah lima orang, yang terdiri dari dua perempuan dan tiga laki-laki, pada saat kejadian itu bisa di buktikan bahwa mereka itu adalah buruh sedang bekerja di kebun, dan kalau kedua orang itu dikatakan keluarga dari MY,  adalah tidak benar, itu adalah tuduhan dan fitna," katanya.

"Saya sebagai kuasa hukum pelapor dan kuasa hukum dari terlapor sdr mulyadi bin Dene, memita kepada sdr AH , untuk mencabut perkataannya di media, karena kasusnya ini sudah sampai ke pihak aparat hukum, kita percayakan saja kepada penyidik untuk menyelesaikan masalah ini," tegasnya.

“Saya berpesan kepada sdr AH jangan lagi ada dugaan fitnah, dugaan menuduh berita bohong yang bercuap cuap dan mendogeng di media massa, sebelum saya melakukan tindakan hukum," jelasnya.

“AH saya berpesan kepada anda kejahatan, kejelekan walaupun dia berlari secepat kilat, suatu saat kebenaran akan mengalahkannya, camkan itu," tutupnya. (Firman S)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Pengelola Batik di Muratara Manfaatkan Pinjaman KUR

MURATARA, MA - Pengrajin batik asli Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) keluhkan masalah biaya dan pemasaran yang serba terbatas. Rabu (29/12/21).

Pasalnya, agar tetap bisa terus produksi dan tetap bertahan,pengusaha rumahan batik Muratara harus pinjam Dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) di salah satu bank di Kabupaten Muratara. 

Seperti yang di sampaikan Ketua sekaligus pendiri batik Muratara, Karomi warga Desa Biaro Baru Kecamatan Karang Dapo Muratara, untuk saat ini produksi tetap bertahan dengan dana secukupnya.

"Kami tetap bertahan untuk produksi batik, walaupun dengan dana yang sangat minim, jangan sampai salah satu karya ciri khas kabupaten Muratara hilang atau mati, dalam hal ini terpaksa kami meminjamkan uang di dana KUR guna produksi supaya tidak mati," jelas Karomi.

Kemudian ia juga menyebutkan jika pada tahun 2019 lalu batik Muratara pernah tembus di pasar internasional, jadi sangat di sayangkan jika usaha batik asli Muratara harus mati dan tidak lagi produksi, mengingat ini adalah salah satu karya seni putra/Putri daerah Muratara. 

"Kami sangat menyayangkan jika usaha batik asli Muratara harus ambruk , mengingat pada ahir 2019 lalu batik kita pernah tembus ke pasar luar yakni ke Malaysia," terangnya 

Lanjutbya, ia berharap kepada pemerintah Daerah agar bisa mensupport dalam pengembangan batik Muratara agar tetap berjalan dan tetap berproduksi. 

"Sangat besar harapan kami kepada Pemda Muratara, agar bisa mensuport kami untuk bisa mengembangkan lagi usaha batik ini, supaya jangan sampai die or stop here (Mati atau berhenti sampai disini)," tutup Karomi. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

December 28, 2021

Pemerintah Muratara Pastikan Tidak Ada Pemotongan Bansos Bagi Lansia

MURATARA, MA - Wujudkan Visi Misi Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Muratara, HDS-Tulla Wabub salurkan Bansos Lansia, Selasa (28/12/21).

Diketahui sebanyak 193 warga Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara menerima bantuan Lanjut usia (Lansia).

Wakil Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) H A Inayatullah mengatakan ini adalah salah satu visi misi pasca pilkada lalu, tidak hanya bantuan santunan kematian namun bantuan sosial lansia juga ada.

"Ini adalah salah satu visi misi kami mewujudkan Muratara berhidaya, dengan memberikan bantuan sosial Lansia sebanyak 1000 jiwa dan itu sudah dj atur salam perda, dan pemberian bantuan santunan kematian juga ada", terang Wabup.

Dijelaskannya untuk katagori yang menerima bantuan lansia yakni harus berumur diatas 56 tahun dan dalam katagori tidak mampu, dan jika menerima bansos Lansia otomatis juga mendapatkan bantuan santunan kematian.

"Untuk penerima bantuan itu minimal berumur sekitar 56 tahun ke atas dan dalam katagori tidak mampu , jika sudah dapat bantuan Lansia otomatis juga dapat santunan kematian", jelas Wabub.

Lanjut Wabub, ntuk yang belum dapat pada tahun ini jangan kwatir karena pemda muratara sudah menyiapkan anggran APBD sebesar empat milyar rupiah untuk mengcover lansia yang belum dapat di tahun ini. 

"Jika belum dapat di tahun ini, jangan kwatir untuk tahun depan akan ditambah penerima nya, Pemda suda menyiapkan anggran sebesar Empat Milyar untuk penambahan penerima di tahun mendatangkan", tutur Wabup.

Kemudian wabup juga menegaskan jika uang yang di berikan kepada penerima tidak boleh di potong potong sedikitpun, jika terdapat pemotongan satu rupiah pun maka akan di proses. 

"Untuk bantuan ini jangan sesekali ada pemotongan, satu rupiah di potong makan akan kami proses", tegas Wabup. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Viral di Medsos, IRT Asal Muratara Jadi Korban Hipnotis

MURATARA, MA - Jika pada waktu lalu Irt jadi korban hipnotis, kali ini (IRT) asal Desa Lubuk Rumbai Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara jadi sasaran korban hipnotis oleh orang tidak dikenal Selasa (28/12/21).

Viral di Akun sosial media jika salah seorang ibu rumah tangga (IRT) di kabupaten Muratara jadi korban Hipnotis, dan mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Berdasarkan keterangan dalam Vidio tersebut bahwa, IRT itu berasal dari Desa Lubuk Rumbai Kecamatan Rupit Muratara.

Diketahui bahwa IRT tersebut baru pulang dari pasar singkut Provinsi Jambi, kejadian hampir sama dengan IRT korban hipnotis pada waktu lalu, pelaku berpura pura menanyakan alamat lalu korban di ajak masuk mobil, lalu setelah di kuras semua hartanya korban di suruh turun.

Seperti yang dijelaskan juga dalam Vidio akun Facebook milik Mozza IBC Rupit ibu itu menjelaskan kalau mobil yang digunakan pelaku jenis Kijang Warna hitam, dan pelaku berjumlah dua orang.

Menggunakan media seutas Tisu IRT itu menjelaskan,  jika semua perhiasannya hilang dalam sekejap dan tanpa seorangpun tahu , untuk kerugian yang di alami irt tersebut satu cincin emas satu suku dan tiga suku emas jenis kalung, total kerugian yang di alami ibu tersebut sekitar 21 juta rupiah. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Penegakkan Perda: SatPol-PP Muratara Tindak Tegas Penyalahgunaan Modin

MURATARA, MA - Satuan Polisi Pamong Peraja Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) tertibkan penyalahgunaan mobil dinas Pemkab.

Dalam giatnya pada Selasa (28/12/21) Sat- Pol-PP tertibkan satu mobil dinas pemkab muratara dengan plat nomor BG 1465 QZ milik sekretaris dan sedang dipergunakan oleh kabid Bapeda yang di duga sering mengganti plat nomor dari plat merah ke plat pribadi atau plat hitam

Seperti yang di sampaikan Kepala Sat Pol PP melalui Kasi Ketertiban Umum (Tibum) Beri Septa karno, hari ini ia bersama anggota Pol PP tertibkan Modin dengan cara mengamankan serta mengempeskan mobil yang seringkali melakukan pelanggaran.

"Kita hari ini berhasil tertibkan satu modin karena sudah beberapa kali melakukan pelanggaran terkait ketentuan pemakaian mobil dinas plat merah, sala satunya selalu mengganti plat nomor dengan plat pribadi," ujar Beri.

Kemudian ia juga mengatakan, sesuai dengan surat edaran Bupati Muratara Nomor 551/76/ 14 April 2021 , dimana penertiban modin mana saja yang tidak memakai branding , stiker dan selalu memakai plat hitam akan di tertibkan. 

"Pada intinya kami ini bekerja sesuai dengan intruksi atasan dalam hal ini bupati untuk menegakkan Perda ,  jadi kalau terdapat pelanggaran ya kita harus bertindak, apalagi mobil yang kita amankan pada hari ini bukan hanya sekali melanggar, bahkan sudah berkali kali," terangnya.

Lanjutnya, seperti yang di ketahui bahwa Mobil BG 1465 QZ ini punya sekretaris Bapeda, ini kenapa di pakai oleh Kabid.?
bahkan lebih parah lagi kalau modin ini sering diganti plat dengan plat pribadi BG 1979 QZ tanggal kelahiran dari kabid tersebut, kan aneh mobil milik negara masa mau di jadikan mobil pribadi. 

"Kita menghimbau kepada seluruh kepala dinas tanpa terkecuali, jika tidak ada surat izin yang jelas dalam mempergunakan Modin apalgi sampai keluar daerah dengan alasan tidak jelas, mohon maaf itu akan tetap kita tindak tegas, tambah lagi kalau berani mengganti plat nomor dari plat dinas ke plat pribadi itu lebih akan kita tertibkan," beber Kasi.

Dikonfirmasi terpisah Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan, & Pengendalian Evaluasi Pembangunan Daerah Muratara Ari menyangkal jika sudah beberapa kali mobil yang ia gunakan terjaring razia oleh anggota Satuan Pol PP, seingat ia baru satu kali.

"Saya tidak perna terjaring Razia kendaraan oleh Sat Pol PP, memang ada satu kali, pada waktu itu saya sedang dalam tugas yakni menghadiri rapat dengan BPKP dan mobil itu sudah memakai plat merah saat mereka tangkap, kalau sudah beberapa kali saya di tangkap karena melanggar mana buktinya," jelas Ari.

Kemudian ia juga menjelaskan jika mobil yang ia gunakan sudah mendapat izin dari bupati langsung karena posisi pada saat ini kepala Bapeda lagi kosong dan di gantikan dengan sekretaris Bapeda itu ada dua modin, satu double Kabin satu lagi mobil ini.

"Benar kalau mobil ini milik sekretaris Bapeda namun perlu di pahami kalau kepala bapeda saat ini sedang kosong makanya saya di izinkan oleh pak bupati untuk memakai mobil ini untuk keperluan dinas", tuturnya.

"Kemudian kalau masalah penindakan yang dilakukan oleh anggota sat Pol PP pada hari ini, itu ada unsur dendam pribadi antara pak samsu selaku kepala Sat Pol PP kepada saya, sebab posisi saya pada saat ini sedang terancam dan pak samsu bilang akan memukul kepala saya dan akan mengobrak abrik rumah saya di linggau, saya terancam," ucapnya. 

Tambah ia, sejak mobil tersebut di branding dan dipasang plat merah ban mobil tesebut terdapat sayatan benda tajam di bagian ban sebelah kanan boleh di cek secara langsung. 

"Benar benar saya sedang terancam, sejak mobil ini saya branding dan menggunakan plat merah, mobil saya terdapat sayatan benda tajam di bagian ban sebelah kanan silahkan bapak cek sendiri," tambahnya. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Masyarakat Muratara Keluhkan Pelayanan Bank Sumsel Babel

MURATARA, MA - Kurang maksimalnya pelayanan bank Sumsel Babel membuat masyarakat usulkan peralihan rekening ke bank lain. Selasa(28/12/21).

Hal tersebut dikeluhkan salah seorang Pemerintah Desa Setia Marga, pasalnya lambannya pelayanan Bank Sumsel Babel (BSB) kantor Cabang Muara Rupit Kabupaten Muratara, maka akan berdampak degan kinerja instansi yang menjadi mitra Bank Sumsel itu sendiri.

Kepala Desa Setia Marga SP 4 Bambang Hadiyanto membeberkan harus bolak balik mengurus pencairan, baik Dana Desa, maupun kepengurusan lainnya, sehingga rugi waktu dan kinerja di Desa.

"Benar, dua hari aku bolak balik, yang seharusnya hari itu cair, karena pelayanan lamban harus menunggu keesokan harinya, satu hari full nunggu.  Ini ada penambahan biaya, kinerja jelas berpengaruh," katanya melalui handphone.

Ia menegaskan, keterlambatan dalam melayani nasabah banyak faktornya, selain memang ketersediaan bagian teller hanya satu, nomor antrian sudah terlampau jauh, sehingga bagi dirinya dan warga lain yang jauh dari ibu kota membuat harus bolak balik.

"Sayakan jauh, makan waktu berjam-jam harus sampai di bank, apalagi teman teman kita yang jauh di Ulu Rawas sana. Bank Sumsel Babel tidak seperti dulu lagi," tegasnya.

Sementara Direktur Keuangan BSB Samiludin pada saat peresmian Kantor Cabang Sumsel Babel Muara Rupit menekankan pelayanan terpenting, bahkan pihaknya sudah menyediakan mobil keliling untuk jemput bola.

"Jadi kami berjanji pelayanan kita semakin diperbaiki, kami bertekad hari demi hari memberikan pelayanan kepada pemerintah sebagai pemilik saham pemerintah sebagai nasabah maupun," benernya . (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

December 27, 2021

Pemkab Muratara Siapkan Dana Rp 1 M Untuk Santunan Kematian

MURATARA, MA - Guna memenuhi janji politik Paslon HDS-Tula pada Pilkada lalu, Pemkab Muratara siapkan uang santunan kematian sebesar satu milyar rupiah. Senin(27/12/21).

Seperti yang di sampaikan wakil bupati Muratara, H Inayatullah pada saat kata sambutan dalam acara peresmian kantor Bank Sumsel Babel cabang muara rupit kabupaten Muratara. 

Dirinya menyampaikan jika ada masyarakat Muratara yang ingin mendapatkan santunan kematian dengan syarat silahkan melapor kepada dinas yang terkait. 

"Kami sudah siapkan uang santunan kematian sebesar satu milyar hitungan secara global, namun sejak bulan Oktober, Nopember dan Desember yang melapor baru sekitar dua puluh orang , silahkan untuk masyarakat Muratara lngsung melapor kepada dinas yang terkait agar bisa di proses", terang Wabup.

Kemudian wabup juga mengatakan uang santunan tersebut adalah bentuk bantuan kepada ahli musibah dan sekaligus ini adalah janji politik pada saat pilkada lalu. 

"Dengan adanya bantuan tersebut kami berharap sedikit bisa meringankan beban dari pada yang mengalami musibah, dan ini adalah salah satu bentuk janji politik kami Paskah pilkada lalu, ini adalah hutang bagi kami, menuju Muratara berhidaya dan jika tidak bisa di laksanakan maka kami berdosa," tutup Wabup. (AkaZzzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

December 24, 2021

Polres Muratara Masih Kumpulkan Data Pendukung Ungkap Kasus Kematian Mesha


MURATARA, MA - Kematian Mesha warga Desa Muara Tiku Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Muratara, kini masi dalam penyelidikan dan pengumpulan data pendukung.

Hal tersebut disampaikan langsung Kasat Reskrim Polres Muratara, melalui Kanit Pidana Umum (Pidum) Ipda Jumar Bolivar SH saat dibincangi di ruang kerjanya pada Jum'at (24/12/21).

Dirinya menjelaskan jika kasus tersebut sedang dalam proses penyidikan dan sedang dalam tahap pengumpulan data pendukung.

"Kami sedang bekerja dan kasus tersebut sedang dalam proses penyelidikan dan pengumpulan data dan saksi saksi", terang kanit.

Kemudian ia juga menjelaskan jika hasil visum yang dilakukan untuk hasilnya sudah keluar, dan akan menjadi acuan atau pedoman untuk pendalaman kasus tersebut. 

"Untuk hasil visum sudah keluar itulah menjadi acuan kami untuk mengungkap kasus tersebut," tutupnya. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

December 23, 2021

Perbaikan Jalan Rupit Lawang Agung Tuai Kritik Masyarakat

MURATARA, MA - Peningkatan jalan dari pasar Desa Lawang Agung menuju Kelurahan Muara Rupit Kabupaten Muratara timbulkan kritik dari masyarakat, Kamis (23/12/21) l.

Lin (41) Ibu Rumah Tangga (IRT) warga Desa Lawang Agung Kecamatan Rupit Muratara menyayangkan jika rehab jalan yang dilakukan pemerintah Muratara karena terkesan tidak tepat. 

"Saya rasa peningkatan jalan dari pasar Lawang Agung menuju kantor kecamatan rupit terkesan mubazir, sebab masi ada jalan yang perlu di perhatian selain jalan itu yakni jalan Dusun VI Lawang agung", ungkapnya.

Dikatakanya jika kerusakan jalan  tersebut sudah berlangsung lama dan belum ada perbaikan yang di lakukan pihak pemerintah daerah. 

"Kalau rusaknya jalan ini sudah lama berlangsung bahkan sudah bertahun tahun belum ada perbaikan, untuk pengecekan jalan setiap tahun di cek terus namun tidak ada etika perbaikan," tuturnya.

Hal yang sama juga di keluhkan Nuraini warga yang sama, setiap tahun jalan sini rusak makin hari makin parah, bahkan sekarang di tambal tambal pakai pasar guna menutupi lubang lubang di jalan agar tidak becek.

"Rusak kita tambal dengan bahan seadanya itu terus dilakukan setiap tahun, kalau perbaikan belum ada sampai saat ini", ucapnya.

Kemudian ia berharap kepada pemerintah daerah agar jalan di dusunnya bisa di perbaiki karena jalan tersebut masuk jalan perkotaan Muratara.

"Masyarakat banyak yang menggunakan jalan tersebut karena itu salah satu jalan menuju pasar Lawang Agung, kami berharap agar ada perbaikan untuk kondisi jalan kami ini," harapnya. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Fauzi Amroh: 98 Titik Bantuan Bank BI Digelontorkan Untuk Masyarakat Muratara Tahun Depan

MURATARA, MA - Dalam mempererat jalinan silaturahmi antar anggota satu partai, H Fauzi Amroh lakukan reses ahir tahun di kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Kamis (23/12/21).

Kedatangan sala satu anggota DPR RI dari fraksi partai Nasdem tersebut membawa angin segar untuk kabupaten Muratara dan di sambut baik oleh para kader anggota partai Nasdem Muratara. 

Dimana dalam kegiatannya Fauzi Amroh secara langsung menyerahkan berupa bantuan sosial dari bank (BI)kepada lembaga PAUD, musala dan masjid. Resen ini juga dimanfaatkan Fauzi H Amro dengan melakukan rapat konsolidasi pengurus partai Nasdem Kabupaten Muratara di DPD Nasdem Muratara.

Seperti diketahui, reses dilakukan dilakukan di beberapa desa mulai Desa Batu Gajah, Kecamatan Rupit, Desa Karang Dapo 1, Kecamatan Karang Dapo, dan Kelurahan Muara Rupit, Kecamatan Rupit.

Untuk bansos tersebut ada sekitar 98 titik bantuan dari Bank Indonesia untuk Muratara. Kedepannya seluruh proposal masuk lewat DPD. Pencairan langsung masuk rekening kelompok di setiap Kecamatan, tidak melalui DPD Nasdem.

"98 titik yang telah di prioritaskan untuk pembangunan di kabupaten muratara, langsung menyentuh kepada masyarakat muratara," ujar DPR RI.

Sementara itu dilokasi yang sama Ketua DPD Nasdem Kabupaten Muratara H A Inayatullah menerangkan selain mengikuti reses anggota DPR RI Fauzi H Amro juga di lakukan rapat konsolidasi pengurus partai Nasdem Kabupaten Muratara di DPD Nasdem Muratara, guna membahas infrastruktur kepengurusan DPD Nasdem Muratara.

“Kedepan terus di lakukan perbaikan infrastruktur partai, dengan sama sama memperbaiki partai dengan tujuan memenangkan Pemilu 2024 mendatang,” ujarnya singkat. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

December 22, 2021

Lebih 1 Bulan, Kematian Mesha Kordila Masih Misteri

 


Muratara, MA - Kematian Mesha Kordila (24), Warga Muara Tiku Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara, yang ditemukan tidak bernyawa didalam saluran air pertanian tebat Gede Karang Jaya, minggu 7 November lalu hingga saat ini masih menjadi misteri.

Mesha yang mengenakan baju daster motif batik ini pertama kali ditemukan oleh Dar warga setempat yang hendak membajak sawah, sekitar pukul sebelas pagi waktu Indonesia barat dengan posisi jasad korban dalam keadaan tertelungkup dalam saluran air.

Sebelumnya, sabtu 6 November lalu sekira 20.00 WIB, mesha berniat tidur dirumah orang tuanya, Mesha yang merasa rumahnya tidak aman, pamit untuk membeli gembok rumah dengan membawa kendaraan roda dua honda beat seorang diri.

Namun sampai larut malam mesha tidak kunjung pulang, pihak keluarga pun sudah mencoba mencari sekeliling kampung, sampai keesokan harinya mendapatkan kabar tak sedap.

Bak disambar petir apa yang dirasakan orangtua dan keluarga korban, Mesha pamit pergi membeli gembok malah pergi selamanya, mesha ditemukan dalam keadaan telungkup dan tak bernyawa oleh warga setempat, sementara kendaraan yang dipakai korban hilang.

Mesha yang kesehariannya diketahui sebagai penjual perabot rumah tangga terkenal baik dan ramah di mata tetangga dan sahabat.

Sahabat karibnya Ririn (23) yang berprofesi sama dengan korban mengaku sangat kehilangan sosok korban yang terkenal sangat baik, dan berharap kasus yang menimpa korban segera terungkap,

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu telah dilakukan otopsi terhadap jenazah Mesha, dan belum ada release remis penyebab kematian Mesha Kordila, yang diduga kematian Mesha dipukul menggunakan benda tumpul disekitar leher dan kepala.

Pihak keluarga korban sampai saat ini terus berharap kasus ini segera terungkap dan pelaku segera tertangkap. (Young Al)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

December 21, 2021

Mobil Dinas Muratara Adu Kambing, Satu Orang Tewas di Tempat

MURATARA, MA-Lakalantas merenggut nyawa, tabrakan antara dua mobil mewah di Musi Banyuasin (Muba), Selasa (21/12/2021). 

Diketahui bahwa kedua mobil tersebut aduh kambing hingga ringsek parah, Fortuner dengan Nopol BG 1825 ZL dan Mobil dinas kabupaten Muratara dengan merek Isuzu LS dengan nopol BG 8024 QZ. 

Kejadian tersebut terjadi sekira pukul 14.15 wib di Lokasi dusun 5 Desa Lais (simpang kerang) Kecamatan Lais Musi Banyuasin. Sementara dikutip melalui salah satu media online yang ada di muba Kepala Desa Lais, Hasrullah SE, menjelaskan untuk kejadian lakalantas tersebut memang benar terjadi di wilayah nya dan di ketahui juga satu penumpang harus meregang nyawa di tempat kejadian. 

"Benar kejadian tabrakan maut tersebut terjadi sekitar pukul 14.15 wib dan dalam insiden tersebut satu penumpang mobil Fortuner berwarna putih meninggal dunia," ucapnya. 

Dirinya juga menjelaskan jika kedua mobil tersebut berlawanan arah Fortuner dari arah Sekayu dengan penumpang tiga orang laki laki (Satu meninggal) dan Modin Dari Kabupaten Muratara membawa empat penumpang satu laki laki dan tiga perempuan dari arah palembang menuju Muratara. 

"Kedua mobil tersebut masing membawa penumpang, ada yang tiga orang dan ada yang empat orang, namun yang kami tahu satu penumpang tewas di tempat yakni penumpang mobil Fortuner," ucap Kades. 

Di lokasi TKP AKP Sandi Putra SIK Kasat Lantas Polres Muba juga membenarkan jika telah terjadi lakalantas Antara Mobil dobel cabin dinas muratara dengan mobil fortuner berwarna putih dengan kondisi ringaek parah. 

"Berdasarkan laporan anggota kami, lakalantas terjadi Antara Mobil fortuner dari arah sekayu menuju palembang, Modin Muratara dari palembang menuju sekayu, setiba di TKP sopir mobil fortuner hilang kendali dikarenakan mengantuk, mobil lari kekanan, melihat mobil mengambil jalurnya maka modin banting stir kekanan, mobil fortuner kembali banting stir kekiri sehingga terjadi tabrakan," jelas kasat Atas kejadian tersebut diketahui satu penumpang mobil fortuner dengan inisial MD (Meninggal Dunia), korban lain sekang sedang dalam perawatan di rumah sakit terdekat. 

Kemudian ia menghbau kepada para pengendara jika keadaan tidak memungkinkan agar supaya beristirahat, jangan sampai kejadian semacam ini menimpah kalian. 

"Saya memghimbau kepada para pengguna jalan agar senantiasa berhati berkendara bila mengantuk, tidak ada obat lain selain istirahat dan tidur, jngan memaksakan keadaan karena dapat merugikan, saat ini kasus tersebut sudah kami tangani disatlantas polres muba," tutup kasat.(AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

December 08, 2021

Tekan Penyebaran Covid-19, Bin dan Dinkes Lakukan Vaksin dor to door

MURATARA, MA - Dalam upaya guna memutuskan mata rantai penyebaran Virus Covid-19 Khususnya di Kabupaten Muratara, Badan Intelejen Negara (BIN) ikut terlibat dalam melakukan percepatan Vaksinasi.Rabu (08/12/21).

Diakhir tahun 2021 Pemerintah daerah, di wajibkan haurs bisa mencapai target vaksinasi hingga mencapai 70 persen terhadap masyarakat.
 
Dalam kegiatan Vaksinasi Pada Rabu (08/12/21), sekira pukul 09:00 wib siang tadi, Anggota BIN bekerjasama dengan pihak Dinas kesehatan (Dinkes) lakukan vaksinasi dengan sistem door to door.

Untuk lokasi vaksinasi yang di lakukan Bin dan Dinkes, sasarannya kali ini masyarakat desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara. 

Disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Muratara, Marlinda Sari, pihaknya sangat terbantu dengan adanya sinergitas sejumlah pihak seperti BIN yang ikut mendorong percepatan vakasinasi di Muratara.

"Kalau kendala teknis sebetulnya tidak ada, tapi sempat kehabisan vaksin. Mudah mudahan stok vaksin aman, kami sekarang kejar target turun lngsung ke plosok plosok daerah," ungkapnya.

Dari data Dinas Kesehatan Muratara, untuk tahap 1 vaksinsi dilakukan terhadap 74.522 jiwa, tahap 2 dilakukn terhadap 30.692 jiwa dan tahap 3, vaksinasi sudah dilakukan terhadap 993 warga.

Pemerintah daerah berharap, agar warga di Muratara yang belum divaksin agar bisa mendatangi pusat kesehatan terdekat atau mengikuti vaksinsi yang dilakukan petugas di desa masing masing. "karena vaksin ini sebagai antisivasi pandemi Covid-19, dan bisa menambah imunitas tubuh terhadap virus Corona," timpalnya.

Dinkes Muratara, menegaskan hingga akhir tahun 2021 mendatang mereka harus mrncapai target sekitar 70 persen dari jumlah total target sasaran. "Kami ucapakan terima kasih adanya bantuan dari beragam pihak termasuk BIN yang ikut andil dalam percepatan vaksinasi di Muratara," tegasnya.

Sementara itu, vaksinasi yang dilakukan di kampung 7 desa lawang agung, kecamatan Rupit Muratara, cukup antusias di datangi warga. Kadus kampung 7, Viktor mengatakan, saat ini terjadi peningkatan antusias warga untuk melakukan vaksinasi.

"Karena sekarang kalau warga tidak di vaksin nanti akan kesulitan jika mengurus adminitrasi. Termasuk jika ingin menerima bantuan seperti PKH, BLT, dan lainnya itu tidak bisa kalu belum divaksin," bebernya.

Pihaknya mengaku, pelaksanaan Vakdinasi saat ini terus gencar dilaksanakan masyarakat sampai sejauh ini belum ada kendala dan keluhan yang di sampaikan warga. 

"Kalau vaksin sebelumnya cuma warga dewasa yang datang, tapi sekarang yang datang bervariasi ada remaja dan lansia," tutupnya. (rls)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Dukung Kami di Youtube

LAPOR PAK

LAPOR PAK
Buat Laporan Anda disini, pasang Aplikasi Kami.

Media Advokasi Edisi Cetak