Web Analytics
Showing posts with label Muratara. Show all posts
Showing posts with label Muratara. Show all posts

June 23, 2021

Hindari Kerbau, Satu Unit Mobil Berisi 8 Orang Masuk Jurang

Muratara, MA - Diduga hindari kawan kerbau sebuah kendaraan pribadi masuk jurang.

Diketahui kecelakaan tersebut terjadi sekira pukul 12:30 WIB berlokasi di Desa Maur Baru Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Rabu (23/06/21).

Mobil jenis Grand Livina warna hitam itu membawa sekitar tujuh penumpang beserta sopir, dari Curup Bengkulu menuju kota Jambi 

Berdasarkan keterangan Agustian salah seorang keluarga korba menyebutkan, awal mula kecelakaan itu disebabkan oleh kawan kerbau yang saat itu sedang melintas di jalinsum.

"Posisi mobil kami dengan mobil yang kecelakaan itu beriringan kami di depan mobil Inova yang nyungsep ke jurang itu posisinya di belakang mobil kami," terangnya.

Dijelaskannya, pertama kawanan kerbau itu Hampir tertabrak oleh mobil kami namun karena sopir sempat mengelak, namun naas nya mobil di belakang tidak bisa lagi mengelak , dan langsung banting setir ke kiri hingga kecelakaan tidak bisa terelakan lagi.

Dikatakannya, dari kejadian itu seluruh penumpang termasuk sopir mengalami ciderah, ada yang luka ringan dan ada juga mengalami patah tulang dan pergeseran tulang. Kini posisi penumpang sedang dalam perawatan medis di RSUD Rupit.

Sementara itu hal tersebut di benarkan Akp. Nasharudin Kasat Lantas polres Muratara, berdasarkan keterangan di lokasi kecelakaan siang tadi memang di sebabkan oleh kawanan kerbau yang pada saat itu sedang nyebrang di jalan raya.

"Akibat tidak bisa terelak lagi oleh kawan kerbau yang sedang nyebrang jalan membuat sopir langsung banting setir ke kiri dan terjadila kecelakaan tunggal dengan posisi mobil jatuh ke jurang," terang kasat.

Untuk saat ini mobil dan korban sudah di tangani pihak Lantas polres Muratara dan korban sudah di larikan ke RSUD Rupit.

Untuk luka-luka yang di alami korban itu sendiri, ada yang tergeser tulang dan luka-luka lecet.

"Kemudian dirinya menghimbau kepada seluruh pengendara agar berhati-hati sebab daerah kita inikan banyak hewan liar yang secara tiba-tiba nyebrang jalan terutama hewan kerbau," ucapnya. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

June 22, 2021

Penyekatan Perbatasan Muratara Dihentikan Sementara


Muratara, MA
Pihak Pol PP Mratara menghentikan sementara penertiban perbatasan untuk sementara waktu, saat ini pihaknya masih menunggu instruksi dari Bupati Musi Rawas Utara (Muratara).

Kasat Pol PP melalui Tibum Ketertiban Umum, Beri Septakarno mengatakan, tindakan yang diambil selama 15 hari pada bulan April lalu sudah terbilang lumayan jika dipersentase sekitar 80 persen sudah teratasi .

"Untuk perintah selanjutnya kita sudah berkoordinasi melaui brifing kemarin dan pada hari ini juga bupati melalui Sekda dan Wabub kita fokusnya kepada pengamanan ring satu yakni kantor bupati, terangnya.

Dijelaskannya, kejadian di ULP tempo lalu menjadi sebuah pelajaran sekaligus tamparan keras bagi pemerintah daerah.

Kemudian dirinya juga menyampaikan, perintah langsung dari Bupati, dia ingin ada marwah atau sterilisasi bagi yang berkepentingan dilarang masuk.

"Bagi yang tidak berkepentingan mohon maaf jika kami cegat dan larang untuk masuk ke wilaya kantor bupati. Ini adalah langkah antisipasi takutnya kejadian yang tidak diinginkan bisa- bisa terjadi,” tutupnya. (AkaZzz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Air Sungai Tercemar, Wabub Muratara Ancam Bakal Tindak Tegas Penambang Liar

Muratara, MA - Polemik air sungai Rupit Rawas menjadi keru wakil bupati ancam akan tindak tegas jika masih ngeyel.
Hal tersebut disampaikan langsung wakil Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) H. Inayatullah saat di sambangi dalam ruang kerjanya pada, Selasa (22/06/21).

Wabub mengakui jika permasalahan keruhnya air sungai akibat penambang liar, dirinya menyebutkan bahwa ini sudah masuk salah satu visi misi untuk menjernihkan air sungai Rupit Rawas.

Dijelaskannya, namun pihaknya masih mempertimbangkan dampak negatif kepada pekerja yang berada di daerah pertambangan jika dilakukan penaindakan.

Pasalnya, setiap titik penambang banyak masyarakat yang mencari nafkah, maka dari itu sebelum pihaknya mengambil tindakan sudah dikaji terlebih dahulu tiakan yang akan diambil.

“Untuk tindakan yang sudah diambil, pihak pemerintah daerah sudah beberapa kali memanggil pihak-pihak penambang , namun sampai saat ini belum ada yang datang dan menghadap langsung untuk dicarikan solusi,” ujarnya.

"Kita sudah koordinasi dengan bupati bahwa untuk penambang yang berada daerah Rawas ulu dan karang jaya supaya disarankan untuk membuat suatu koperasi atau dibuat seperti gelondongan bagi masyarakat yang menambang agar dampak yang ditimbulkan tidak terkena masyarakat luas,” terang Wabub.
Diketahui, efek yang ditimbulkan dari penambang liar tersebut , kurang lebih 50 Desa yang tercemar akibat keruhnya air sungai. 

“Kepada penambang baik di daerah karang jaya dan Rawas ulu, silahkan temui pemerintah daerah untuk dicarikan solusi, sebelum Pemda mengambil tindakan tegas. Jangan salahkan pemerintah daerah jika tindak tegas akan kita ambil karena tidak mengikuti prosedur yang berlaku,” tutup Wabub. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

June 17, 2021

Pencairan BLT Kabupaten Muratara Alami Keterlambatan, Baru Cair Bulan Juli

Kepala desa di dampingi pihak APH dan Camat serahkan BLT secara Simbolis kepada warga, Kamis (17/05/21)

Muratara, MA - Pemerintah Desa Bengin Rupit Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) bakal salurkan BLT tahun 2021.

Kepala Desa Bengin Rupit, Hengki Basib mengakui, terdapat keterlambatan dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warganya.

"Benar kami baru bisa menyalurkan BLT tahun 2021 di bulan Juni ini, sebab memang ada keterlambatan dikarenakan terkendala masalah musdus supaya benar-benar matang dalam menyusun siapa saja yang wajib menerima batuan tersebut,” terangnya.

Dia menyampaikan, total penerima bantuan tersebut ada sekitar 83 KK, yang termasuk dalam kategori anak yatim, lansia dan sakit menahun yang ikut jadi kendala keterlambatan dalam realisasi BLT tahun ini.

"Untuk penerima bantuan kita pilih-pilih sesuai dengan juknis yang sudah di berikan dari kementerian, seperti anak yatim, lansia dan sakit menahun,” tuturnya.

Dia mengatakan, masyarakat yang menerimah BLT tersebut supaya di pergunakan dengan sebaik-baiknya, seperti membeli sembako dan hal-hal positif, jangan sampai disala gunakan atau membeli sesuatu yang tidak bermanfaat.

"Kita imbau masyarakat yang belum dapat diharapkan agar bisa sadar diri, sebab kita memberikan bukan suatu alasan, namun kita memberikan sesuai juknis dan teknis ketentuan dalam kategori yang telah di tentukan,” tutup kades.

Disisi lain disampaikan Kepala Dinas PMD-P3A melalui Kasi PMD Zulyan, Pembagian BLT kepada masyarakat sebanyak 83 KK, dalam tiga katagori , yakni anak yatim, lansia dan sakit menahun.

"Kemudian besaran yang diterima oleh masyarakat yakni tercatat sebesar Rp300 ribu setiap KK," terangnya.

Dirinya menargetkan, mudah-mudahan di bulan Juli 2021 sudah selesai semua terkait masalah bantuan tunai langsung (BLT) seluruh desa yang berada di Kabupaten Muratara.

Semoga apa yang diberikan oleh pemerintah pusat melalui kepala desa bisa bermanfaat dan bisa sedikit membantu dalam pasca pandemi Covid-19 ini .

"Dirinya juga berharap semoga Wabah Covid-19 ini bisa berlalu dan cukup batas 2021 saja, jangan sampai berlarut-larut,” harapnya. (AkaZzz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Pemkab Muratara Alokasikan Rp700 Juta Untuk Perbaikan Jembatan Sungai Putih

Plt Kadis PUR Amrullah saat di wawancarai awak media pada Kamis (17/06/21)

Muratara, MA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas Utara (Muratara) wacanakan perbaikan pembangunan jembatan sungai putih sebesar Rp700 juta di tahun ini.

Pemkab melalui Dinas PUPR wacanakan melakukan perbaiki jembatan sungai putih yang terletak di Desa Tanjung Raya, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara.

Plt Kadis PUPR Muratara Amrullah mengatakan, pihaknya sudah mengetahui adanya kerusakan jembatan sungai putih di Desa Tanjung Raja tersebut dan pihaknya sudah mewacanakan tahun ini akan diperbaiki.

"Kita sudah usulkan untuk memperbaiki jembatan itu dan mudah mudahan tahun ini bisa terlaksana," ungkapnya, Kamis (17/06/21).

Dia menjelaskan, untuk perbaikan jembatan pihaknya telah menganggarkan sebesar Rp700 juta yang menggunakan dana anggaran APBD.

Dia mengakui sekarang jembatan itu tidak difungsikan karena mengalami kerusakan dibagian pangkal jembatan.

"Mengalami kerusakan dipangkal jembatan, makanya jembatan itu tidak dilalui oleh pengendara. Sebab dikhawatirkan jembatan akan ambruk saat dilewati,” terangnya. (AkaZzz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

June 14, 2021

Kapolres Muratara Ajak Masyarakat Terlibat Aktif Berantas Narkoba


Muratara, MA
- Kapolres Murata AKBP Eko Sumaryanto S.IK mengajak masyarakat ikut terlibat dalam pemberantasan narkoba di Kabupaten Muratara.

Dijelaskannya, masyarakat bisa melaporkan kepada pihak polisi jika melihat atau mendengar tentang peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.

“Masyarakat harus berani lapor. Nanti akan kami tindaklanjuti sesuai proses hukum yang berlaku", terang Kapolres.  

Sementara itu, terkait pengerebekan yang telah dilakukan beberapa waktu lalu, pihanya masih terus mengembangkan kasus tersebut untuk menangkap tersangka yang melarikan diri.

Mari kita jaga Kabupaten Muratara ini bebas dari narkoba menuju Muratara berhidaya,” ujarnya.

Sementara itu, dari pengerbekan pada Sabtu (12/6/21) lalu, pihak Polres Musi Rawas Utara (Muratara) berhasil amankan barang bukti beserta terduga pengedar dan pengguna narkoba jenis sabu-sabu.

Beberapa barang bukti tersebut yakni sejumlah bong sabu atau alat penghisap, satu pak pirex , tiga bua senjata api jenis pistol, satu buah senjata rakitan laras panjang yang masi aktif, pisau, parang, pedang, HP dan uang tunai sebesar Rp16 juta.

Dari 18 tersangka yang berhasil diamankan, tiga orang diantaranya sudah dikembalikan karena hasil dari tes urine menunjukkan tidak terkait sebagai pemakai. (AkaZzz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

June 12, 2021

Polisi Amakan 18 Orang Dari Kampung Narkoba Muratara, Sumsel

MURATARA, MA - Sebanyak 18 orang terdiri dari 15 laki-laki dan 3 perempuan diamankan pihak Polres Musi Rawas Utara (Muratara) dari kampung Narkoba, Sabtu (12/06/21) 

Buntut penangkapan dari 18 tersangka diduga dari berbagai motif laporan dari masyarakat setempat.

Diantaranya diduga maraknya peredaran narkoba di kampung surulangun Rawas kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Muratara.

Saat dilakukan pengrebekan terhadap tersangkah oleh anggota polres Muratara serta gabungan dengan anggota Brimob Polda Sumsel, tidak ada satupun dari tersangkah melwan kepada petugas .

Diperkirakan pengerbekan itu terjadi sekitar  pukul 05:00 WIB .

Kapolres Muratara, AKBP Eko Sumaryanto, S.ik melalui Kasat Reskrim, AKP Dedi Rahmad Hidayat, SH mengatakan, pihaknya telah melakukan penggerebekan diduga kampung narkoba di Desa Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara. 

Penggerebekan langsung dipimpin Kapolres Muratara, AKBP Eko Sumaryanto, S.ik didampingi Wakapolres, Kabag Ops, Kasat Narkoba, Kasat Reskrim, Kasat Intelkam, Perwira Polres Reskrim dan Perwira Narkoba dengan jumlah personil sebanyak 50 personil serta diback up Personil Batalyon B Pelopor sebanyak 104 personil yang dipimpin Danki Iptu Antoni.

Dikatakannya, setelah apel dilapangan  masing-masing personil dibagi dengan target yang telah ditetapkan yaitu DPO narkoba dan DPO 3C, bandar narkoba, premanisme, perjudian jenis barbar serta rumah atau tempat yang diduga sebagai lokasi transaksi narkoba maupun perjudian.

Dari hasil penggerebekan tersebut diamankan 15 orang laki-laki dan 3 orang perempuan serta Kades setempat 

Rincinya Sabar Kusnadi, Ramadani alias roma (DPO 3 C), ndra Gunawan/Engot (DPO senpi), Tarmizi (DPO narkoba). Perdi Susanto, Very, Sapriadi, Juhanis Auri, Budi Nasution. Kemudian Maksum, Rahman, Endang Gunanto als Eeng, Tasman (DPO narkoba), Tergani. Selanjutnya Riza Maika (Istri darul DPO narkoba, dalam pengejaran), Susanti, Ratna. Dan juga ikut dibawa Kades Surulangun Ahmad saleh (dimintai keterangan selaku kades setempat).

Barang Bukti  yang berhasil diamankan berupa, 34 unit mesin Barbar, 21 unit R2 (tanpa surat menyurat yang syah). Satu  unit R4 suzuki Karimun, 13 pucuk senjata tajam, 3 pucuk senpi rakitan laras pendek
 Satu pucuk senpi rakitan laras panjang, 50 unit HP, 5 lembar STNK, 8 butir amunisi revolver.
 
serta satu butir amunisi Laras panjang, satu klip bening bungkus besar berat 313 gr diduga sabu, satu bungkus kecil diduga sabu berat 34,18 gram, satu timbangan digital, 10 botol bong/alat hisap sabu, 2 bal plastik bening, uang kertas senilai Rp. 19.795.000, BB koin Mesin bar bar 1500 koin, 2 korek api, satu  plastik teh cina bertuliskan Qingsaan dan dua unit jam tangan.

"Selanjutnya semua orang dan barang yang diamankan dibawa ke polres Muratara untuk dilakukan pengembangan dan pendalaman," pungkasnya. (AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

June 09, 2021

Panitia Pilkades Desa Noman Baru Diminta Patuhi Perbub Nomor 37 Tahun 2021

Balon Kades PAW Desa Noman Baru, Muhazoni

Muratara, MA - Desa Noman Baru Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) segerah melakukan proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dengan status Pengganti Antar Waktu (PAW).

Muhazoni (53) sala seorang warga Desa Noman Baru yang terlibat atau keikutsertaan dalam kompetisi Pilkades PAW Desa Noman Baru berharap, panitia baik di tingkat desa, Kecamatan bahkan panitia tingkat Kabupaten bisa menjalan perintah peraturan Bupati (Perbub) Nomor 37 tahun 2021 dengan baik dak benar.

"Saya merasa banggga dan terharu, sejak dibuka pendaftaran PAW Kades Noman Baru, 7 Juni 2021 beberapa hari yang lalu, antusias masyarakat sangat luar biasa mengikuti pendaftaran PAW Kades tersebut, baru 2 hari pendaftaran di buka, peserta yang mendaftar sudah mencapai 11 Balon Kades PAW,” terangnya saat di bincangi awak media, Rabu (9/6/21).

Dijelaskannya, tingginya antusias masyaralat yang ikut mendaftarkan PAW Kades Noman Baru tersebut, merupakan salah satu bukti jika Sumber Daya Manusia (SDM) sudah sangat mempuni di Desa Noman Baru, mengingat di Bumi Baselang Sarundingan dari 82 desa dan 7 kelurahan, hanya Desa Noman Baru Kecamatan Rupit dan Desa Karang Dapo, Kecamatan Karang Dapo yang melakukan pemilihan PAW Kades.

Lanjut Eks Ketua PPK Kecamatan Rupit ini, situasi di Desa Noman Baru sangatlah kondusif, baik kondusif di masyarakatnya maupun antar Balon Kades PAW nya, masyarakat Desa Noman Baru menginginkan pemimpin yang betul-betul pilihan rakyat.

Sementara Fathullah (41) salah satu toko pemuda di Desa Noman Baru membenarkan, jika antusias masyarakat sangat tinggi dalam mendaftarkan Balon Kades PAW di Desa Noman Baru.

"Saya saat apresiasi terhadap Balon-balon Kades PAW yang sudah mendaftarkan diri untuk kemajuan desa Noman , mulai dari dibukakannya pendaftaran sampai saat ini sudah 11 Balon Kades yang sudah mendaftarkan diri untuk menjadi Kades PAW Noman Baru,” terangnya.

Dirinya berharap, panitia dan instansi terkait dalam penyeleksian berkas, tes tertulis bahkan pemilihan nantinya, laksanakan sesuai perintah Undang-undang yang berlaku.

“Jangan biarkan Balon Kades PAW Desa Noman Baru melakukan Money Politik. Kami menginginkan pemimpin yang memikirkan rakyatnya, bukan pemimpin yang memperkaya diri sendiri,” tutupnya. (AkaZzz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Diduga Disalahgunakan, BKD Tahan Semua Kendaraan Dinas Pol PP Murata

Sejumlah kedaraan dinas Sat-pol-PP jenis roda dua terparkir di halaman Pemda Muratara, Rabu (09/06/21)

Muratar, MA –  Satuan Polisi Pamng Praja (Satpol PP) Kabupaten Muratara mengeluhkan lambannya proses pendataan kendaraan dinas jenis roda dua yang dilakukan BKD setempat.

Menurut pengakuan salah satu anggota Pol PP Muratara berinisial PI, proses pendataan ulang yang dilakukan tersebut sudah terjadi sebanyak tiga kali dengan memakan waktu hingga dua minggu.

“Jadi kami tidak bisa melakukan berpatroli seperti biasanya. Kita terkendala kendaraan,” akunya, Rabu (09/6/21).

Dijelaskannya, saat ini kendaraan dinas tersebut sedang terparkir di halaman Pemkab Musi Rawas Utara (Muratara) sejak dua minggu lalu.

"Kalau dulu, kami sering melakukan kegiatan patroli dan pemantauan situasi lapangan, karena sekarang motor itu semuanya sudah ditarik Pemda, saat ini kami tidak ada kegiatan lagi," terangnya.

Dirinya tidak tahu pasti apa alasan penahana semua kendaraan operasional sepeda motor tersebut oleh bagian aset BKD Muratata,

Menurutnya, semua surat dan kelengkapan kendaraan itu lengkap, namun entah kenapa ketiga kalinya didata kendaraan itu ditahan disana itulah yang membuat dirinya merasa ada yang ganjil.

Sementara itu, saat ditanya adanya isu kendaran tersebut pernah digadaikan oleh oknum tertentu, ia mengungkapkan tidak begitu mengetahui isu tersebut.

“Mungkin juga karena isu itu atau apalah karena kami dengar juga bagian aset mengatakan alasan kendaran itu ditahan karena dipakai TKS, padahal secara logika tidak mungkin Kasi atau setingkat Kabit yang melakukan patrol,” cetusnya.

Hal yang sama juga diungkapkan RM, menurutnya sejak kendaraan operasional itu ditahan oleh Pemda dalam tugas, pihaknya mengunakan kendaraan sediri untuk menjalankan tugas.

“Alangkah lebih baiknya bila ada kendaraan operasional bisa digunakan, karena kendaraan yang dikandangkan disana juga tidak dimanfaatkan,” ucapnya.

Dia berharap, kendaraan dinas tersebut dikembalikan lagi saja ke Satpol-PP, karena sangat dibutuhkan dan sebagai penunjang kegiatan-kegiatan lapangan.

“Karena tidak adanya kendaraan operasional itu, sekarang sedikit banyak memang menjadi penghambat pihaknya dalam menjalankan tugas", harapnya.

Terpisah Kabid Aset BKD Muratara, Rizalludin dikonfirmasi melalui ponselnya mengungkapkan, membenar penahanan kendaraan dinas jenis sepeda motor milik Satpol-PP tersebut.

Menurutnya, kendaraan tersebut sedang dalam pendataan dan terparkir dihalam Pemda Muratara. Hal itu dilakukan karena ada informasi digunakan oleh TKS.

"Kendaraan dinas itu juga informasinya dibawah ke Linggau, ke Nibung dan sebagainya, terus kendaraan itu harusnya standby di kantor Satpol-PP lengkap dengan penangungjawabnya, haruslah PNS bukan TKS, kendaran itu juga memang boleh digunakan saat jam kerja namun kalau diluar itu pertanggungjawabannya haruslah PNS", ujarnya.

Ditanya apakah memang benar ada isu kendaran itu pernah digadaikan oleh oknum tertentu, Rizalludin menjelaskan untuk saat ini kendaran itu terdata lengkap.

“Itulah kenapa harus PNS yang bertanggung jawab atas kendaraan dinas itu, takut saja bila terjadi kehilangan dan sebagainya", tutupnya. (AkaZzz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

June 07, 2021

Belum Ambil Tindakan, Gajah Liar Berkeliaran di Muratara


MURATARA, MA - Sudah hampir memasuki Minggu ketiga seekor Gajah berkeliaran di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), namun Pemda belum mengambil keputusan guna antisipasi. Senin(07/06/21)

Belum diketahui gajah liar tersebut berasal dari daerah mana , namun kehadiran gajah liar itu sudah banyak membuat kerusakan di kebun-kebun milik masyarakat Muratara.

Seperti yang di kutip dalam cuitan Facebook milik Roy Madona , gajah liar sudah merusak tanaman padi , sawit dan pohon pisang milik kelompok tani Kupang di desa Kertasari 

Pemdes dan Babinsa menelusuri keberadaan gajah liar tersebut , diketahui bahwa gajah tersebut lari kesebrang sungai Rawas usai mengacak-acak kebun milik warga. Terangnya 

Dirinya menghimbau kepada masyarakat tetangga pantai dan rantau KADAM jika mempunyai kebun di seberang sungai agar supaya berhati-hati

Sambungnya, kita berharap agar pemerintah daerah segera mengambil tindakan terhadap kehadiran gajah liar tersebut , agar tidak menimbulkan korban jiwa seperti tahun sebelumnya. Tuturnya

Disisi lain disampaikan Zazili Kepala Bidang (Kabid)Penanggulangan Bencana Daerah menyebutkan, untuk saat ini memang belum ada tindak lanjut ke arah yang lebih serius , namun tetap dipantau keberadaan dari pada gajah tersebut.

" Kita masi tetap memantau dimana keberadaan gajah liar tersebut , namun untuk eksekusi lebih lanjut kita akan tetap berkoordinasi dengan pihak BKPSDA dalam hal ini yang menangani masalah gajah liar itu",terang zili 

Dirinya juga menyampaikan , untuk saat biarla dulu seperti ini namun terus dihimbau kepada masyarakat agar tidak mengusik atau mengganggu kebaradaan gajah itu sendiri,

"Kita terus menghimbau kepada masyarakat agar tidak mengusik keberadaan gajah tersebut, jika ingin melihat silahkan lihat saja jangan di ganggu",jelasnya 

Kemudian disinggung apakah kehadiran gajah tersebut tidak termasuk dalam situasi genting.? Dirinya menyampaikan memang termasuk namun" kita akan mengambil tindakan kita harus menjalin komunikasi yang jelas apakah gajah tersebut berjenis kelamin betina atau jantan", tuturnya

Kemudian ia juga mengatakan, kemungkinan dalam waktu dekat sesegera mungkin pihak Pemda akan duduk bersama dengan pihak BKPSDA membahas permasalahan tersebut

" Dalam waktu dekat kita akan duduk bersama dan membahas tentang permasalahan dan penanganan gajah itu sendiri, apakah akan di datangkan gajah pemikat , atau akan di tembak bius kita tunggu saja perkembangan selanjutnya".papar zizli
(AkaZzz)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

May 06, 2021

THR Di Muratara Sesuai Golongan

MURATARA, MA- Tunjangan Hari Raya (THR) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) tahun ini sesuai dengan golongan, Kamis (06/05/21).

Disampaikan Duman Fachyal Kepala Bandan Pengelolaan Keuangan Aset  Daerah (BPKAD), untuk tahun ini THR yang di terima oleh ASN Masi sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Tahun ini THR belum ada perubahan Masi tetap seperti yang tahun lalu, nominal  yang di terima sesuai degan golongan di setiap dinasnya masing-masing," ujarnya.

Kemudian dirinya juga menyampaikan nominal untuk global berkisaran sekitar 10 milyar rupiah  "Nominal global yang di kucurkan dari Pemda untuk THR senilai 10 milyar rupiah," jelasnya.

Lanjutnya, tunjangan yang diterima itu juga sesuai gaji bulanan yang melekat, itulah bayangan kisaran yang mereka terima.

"Untuk pengucuran dana THR itu sendiri, dirinya menyampaikan sudah mulai di laksanakan, sejak tiga hari yang lalu. Kita sudah mulai berguyur membayar kepada dinas-dinas yang ada di kabupaten Muratara", terangnya 

Tambahnya, untuk pembayaran itu sendiri sesegera mungkin diusahakan sebelum lebaran sudah selesai semua akan dibayar. "Sepanjang OPD itu cepat mempersiapkan pemberkasan akan semakin cepat akan kita bayar," tutupnya. (AkaZzz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

May 04, 2021

Ini Penjelasan Sekda Muratara Terkait Kantor Samsat Yang Nunggak Pembayaran

MURATARA, MA- Dikarnakan sudah jatuh tempo pembayaran sewa pakai ruko, dua kantor dinas ditutup, Selasa (04/05/21)  

Disampaikan IJK pemilik ruko yang diperuntukkan untuk kedinasan. Selama ini langkah persuasif sudah menemui pihak yang bersangkutan namun tidak ada keputusan yang jelas.

"Kemarin kita sudah melakukan langkah persuasif atau mediasi kepada pihak yang bersangkutan namun tidak ada keputusan yang kongkrit atau tidak jelas," ujar pemilik Ruko.

Lanjutnya, dengan tidak adanya keputusan dari pihak yang terkait maka dari itu dengan terpaksa dua kantor ditutup untuk sementara sampai adanya keputusan yang siknifikan

"Kami mengambil tindakan dengan cara menutup beberapa kantor dinas, yakni kantor Samsat dan kantor dekranasda, karena sudah nunggak pembayaran kontrak pakai atau jatuh tempo pembayaran kontrak," jelasnya 

Pemilik Ruko juga menyampaikan, jika ada langkah baik atau solusi dari Pemkab Muratara maka dipastikan akan ruko tersebut bakalan di buka kembali.

"Jika ada keputusan yang baik dari pihak terkait, maka akan kita buka. Kalau tidak ada maka dengan terpaksa akan kita tutup sampai waktu yang tidak ditentukan." tegas Pemilik Ruko.

Sementara itu, Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Muratara Alwi Roh mengatakan, tidak akan ditutup walapun alasan pemik ruko sudah jatuh tempo.

"Tidak bisa lah seperti itu, kita juga tidak tahu keputusan mereka antara bupati yang lama," ujar Sekda.

Kemudian dirinya menyampaikan, nanti bagaimana caranya akan di selesaikan secara baik-baik, bisa di prediksi besok pagi kantor Samsat sudah bisa beroperasi kembali. "Nanti akan kita selesaikan kepada pihak yang punya ruko agar bisa di operasikan kembali," tutup Sekda. (AkaZzz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

May 03, 2021

Kades Setia Marga: Kendaraan Bertonase Di Atas 3 Ton Harus Putar Balik


Kondisi Jalan Penghubung Setia Marga  Kecamatan Karang Dapao Kabupaten Muratara Sumatera Selatan.


MURATARA, MA- Demi menjaga kenyamanan pengendara pengguna jalan, kepala Desa Setia Marga Tegaskan " Melebihi muatan 3 ton terpaksa harus putar balik.

Hal tersebut di sampaikan Bambang kepala Desa Setia Marga/Sp4 Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Senin(03/05/21)

Dimana dalam penyampaiannya , dirinya mengatakan pihak Pemerintah Desa (Pemdes) kepada pengguna ruas jalan Setia Marga - Karang Dapo, sehubungan yang telah dilakukan gotong royong pemasangan plataran oleh masyarakat dan Pemdes Wijaya Sungai Bilang.

Maka demi awetnya dan tertibnya jalan tersebut apalagi sebentar lagi akan memasuki hari idul Fitri 1442 H/2021 maka untuk sementara kami menghimbau sebagai berikut.

"Pertama dilarang mobil berat/muatan lebih dari tiga ton melewati ruas jalan ini. Apabila ada yang melanggar mohon maaf harus bertanggung jawab atas kerusakan jalan tersebut dan terpaksa kami suruh Mutar balikarah demi kenyamanan bersama," ujar Bambang.

"Kami tidak segan-segan untuk menindak tegas kepada pengguna jalan yang telah melanggar ketentuan desa, dengan memutar balik kendaraan yang kendarainya," ungkap Bambang.

Kemudian dirinya juga menyampaikan demi perawatan dan pemeliharaan jalan ini, mohon kepada pengguna jalan agar dapat membantu kepada yang menjaga di pelataran tersebut.

"Kami sudah meletakkan orang yang merawat atau memelihara jalan tersebut dan saya sebagai Pemerintah Desa Setia Marga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Sungai Bilang, Perangkat Desa Setia Marga BPD, dan pihak-pihak yang telah berkontribusi kepada perbaikan jalan poros setia Marga - Karang Dapo." tutup kades. (AkaZzz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Tidak Ada Keputusan, TKS Muratara Ancam Bakalan Dobrak ke Provinsi

MURATARA, MA- Kebijakan Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) pada 1 April lalu tuai kecaman pedas dari para TKS yang jadi korban politik. Senin(03/05/21)

Seperti yang di lontarkan (IG) salah seorang mantan tenaga Kerja Suka Rela (TKSK)di sala satu dinas yang berada di Muratara. Dirinya menyampaikan pihaknya menunggu sebelum lebaran  jika tidak ada keputusan terhadap para TKS yang di rumahkan dirinya mengancam akan ada gerbekan besar-besaran usai hari raya mendatang.

"Kami tunggu sebelum lebaran ini untuk keputusan terhadap nasib TKS yang di rumahkan, namun jika tidak ada kami akan adakan aksi besar-besaran di depan pemkab Muratara, bukan hanya tingkat kabupaten saja bahkan sampai ke tingkat provinsi,"terangnya.

Kemudian disisi lain hal yang sama juga di sampaikan (ZK) juga sala seorang mantan TKS di kabupaten Muratara, dirinya juga menyatakan "Jika tidak ada keputusan yang baik terhadap nasib TKS yang di rumahkan , maka kami akan adakan aksi besar-besaran sehabis lebaran nanti,"tegasnya.

Kemudian menurutnya, keputusan bupati untuk merumahkan para TKS dan mengganti dengan tenaga kerja suka rela yang baru, hal itu sangat tidak adil yang berperang gajah sama gajah. namun semut yang terkena imbasnya .

"Kembali dirinya menegaskan kepada pemangku kebijakan agar segera mengambil keputusan, jangan gara-gara politik kami kena imbas." tandasnya. (Akaz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

April 26, 2021

Kepala Office Manager Kiwi: Kami Sudah Melaksanakan Ketentuan Sesuai Aturan

Salman Alfarisi, Kepala Office PT Kirana Windu.


MURATARA, MA- Terkait keresahan Masyarakat dan pengendara mengenai polusi udara yang ditimbulkan oleh Perusahaan Terbatas Kirana Windu (PT Kiwi), pihak perusahaan mengatakan" Kami sudah melaksanakan ketentuan sesuai prosedur,"jelas Salman Alfarisi Kepala Office Manager PT.Kiwi pada Senin(26/04/21)

Perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan bahan baku karet tersebut beralamat di desa surulangun Rawas kecamatan Rawas ulu kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Menyikapi hal tersebut pihak perusahaan menyatakan ,bau tidak sedap itu awalnya berasal dari pembelian bahan olah karet (bokar) yang masih ada bersumber dari karet rendam.

Namun sampai saat ini polusi yang ditimbulkan Masi tergolong aman, sebab setiap persatu semester atau 6 bulan sekali rutin dilakukan pengecekan oleh pihak uji mutu provinsi Sumsel

"Sebagai  bentuk klarifikasi bahwa, pihaknya telah melakukan sesuai hasil uji polusi,  dimana yang dimaksud adalah sesuai masuk baku mutu tidak ada pelanggaran terkait pencemaran polusi udara sebagaimana yang di maksud dalam pemberitaan sala satu media online kemarin." terangnya. (AkaZzz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

April 12, 2021

Bupati Muratara Minta Perusahaan Harus Bayar Pajak

 


MURATARA, MA- Badan Pendapatan Daerah (Babpenda) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), melakukan rapat koordinasi dan sinkronisasi dalam upaya mengoptimalisasikan pendapatan daerah tahun 2021 dengan mengundang seluruh perusahan, Camat, pihak Bank  dan SKPD terkait dalam lingkup Pemkab Muratara, kegiatan ini dilaksanakan di kantor Pemda Muratara, Senin (12/04/21).

Bupati Muratara, H. Devi Suhartoni mengatakan rapat ini penting, saya minta setiap rapat harus ada realisasinya bukan hanya seromoni belakang.

"Rapat soal pengotimalisasi tentang pendapatan daerah ini bukan sesuatu yang baru, namun ini akan kita tertipkan agar baik, kami pemerintah tidak akan mempersulit bagi perusahaan untuk berimpentasi," ungkap Bupati.

Dilanjutkan, untuk CSR komite harus jalan, mobil perusahaan harus besamsat di Muratara, kerena untuk kepentingan daerah soal pendapatan pajak daerah.

"Bagi perusahaan harus aktip membayar pajak, jangan susah diajak koordinasi ke Pemkab, kalian harus berimpetasi dengan aman semua harus buat izin di Muratara, selain itu, perusahaan harus bayar gaji karyawan tepat waktu, BPJS bagi karyawan harus dibayar hal ini sangat penting karena menyakut aturan negara," tutupnya. 

Kepala Babpenda Muratara, Efendi Aziz menggatakan  hasil rapat optimalisasi hari ini ditemukan upaya optimalisasi pelayanan penuh pada kantor samset Muratara, memerintahkan kepada pimpinan perusahaan diwilayah Muratara yang mengoperasikan kendaraan luar provinsi untuk memutasikan kendaraannya ke wilayah Muratara, penagihan secara dor tuh dor.

Selain itu, bagi pemanang tender yang ber NPWP luar Muratara harus punya dan PKP cabang dengan alamat Muratara, NPWP dan PKP cabang bagi operator dan subkon perusahan tambang dengan alamat muratara, NPWP dan PKP cabang bagi pengepul sawit, alamat transportasi perusahaan dan pelaku usaha  yang beroperasi hrs berplat muratara

"Kita harapkan setiap perusahaan yang berdomisili Diwilayah Muratara, diwajibkan memiliki KTA Muratara, selain itu, setiap perusahaan harus wajib memiliki kantor cabang Muratara," harapan Efendi Aziz. 

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Muratara, Maulin menyampaikan Kadin merupakan organisasi pengusaha Indonesia dan sudah disahkan oleh presiden.

Maka dari itu, para perusahaan kita ingin benahi, disektor perekonomian kita siap menyalurkan kehendak pengusaha untuk kerja sama antar pemerintah agar ekonomi Rakyat Muratara semakin baik lagi kedepannya.

"Kembali kita inginkan wajib bagi seluruh perusahaan diwilayah Muarata menyerap tegana kerja lokal menimal 60 persen .  Selain itu seluruh pengusaha harus berkantor diwilayah Muratara, seluruh perusahan harus bayar pajak di Muratara, bukan diluar Muratara," tegasnya. (Akaz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Kabar Gembira Bagi Desa Di Kabupaten Muratara



MURATARA, MA- Guna menciptakan Rasa aman dan kenyamanan di setiap Desa Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) adakan sayembara kategori tingkat Desa, Senin (12/04/2021).

Devi Suhartoni , Bupati Muratara menyampaikan , kepada setiap desa berhak memiliki Rasa aman nyaman tanpa Narkoba.

Aman nyaman dalam arti kata, tidak ada lagi aksi premanisme, tidak ada lagi masyarakat yang nyetrum ikan di sungai, tidak ada lagi penyalagunaan Narkoba.

"Jika dari beberapa hal tersebut sudah bisa teratasi, maka desa tersebut berhak mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten," ujarnya.

Kemudian untuk sistem penilaian itu sendiri dirinya bersama tim akan datang sendiri ke desa-desa yang ada di kabupaten Muratara, guna melihat , mengkroscek apakah betul sudah aman atau belum .

"Dengan adanya sayembara tersebut , diharapkan desa yang ada di Muratara bisa menerapkan poin-poin yang sudah di jelaskan agar desa tersebut bisa menjadi percontohan bagi desa-desa lainnya, "susui dengan selogan kita , yakni Muratara berhidaya" tutup bupati. (akaz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

April 06, 2021

Guru PKBM di Muratara Belum Terima Gaji Dari Tahun 2020 Hingga 2021


MURATARA, MA- Guru Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Muratara pertanyakan gaji terhitung sejak bulan Oktober-Desember tahun 2020 lalu hingga kini belum mereka dapatkan. Selasa (06/04/21).

Padahal itu merupakan hak mereka yang mesti didapat akan tetapi hingga sekarang belum juga ada kejelasan terhadap gaji guru PKBM tersebut.

Hal itu seperti yang disampaikan salah satu guru PKBM berinisial (AT) menuturkan bahwa dirinya hingga sekarang belum mendapatkan gaji selama tiga bulan terhitung Oktober-Desember tahun 2020 lalu hingga kini belum juga diterima.

"Kami ini merasa kuwatir dan bertanya tanya apakah gaji kami itu dibayar atau tidak. Karena hingga sekarang belum juga ada kejelasan dan sekarang bulan Maret 2021,"ungkapnya.

Ia menjelaskan untuk besaran gaji mereka itu satu bulannya Rp 400 ribu dan totalnya sebesar Rp 1.200 ribu karena selama tiga bulan. Nilai ini sangat besar bagi kami apalagi dalam kondisi pandemik Covid-19. 

"Pastinya sangat besar bagi kami dek, ditambah kondisi pandemik seperti saat ini, uang itu sangat berarti dan menjadi harapan karena bisa memenuhi kebutuhan sehari hari,"katanya.

Sementara itu, Kadisdik Muratara H Sukamto melalui Kabid TK/Paud Yuli Andriyani membenarkan bahwa tutor PKBM belum gajian selama tiga bulan terhitung sejak Oktober sampai Desember tahun 2020 lalu. Dan itu akan dibayarkan ditahun ini.

"Ya memang belum dibayarkan dan akan dibayarkan pada tahun ini,"ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya hanya mengusulkan saja untuk gaji tutor PKBM dan gaji itu langsung masuk kerening bersangkutan.

"Kita hanya mengusulkan saja dan gaji tersebut tidak melalui Dinas Pendidikan (Disdik) langsung masuk kerening yang bersangkutan,"jelasnya.

Ia menghimbau kepada seluruh tutor PKBM harus bersabar dan pastinya itu akan dibayarkan. "Harus bersabar, karena itu hak pastinya akan dibayar," imbaunya. (Akaz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Diberi Upah 50 Ribu, Suherman Ikut Terseret Masuk Bui

 



MURATARA, MA- Satreskrim Polres Muratara berhasil menangkap Suherman (37) warga Desa Sungai Lanang, Kecamatan Rawas Ulu, Kab.Muratara, Minggu (4/4/2021) sekitar pukul 01.00 wib, Selasa (06/04/21).

Tersangka ditangkap dirumahnya tanpa perlawanan karena meminjamkan senpira kepada Yasin (Sudah) ditangkap, dengan korban M.Arif Wibisono  (16) warga  Blok B.0 Desa Krani Jaya Kecamatan Nibung Kabupaten Muratara..Tersangka ditangkap sesuai dengan Lp / B - 07  / III / 2021/ Sumsel / Muratara/28 Maret 2021).

Peristiwa terjadi  Kamis (4/3/2021) sekitar pukul 19.00 wib telah terjadi tindak pidana Pencurian dengan kekerasan berhubungan dengan Membantu Melakukan Kejahatan.

Berdasarkan  keterangan dari tersangka Yasin (ditangkap pada 28 Maret 2021) yang menerangkan bahwa, tersangka Yasin mendapatkan Senpira hasil meminjam dari tersangka Suherman sebelum Yasin melakukan tindak pidana  pencurian dengan kekerasan.

Dan benar tersangka Suherman  meminjamkan senpira miliknya sekitar pukul 19.00 WIB (Sebelum melakukan kejahatan). 

Kemudian setelah tersangka  meminjam senpira tersebut, tersangka Yasin mengembalikan senpira tersebut dengan  memberi uang Rp.50 ribu sebagai upah kepada tersangka Suherman. Selanjutnya tersangka Yasin mengajak tersangka Suherman  untuk pesta narkoba jenis  Shabu (paket Rp.200.000) dari hasil penjualan handphone  dari tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

Kapolres Muratara, AKBP Eko Sumaryanto, S.ik melalui Kasat Reskrime, AKP Dedi Rahmad Hidayat membenarkan adanya penangkapan tersebut

Setelah mendapat informasi dari tersangka. Tim beruang Polres Muratara melakukan pengejaran dan penangkapan pelaku Suherman dirumahnya. Pelaku dapat diamankan tanpa ada perlawanan dan dibawa ke Polres Muratara.

Berdasarkan keterangan tersangka Suherman, mengakui meminjamkan senpira kepada tersangka Yasin. (Akaz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Karang Taruna Hanya Satu, Tidak Ada Yang Lain

 


MURATARA, MA- Polemik Kepengurusan pengurus Karang Taruna Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) makin hari makin memanas, bahkan ada dua KT di Muratara, Selasa (06/04/21).

Pasalnya, dalam beberapa Minggu terakhir kembali dikukuhkan Versi kedua , yang disinyalir tidak di akui oleh karang taruna provinsi sumatera selatan (Sumsel).

Dimana dalam TKD yang di gelar di kantor BLK kabupaten Musi Rawas  (Mura) pada Senin lalu Wakil Ketua Karang Taruna Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Rudi Pangaribuan menyebut kepengurusan Karang Taruna Kabupaten Muratara hanya satu yakni saudara Sukri Alkap.

“Kepengurusan Karang taruna Kabupaten Muratara hanya ada satu, tidak ada yang lain,”tegasnya.

Kemudian ia juga menyampaikan ,apapun keputusan dari bupati pada saat ini mungkin mereka sudah menimbang dan memperhitungkan mana yang terbaik bagi kabupaten Muratara.

" Saya yakin pak Devi sudah memperhitungkan segala konsekwensinya dan bisa memilih mana yang baik mana yang tidak dan mana yang sesuai dengan prosedural," terangnya

Kemudian lanjutnya, kita selaku pembina dan pembimbing seluruh organisasi yang ada di kabupaten Muratara. "kita yakin Bupati pasti sudah mengetahui permasalahan yang ada pada saat ini , bupati juga tahu mana yang sesuai dengan mekanisme mana yang tidak sesuai," tutupnya. (Akaz)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Dukung Kami di Youtube

LAPOR PAK

LAPOR PAK
Buat Laporan Anda disini, pasang Aplikasi Kami.

Media Advokasi Edisi Cetak