Web Analytics
Showing posts with label Pali. Show all posts
Showing posts with label Pali. Show all posts

October 16, 2021

Tidak Ada Alasan untuk Tidak Dibayar, Herko: Kami Merugi

PALI, MA - Catatan akhir pekan; Penelusuran terkait ragam keluhan yang dialami PBJ tak terkecuali pelaku (industri) media atas pergeseran anggaran yang terjadi di dua tahun terakhir pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menarik perhatian untuk diperbincangkan dikalangan jurnalis. Alhasil, banyak fakta terkuak yang satu persatu akan menjadi catatan setiap akhir pekan.

Studi kasus yang menjadi objek penelusuran kali ini adalah "Hutang/Tunda Bayar", yakni kewajiban pembayaran pada pihak ketiga yang terjadi ketika pemerintah (daerah) menerima hak atas barang atau jasa.

Alasan klasik yang acap diterima 'pemborong' adalah "kasda kosong". 

Dari hipotesis sederhana termasuk melakukan penelusuran untuk mendapatkan gambaran dan pembuktian terhadap kondisi yang dimaksud dengan kata 'kosong' tersebut mendapati argumentasi bantahannya. 

Pertanggal 12 Oktober 2021 dari sumber orang dalam peroleh informasi bahwa Kas Umum Daerah masih tersedia 16,9 miliar rupiah pada rekening Bank Sumselbabel. Inikah yang dimaksud kosong? Atau ini hanya 'pengelabuan' bagi sebagian oknum pegawai saja yang segaja menghambat dengan maksud dan tujuan-tujuan tertentu?

Entahlah, namun dugan ini tentu bukan tanpa alasan. Fakta-fakta di lapangan yang inventarisir menunjukan adanya indikasi 'skandal' pengelolaan keuangan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) PALI. 

"Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami yang menjalankan prinsip-prinsip jurnalisme dan kemudian akan kami sajikan dalam bentuk jurnal investigasi sebagai implikasi perjanjian kami (jurnalis) dengan publik," ucapnya. 

Salah satu bahasan pada catatan akhir pekan ini adalah gambaran sepintas tentang indikasi modus operandi 'penjegalan' berkas penagihan yang dapati dalam proses penagihan retensi/ pemeliharaan 5% atas pekerjaan lanjutan intake (air bersih) sebagaimana perjanjian kontrak tanggal 21 Juli 2020 oleh PT Herko Sejahtera Abadi.

Verifikasi kelengkapan data yang yang telah dibubuhi tanda tangan dan catatan dari petugas terpaksa harus dikembalikan ke SKPD Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) karena salah satu berkas (kwitansi asli) tiba-tiba saja dinyatakan hilang. 

Terpaksa Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di DPKP yang bertanggungjawab terhadap kelengkapan dokumen, mesti membuatnya lagi. 

Tidak mudah memang, namun akhirnya kwitansi berhasil ditandatangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) meskipun harus mengunjungi sang pejabat di Lapas Muara Enim karena yang bersangkutan sedang menjalani tahanan di sana.

Sejak itu (21/09), berkas kembali masuk loket pelayanan di BPKAD dan sampai catatan akhir pekan ini dibuat masih belum dapat dicairkan. 

"Saya merugi pak, dengan nada kesal Direktur PT Herko berkomentar karena terlalu lama membayar bunga Bank yang mengganggu arus kas perusahaan kami, sementara terkonfirmasi dari Bendahara bahwa dokumen masih berada di ruang Kaban dan masih menunggu untuk diproses setelah yang bersangkutan kembali ngantor," ujarnya. 

Kejadian seperti ini kerap dijumpai dan dialami pihak kontraktor PBJ, seharusnyalah pemerintah segera mengatasinya dengan cara-cara yang lebih kekinian dengan sistem pengelola keuangan berbasis online agar tercipta Good Government yang dicita-citakan. Tidak ada lagi alas an tagihan pihak III tidak dibayar jika semua syarat dan prosedur sudah terpenuhi sesuai dengan aturan yang ada. (yupantri)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

October 12, 2021

IWO dan Polres PALI Kolaborasi Bagikan Beras Bagi Warga Kurang Mampu

PALI, MA - Polres menyerahkan 100 karung berisi 5 kg bantuan beras secara simbolis kepada pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Kabupaten Pali untuk didistribusikan kepada keluarga yang tidak mampu,Kegiatan yang berlangsung di Kantor polres Penukal  Abab Lematang Ilir (PALI), diserahkan langsung dan diterima oleh  Ketua PD IWO Efran ,sebagai bentuk komitmen kerjasama yang selama ini terjalin , Selasa (12/10).

Pada kesempatan itu juga Adi Sapril,HS.SH.MH.Kasat intelkam Polres Pali menyebutkan kegiatan pembagian Beras ini memang tidak dilakukan oleh polres saja, pihaknya banyak menggandeng mitra-mitra lainnya sepeti lembaga Jurnalis, lembaga pemerintahan dan non pemerintah, akademisi dan yang lainnya. 

“Ini kami maksudkan agar pencapaian pemerataan distribusi bantuan cepat dan tepat sasaran,” paparnya.

Adi Sapril juga menjelaskan sampai saat ini Polres Pali  terus berupaya membantu masyarakat yang kekurangan dan terdampak Pademik Covid-19. 

“Masih banyak ternyata masyarakat kita yang belum tersentuh bantuan, baik dari Kabupaten maupun tingkat Kecamatan , hal ini menjadi pemicu kami untuk terus menggali potensi di luar sana, untuk disalurkan pada program kemanusiaan ini,” tutupnya.


Di sisi lain Efran Sealaku  ketua  PD IWO Kabupaten Pali  mengatakan, pihaknya mengapresiasi apa yang selama ini dilakukan oleh polres Pali dalam membantu kesulitan masyarakat, terutama menghadapi sulitnya ekonomi akibat adanya pembatasan-pembatasan yang diterapkan untuk mencegah meluasnya Covid 19," terangnya.

Beliau juga menambahkan  aspek penunjang kebutuhan lainnya seperti program yang telah dirancang dan dilaksanakan oleh polres Terimaksih sudah melibatatkan  Semua elemen, termasuk para pemangku kebijakani untuk kegiatan kemanusiaan di Kabupaten Pali ini.

“Efran juga berharap, jalinan kerjasama antara Kapolres Pali dengan berbagai lembaga dan organisasi yang ada di Kabupaten Pali haruslah terus dipupuk agar tidak terkontaminasi oleh kepentingan- kepentingan sesaat, apalagi kepentingan politik praktis yang akan menjadikan jalinan ini tidak murni lagi," tutupnya. (Yupantri)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Gaji Belum Dibayar, Puluhan karyawan PT Proteksindo Datangi Rumah Kades

PALI, MA – Puluhan karyawan PT. Proteksindo Utama Mulia (PUM) Divisi I Sungai Ibul mendatangi kediaman Kepala Desa Sungai Ibul kecamatan Talang Ubi kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), hal ini di sampaikan oleh Dedi Ismanto selaku perwakilan karyawan  Minggu (10/10/21), sekitar pukul 22.00 WIB. Mereka kesal, karena sampai saat hak-hak karyawan yang menjadi kewajiban PT.PUM belum terpenuhi atau belum di bayarkan.

Dedi Ismanto, juga  mengatakan pihaknya meminta kepada Kepala Desa Sungai Ibul dapat membantu menyelesaikan permasalahan mereka pada pihak PT PUM semuai ini "Bertujuan ,agar kepala desa Sungai Ibul turut serta menyelesaikan permasalahan gaji kryawan yg belum di bayar sejak thun 2020 sampai sekarang  , THR selama 2 tahun ,uang makan natura,kompensasi kenaikan gaji,kompensasi denda keterlambatan gaji yang  belum di bayar sampai sekarang," tulisnya di pesan WhatsApp, Senin (11/10/21).

Menurut dia, PT. PUM tidak membayar iuran BPJS karyawan sehingga mereka tidak bisa menggunakan jaminan kesehatan melalui BPJS,Selain itu pihaknya juga  mendapat temuan bahwa PT. PUM tidak menyetor iuran BPJS ketenagakerjaan hinggah menunggak 250 juta rupiah," tuturnya.

Dedi jga menambahkan bahwa karena belum  mendapatkan hak mereka, pihaknya sudah mengaduhkan permasalahan ke Disnaker PALI, DPRD PALI, Disnaker Pengawas Prabumulih, Disnaker Provinsi Sumatera Selatan, Polda Sumatera Selatan,Bahkan menurut dia, pihaknya sudah dua kali melayangkan surat kepada Bupati PALI namun sampai saat ini belum mendapat tanggapan," jelasnya.

Bahkan , pihaknya akan melakukan aksi jika tuntutan mereka tidak diselesaikan pihak perusahaan,"Kami meminta kepada kades ,kalu prusahaan belum bisa membayar gaji kami ,dan tidak  menjelaskan status krja kami yang belum tau penyelesaian nya  atau status kami sebagai karyawan  sampai saat ini  ,kami akan menutup portal PT.PUM ,untuk menghentikan aktivitas  yang ada kebun  milik PT .PUM , sementara belum di bayar gaji karyawan th 2020 sampai sekarang," Dan "saya ,beserta kawan kawan  akan memortal gerbang PT.PUM mulai senin depan," imbunya.

Dan Dedi  juga  mengatakan bahwa  Kepala Desa Sungai Ibul akan segera menyampaikan permasalahan ini kepada manajemen PT. PUM,Menurut dia, Kepala Desa Sungai Ibul meminta waktu satu minggu mulai tanggal 11 Oktober 2021, jika tidak ada penyelesaian Kepala Desa Sungai Ibul mempersilahkan menyetop operasional perusahaan, dan Dia berharap agar Kepala Desa Sungai Ibul dengan secepatnya dapat mencari solusi permasalahan pihaknya.

"Karna sewajar nya kades ikut serta dalam permasalahan ini ,karna kades punya wewenang di  wilayah  PT.PUam beroprasi," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sungai Ibul Wahyudinia saat dihubungi membenarkan warganya yang bekerja di PT. PUM mendatangi rumahnya."Ya memang benar, malam kemarin mereka kesini," ujarnya.

Dijelaskannya, bahwa dirinya selaku pemerintah desa Sungai Ibul akan menindaklanjuti atas laporan karyawan PT. PUM. Pihaknya sudah menghubungi Plt. Manager PT. PUM bahwa ada karyawan perusahaan menyampaikan tuntutan hak-hak mereka.

Selain itu, Dirinya juga sudah menghubungi Kamtibmas Polsek Talang Ubi untuk meminta bantuan penyelesaian masalah  tersebut.(Yupantri)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

October 09, 2021

Pemdes Tempirai Selatan Bangun Rumah KB dan Jembatan Titian

PALI, MA - Demi meningkatkan Pelayanan pada masyarakat Pemdes Tempirai selatan  Kecamatan Penukal Utara merealisasikan Dana Desa (DD) anggaran Tahun 2021 Bangun  Sekretariat Keluarga Berencana (KB) Atau di di sebut Rumah KB ,hal ini di sampaikan oleh Sapikal Usman Selaku kepala desa saat di temui di kantornya (9/10/2021).

Sapikal Usman mengungkapka, mengingat pentingnya Pelayanan pada masyarakat terutama di bidang kegiatan Kelurga Berencana (KB) Maka kami Selaku kepala desa sesuai keputusan musdus di lanjutkan musdes mengangarkan Dana desa tahun anggaran 2021 untuk membangun Rumah KB, dengan Panjang 6 Meter dan lebar 4 Meter dengan Anggaran sebesar Rp 204.450.300 yang sudah terealisasi.

Di lanjutakn pembangunan jembatan  titian dengan volume  panjang 32 meter dan lebar 130 cm yang terletak di dusun 5 desa tempirai selatan jembatan Titian tersebut adalah sala satu dari 3 fisik dari anggaran dana desa (DD )2021 ini.Selain itu, Sapikal Usman menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tanpa mengalami hambatan. 

"Karena material cukup, pengerjaan tidak memakan lama  alhamdulillah sudah terealisasi sebelum sampai waktu yang ditentukan," jelasnya.

Sapikal Usman juga menambakan Setiap kegiatan pemerintahan dan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah desa merupakan realisasi daripada rencana kegiatan pemerintahan dan pembangunan yang dituangkan dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Desa.

"Kegiatan pembangunan fisik tersebut dilakukan untuk menunjang sarana dan prasana dalam hal pemenuhan kebutuhan masyarakat serta mencapai kesejahteraan masyarakat Tempirai selatan," imbuhnya.

Sumber keuangan desa untuk pembangunan fisik berasal dari pemerintah. Terkait sumber dana yang diberikan oleh pemerintah tersebut untuk sebuah kegiatan pembangunan tentunya ada suatu mekanisme atau proses pengucuran dana sehingga dana yang diajukan dapat terealisasi. Namun pembangunan fisik juga harus sesuai RAB dan memenuhi ketentuan tentang waktu pelaksanaan, sehingga efektivitas keseluruhan mencapai semua sasarannya. (yupantri)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

October 02, 2021

Bawa Persoalan PPID Ke Dewan PersPMC: Pemohon Adalah Wartawan

PALI MA - Lama menunggu itikad baik Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir dalam memenuhi hak dasar masyarakat mendapatkan informasi, Kamis lalu (30/09), Ketua Pendopo Media Center; Hengky Yohanes somasi atasan PPID (Sekda Red.) terkait objek studi (dokumen) Laporan Pertanggung jawaban Penyelenggaraan Pemerintahan dan Penggunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (DD dan ADD) Tahun Anggaran 2020 serta Dokumen APBDes 2021 Desa Simpang Tais Kecamatan Talang Ubi dan Desa Babat Kecamatan Penukal.

Hal ini dikemukakan Hengky pada Rakor Tim Penelitian Karya Tulis Ilmiah terkait hal yang sama. "Saya sudah somasi Atasan PPID PALI melalui Kepala Sekretariatnya di Kominfo sebagai itikad baik. Saya tidak tau penyebab tidak ditanggapinya permohonan informasi yang sudah sejak akhir Juli lalu Saya mintakan" terang Hengky.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya telah ikuti prosedur permohonan informasi publik sebagaimana diatur Peraturan Komisi Informasi (PERKI) Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Standar Layanan Informasi Publik. 

"Pola pelayanannya 10-7-30, 10 hari untuk PPID menanggapi permohonan pemohon, 7 hari jika PPID minta perpanjangan waktu pelayanan dan 30 hari bagi Atasan PPID dalam menanggapi keberatan pemohon. Artinya, apa yang PMC lakukan tidaklah prematur dan ujuk-ujuk, butuh waktu 2 bulan menunggu untuk bisa diajukan mediasi ke Komisi Informasi Publik," terangnya.

Dijelaskan Hengky pula bahwa, ada persoalan yang menarik dari permohonan informasi publik ini dikarenakan pemohon adalah pemohon perseorangan (sebagai) wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya. 

"Selain ajukan mediasi ajudikasi di Komisi Informasi, Saya akan bawa persoalan ini ke Dewan Pers, biar Dewan Pers nanti yang putuskan apakah ini masuk dalam pelanggaran menghalang-halangi tugas pers," ujarnya. 

Berikut 3 poin somasi yang disampaikan PMC ke Atasan PPID PALI:

1. Pemohon informasi adalah Warga Negara Indonesia yang melampirkan photocopy kartu identitas (KTP) yang berdomisili di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, bertindak untuk diri sendiri sebagai Wartawan selaku Ketua Tim Jurnal Investigasi untuk kepentingan publikasi di Pendopo Media Center.

2. Pemohon sudah mengikuti pedoman prosedur pelayanan informasi publik dan menerapkan Kode Etik Jurnalistik.

3. Tujuan penggunaan informasi publik ini adalah untuk kepentingan publikasi. Dimana dalam ketentuan Pasal 18 ayat 1 Jo. Pasal 4 ayat 3 UU Nomor 40 Tahun 1999 terdapat ketentuan pidana yang merupakan delik pers.

4. Terhadap kondisi tidak terpenuhinya informasi yang kami butuhkan tersebut, dengan itikad baik kami masih memberikan perpanjangan waktu hingga tanggal 04 Oktober 2021 dan akan melakukan upaya-upaya hukum lainnya pada instrument yang telah tersedia sampai batas waktu. (Yupantri)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

October 01, 2021

Alumni AEC Tempirai Pali Raih Mendali Perak Olimpiade Bahasa Inggris Tingkat Nasional

PALI, MA -  yang saat ini telah dikenal sebagai the central of english learning in Sumatra Island karena memiliki puluhan anak kecil hingga dewasa yang telah biasa menggunakan bahasa internasional ini dalam percakapan sehari-hari mereka. Hal ini langka dan hampir tidak ditemukan di pelosok negeri dengan desa dan suasana yang masih pedesaan dengan anak anak yang telah biasa menggunakan bahasa internasional, ini hal ini di sampaikan oleh Abri selaku pimpinan LKP ABRI English Course  yang beralamat di desa Tempirai Timur Pali  pada 1/10/2021.

Abri  juga juga mengungkapkan Hampir setiap pekan LKP Abri English Course dikunjungi oleh para turis lokal yang berdatangan dari berbagai desa dan kabupaten, sebagian besar tujuan visiting mereka untuk memberikan apresiasi dan semangat kepada anak-anak yang sedang belajar sekaligus rasa penasaran atas metode dan konsep apa yang diterapkan sehingga begitu banyak bermunculan anak anak yang begitu confidence (percaya diri) dalam menggunakan bahasa internasional ini. LKP Abri English Course yang baru saja berusia 1 tahun mendapatkan kabar bahagia  dari lulusan Kampung Inggris Tempirai-PALI dari ibunya Farhan yang mendapatkan medali dalam olimpiade bahasa Inggris nasional di Pondok Pesantren Al-Fahd.

Begitu juga yang di sampaikan oleh Mr pebri Selaku tenaga pengajar ABRI course Englis (AEC) baru baru ini Farhan, keponakan Bapak Rosyidin Hasan yang stay (diam) di Desa Tempirai beberapa Minggu dengan mengambil program holiday bersama uncle dan auntynya Ica dan Fajrul akhirnya membuahkan hasil yang menakjubkan dengan memiliki kepercayaan speaking English yang didapat di Lembaga Kursus Pelatihan Abri English Course akhirnya Farhan mendapatkan medali perak dalam lomba olimpiade yang diselenggarakan di sekolahnya.

"Memang benar bahwa Farhan adalah anak yang memiliki kepercayaan diri yg tinggi dan sering berkomunikasi dengan para seniornya Deca, James, Rosa, Ramon dan yang lainnya meskipun dia termasuk murid baru di AEC pada waktu itu," papar Pebri.

Hal yang paling penting dalam membentuk kepercayaan diri anak anak adalah supportive environment, tidak terkejut bila banyak ditemukan para anak kecil, pemuda yang sudah biasa cas cis cus menggunakan bahasa internasional ini lingkungan. Saat ini Farhan bersama orang tuanya akan ke Tempirai lagi untuk melanjutkan program lanjutan dan berharap bisa semakin meningkatkan bahasa Inggrisnya terkhusus dibagian speaking dan grammar. (yupantri)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 26, 2021

DPC Gencar PALI Salurkan Bantuan Beras Bagi Warga Desa Modong

PALI, MA - Tidak ada kata bosan dalam berbagi, Ketua beserta pengurus organisasi Gerakan Cinta Rakyat (Gencar) Kabupaten PALI terus bergerak dalam kegiatan sosial, mencari masyarakat ekonomi menenga ke bawah yang layak dibantu, dan menyalurkan bantuan berupa beras dan sembako.

Seperti halnya hari ini, Sabtu (25/09/2021) DPC Gencar adakan kegiatan menyalurkan bantuan berupa beras kepada sebagian warga Desa Modong Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sum-sel. 

Penyaluran bantuan tersebut secara simbolis diadakan di kantor kepala Desa Modong dengan menerapkan prokes secara ketat, tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Modong, Mustakim, Kapolsek Tanah Abang diwakili Babinkamtibmas, Yudi, serta masyarakat yang keluarga penerima mampaat.

Dalam sambutannya ketua DPC Gencar Kabupaten PALI, Abu Rizal menyampaikan syukur hari ini masih bisa lakukan kegiatan, dan dia memberitahukan kalau Organisasi Gencar hanya menyalurkan bantuan saja, sedangkan bantuan tersebut didapat dari permohonan Organisasi Gencar kepada pemerintah provinsi dan kabupaten.

"Alhamdulillah kita hari ini melakukan giat pembagian sembako, saya sebagai ketua DPC Gencar sama-sama berdoa supaya kita tetap dalam lindungan Allah SWT serta saya meminta agar kiranya bapak ibu dapat mendoakan kami supaya kami diberikan kekuatan serta kemudahan dalam giat selanjutnya, dan Insyallah tetap konsisten bersama Masyarakat yang sedang kesusahan," tuturnya

Di tempat yang sama, Kepala Desa Modong juga menyampaikan terimakasih atas bantuan yang di berikan oleh organisasi Gencar, kepada warga Desanya, dia juga mengapresiasi jiwa sosial yang tinggi yang dimiliki oleh pengurus Gencar.

"Saya bangga dengan organisasi Gencar, karna organisasi yang ada di Pali sangat langka berbuat untuk kegiatan sosial (bagi sembako)  di masyarakat seperti ini. Saya sangat mengapresiasi  organisasi Gencar, Dan saya doakan semoga pengurus Gencar makin sukses dalam perjalannya, dan saya pribadi dan selaku pemerintah desa mengucapkan terimakasih," ucap Mustakim.

Dalam kegiatan penyaluran bantuan tersebut, Ketua pelaksana, Habibunnajar berharap berharap bantuan sosial kemasyarakatan ini dilakukan secara terus menerus khususnya di Desa Modong mengingat banyak masyarakat yang terdampak ekonomi karna pandemi covid-19 ini. 

"Dan saya bangga menjadi Anggota pengurus Organisasi Gencar, Semoga Semua pengurus Gencar DPC PALI selalu istiqomah dalam kegiatan sosial" harap ketua pelaksana. (Yupantri)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 18, 2021

PLN Jangan Gitulah

PALI, MA - Tiga pekan lebih PT PLN (Persero) Rayon Pendopo lakukan pemadaman Penerangan Jalan Umum (JPU) di sepanjang ruas jalan protokol Ibu Kota. 

Benarkah persoalannya hanya karena tunggakan rekening semata atau ini strategi badan usaha dalam memberi sanksi pada konsumen dengan implikasi efek jera atau malah PLN sedang mempermalukan ‘wajah’ pemerintahan di hadapan publik?

Padahal, tunggakan bulan Juli dan Agustus 2021 sudah lunas. Padahal, terdapatnya 'rekening bolong' bulan November dan Desember 2020 sudah ada pembicaraan penyelesaian. 
Padahal surat yang diminta PLN Rayon Pendopo perihal permohonan penangguhan dan perkiraan waktu bayar terhadap 'rekening bolong' dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) PALI sebagai dasar agar bisa dikordinasikan ke kantor Cabang Lahat untuk izin penyalaan PJU nya pun sudah diterima. 

Padahal, mekanisme pembayaran hutang pihak ke III sudah ditetapkan dan berpedoman pada keputusan Bupati PALI Nomor 3/KPTS/BPKAD/2021 tentang "Penetapan Belanja Pada Perangkat Daerah Di Kabupaten PALI dan Tata Cara Penyelesaiannya Tahun Anggaran 2021. Nyatanya, PJU tetap saja padam dan belum ada tanda-tanda lampu dapat dinyalakan kembali.

Memang sejak tahun 1994 status PLN beralih dari Perusahaan Umum menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) dan juga sebagai Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan (PKUK) dalam menyediakan listrik bagi kepentingan umum hingga sekarang. 

Meski demikian (swastaisasi Red.), tidak pula tepat dirasa jika PLN sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagaimana maksud dan tujuan pendiriannya hanya semata mengejar keuntungan tanpa mengindahkan norma hukum peraturan perundang-undangan lainnya seperti UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dimana terdapat 9 hak pokok konsumen di dalamnya, serta asas kepantasan dan kepatutan atas itikad baik hubungan keperdataan antara badan usaha dengan pemerintah yang telah memberikan kepastian hukum terkait jaminan pembayaran tersebut sebagaimana permintaan Manager Rayon Pendopo yang Saya kutip dari sumber mediaadvokasi.com : 


"Saya masih menunggu surat dari Dinas Perkim perihal permohonan penangguhan dan perkiraan waktu bayar Pak agar bisa dikordinasikan ke kantor Cabang Lahat untuk izin penyalaan PJU nya, hal ini sudah saya kordinasikan dengan Wakil Bupati dan pihak Perkimnya."

PLN Dapat Digugat Class Action
Seperti Saya yang hampir setiap malam pulang kerja dari studio (PALI RADIO 93.8 FM) menuju daerah sekitaran pasar pendopo, mesti mendapati pemandangan gelap gulita sepanjang perjalanan. 

Berasa sedang tidak tinggal di daerah yang katanya 'Brunainya Sumatera" saja. Apalagi di spot-spot tertentu yang masih jarang terdapat rumah penduduk, nyaris tak ada cahaya sama sekali, pemandangan yang dapat dijumpai mulai dari wilayah Simpang Raja sampai ke Talang Kelapa Kelurahan Handayani Mulia.

Kondisi ini secara sosiologi tentu menuai spekulasi dari berbagai sisi termasuk sindikasi bahwa hubungan sektor dunia usaha dan pemerintahannya sedang tidak baik-baik saja. Kemampuan komunikasi untuk berkompromi sebagai azas yang merupakan ciri budaya timur tak lagi dapat dikedepankan menjadi sebuah solusi, bahkan apa yang dilakukan PLN membuat wibawa pemerintah seakan sedang dipermainkan.

PLN seolah sedang mengirim pesan kepada konsumen lainnya bahwa mereka tidak main-main terhadap yang namanya tunggakan, pemerintah saja mereka tindak apalagi konsumen biasa. 

PLN seolah 'menampar muka' pemerintah terhadap buruknya penyelenggaraan dan jalannya pemerintahan atas pemadaman PJU ini seolah memberitahukan kepada masyarakat bahwa kewajibannya sebagai pemungut Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sebesar 10% dari setiap pemakaian tenaga listrik pelanggan, lebih besar jumlahnya dibanding jumlah rekening yang harus dibayar pemerintah setiap bulannya.
PLN, jangan gitulah. 

Meski tak dapat digeneralisir semua kasus dapat diperlakukan sama, namun PJU merupakan hak publik yang bisa saja publik menggugat atas ketidak adilan ini dengan cara yang sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan misalnya gugatan class action pelanggan. 

Pemerintah yang nunggak kok malah PJU untuk kepentingan publik yang jadi korban. 

Seperti yang sudah Saya ulas di atas bahwa ini adalah hubungan keperdataan antara pemerintah dengan badan usaha. 

Hemat Saya, mengapa PLN tidak mengenakan denda saja terhadap keterlambatan pembayaran rekening tersebut tanpa mengorbankan hak publik. 

Klausul tentang sanksi kasuistik di atas hendaknya pula menjadi catatan bagi anggota legislatif dalam memberikan masukan kepada pemerintah dalam membuat perjanjian kerjasama antara PLN dengan Pemerintah Kabupaten.

Penulis: Hengki Yohanes Ketua PALI Media Center (PMC).
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 17, 2021

DPC LSM Gencar Bagi-bagi Sembako Untuk Warga Desa Tempirai

PALI, MA - Setalah diberitakan pada media ini berjudul "ajalan penghubung antar Kecamatan di Pali amblas, Satu Rumah Warga Jadi Korban", pada hari ini juga DPC LSM Gerakan cinta rakyat  (GENCAR) Kabupaten PALI langsung turun ke TKP dengan membagikan satu paket Sembako pada warga yang Kena musibah, dan 10 sak beras yang beratnya 10 kg bagi masrakat yang terdampak pademi Covid-19, pada 17/9/2020. 

Abu Rizal ,S.Ag.  selaku ketua DPC LSM GENCAR kabupaten Pali dan di dampingi Sekretaris nya   Rian Aswari menyampaikan tujuannya tentu yang pertama kita sebagai makhluk sosial mestinya dan sudah menjadi kewajiban ikut merasakan apa yang dirasakan masyarakat yang  sedang kesusahan.

"Yang kedua tujuan kita turun langsung untuk membantu masyarakat yang saat ini rumahnya sedang amblas ,ini wujud keperdulian kami, meskipun nilai nya tidak seberapa, setidaknya Mengurangi  beban saudara kami yang kenah musibah," tuturnya.

Rizal juga menjelaskan sesuai instruksi ketua DPP GENCAR Indonesia bung Charma Afrianto, SE keluarga besar GENCAR sudah menjadi kewajiban bersama masyarakat yang sedang kesusahan.

"Selain membantu salah satu rumah warga yang amblas kita juga menyalurkan bantuan Gubernur Sumsel dan Bupati PALI untuk Masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19. Kami berharap, semoga masyarakat dapat terbantukan dengan adanya bantuan sembako ini dan  inssah Allah kita DPC GENCAR Kabupaten PALI tetap konsisten bersama Masyarakat Kabupaten PALI, " tutupnya.

Sapikal Usman kades Tempirai Selatan apresiasi  pada ketua  dan anggota LSM Gencar,atas keperdulian  berupa bantuan satu paket Sembako pada warga kami yang dapat musibah dampak amblas nya jalan penghubung Dari Desa Tempirai  ke desa Air itam tersebut dan bantuan  10 sak beras untuk warga sekitar terdampak Pademik Covid-19,Semoga LSM Gencar slalu berjaya," tutupnya. (Yupantri)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Jalan Penghubung Antar Kecamatan di PALI Amblas, Satu Rumah Warga Jadi Korban

Pali, MA - Jalan penghubung dua kecamatan Amblas Rumah warga jadi korban terutama bagian dapur Warga , ambles nya jalan tersebut hampir 7 meter.yang akan mengakibatkan  Rusaknya jalur yang menyambungkan Kecamatan Penukal Utara  menuju Kecamatan Penukal   Kabupaten Penukal abab Lematang Ilir (PALI)  ,hal ini di sampaikan oleh kepala desa Tempirai Selatan, saat dibincangi di lokasi Jum'at 17/9/2021.

Sapikal Usaman selaku kepala desa Tempirai Selatan mengatakan , jalan amblas membuat aktivitas warga di sana sedikit  menjadi terhambat. Sebab, jalur tersebut merupakan jalan kabupaten yang merupakan Tumpuhan lalul lintas warga Desa Tempirai dan warga Desa Air itam.

"Jadi saya mohon kepada instansi terkait agar kiranya dapat sesegera mungkin melakukan Tindakan  perbaikan ,karena yang saya kwartirkan amblas jalan tersebut bisa merambat dan menyembabkan lalu lintas akan lumpuh tota," uungkapnya.

Sapikal juga menambahkan Selain menghambat aktivitas warga, jalan amblas itu juga bisa menimbulkan kecelakaan bagi pengendara sepeda motor. Ia pun berharap agar Dari Dinas BPBD kabupaten pali dan pihak Dinas PU Bina Marga segera turun tangan kelapangan untuk memgecek kemungkinan kemungkinan yang terjadi.

"Mengingat amblas jalan ini sudah berdampak ke rumah warga terutama kerusakan bagian dapur Rumah  atas nama Ujang  (45 )Warga saya Dusun 6 Desa Tempirai selatan," tutupnya.

Begitu juga yang di sampaikan oleh  Hermanto Saiman Selaku Kepala Desa Tempirai Utara beliau mengatakan, jalan tersebut berstatus jalan  Kabupaten yang dibangun sekira 2004 lalu. Kondisi jalan tersebut ambles kemungkinan jalan tersebut timbunan. Sehingga, ketika hujan dengan intensitas tinggi, tanahnya mudah bergerak dan ambles. Apalagi, lokasi yang Amblas  juga merupakan tidak jau dari  gorong-gorong ,berdampak juga dengan kekuatan talut dan bahu jalan.

"Harapan kami agar pihak pemerintah kabupaten melalui instansi Terkait dapat turun kelapangan  untuk melakukan Perbaikan ,supaya kerusakan atau amblas jalan tersebut dapat teratasi dan  tidak merambat," tutupnya.

Herman Subianto ketua LSM Gerhana indonesia memyampikan, terkait kerusakan jalan tersebut, beliau mintak kepada instansi terkait, agar dapat mengangarkan Dana penangulangan bencana, atau tanggap darurat.

"Setidaknya bisa mengatasi keluhan masyarakat Dengan amblas nya jalan tersebut apalagi setalah saya dan tim turun ke lokasi, amblas terdampak ke salah satu Bagian dari dapur rumah warga Tempirai selatan," tutupnya. (Yupantri)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 16, 2021

KPAI Sumsel Turut Kawal Kasus Pencabulan Anak di PALI

PALI, MA - Prihatin terhadap tindak pencabulan yang menimpa tiga anak di bawah umur di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sumsel, menyatakan akan turut memantau perkembangan proses hukum kasus tersebut.

Hal itu seperti disampaikan Eko Wirawan, Ketua KPAI Sumsel pada Kuasa Hukum korban, J. Sadewo,S.H.,M.H. melalui percakapan Whatsapp (WA) tadi malam, Rabu (15/9/2021).

Menurut J. Sadewo, KPAI Sumsel menyampaikan, bahwa mereka sangat prihatin terhadap kasus tersebut. Oleh karenanya, mereka meminta agar dapat dilakukan pengawasan ekstra. Terutama pada aspek pidananya.

"Untuk anak, segerakan trauma healing, minta DPPPA melalui P2TP2A (turun tangan). Mereka harus mengusahakan hal tersebut, bila perlu sampai bimbingan psikiater di RS Ernaldi Bahar," ujar Eko Wirawan.

Lebih lanjut, KPAI Sumsel berharap penegak hukum, dalam hal ini Polres PALI dapat segera memproses hukum pelaku. Sehingga ada keadilan dan kepastian hukum bagi para korban.

"Demi kepastian hukum, kita berharap kasus ini dapat segera P21," harapnya. (Yupantri)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 15, 2021

Pencabulan Anak di Bawah Umur Terjadi di PALI, LBH Turun Tangan

PALI, MA - Tindak asusila pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Kali ini, korbannya menimpa tiga anak perempuan yang masih berusia 9 dan 10 tahun.

Terkait hal itu, Rabu (15/9/2021), dua  dari tiga orangtua anak (sebut saja) bernama Melati, Mawar dan Anggrek itu pun mendatangi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PALI. Mereka bermaksud memohon pertolongan hukum, atas aib memalukan yang menimpa putrinya.

Di LBH PALI, yang berada di kawasan Jl. Merdeka Talang Ubi Pendopo, para warga salah satu desa di Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI itu, disambut advokat dan paralegal : J Sadewo,S.H.,M.H., Ira Handayani Harahap,S.H.,M.H., Dedy Triwijayanto,S.H., Aminudin dan Ryan Tanuwijaya.

Setelah menceritakan kronologis kejadian, mereka pun menanda tangani Surat Kuasa Khusus pada LBH PALI, dan memohon agar perkara tersebut dapat dikawal hingga mendapatkan rasa keadilan serta kepastian hukum.

"Kemarin kita sudah membuat laporan di Polres PALI, serta sudah dimintai keterangan. Namun hingga sekarang Pelaku belum juga ditangkap. Sedangkan kasus ini sangat memalukan dan membuat keluarga kami terpukul," cetus Ri, salah satu ayah korban, pada awak media.

Menurut lelaki setengah baya itu, anaknya yang baru duduk di kelas III Sekolah Dasar (SD) beserta beberapa kawannya, telah menjadi korban pencabulan oleh pelaku bernama R alias T (sekira 77 tahun) berulang kali. Namun baru terkuak setelah putrinya mengaku, karena terus didesak.

"Kami memang sudah lama curiga. Sebab, saat kami pulang dari kebun karet, ia sering pulang main bawa uang. Rata-rata Rp10 ribu. Saat ditanya, ia tidak mengaku. Bilangnya habis jual rongsokan, kadang beralasan nemu," terangnya, didampingi dua orangtua korban yang lain, di Kantor LBH PALI.

Setelah diberi rekaman video oleh seorang teman korban, barulah ulah tak senonoh seorang kakek itu terungkap. Para korban pun akhirnya mengaku, bahwa mereka telah dieklploitasi secara seksual oleh pelaku, dengan iming-iming diberi imbalan uang.

"Pelaku ini merupakan tokoh agama-lah di desa kami. Ia juga sering ngajar ngaji. Namun kedekatannya dengan anak-anak justru dimanfaatkan untuk melakukan tindak asusila. Makanya kami mohon keadilan dan pelaku dihukum seberat-beratnya. Sebab masa depan anak-anak kami jadi taruhannya," tukasnya, sedih.

Sementara itu, Kuasa Hukum korban, Joko Sadewo,S.H.,M.H. di dampingi rekan-rekannya dari LBH PALI, mengatakan bahwa korban sudah melaporkan peristiwa itu ke Polres PALI dengan LP Nomor : LP/B-61/IX/2021/SUMSEL/RES PALI, Selasa, 14 September 2021.

"Para korban sudah dimintai keterangan dan dilakukan visum, kemarin. Para orangtua korban ini memohon pada penyidik Polres PALI agar dapat segera mengamankan pelaku. Sebab, khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan. Karena mereka ini kan satu desa dan tetangga, yang bertemu tiap hari," ujar Joko Sadewo, yang kerap juga disapa Josa.

Apalagi, tambahnya, unsur-unsur pada  pasal yang disangkakan memang sudah pas dan didukung oleh alat bukti yang sangat kuat, yakni antara lain rekaman video saat pelaku beraksi.

"Nanti kami akan koordinasi dengan penyidik, terkait perkembangannya. Semoga saja, pelaku dapat segera diamankan untuk diproses hukum lebih lanjut. Sebab, ulah pelaku ini tentu sudah sangat meresahkan masyarakat setempat. Ini termasuk predator atau pedofilia, yang akan terus mencari mangsa," tukasnya. (Ril)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 07, 2021

Warga dan Pemdes Lunas Jaya Gotong Royong Perbaiki Jalan Penghubung Antar Desa

PALI, MA - Warga dan pemdes lakukan gotong royong perbaiki jalan  Hancur Kondisi  karena penghubung antara desa lunas jaya-sukaraja Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) hancur lebur, lobang jalan dipenuhi lumpur sehingga pengguna jalan kesulitan melewati jalan tersebut 

Tepatnya hari Selasa (07/09/2021) perangkat pemerintahan Desa bersama masyarakat Lunas jaya Gotong Royong adakan penimbunan dengan matrial bekas bongkaran gedung SD seadanya, demi melancarkan lalu lintas pengguna jalan.

Memang banyak keluhan masyarakat dan pengguna jalan terkait hancur nya jalan penghubung itu, terlebih jalan tersebut termasuk jalan ekonomi rakyat, salah satunya  Armin driver Travel Palembang-Abab, ia mengatakan tiga tahun terakhir nyaris setiap hari terlambat mengantar penumpang.

"Sejak 3 tahun terakhir ini nyaris setiap hari saya terlambat antar penumpang, karna satu-satunya jalan yang dekat antara  Kecamatan Abab dengan Palembang adalah jalan ini,(jalan lintas Desa Lunas Jaya Red), dan akhir-akhir ini jalan semakin rusak parah dan tak kunjung diperbaiki. Bahkan selain terlambat datang ke tujuan, mobil yang kami kendarai kotor berlumpur, sahingga setiap pulang harus di cuci," sampainya kepada awak media seakan mengeluh.

Kepala Desa Lunas Jaya' Rudi Junaydi SH ketika dimintai tanggapannya saat gotong royong penimbunan jalan tersebut mengatakan, dia selaku kepala Desa sudah berusaha sedemikian rupa minta dibangunkan atau diperbaiki jalan tersebut.

"Bukan hanya gotong royong ini saja yang pernah saya lakukan, tapi sejak saya dilantik sebagai kepala Desa Lunas Jaya, saya sudah berusaha untuk jalan ini, bahkan sangat menjadi buah pikiran saya,  mulai dari profosal permohonan pembangunan jalan ini, profosal diajukan ke Pemkab Pali, ke Prusahaan yang beroperasi disekitar wilayah ini, namun hanya ada beberapa hari yang lalu, pihak PT Tiga putri bantu tiga mobil truk batu dihamparkan di lobang jalan arah ke simpang tiga Desa Harapan jaya," tuturnya.

Kades juga menambahkan kalau ia masih bersyukur karena masyarakat bersama perangkat Desa Lunas jaya masih ada kemauan diajak kerja bakti bergotong royong untuk menimbun lobang-lobang di jalan yang rusak parah, demi melancarkan lalu lintas, baik pengguna jalan umum, terkhusus demi lancarnya transportasi masyarakat yang menuju perkebunan.

"Sembari menunggu ada kemurahan hati pihak-pihak terkait untuk memperbaiki jalan tersebut, kami perbaiki semampuh kami dengan tenaga dan matrial seadanya, memang tidak bisa sebagus jalan pada umumnya, Seperti pepata tidak ada rotan akar pun jadi, yang terpenting bisa dilewati dulu, dan Alhamdulillah masyarakat Masi mau diajak kerja tanpa upah, demi kepentingan umum. "tutupnya. (Yupantri)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

Firdaus Komar Pimpin langsung Konferensi PWI PALI ke 3

PALI, MA - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menggelar konferensi kabupaten III dalam memilih pemimpin di organisasi wartawan tertua di Indonesia, Selasa (7/9/21) di Guest House dipimpin langsung ketua PWI Sumsel Firdaus Komar dihadiri Bupati PALI melalui Staff Ahli Kusmayadi, kepala cabang Bank SumselBabel Pendopo Darmiansyah SH serta sejumlah stakeholder lainnya. 

Pada konferensi itu, dilakukan voting karena ada beberapa bakal calon yang berminat memimpin PWI PALI. Hasilnya nama M Anas atau biasa di sapa Bung Anas saat ini sebagai wartawan media Suara Nusantara raih suara terbanyak dan sesuai pada tata terbit pemilihan bahwa peraih suara 50 plus satu akan memimpin PWI tiga tahun kedepan. 

Dimana dari 28 anggota PWI yang ada di kabupaten PALI menyalurkan hak pilihnya ditambah satu suara dari PWI Sumsel. Nama Bung Anas meraih suara 15, sementara Joko Sadewo meraih suara 12 dan Pidin C Oteh meraih suara 2.

Setelah terpilih meraih suara terbanyak, Bung Anas menyampaikan program kerjanya tiga tahun kedepan. 

"Yang pertama saya tawarkan program pembenahan sistem administrasi, karena jangan anggap sepele sistem administrasi. Sebab banyak pejabat tersandung hukum bahkan jadi tersangka karena kesalahan administrasi. Dari sistem administrasi ini juga kita akan lakukan pendataan terhadap seluruh anggota PWI PALI," terang Anas. 

Program bidang pendidikan juga ditawarkan Anas berupaya Upgrading per satu bulan sekali bahkan kalau memungkinkan dua bulan sekali. 

"Dan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota PWI, kita akan membuat badan usaha PWI PALI bentuknya seperti koperasi, dan saat ini saya menunggu kerjasama dengan petrashoop. Hal ini dilakukan supaya ada pemasukan bagi wartawan. Namun untuk mewujudkan itu, saya tidak bisa sendiri namun perlu kekompakkan. Sebab kalau tidak kompak, mitra kita akan memandang sebelah mata," tukasnya. 

Sementara itu, Firdaus Komar menyatakan bahwa konferensi PWI ini sudah biasa dilakukan untuk penyegaran organisasi. 

"Setelah konferensi ini, memang tidak akan besar organisasi ini apabila tidak kompak. Yang belum terpilih jangan berkecil hati, berikan sumbangsih dalam membesarkan organisasi dan kepada yang terpilih gandeng semua anggota dan jalin kerjasama dengan semua stakeholder agar marwah PWI tetap terjaga," pesannya. (yupantri)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 02, 2021

Sepekan PJU PALI Padam, Ini Penjelasan Pihak PLN

PALI, MA - Sejak sepekan silam PT PLN (Persero) Rayon Pendopo telah memutuskan aliran istrik jaringan Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalan protokol Talang Ubi. Hal ini dibenarkan Manajer PLN Rayon Pendopo Tedi Triadi, ST. saat dikonfirmasi di hari pertama pemadaman tersebut (25/08).

 "Benar Pak, karena pelanggan (Pemkab PALI Red.) belum memenuhi kewajibannya" ungkap Tedi singkat.

Meski pihak pelanggan telah melunasi hutang berjalan (rekening Juli dan Agustus 2021) sebagaimana validasi pembayaran yang diterima PT SARWA KARYA WIGUNA selaku kontraktor (01/09), tidak serta merta PLN menyalakan aliran PJU nya karena pelanggan masih menyisakan hutang tahun lalu sebesar 779 juta rupiah periode bayar bulan November dan Desember 2020. 

"Saya masih menunggu surat dari Dinas Perkim perihal permohonan penangguhan dan perkiraan waktu bayar Pak agar bisa dikordinasikan ke kantor Cabang Lahat untuk izin penyalaan PJU nya, hal ini sudah saya kordinasikan dengan Wakil Bupati dan pihak Perkimnya" pungkas Tedi.

Dari hasil verifikasi data penelusuran wartawan, adalah Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) yang menjadi leading sector terhadap urusan pembayaran ini. Dari data tersebut menjelaskan bahwa DPKP telah membayar tunggakan bulan Juli dan Agustus 2021 sekitar Rp. 744 juta dan membenarkan bahwa masih terdapat hutang kepada pihak III dengan besaran yang relatif sama.

Melalui bendahara DPKP pihaknya membeberkan jaminan pembayaran sebagaimana dimaksud pihak PLN berupa keputusan Bupati PALI  Nomor 3/KPTS/BPKAD/2021 tentang "Penetapan Belanja Pada Perangkat Daerah Di Kabupaten PALI dan Tata Cara Penyelesaiannya Tahun Anggaran 2021. (Yupantri)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

August 31, 2021

Alva Sikin Siap Ramaikan Bursa Pilkades Kota Baru

PALI MA - Maraknya pencalonan Kepala Desa Kota baru  yang diadakan serentak di Kecamatan Penukal Utara  diikuti 3 orang  Bacalon semakin terasa hangat jadi topik pembicaraan. 

Sebut saja namanya Alva Sikin, dialah salah satu Bakal Calon Kepala Desa Kota baru yang dinilai layak oleh warganya, memimpin Desa untuk dua periode dan  enam tahun ke depannya nanti periode 2021-2027 mendatang pada Pilkades 27 Oktober 2021

Saat diwawancarai Alva Sikin mengatakan, bahwa dirinya siap tampil demi warga Desa Kota Baru Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI. 

“Saya siap melanjutkan mengabdi dan melayani warga Desa, Kota baru tuturnya, Senin (31/08-2021) kepada awak media ketika ditemui di kediamannya.

Alva Sikin yang biasa disapa Juki  menyampaikan kepada awak media terkait pencalonannya di Pilkades tahun ini (periode 2021-2027). 

“Bila nanti saya terpilih untuk priode yang kedua menjadi Kades Kota baru dengan sepenuh hati saya akan mengabdi dan melayani warga, saya siap bekerja sepenuh hati,” jelasnya.

“Bahkan saya siap menjadi wadah menampung pengaduan, keluhan masyarakat di bidang apapun, diantaranya di bidang sosial, pelayanan publik, pemberdayaan, kesejahteraan, perekonomian, pertanian, budaya serta olahraga kepemudaan dan Kesehatan,” tegasnya.

Lebih lanjut dikakannya, bahkan di bidang bakti sosial kependudukan menjaga lingkungan supaya bersih indah dan tenteram. 

“Saya akan tingkatkan program kerja dalam kegiatan gotong royong, keberhasilan lingkungan, menciptakan lapangan usaha mandiri atau kerajinan, dan meningkatkan kualitas pendidikan baik formal maupun informal untuk bekal kehidupan para warga,” tambahnya.

“Saya akan berusaha membangun infrastruktur lokal serta berusaha melayani, mengayomi kepentingan warga kota baru  siang atau malam, kepada staf desa serta kadusnya untuk bekerja keras di dalam menjalankan tugas sebagai bentuk pelayanan dan pengabdian yang baik,” tutupnya. (ypn)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

August 21, 2021

Diguyur Hujan Deras, Turap Jalan Desa Tempirai Abruk

PALI, MA - Hujan deras yang melanda wilayah Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal abab Lematang Ilir (Pali) mengakibatkan Turap (bahu jalan ) longsor akibat dari guyuran hujan yang berlangsung pada Jumat  (2O/08/2021) pukul 15.00 WIB.

Turap yang longsor tepatnya berada di Dusun 5 Desa Tempirai timur  tersebut berada dijalan Kabupaten yang menghubungkan desa Tempirai dengan desa air itam kecamatan Penukal.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun Pipa PDAM Tirta PALI Anugrah mengalami pecah dan bocor Akibat longsornya turap tersebut, sehingga aliran air bersih ke rumah pelangan untuk semantara macet.

Sala satu pegawai PDAM yang berinisial TR (39) mengatakan, sementara waktu belum ada penanganan dari dinas.

"Kami selaku pegawai PDAM hanya bisa berupaya untuk memperbaikai pipa yang pecah dan bocor  sepajanag 6 meter , agar pengunaan sarana air bersi secepatnya di aliri," ungkapnya.

Kepala unit PDAM Tirta Pali Anugrah, Andre memebenarkan peristiwa tersebut, akibat dari longsornya Turap (Bahu jalan ) pipa PDAM pecah sehinga aliran ke jalur Tempirai dan prabumenang macet dan saya beserta pegawai akan berupaya melakukan perbaikan sehinga sarana air bersi bisa di aliri kembali.

Salah satu warga sekitar AR (35) mengatakan,  longsornya turap ini diperkirakan sekitar 8 meter.

"Kami  berharap sesegera mungkin melakukan tindakan perbaikan dari Dinas yang terkait. Mengingat lokasi longsor dijalan Kabupaten dimana menjadi jalan utama bagi warga meskipun tidak mempengarui lalulintas dan ini bisa merambat ke badan jalan, karena beton yang ada di lokasi itu pecah akibat longsor nya turap trersebut," tutupnya. (Ypn)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

August 20, 2021

Membanggakan, Angnes Warga Desa Muara Ikan Terpilih Jadi Paskibra Kabupaten PALI

PALI, MA - Pasangan Sianto  (45 ) dan Nila  (43), terharu dan bangga saat putrinya, Agnes sudah meraih apa yang dicita-citakan yakni menjadi anggota pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibra) Tingkat kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali)  pada HUT Ke-76 RI. 

Perjalanan Agnes untuk menjadi Paskibra ini tentu membanggakan Nama desa dan keluarga.

Agnes Monica merupakan gadis desa warga Desa Muara Ikan  Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Pali ini merupakan anak ke tiga dari pasangan yang akrab di sapa Nila dan Anto.

Suanto Ahmad selaku orang tua siswi menceritakan, Perjalanan panjang Agnes  bisa mengikuti paskib di tingkat kabupaten diawali dari tingkat paling bawah, tingkat kecamatan. Satu persatu tahapan di jalani dengan tekun dan doa. Hingga akhirnya, muncul untuk lanjut ke tahapan seleksi kabupaten dan bisa mengikuti paskib tangal 17 Agustus yang lalu 

"Satu kebanggaan bagi saya dan keluarga atas prestasi anak saya menjadi satu dari petugas pengibar bendara. Saya selalu berdoa apa yang dicita citakan anak saya terwujud. Pihak Desa selalu mendukung kami," kata Anto. (ypn)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

August 17, 2021

Digelar dengan Sederhana, Upacara Peringatan HUT RI Kabupaten PALI Berjalan Hikmat

PALI, MA - Upacara pengibaran sang saka merah putih dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan RI ke 76 ditengah gempruran pandemi covid-19 tetap dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Selasa (17/8/21) di halaman kantor bupati PALI dipimpin Wakil Bupati PALI, Drs H Soemarjono sebagai inspektur upacara. 

Hanya saja pelaksanaan upacara peringatan HUT kemerdekaan RI ke 76 dilaksanakan secara sederhana namun tidak mengurangi khidmatnya prosesi kegiatan itu karena peserta upacara dibatasi hanya dari kalangan TNI dan Polri saja serta kepala OPD dan kepala Forkopinda dilingkup Pemkab PALI dan serta seluruh peserta wajib ikuti protokol kesehatan ketat.

Pengibaran bendera sang saka merah putih dilakukan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang telah dilatih melalui Dinas Pemuda dan Olahraga kabupaten PALI. 

Usai melaksanakan upacara pengibaran bendera, Wabup dan kepala OPD serta Forkopinda mengikuti upacara peringatan HUT RI ke 76 bersama presiden Joko Widodo secara virtual di Aula kantor bupati PALI. 

Wabup PALI mengatakan bahwa ditengah pandemi corona saat ini, pemerintah terus mengingatkan agar masyarakat tetap patuhi protokol kesehatan saat merayakan HUT kemerdekaan RI ke 76.

"Alhamdulillah kita masih bisa melaksanakan upacara peringatan HUT RI ke 76 meskipun dilaksanakan secara sederhana namun tidak mengurangi khidmatnya acara ini, hanya saja kita saat ini masih dalam suasana pandemi covid-19 yang tentunya dibalik kegembiraan atau suka cita perlu diingat kita harus patuhi protokol kesehatan agar kita terhindar dari penyebaran covid-19," ujar Wabup. 

Wabup juga berharap dengan tingginya tingkat kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan, wabah global covid-19 bisa cepat berlalu. 

"Semoga saja pandemi covid-19 ini cepat berakhir agar kita semua bisa hidup normal kembali dan merayakan HUT kemerdekaan seperti sedia kala," harapnya. (Ypn)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

August 01, 2021

Turnamen Voli Desa Curup Kabupaten PALI Disoal Warga

PALI, MA - Salah satu upaya menekan angka penularan virus covid-19 adalah Pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Sumatera Selatan,Tak terkecuali di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali).

Namun sangat disayangkan di Desa Curup kecamatan Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI malah nekat menggelar Turnamen Bola voli.Hal ini di sampaikan oleh salah satu warga berinisial US  (45) saat di Wawancarai di Kediamannya, Sabtu (31/7/2021).

Us (45) wagra setempat menjelaskan, selaku warga desa Curup merasa prihatin dengan adanya turnamen bola voli yang di selenggarakan di dusun 4 tersebut.

"Meskipun saat ini kecamatan tanah Abang Masi bersratus zona Hijau,Bukan tidak mungkin dengan adanya kerumunan ini akan beruba menjadi zonah merah, kami selaku warga takut tepapar covid -19, apalagi pengunjung yang datang bukan dari kecamatan tanah Abang saja,kita sebagai masyarakat awam merasah resah, dan takut, karena kita  tidak tau pak. seadainya disalah satu pengujung ada yang terpapar Covid-19, sangat memungkinkan menular pada keluarga kami yang ada di desa Curup ini," tutupnya. 

Begitu juga yang di sampaikan oleh AB (63) salah satu warga dusun 4, beliau juga menyampaikan, terkait adanya turnamen voli ball yang di adahkan di desa tersebut. 

"Saya selaku warga merasah keberatan, karena kabupaten kita ini Masi zona merah, setelah kami lihat dari bebrapa hari ini, pengujung yang datang sebagian tidak memakai masker, atau tidak  mengunakan Protokol kesehatan, ini bisa berdampak penuluran virus covid-19, apalagi beberapa hari ini ,ada salah satu warga kami yang meningal dan di kubur kan secara Covid-19," tutupnya.

Turnamen Bola voli memperebutkan piala Kepala Desa. Berdasar informasi awal tersebut awak media berusaha mengecek kebenarannya dengan mendatangi tempat diselenggarakannya Turnamen Bola voli di Dusun 4 desa Curup .

Sementara itu M Tisar Kepala Desa Curup sebagai penanggung jawab penyelenggaraan turnamen  saat di sambangi di rumah nya tidak ada di tempat, dengan melalui telpon selularnya beliau menyampaikan bahwa di beberapa point' pertanyaan awak media, beliau cuman menjawab program turnamen tersebut program Karang taruna. (ypn)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp






Dukung Kami di Youtube

LAPOR PAK

LAPOR PAK
Buat Laporan Anda disini, pasang Aplikasi Kami.

Media Advokasi Edisi Cetak