Web Analytics
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

January 25, 2019

Internet Desa sebagai Penunjang Kemajuan Desa


Kepala Desa Pangkalan Kab. Muratara
Saidiono Ilyas (Sidoel)

Muratara, Media-AdvokasiKabupaten Musi Rawas Utara telah lama dikenal sebagai daerah penghasil tanaman perkebunan khususnya karet dan kelapa sawit, baik perkebunan rakyat maupun perkebunan besar yang dikelola oleh perusahaan. Komoditas karet yang diupayakan oleh rakyat menghasilkan hasil panen sebanyak 127.040 ton.

Sementara itu, komoditas kelapa sawit yang diupayakan oleh rakyat yang menghasilkan hasil panen sebanyak 107.471 ton. Kondisi tanah dan iklim yang cocok merupakan salah satu faktor pendukung kondisi tersebut. Selain karet dan kelapa sawit, di Kabupaten Musi Rawas Utara juga diusahakan komoditas perkebunan lain, seperti kelapa, kopi, kayu manis, pinang dan kemiri.

Namun kawasan ini masih sangat jauh tertinggal, mulai dari beberapa akses transportasi dan komunikasi. Pentingnya akses tersebut sehingga membuat beberapa desa di kabupaten tersebut masih sangat sulit untuk diakses, bahkan ada desa yang jaringan komunikasi itu tidak masuk.

Teknologi informasi berupa akses komunikasi dan jaringan internet, sangat dibutuhkan sebagai langkah awal Penunjang Kemajuan desa.

Namun banyak di antara pemuka agama dan tokoh masyarakat desa yang takut akan dampak buruk dari masuknya jaringan komunikasi dan internet ke desa, kekhawatiran yang diungkapkan akan terbukanya akses pornografi, judi dan situs terlarang lainnya di kalangan masyarakat.

"Internet hanyalah alat, dia akan bermanfaat di tangan yang tepat dan akan merusak jika digunakan tidak semestinya. Banyak kemanfaatan yang didapat dengan adanya akses internet yang masif sampai ke desa" ungkap salah satu Kades Pangkalan Saidiono Ilyas (Sidoel) saat di wawancarai oleh Media Advokasi.

Padahal Bisa jadi desa sebagai vendor penyedia jasa terhadap kebutuhan pasar. Bisa jadi pasar produk desa yang biasanya terbatas secara geografi, bisa menembus batas imajiner khas produsen pedesaan.

Layanan berbasis internet menjadikan efisiensi birokrasi menjadi lebih tinggi. undangan rapat dan FGD (Focus Group Discussion) menjadi lebih efektif melalui sarana group media sosial ataupun layanan pesan/suara berbasis jaringan. Banyak hal lain yang menjadi berkembang.

"Dengan adanya akses komunikasi dan internet yang baik, bisa jadi desa sebagai marketplace yang mengisi ceruk pasar yang belum terpenuhi oleh investor bermodal besar, dan bisa menjadi sumber dan akses ekonomi yang sangat besar" lanjutnya.

Yang masih menjadi PR adalah mindset masyarakat dan pemerintah daerah, bahwa masyarakat desa masih belum terbuka tentang internet dan untuk kemudahan administrasi laporan pertanggungjawaban dana desa. Dan pembangunan itu tidak harus berbentuk fisik. seperti membangun jembatan, saluran irigasi, dan pembangunan berbentuk fisik lainnya. (ans. red)
Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

September 01, 2018

Pemenang Lomba Kihajar 2018 lolos tingkat Nasional

Foto bersama Juara 1 SD Islam Fatimah Bersama Penyelenggaran UPT BTKIP

Palembang, Media Advokasi - Kuis kihajar Tahun 2018 yang diselenggarakan UPT Balai Teknologi Informasi komunikasi pendidikan (BTKIP) Provinsi Sumsel, telah memasuki tahap final. Sebanyak 3 (tiga) peserta berhasil lolos lanjut ke tahap tingkat Nasional. Final ini diadakan di Pustekkom Sumsel Palembang kamis (30/08/2018).


Adapun para pemenang untuk Jenjang SD adalah Juara 1: SD Islam Fatimah Palembang, Juara 2: SD IT Al Azhar Palembang, Juara 3: SD Pusri. Dan untuk jenjang SMP= Juara 1: SMPS ignatius, Juara 2: smps Bina Ilmi, Juara 3: SMPS Ignatius. Dan untuk jenjang sma= Juara 1: SMAS Ignatius, Juara 2: SMA N 17 Palembang, Juara 3: SMA N 3 Palembang.

Penyelenggara UPT Balai Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan (BTKIP) Provinsi Sumsel. Mejelaskan adapun Kreteria penilaian dalam kompetisi ini yaitu nilai tertinggi ujian online, waktu ujian tercepat, dan nilai persentasi secara keseluruhan.

Pihak penyelenggara menyampaikan “Bagi peserta yang belum beruntung mendapatkan tiket ke nasional kalian tetap tenang, jangan berkecil hati, kalian sudah menjadi Duta Kihajar 2018 dan TV Edukasi, tetap tingkatkan prestasi dan lanjutkan menjadi Duta TV Edukasi di sekolah kalian dan di dunia maya, untuk yang juara pertama persiapkan diri kalian untuk mengikuti ajang kihajar tingkat nasional di jakarta pada bulan oktober 2018”. Ungkapnya. (Eka)


Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp

August 01, 2018

Pelajar Sukabumi menerobos sungai untuk sekolah

Pelajar menyebrang sungai ( detik.com )
Sukabumi, Media Advokasi - Belasan pelajar dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari Kampung Pasirkopo , Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi harus rela berbasah-basahan demi sekolah.

Sungai dengan kedalaman hanya selutut anak kecil ini memiliki panjang 50 meter. Walaupun cukup rendah tapi keselamatan anak - anak tetap berbahaya 

Anak - anak ini harus kuat menempuh perjalanan sejauh 1,5 kilometer untuk sampai pada sekolah mereka yang terletak di Kampung Pasir Kandel, Desa Sukamaju

Kondisi yang memprihatinkan seperti ini tidak menyurutkan semangat anak - anak untuk terus belajar. Apabila turun hujan yang lebat anak - anak ini pun terpaksa harus libur di rumah demi keamanan

Warga disana berinisiatif untuk membangun jembatan. Tetapi apabila volume air meningkat jembatan tersebut akan hanyut dibawa air 

Semoga pemerintah dapat bertindak cepat untuk mengatasi persoalan ini sehingga anak - anak penerus bangsa ini bisa belajar dengan baik. (red. Nt) 



Teman Anda Belum Tau Ini Yuk Bagikan : WhatsApp






Dukung Kami di Youtube

LAPOR PAK

LAPOR PAK
Buat Laporan Anda disini, pasang Aplikasi Kami.

Media Advokasi Edisi Cetak