Web Analytics
Showing posts with label Musi Banyuasin. Show all posts
Showing posts with label Musi Banyuasin. Show all posts

October 07, 2021

Eks Kades Desa Air Itam Disorot Terkait Dugaan Penyaluran Gaji Imam Masjid

Musi Banyuasin, MA - Berdasarkan laporan masyarakat desa air itam sumber yang dapat dipercaya, oknum mantan kades desa air itam Mulyadi diduga tidak mengemban amanah sebagai kades.

Diduga uang yang sudah dituangkan di APBDes terindikasi tidak disalurkan kepada imam yang dimasjid JAMI' NUR RUSDI tepatnya di desa Air itam dikecamatan Sanga desa kabupaten Musi banyuasin Kamis 07/10/2021.

Kepada awak media sumber yang dapat dipercaya mengatakan kades ini sudah dua priode menjabat, tetapi yang gaji sebagai imam didesa air itam ini tidak sampai kepada yang berhak menerimanya 

"Yang bernama Reno Aska Reno itu masih bujangan dia juga tidak merasa jadi imam," ujarnya. 

Lanjutnya lagi, Majid itu orang tua dari pak kades Mulyadi yang dimasukan namanya sebagai imam masjid Jami nur Rusdi dan tidak pernah jadi imam.

Melalui sambung telpon WhatsApp mantan kades air hitam Mulyadi mengatakan, uang itu sudah ditransfer dan bukti rekening korannya ada.

"Kalau mau lebih jelas tanya saja sama orang kecamatan, dan kalau mau ketemu saya tunggu di kecamatan," ujarnya. 

'Gaji perbulanya imam masjid Rp450 ribu. Namo imamnya ada tigo Rayhan, majid dan Alamsyah. Kamu tau dari siapo tentang ini, silahkan datang kecamatan Bae kalau nak lebih jelas," pungkasnya. (Firman)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

February 20, 2020

Proyek Siluman Jalan Dusun V Desa Mangsang, Warga Minta Usut

Kondisi Jalan RT. 22 Dusun V Desa Mangsang Kec. bayung Lencir Kab. Musi Banyuasin

Muba, MA - Baru rampung akhir tahun jalan RT. 22 Dusun V Desa Mangsang Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin mulai hancur, masyarakat minta perhatian pemerintah terhadap proyek tersebut, Kamis (20/02/2020).

Dari hasil pantauan media ini, memang terdapat beberapa titik yang hancur, dan dari tanggapan masyarakat jalan ini sudah mulai hancur sejak akhir Januari 2020, dan tidak ada papan proyek dalam pengerjaannya.

Salah satu masyarakat Fr saat di konfirmasi mengaku kecewa, "jadilah namanya jalan desa terpencil, kalau melihat kondisi dan pengerjaan jalan kami optimis jalan cepat hancur, adukan juga diduga banyak pasir dari pada semen". Ungkapnya

Fr juga menjelaskan kalau tidamk ada pengawas yang benar-benar mengawasi pengerjaan ini, "kami masyarakat menilai komposisi pasir tidak sesuai dengan adukan jumlah koral, dan semen, untuk jalan lebih kurang yang dikerjakan 432 M, sedangkan untuk besaran dana, kapan proyek selesai, dan PT atau CV yang mengerjakan kami selaku warga tidak mengetahui karena hingga proyek selesai papan proyek tak kujung dipasang". Tegasnya.

Masyarakat Desa Mangsang, berharap kepada penegak hukum dan DPRD untuk turun langsung meninjau proyek pengerjaan jalan di Desa Mangsang, dan semua pihak terkait yang ikut mengawasi pengerjaan ini.

Ditempat terpisah Dinas PU Bina Marga di konfirmasi terkait jalan ini tidak ada di daftar pengerjaan 2019, bukan Dinas PU PR & Penatataan Ruan.

Wakil Ketua Komisi 1 Iwan Aldes dan Wakil DPRD Asal Bayung Lincir (20/2) sangat menyangkan pengerjaan tersebut, bahkan sesuai aturan kontraktor wajib melakukan perbaikan karena ada masa pemeliharaan 3 sampai 6 bulan, untuk keluhan warga saya rencana akan dalam waktu dekat akan turun ke mangsang meninjau pengerjaan jalan tersebut.

Sementara, Pengurus LMR Rasta Sumsel Anshor, mengaku sangat geram terhadap oknum yang mengerjakan proyek tersebut "sudah seharusnya papan proyek di pasang jadi ada keterbukaan terhadap Informasi Publik, sesangkan untuk keluhan dan laporan masyarakat akan kami sampaikan, dan buat laporan ke Kejati Sumsel", tegasnya. (Red)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

November 06, 2019

Ketum PWI: Saya Sangat Support Jika Muba Jadi Pusat Pelatihan Wartawan Se-Sumsel



JAKARTA, MA- Semangat dalam wujudkan Smart Positive Journalist puluhan insan pers yang tergabung dalam organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Musi Banyuasin sambangi Kantor PWI pusat di Jakarta, Rabu 06/11/19.

"Rencana kita, Nanti tetap akan kita adakan Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI), namun sekolahnya jarak jauh agar dapat di ikuti oleh semua daerah, peserta pun tidak perlu cuti dan nantinya materi di buat YouTube gunanya agar siapa dan dimana pun peserta dapat membuka dan mempelajarinya, Semua rencana itu masih dalam rumusan kami," Ujar Atal S Depari Ketum PWI ketika audensi di Sekretariat PWI pusat.


Pemerintah Daerah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika, Dicky Meiriando, S.STP, MH mengatakan bahwasanya PWI Muba bekerja sama dengan Diskominfo Muba telah menyusun rencana pembuatan SJI di Kabupaten Musi Banyuasin.

"Kami pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Diskominfo Muba bersama PWI Muba telah menyusun rencana kegiatan tahun 2020 membuat SJI atau pusat pelatihan wartawan se-Provinsi Sumatera Selatan di kabupaten Muba," Ujar Dicky.

Menyikapi hal tersebut Atal S Depari sangat mengapresiasi terobosan tersebut dan dirinya beserta PWI pusat pasti mensupport kegiatan apapun asalkan tujuannya untuk pendidikan.


Sementara itu di tempat yang sama, Selain pelopor ide program SJI di Muba, Ketua PWI Kabupaten Musi Banyuasin Herlin Koisasi SH juga menjelaskan maksud kedatangan anggota PWI Muba ke PWI pusat. 

"Keberangkatan kami kesini dan suluruh program PWI Muba Alhamdulillah mendapat dukungan penuh dari Bupati Muba salah satunya biaya keberangkatan kami kesini dan tujuan kami semua datang kesini selain silaturahmi ingin melihat secara langsung rumah pusat kami, selain itu merupakan salah satu rangkaian dari program Smart Positive Journalist dengan tujuan agar kami lebih mengenal dan mendalami organisasi yang kami cintai ini," Ungkap Herlin. (Jahri)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Dewan Pers Bantah Edarkan Syarat MoU Media dan Pemerintah Harus Terdaftar


JAKARTA, MA- Puluhan wartawan yang tergabung dalam Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan mendatangi kantor Dewan Pers, Jakarta Selasa 05/11/19.

"Tidak ada dan tidak pernah Dewan Pers mengeluarkan edaran atau aturan terkait syarat media harus terdaftar di Dewan Pers untuk bekerja sama dengan Pemerintahan," Ujar Dewan Pers melalui Ketua komisi Dewan Pendidikan Jamalul Insan di lantai 7 Sekretariat Dewan Pers ketika Audensi dengan PWI Muba.

Kemudian, Jamalul Insan menegaskan setiap informasi yang beredar haruslah dikaji ulang karena salah satu tugas seorang wartawan ialah memverifikasi informasi sebelum mengemasnya menjadi sebuah berita dan mempuplikasikannya.

"Hak puplik mendapatkan informasi yang benar dan verifikasi Informasi merupakan tanggung jawab dan tugas kita selaku wartawan, Kemudian selagi dia menshare berita sesuai dengan asli atau linknya semua itu tetap kita anggap sebagai produk jurnalis," Jelasnya Jamalul.

Sementara itu seusai acara, Ketua PWI Muba Herlin Koisasi SH, mengatakan sangat berharap studi banding kali ini dapat menambah wawasan terkait Pers.

"Saya sangat berharap ketika usai studi banding ini atau usai seluruh program Smart Jurnalis PWI Muba nanti dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita sehingga dapat membentuk kita menjadi wartawan yang profesional," Harap Herlin. (Jahri) 








Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

May 23, 2019

Mengidap Kanker Getah Bening, Warga Rantau Panjang Disambangi Dinsos Muba


Foto: Dinas sosial Kabupaten Musi Banyuasin Ketika sambangi Kediaman Abi Hasan pengidap kanker Getah Bening di Desa Rantau Panjang Kecamatan Lawang wetan Kab. MUBA, Kamis 23/05/2019

MUBA,MA- Nasib kurang beruntung dialami Abi Hasan, warga Rantau Panjang Kecamatan Lawang Wetan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang hidup sebatang kara di gubuk tua berukuran 4X4 meter persegi dan saudaara kita ini menderita penyakit kanker getah bening sejak lama dan tak kunjung sembuh membuat kondisi Abi semakin memprihatinkan.

Meski Abu sudah tercover BPJS Kesehatan dari Pemkab Muba, Kamis (23/5/2019) Dinas Sosial Muba bersama Tim Kecamatan Lawang Wetan turut memberikan bantuan sembako dan kebutuhan sehari-hari.

"Alhamdulillah hari ini ada bantuan sembako yang diserahkan untuk pak Abi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ungkap Camat Lawang Wetan, Tazarni.

Lanjutnya, sesuai instruksi pak Bupati Muba Dodi Reza Alex, Tugas camat memperhatikan warga yang kurang mampu untuk didata dan perhatikan karena sebagai Tugas Kita Selaku Pemerintah Daerah memberikan pelayanan terbaik bagi warganya  dan melaporkan dalam kesemoatan pertama dengan ini kami selaku Camat menindaklanjuti Instruksi tersebut dan kami laporkan bahwa  salah satunya warga kami ini kami memberikan perhatian serius untuk pak Abi Hasan.

 "Semoga bantuan yang diberikan Pemkab Nuba Melalui Dinas Sosial ini  dapat bermanfaat," dan. Kita Doa kan saudara kita ini disembuhkan dari Penyakitnya dari Allah SWT. ujarnya.

Sementara itu Abi Hasan mengungkapkan terimakasih kepada Pemkab Muba Khususnya Bapak Bupati Dodi Reza Alex melalui dinas sosial dan pak Camat yang telah peduli dan memberikan bantuan kepada keluarganya. Untuk membantu keringan hidup

"Lanjut Abi Selama ini juga saya telah mendapatkan bantuan pengobatan dari BPJS yang dicover Pemkab Muba sebagai warga kurang mampu dan alhamdullilah sampai sekarang masih ditanggung,"dan tidak ada kendala ucapnya. (Ril/Jahri)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

May 22, 2019

PN Sekayu Putuskan Perkara Warso Asrofi VS Bank Mandiri Cabang Sekayu


Foto: Rico Roberto SH dan Alex Pander SH Selaku Kuasa Hukum Warso Asrofi

MUBA,MA- Pengadilan Negeri (PN) Sekayu gelar Putusan Bank Mandiri Cabang Sekayu, terkait hilangnya Sertifikat agunan tanah Warso Asrofi warga Sido Mukti (SP1) Kecamatan Plakat Tinggi Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 21/05/19

Pantauan media Advokasi.com Dua Advokat muda Rico Roberto,SH dan Alex Pander, SH keduanya merupakan kuasa hukum Warso Asrofi melawan Bank Mandiri Cabang Sekayu.

Selumnya hilangnya sertifikat Warso Asrofi oleh pihak Bank Mandiri hingga berujung di kursi hijau sehingga menghasilkan putusan yang membawa angin segar bagi Warso karena Pengadilan Negeri Sekayu memutuskan bahwa pihak Bank Mandiri Harus mengganti kerugian Warso.

Sementara itu kuasa hukum Warso Asrofi Rico Roberto.,SH mengucakan terimakasih atas di putusan perkara kliennya Warso Asrofi, Rabu 22/05/19.

"Allhamdulillah memang benar kemarin tanggal 21 mei 2019 Pengadilan Negeri Sekayu telah memutuskan perkara antara Warso Asrofi warga SP1 melawan PT. Bank Mandiri Sekayu," Ujar Rico.

Selanjutnya Rico Roberto pun masih menunggu pihak Bank Mandiri akan melakukan upaya banding atau tidak.

"Pengadilan negeri sekayu objektif dan rasional dalam memeriksa dan memutuskan perkara a quo, Kami menunggu apakah Bank Mandiri Sekayu akan melakukan upaya banding apa tidak," Ungkap Rico.

Menurut Putusan Pengadilan Negeri Sekayu yang secara langsung dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim yang memeriksa perkara a quo Arlen Veronica.,SH.,MH yaitu memerintahkan Bank Mandiri Sekayu untuk menerbitkan Duplikat sertifikat  Hak Milik Warso Asrofi serta mengganti kerugian sebesar Rp.240.000.000,00- (Dua Ratus empat puluh juta rupiah) Ahmad Jahri.
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

May 21, 2019

Wujudkan Smart Journalis, PWI Muba MOU STIH Rahmaniyah


MUBA, MA-Demi mewujudkan Visi Misi Smart Journalis Postif, dan mewujudkan Wartawan Berkualitas dan berintegritas PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Musi Banyuasin melakukan MOU (Memorandum of Understanding) dengan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Rahmaniyah dilaksanakan diruang ketua STIH Selasa (21/5) Pukul 11.00 WIB

Ketua PWI Muba Herlin Koisasi SH di dampingi Sekretaris PWI Indra Jaya S.I.Kom usai MOU sangap senang satu program yang menjadi target PWI Muba Periode 2019 -2022 sudah terealiasi, semoga MOU ini menjadi salah satu cikal bakal mewujudkan wartawan Musi Banyuasin terkhusus tergabung di Organisasi PWI menjadi PWI Smart dan berkualitas

"Kedepan kita akan merubah pemikiran baik itu Intansi, Badan, Perusahaan, atau dunia pendidikan di muba wartawan yang tergabung di PWI adalah Sahabat, kita akan terus menjalin kemitraan, kedepan masih Banyak Program yang telah kami siapkan, kami berharap kepada rekan kita semakin Solid," Ujar Herlin.

Lebih lanjut,"Sehingga PWI Muba bisa berjaya seperti Program Bupati dan Wakil Bupati Muba, untuk sistem pendaftaraan Kulia STIH anggota atau pengurus dapat mendaftar secara kolektif di Sekretariat PWI pendaftaran Gratis sesuai Isi MOU," Jelas Herlin.

Kemudian Dr Wandi Subroto SH MH,"Semoga MOU yang baru saya laksanakan dengan PWI Muba dapat menjadi kemajuan bukan hanya PWI Namun untuk STIH, untuk Pola sesuai Isi perjanjian, kami berharap di tahun pertama MOU berjalan lancar dan menjadi kemajuan pendidikan di muba,"Ungkap Wandi.

"Untuk jam belajar kami ada dua, pertama reguler dan weekend tinggal tergantung kesepakatan pihak PWI mana yang ingin diterapkan, untuk jurusan bukan hanya hukum, jika mau ambil jurusan ekonomi atau PAI juga bisa, kami berharap PWI dan STIh semakin Jaya," Jelas Wandi.

Ditempat terpisah Hadi Tekad salah satu wartawan Muba yang tergabung sebagai pengurus sangat bangga, PWI Periode ini bukan hanya Kepentingan pribadi yang di pikirkan namun kepentingan organisasi dan anggota yang menjadi poin utama.

"Diawal kinerja Pengurus Periode 2019 -2022, 2 program sudah terwujud, program kesejahteraan Anggota dan progran peningkatan wawasan dan pendidikan telah terwujud kedepan kami berharap program yang telah kita susun bersama saat rapat di awal bulan puasa dapat kita capai, saya berharap tiap bulan kita adakan rapat rutin sehingga kebersaaan terjadi,saya yakin Smart Jurnalis dapat terwujud dan tidak ada lagi kata konop konop," Tutup Hadi dengan Nada Suara yang tegas dan lantang. (tim)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Event kelas Provinsi tapi pelayanannya Harus level Nasional


MUBA,MA- Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) telah dipercaya sebagai Tuan Rumah Pelaksanaan Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-13 Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada tanggal 24-28 Juni 2019 mendatang.

Guna memantapkan persiapan, hari ini Selasa (21/5/2019) bertempat di Ruang Rapat Searasan Sekate, Pemkab Muba kembali gelar Rapat Koordinasi dipimpin langsung oleh Bupati Muba, H Dodi Reza Alex Noerdin dan yang dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi, Perwakilan Forkominda, TNI dan Polres, Para Asisten, Kepala PD Kabupaten Muba serta Ketua KTNA Provinsi Sumsel  dan Ketua KTNA Kabupaten Muba beserta rombongan.


Dalam arahan Bupati, diminta pelaksanaan Peda KTNA XIII Tingkat Provinsi Sumsel di Kabupaten Muba agar menjadi Pelaksana Terbaik Se Indonesia. Dan walaupun ini event kelas provinsi namun rasanya harus nasional.

"Muba sudah ditetapkan jadi tuan rumah Peda KTNA XIII Tingkat Provinsi Sumsel, maka harus berupaya semaksimal mungkin menjadi pelaksana terbaik, namun harus kita fahami dahulu terbaik dalam sisi apa, sehingga Para OPD yang dan panitia besar dapat melaksanakan dengan baik, "ujar Dodi.

Dikatakan Dodi bahwa perlu difahami bahwa event Peda KTNA ini bukan hanya sehari saja namun akan berlangsung selama lima hari dan melibatkan peserta ribuan orang. Nantinya Kota Sekayu dan sekitarnya akan diramaikan hulu-hilir para peserta. Jadi bukan hanya saat pembukaan acara saja tapi saat berlangsung dan sampai penutupan harus menjadi perhatian yang  wajib dimaksimalkan.

"Oleh karena itu pada event ini kita harus memberikan pelayanan yang konsisten kepada seluruh peserta Peda KTNA, baik itu mengenai akomodasi, bagaimana kondisi homestay nya baik kelancaran listrik dan air bersihnya, konsumsinya kemudian LO harus standy sebagai penghubung informasi yang terintegrasi baik ke Kepolisian, TNI dan Tim Medis, maka harus ada Pusat Emergency Center nya. Kemudian juga pastikan program perlombaan acara tersebut yang bagus dan menarik mulai dari opening dan closing ceremony, "beber orang nomor satu di Kabupaten Muba ini.

Selain itu Dodi juga menghimbau agar OPD terkait dalam kepanitiaan agar memperhatikan time schedule nya, agar dapat dikoordinasikan terus, mengingat akan ada libur cuti lebaran yang selama 10 hari , maka saya minta kepada seluruh panitia kesiapan pelaksaannya KTNA ini seminggu sebelum Hari H sudah jelas harus kelar dan Minimal H -3 semuanya sudah siap semuanya

Sementara itu Ketua KTNA Sumsel, H Basir mengapresiasi atas paparan persiapan yang telah disampaikan Pemkab Muba. Dirinya yakin Pemkab Muba akan mampu menjadi Tuan Rumah Terbaik di Indonesia.

"Terlihat dari paparan semua persiapan sudah  on the track dan kami yakin tuntas, namun perlu diingat karena Peda KTNA ini dilaksanakan tiga tahun sekali kemudian ada 17 Daerah Se Sumsel maka jangan sia-siakan kesempatan ini, butuh waktu kemungkinan 50 tahun lagi Kabupaten Muba bisa kembali menjari tuan rumah. Maka mari kita perhatikan bersama untuk pelayanan tamu dan kebutuhan para peserta, "pesan Basir.

Menurut Ketua KTNA Muba yang sekaligus sebagai Ketua DPRD Muba, Abusari Burhan SH mengatakan, untuk menyukseskan acara tersebut, DPRD telah menganggarkan dana Rp 8,7 milar untuk kepentingan pelaksanaan Peda KTNA.

“Kami berharap Muba bisa menjadi tuan rumah yang terbaik se-Indonesia, karena pada prinsipnya kita siap bahu membahu menyukseskan KTNA di Muba, seluruh OPD agar tidak hanya membebankan kepada Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan saja namun semuanya wajib bertanggung jawab menyukseskan, "ungkapnya.

Menurut Laporan Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Ir A Thamrin dari 2665 peserta, 1500 diantaranya berasal dari Kecamatan dalam Kabupaten Muba. Event ini juga direncanakan akan dibuka oleh Menteri Pertanian RI namun masih dalam koordinasi dengan pihak Kementerian Pertanian.

"Pembukaan dan penutupan kita pusatkan di Lapangan Gelanggang Remaja Sekayu," ujarnya.

Adapun sebagai tempat perlombaan yakni Stable Berkuda Sekayu, Lapangan Gelanggang Remaja Sekayu, Kolam Renang Tirta Randik, dan Taman Toga Kelurahan Mangun Jaya Kecamatan Babat Toman.

"Untuk Homestay disiapkan bagi para peserta berlokasi di Kelurahan Balai Agung, Serasan Jaya, Kayuara dan Soak Baru, kemudian untuk tamu dan undangan vip penginapan dan hotel sudah juga kita siapkan berlokasi di Kota Sekayu, "jelas Thamrin.

Selanjutnya Plt Kepala Dispopar Kabupaten Muba, Muhammad Faris SSTP MM memaparkan bahwa Instansinya lah yang bertanggung jawab untuk opening dan closing ceremony.

"Pada acara pembukaan akan ada barisan defile dari perwakilan peserta Peda KTNA Kota/Kabupaten Se Sumsel. Sementara untuk acara hiburan akan dimeriahkan oleh artis ibukota yaitu Siti Badriah dan acara penutupan dihibur oleh Cita Citata, dengan artis pendukung yaitu Risma  KDI, Viola Arsa dan Solution Band, "paparnya. (Ril/Jahri)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

May 18, 2019

Jelang Pengumuman Pilpres 2019 -2024, Kodim 0401/Muba Gelar Siaga Kondusifitas Wilayah

Foto : Jelang Pengumuman Pilpres 2019 -2024, Kodim 0401/Muba Gelar Siaga Kondusifitas Wilayah

MUBA, MA - Demi Menjaga kondusifitas jelang pengumuman Presiden Republik Indonesia Priode 2019-2024, Kodim 0401/Muba melaksanakan Siaga di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, Sabtu (18/05/19).

Seluruh anggota Kodim 0401/Muba beserta jajaran nya yg terdiri dari Koramil 401-01/Sungai Lilin, 401-02/Babat Toman, 401-03/Sekayu dan Koramil 401-04/Bayung Lincir diperintahkan untuk melaksanakan Siaga dengan harapan bersama warga/masyarakat dapat bersama sama menjaga kondusifitas jelang pengumuman dari KPU Pusat tentang Pilpres yang jatuh pada tanggal 22 Mei 2019 mendatang.

Kemudian selaku aparat Komando kewilayahan, Dandim 0401/Muba Letkol Arm M Saifudin Khoiruzzamani melalui Kasdim 0401/Muba Mayor Inf M Daud menegaskan agar seluruh personil dapat menjaga keamanan dan ketertiban.

"kepada seluruh personel Kodim 0401/Muba agar mengajak dan menghimbau masyarakat untuk  tetap menjaga keamanan dan ketertiban agar tercipta situasi yg  kondusif di wilayah tugasnya masing masing,"Ujar Kasdim.

Lebih lanjut," Dan tidak terpengaruh pada ajakan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memobilisasi massa,"Tutup Kasdim.(Ril/Jahri)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

April 24, 2019

PTSL 2020, BPN Muba Diduga Patok 2 Juta


Musi Banyuasin, MA - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Musi Banyuasin, diduga menargetkan biaya pengurusan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) hingga 2 juta rupiah, terhadap 60 sertifikat di Desa Mangsang Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin. Jum'at (24/04/2020).


Sebelumnya, pada bulan Maret telah dilakukan pengukuran terhadap 60 persil di Desa Mangsang Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin untuk mengikuti program PTSL, "ada 60 persil yang diukur, 40 persil datanya sudah ada namun 20 baru nama saja berkasnya belum ada". Ungkap salah satu oknum yang diduga koordinator lapangan dalam program ini saat dikonfirmasi via telepon.

Berdasarkan informasi dan pantauan langsung media ini dilapangan, Jum'at (3/04), diduga adanya pungutan sebesar Rp. 4.750.000,- untuk biaya pembuatan sertifikat yang disetor kesalah satu oknum, dan kemudian dipungut oleh koordinator lapangan. "ya mau bagaimana lagi pak, orang pihak BPN kasih target ke kita 2 juta per persil untuk pengukuran dan pembuatan sertifikat di Desa Mangsang". jelasnya.

Kasubsi Pengukuran dan Pemetaan Dasar dan Tematik Jumadil, SH saat dikonfirmasi dugaan adanya target pembuatan sertifikat, "Mohon maaf ini infor dari mana pak? Pihak BPN itu siapa? jangan sampai salah orang, nanti ada orang yang ngaku-ngaku dari BPN, kalo tidak tau namanya bagaimana saya bisa klarifikasi pak". Tulisnya dikonfirmasi via Whatsapp, Sabtu (11/04).


Untuk diketahui, syarat untuk PTSL tahun 2020, cukup melampirkan surat asli tanah, foto kopi Kartu Keluarga, Fotokopi KTP, mengisi blangko dari BPN dan biaya admintrasi sebesar Rp. 200.000,- (sesuai hasil keputusan 3 Menteri). (Tim)

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 29, 2018

HUT Muba Dodi, Abusari Gunakan Akik Fosil Kayu Hitam Ngunang

Muba, Media Advokasi - Sebagai wujud kecintaan terhadap batu akik dan mengenalkan muba sebagai salah satu kabupaten yang miliki ciri has tersendiri sehingga dapat dikenal dan menjadi objek wisatawan Persatuan Kolektor Batu Akik Nusantara Wilayah Musi Banyuasin Ikut Pameran Rangkaian HUT Muba di Gelanggang Remaja.

Bukan hanya pameran  yang ditampilkan, 5 buah cincin dengan batu akik Khas Musi Banyuasin Asal Desa Ngunang Kecamatan Sanga Desa sudah disiapkan dan akan diserahkan langsung dengan Bupati Musi Banyuasin H. Dodi Reza Alex Noerdin,  Wakil Bupati Muba Beni Hernedi,  Sekda Muba Drs Apriyadi,  Ketua DPRD Muba Abusari SH MSi,  Kabag Humas Muba Sinulingga.

Slamet koordinator Perkobakin Muba sangat berterimah kasih batu akik ngunang kecamatan Sanga Desa direspon positif bukan hanya PWI,  Humas Pemkab Musi Banyuasin juga sangat mendukung bahkan Pemkab juga telah memfasilitasi sehingga karya pertama batu akik Fosil Kayu Hitam Asli Musi Banyuasin dapat di gunakan langsung Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD.

Saya berharap lonceng Pertama Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah, Ketua  DPRD mengunakan batu khas Musi Banyuasin dapat menjadi suport sehingga batu akik kembali bangkit, muba dikenal,  layak dijadikan satu pilihan wisatawan yang cinta karya batu akik.

Terkakhir saya mengucapkan terima kasih atas sambutan dan di terima Cincin Batu Akik Fisil kayu Hitam oleh bapak bupati semoga sambutan dapat diteruskan,  saya juga rencana setelah ada hasil rapat dengan seluruh anggota akan mengadakan Pameran Tingkat Sumsel, yang akan di selenggarakan di Musi Banyuasin,  saya mohon dukungan dan suport sehingga apa yang ingin dilaksanakan tercapai ujar slamet.

Bupati Musi Banyuasin melalui Kabag Humas Pemkab Muba Sinulingga usai menerima cincin mengapreasi karya seni ini apalagi karya asli dari muba asal desa ngunang kecamatan sanga desa,  semoga usaha untuk menarik wisatawan untuk datang ke muba dan dapat lebih mengenal muba bukan hanya dengan program namun dengan karya seni asli muba dapat tercapai.

Ketua DPRD Abusari SH MSi juga mengatakan hal yang sama, semoga dengan adanya upaya ini muba akan ada batu akik sendiri dan wisatawan yang hobi batu dapat kemuba,  bahkan kedepan berharap dapat menjadi salah satu cinderamata khas Musi Banyuasin ujar Ketua DPRD. (Mb)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 14, 2018

KEMENDES APRESIASI KISAH SUKSES PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAN GELARAN BURSA INOVASI DESA DI MUSI BANYUASIN

Kunjungan Dirjen PPMD dan Bupati Musi Banyuasin Pada Stand GSC Kabupaten Musi Banyuasin dalam Bursa Inovasi Desa
Musi Banyuasin, Media Advokasi - Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasmigrasi, Taufik Madjid, hadiri gelaran Bursa Inovasi Desa sekaligus memberikan penghargaan atas Kerjasama Urusan Bersama Pusat dan Pemerintah Daerah Kab. Musi Banyuasin dalam penanggulangan kemiskinan melalui program  GSC (Generasi Sehat dan Cerdas) yang telah dilaksanakan sejak 2014-2018.
Pemberian Penghargaan atas Kerjasama Urusan Bersama Pusat dan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam Penanggulangan Kemiskinan melalui Generasi Sehat dan Cerdas Tahun 2014-2018
Penghargaan tersebut meliputi adanya dukungan antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Kab. Banyuasin dan Pemerintah Desa yang berupa penyediaan alokasi Dana PAP (Pendampingan dan Administrasi Proyek) Urusan Bersama GSC dari APBD, dukungan APBD dalam Pengarusutamaan Pelayanan Sosial Dasar
Dukungan alokasi DD dan ADD pada Layanan Sosial Dasar sesuai Kewenangan Lokal Berskala Desa di 6 Kecamatan dan 107 Desa.
Kunjungan Dirjen PPMD dan Bupati Musi Banyuasin Pada Salah Satu Stand dalam Bursa Inovasi Desa 
Demikian Press Release yang disampaikan ke Media pada acara pemberian penghargaan dan Bursa Inovasi Desa di Stable Berkuda Sekayu, Kab. Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, kemarin. (12/09/2018).

Dalam arahannya, Dirjen  PPMD, Taufik Madjid, atas nama Menteri Desa PDTT, menyampaikan, sejak diundangkannya  Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Kemendes PDTT mengemban dua mandat penting, yakni  peningkatan kualitas hidup masyarakat Desa, dan  penanggulangan kemiskinan, menciptakan kesejahteraan sosial dan  perekonomian Desa.

"Dengan kegiatan Bursa Inovasi Desa ini menjadi salah satu cara dan  ikhtiar untuk memenuhi mandat UU Desa", katanya.

Dalam konteks Program Generasi Sehat dan Cerdas (GSC), lanjut Taufik, memiliki model pendekatan melalui pemberdayaan masyarakat desa.

"Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong tanggung jawab sosial, kepedulian dan partisipasi masyarakat, yang merupakan modal sosial dalam mendorong efektivitas keberlanjutan program sebagai upaya mewujudkan kemandirian masyarakat dan kedaulatan desa itu sendiri", tandasnya.

Sementara itu, Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin,  menyampaikan, salah satu fokus pemerintahnya yakni pembangunan sarana dan prasana di seluruh desa. Jika hal itu telah selesai dilakukan atau tercukupi, maka penguatan perekonomian desa akan terpenuhi.

"Gunakan dana desa untuk pemberdayaan masyarakat desa. Dengan begitu, dana desa untuk meningkatkan produk desa, bisa berkelanjutan dapat terpenuhi dengan maksimal," terang dia.

Lebih lanjut, orang nomor 1 di Bumi Serasan Sekate ini menuturkan, dengan pemanfaatan dana desa yang baik, akan dapat menjadikan desa lebih maju, mandiri, dan mampu mengentaskan kemiskinan yang ada di desa.

"Kita sama-sama dorong produk unggulan BUMDes. Kita harus bisa, karena kita memiliki potensi yang besar, memaksimalkan program yang ada untuk bisa menjadikan desa kita mandiri dan sejahtera, itu tujuan utamanya," pungkasnya. (ar/pnj).

Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

August 09, 2018

Peserta Lomba Gaple dan Song, Ramaikan Semarak 17 Agustus

foto : Zainal
Musi Banyuasin, Media Advokasi - Semarak 17 Agustus telah dimulai, lingkungan RT 35, 36, 37 Kel. Balai Agung Kec. Sekayu Kab. Musi Banyuasin tahun ini menyelenggarakan berbagai rangkaian perlombaan baik untuk anak-anak, remaja sampai orang tua. 
Perlombaan tersebut sudah dimulai tanggal 2 -19 Agustus nanti, kegiatan lomba 17 ini dimulai dengan permainan gaple kemudian dilanjutkan song card yang waktu pelaksanaan ba’da Isya. Peserta pun terus meramaikan lomba tersebut setiap malam, bukan hanya peserta dari 3 RT namun juga ada peserta dari luar RT.  
Bambang koordinator Gaple, "alhamdulilah tahun ini pelaksanaan lomba berjalan lancar,  tahun ini kita ada pemain luar sehingga semarak semakin terasa, setiap 1 pasang membayar 20.000,- untuk pemain bebas mendaftar untuk hadiah berupa barang, saya mengucapkan terima kasih kepada anggota bagian gaple atas bantuan dan kerja sama sehingga kegiatan berjalan lancar untuk lomba belum habis masih ada song card,  catur, dan lain lain," ungkapnya.
Sementara Supriyadi  Ketua Pelaksaan Kegiatan 17 Agustusan ini sangat  bangga walaupun dalam perjalan banyak gejolak namun dalam pelaksaaan kegiatan berjalan baik,  "semoga rangkaian yang telah kita susun dapat berjalan dengan baik,  untuk panitia terus kompak,  untuk warga RT 35,36,37 ayo ramaikan dan sukseskan, jika bukan kita siapa lagi", katanya.
"Untuk rangkaian kegiatan yang dilaksanakan yaitu mulai tanggal 2 - 7 Agustus lomba gaplek, 8-13 lomba Song Card, 9 Agustus lomba azan dan Ayat Pendek,  12 Agustus  Lomba Volly,  14-15 Agustus Lomba Catur, 16-17 Agustus  Lomba Badminton, 17 agustus Tarik Tambang, Lomba Bakiak,  Balap Karung,  Kelereng,  Makan Kerupuk 17 Agustus,18 Agustus karaoke, Panjat Pinang 19 Agustus,  Jalan Sehat dan Senam Sehat 19 Agustus untuk yang ingin mendaftar dapat datang di lokasi acara ataupun di anak KKN IAIN". Ungkap Ketua Pelaksana Mengakhiri (Zainal)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp






Dukung Kami di Youtube

LAPOR PAK

LAPOR PAK
Buat Laporan Anda disini, pasang Aplikasi Kami.

Media Advokasi Edisi Cetak